Tentang Aku
Hartono Lahir di Kampung Elok Sempitak, 1 April 1983. Putra ke-7 dari 8 bersaudara pasangan Martinus Adon dan Sesilia. Menamatkan SD di SDN Nomor 17 Dapan Kecamatan Ledo, Tahun 1996. SMP Negeri 2 Bengkayang Tahun 1999, SMA tSanto Bonaventura Sambas Tahun 2002. Menyelesaikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat, pada tahun 2006.
Cinta Adalah
* "Cinta adalah untuk surga dan surga adalah untuk kita."
* "Cinta wanita yang sejati memberi sayap pada laki-laki, tetapi cinta yang palsu memberi belenggu."
* "Cinta adalah sebagai kemudi dalam bahtera kehidupan."
* "Cinta itu bermacam-macam, tetapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melampaui pintu kekasih."
* "Cinta adalah kunci dari tiap-tiap keadaan yang baik dalam kehidupan manusia."
* "Cinta datangnya tak diketahui, tetapi perginya meninggalkan bekas."
* "Cinta kasih adalah penuh pengorbanan, penuh pengampunan, penuh penghargaan dan penuh pengabdian pada sesamanya."
* "Cinta pertama adalah lebih indah, lebih mesra dan kemungkinan memberi kebahagiaan dari pada cinta berikutnya, maka itu periharalah cinta pertama agar tumbuh subur sehingga anda dapat mengecap buahnya."
* "Cinta yang pertama adalah cinta yang murni dan hanya sekali saja timbul dari hati manusia."
* "Cinta itu bukan benda, tetapi semacam cita-cita hidup, sebab hidup tanpa cita-cita tak mempunyai arti, sedangkan cita-cita tanpa diiringi cinta akan mati."
* "Kita semua dilahirkan untuk cinta, itulah permulaan dan akhir kehidupan."
* "Cinta adalah jalan terpendek dari hati ke hati."
* "Cinta akan lebih indah bila dihiasi dengan air mata."
* "Cinta meliputi sepenuhnya kehidupan wanita, ia adalah penjara dan sorganya."
* "Cinta yang sejati tiba-tiba putus, tak ubahnya seperti orang tua yang kehilangan tongkatnya."
* "Cinta tak dapat diuji dengan ciuman, tapi perasaan halus adalah pengujinya."
Sekilas Tentang Dayak Bakati
Oleh : Bambang Bider. Sook Sanggau Ledo
Orang Bekati adalah salah satu dari sekian banyak sub suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat. Sentra komunitas sub suku Bekati sebagian besar mendiami wilayah utara Kabupaten Sambas, di Kecamatan Pemangkat, Bengkayang, Ledo, Sangau Ledo, dan Seluas.
Dari segi etnolinguistik orang Bekati dapat dibagi dalam tiga aksen atau dialek besar, yaitu orang Bekati yang menggunakan bahasa Bekati Riok, Bekati Sara, dan Bekati Lara. Dari segi populasi penutur bahasa Bekati Lara lebih banyak dibanding yang lain.
Dalam pergaulan dan berinteraksi di wilayah Banoe, mereka saling mengidentifikasi diri ats perbedaan akses masing-masing. Namun dalam berinteraksi dengan masyarakat luas mereka mengidentifikasi diri sebagai orang Bekati saja.
Perbedaan dialek dan akses tidak menjadi suatu hambatan dalam interelasi dan komunitas di antara mereka. Tidak diketahui dengan pasti kapan penggunaan label Bekati ini sebagai penamaan sebuah sub suku untuk ketiga wilayah Banoe tersebut. Analisis secara sepintas kata Bekati berasal dari kata Kati? yang dalam bahasa Indonesia berarti Tidak.
Sedangkan awalan Ba? mengacu pada penegasan kata Kati? sebagai elemen pelengkap demi tidak rancunya kata tersebut. Ba? secara elastis dapat pula diartikan sebagai instrument yang secara tidak langsung mengacu kepada kelompok-kelompok orang yang berbahasa Bakati tersebut.
Kepemimpinan Dayak di Kalbar
Oleh: Dayak Blogs
Kalimantan Barat secara hukum terbentuk pada 1 Januari 1957 dan resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956, pada tanggal 7 Desember 1956. Namun sejak berdirinya provinsi kalimantan barat hingga tahun 2008. Fakta mengatakan baru dua orang putera Dayak yang menjadi Gubernur di provinsi ini. Ialah Johanes Chrissostomus Oevang Oeray yang menjabat Gubernur Kalimantan Barat pada periode 1960 – 1966 setelah melewati pemilihan umum yang paling demokratis dalam sejarah Indonesia sebelum masa Orde Baru berkuasa dan Drs. Cornelis MH yang baru saja terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Barat periode 2008 - 2013 dan juga melewati pemilihan umum yang paling demokratis dalam sejarah Indonesia setelah masa Orde Baru berkuasa. Namun setelah J.C. Oevang Oeray dan sebelum Drs. Cornelis MH berkuasa menjadi Gubernur. Jabatan Gubernur adalah sebuah jabatan mimpi bagi masyarakat suku Dayak yang mencapai populasi 41% dari seluruh jumlah penduduk di Kalimantan Barat. Kalimantan Barat tercatat sejak berdiri hingga sekarang telah dipimpin sepuluh orang Gubernur yaitu :
1. Adji Pangeran Aflus (1957 - 1957).
Mengapa Dayak selama pemerintahan Orde Baru tidak berkutik/mampu memimpin tanah tumpah darahnya sendiri. Banyak fakta yang terungkap bahwa Dayak di Kalimantan Barat termarjinalkan pada masa itu. Citra negatif selalu menjadi bahan yang sangat populer untuk menindas suku asli pulau kalimantan ini. Seperti perambah hutan, peladang berpindah, terbelakang, barbarian, biadap, primitif belum lagi pada semasa Orde Baru citra Dayak semakin di perparah dengan keterpurukan dan marjinalisasi politik, ekonomi dan budaya. Hingga pada akhirnya daya
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Pemarah, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Selasa, 20 Oktober 2009
Patih Singaria Jagokan Robertus Calon Bupati Sekadau
Borneo Tribune, Sekadau
Paguyuban Patih Singaria yang biasa disebut dengan Perkumpulan Sosial Warga Sepanjang Sungai Sekadau di Pontianak Sabtu (3/10) malam kemarin, bertempat di Gedung Kateketik jalan Rawak, menggelar pertemuan dengan warga Sekadau yang juga berasal dari sepanjang sungai Sekadau.
Pertemuan yang dihadiri sekitar 50 orang berasal dari kalangan tua dan muda ini, bertujuan untuk memperkenalkan Robertus Isdius, kelahiran Perongkan, Kecamatan Seakdau Hulu yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Setda Provinsi Kalimantan Barat.
Tanto Yakobus bertindak sebagai moderator dalam pertemuan tersebut, yang juga didampingi Paulus Subarno, tim dari Sekadau. Pertemuan tersebut membicarakan soal figur yang bakal maju pada Pilkada kepala daerah dan wakil kepala daerah 2010 mendatang.
Robertus Isdius salah satu figur yang dicalonkan oleh paguyuban ini untuk maju sebagai Bakal Calon (Balon) pada pilkada bupati yang rencanya akan digelar 15 Juni 2010 mendatang. Dalam penyampaiannya tersebut Robertus mengatakan bahwa dirinya memiliki kerinduan untuk kembali dan menagbdi di Sekadau.
Dia memiliki cita-cta yang sangat tinggi untuk membangun Sekadau. Namun semua cita-cita itu dapat terwujud jika didukung oleh banyak pihak. Usai Robertus memperkenalkan diri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Salah seorang peserta mempertanyakan kepada Robertus mengapa harus menjadi bupati jika ingin mengabdikan diri kepada masyarakat, kenapa bukan camat, peserta peserta lain juga menyarankan agar Roberus dipersiapkan menjadi kader, jangan ingin maju karena berdasarkan atas keinginan kelompok atau pribadi.
Tidak ada kesimpulan dalam pertemuan tersebut, apakah Robertus bakal maju sendiri sebagai calon bupati atau Robertus maju sebagai wakil bupati. ”Bisa saja bapak Robertus nanti kita siapkan sebagai calon Bupati atau bisa saja beliau kita pasangkan sebagai wakil, kita lihat dulu kondisinya,” papar Subarno. Baca Selengkapnya.....
Selasa, 29 September 2009
25 Angota DPRD Sekadau Resmi Dilantik
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Puluhan mobil mewah Selasa (29/9), kemarin penuh sesak memadati perparkiran halaman gedung DPRD Kabupaten Sekadau. Gedung mewah yang merupakan milik rakyat itu dilaksanakannya pelantikan 25 anggota DPRD Kabupaten Sekadau masa Bhakti 2009-2014.
Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan ikut hadir menyaksikan jalannya pelantikan para wakil rakyat itu, termasuk keluarga dan kolega dari masing-masing anggota dewan yang dilantik. Pelantikan ini juga mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. acara pelantikan dari awal hingga akhir berjalan dengan khusuk tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.
Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Sekadau masa bhakti 2009-2014 dilakukan oleh pengadilan tinggi Sanggau. Beberapa pejabat tinggi di Kabupaten Sekadau juga tampak hadir menyaksikan pelantikan dewan tersebut. Termasuk bupati dan wakil bupati Seakdau, Kapolres, Kejati Sanggau, tokoh masyarakat, Agama organisasi kemasyarakatanm, para kepala kepala dinas, kantor dan badan di lingkungan Pemkab Sekadau.
Berkesempatan hadir dalam pelantikan anggota DPRD tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Syakirman, atas Gubernur Kalimantan Barat. Gubernur Kalbar tidak bisa hadir dalam pelantikan anggota dewan tersebut, karena keluar kota provinsi Kalbar.
Sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan oleh Sekda Kalbar Syakirman, mengatakan dalam ada dua hal pokok yang harus diperhatikan oleh anggota dewan yang baru dilantik yaitu antara lain, sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah, DPRD mempunyai kedudukan yang setara dan memiliki hubungan kerja yang bersifat kemitraan dengan pemerintah daerah.
DPRD dan pemerintah daerah memiliki kedudukan yang sama dan sejajar dalam arti tidak saling membawahi atau satu bertanggung jawab kepada yang lain, DPRD dan wajib memelihara dan membangun hubungan kerja yang harmonis dan harus saling mendukung tanpa mengabaikan daya kritis anggota DPRD. Kedua sebagai lembaga keterwakilan di daerah, DPRD memiliki hak-hak berupa hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat.”DPRD berhak menyatakan pendapat terhadap pelaksanaan kebijakan daerah yang penting dan strategis,” katanya.
Dan kepada mantan anggota DPRD, lanjut Syakirman diharapkan kiprahnya dalam membangun dan memajukan daerah dan masyarakat sekadau, dengan pengalaman yang telah diperoleh selama menjadi anggota DPR lima tahun yang lalu. ”Saudara sebagai figur wakil rakyat, tentunya merupakan informasi yang berharga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Aloysius yang dulu menjadi wakil ketua DPRD kini mendapat kepercayaan rakyat untuk menjadi ketua sementara DPRD kabupaten Sekadau. Palu sidang dalam waktu itu juga diserahkan langsung oleh ketua DPRD yang lama Yuni Yudarno. Aloysius setelah menerima palu sidang langsung diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutannya. Dalam sambutan singkatnya Aloysius menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Sekadau dan kepada angota DPRD yang telah mempercayai dirinya sebagai ketua sementara DPRD Sekadau. Dan kepada anggota mantan anggota DPRD Aloy juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdiannya dalam membangun Kabupaten Sekadau selama lima tahun yang telah lewat.
Adapun ke-25 anggota DPRD Kabupaten Sekadau masa bhakti 2009-2014 yang dilantik kemarin antara lain, Aloysius, SH,.MH (PDIP), Albertus Pinus, S.Sos,.M.Si (PDIP), Markus,SH,.MH (Demokrat), Martinus Golkar), Drs. Paulus Subarno,.M.S.si PDP), Aron,SH (PNBKI), Muhammad (PAN), Saharudin, S.Ag (PKS), Isnaini, S.Ip,.M.Si (Golkar), Abdul Awal, A.Md (PAN), Yuni Yudarno (Golkar), Harison (PDIP), Nehemia Rentha,S.Sos (PDS) dan Indra Brata (PDK), Alip Mulyadi (PDS), Yuhilda Harahap (PPD), Hasan,SE (Demokrat), Yeprai, A.Md (Demokrat), Nobertus (Pakar Pangan), Musa (PPD), Handi (Gerindra), Radius Efendi (PDIP), Anisa Ulfa,S.Sos (Hanura) dan Herculanus, (Barnas). Baca Selengkapnya.....
25 Anggota DPR Sekadau Dilantik
Hermanus Hartono
Waktu lima tahun bagi para pejabat ini adalah mungkin waktu yang sangat singkat. Mereka beranggapan waktu tersebut dirasakan belum cukup, belum puas dan ingin tampil kembali dihadapan publik. Ini terbukti ketika masa jabatannya berakhir, mereka ikut mencalonkan dirinya kembali.
Tetapi seorang pidana hanya bisa berharap mendapat remisi dari pimpinan supaya masa tahanannya bisa dikurangi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal inilah yang dialami oleh para anggota DPRD Kabupaten Sekadau.
Anggota dewan yang terpilih kembali barang kali bisa menarik napas segar, dan yang tidak terpilih, perjuangan masih menenanti di pundak anda.
Hari ini Selasa (29/9), secara resmi 25 anggota DPR Kabupaten Sekadau periode 2009-2014 dilantik oleh kejaksaan negeri Sanggau-Sekadau. Pelantikan para wakil rakyat ini akan dilaksanakan di aula DPRD Sekadau jalan raya Sintang-Sekadau, komplek perkantoran Pemkab Sekadau.
Hal yang menggembirakan juga menyedihkan, dari 25 anggota dewan yang dilantik 14 diantara yang masih wajah lama, 11 lainnya lengser, mereka ini diganti dengan wajah-wajah baru dari berbagai partai peserta pemilu 2009.
14 anggota dewan yang masih terpilih kembali dan akan dilantik hari ini antara lain, Aloysius, Albertus Pinus, Markus, Martinus, Paulus Subarno, Aron, Muhammad, Saharudin, Isnaini, Abdul Awal, Yuni Yudarno, Harison, Nehemia Rentha dan Indra Brata.
Sabtu, 08 Agustus 2009
Jembatan Darurat Km 8, Tak Kunjung Selesai
Sampai saat ini jembatan darurat yang terletak di Km 8, jalan Sintang, pengerjaannya tak kunjung selesai. Jalan yang menjadi akses utama untuk kelancaran transfortasi konsisinya dari dulu hingga sekarang tetap saja merana, seolah tak ada perhatian dari dinas terkait.
Beberapa bulan lalu setelah badan jalan itu putus, oleh dinas terkait mulai di kerjakan, hanya saja sampai sekarang kondisinya seperti ditelantarkan, ditibumbun tidak juga apalagi diaspal.
“Jalan yang rusak bisa dihitung, hanya beberpa meter saja tapi sudah berapa bulan belum selesai-selesai,” ujar Pepen salah seorang pengendara yang melintas di jembatan darurat Minggu (2/8), kemarin.
Dan anehya lagi menurut Pepn, pengerjaan dari pihak terkait terhadapa badan jalan yang sudah di buat jembatan darurat ini, seperti kayu timbul di atas air, sesekali ada pekerja yang memperbaiaki tahap- demi tahap kadang tidak ada sama sekali yang bekerja.
Memang menurutnya, pengguna jalan suah bisa melintasi badan jalan ini baik dari jembatan darurat maupun jalan tanah kuning di sisi kiri dan kanan badan jalan. Namun jika hujan turun secara otomatis jalan di kiri dan kana badan jalan yang di gunakan ini tentunya akan menjadi bubur tanah yang tak jarang menimbulkan kemacetan karna amblasya truck maupun mobil-mobil lainya,
“Untung sekarang musim kemarau bang, kalau musim penghujan entah seperti apa kondisi disini susah mau di bilang lihat aja beberapa waktu lalu saat kemacetan terjadi di sini,” terang Pepen.
Dirinya sebagai pengguna jalan mengharapakan dinas terkait agar cepat-cepat merampungkan pengerjaan jalan ini sebelum musim penghujan turun dan menimbulkan kemacetan lagi.
Sabtu, 11 Juli 2009
Bupati Lakukan Penanaman Sawit Perdana
Borneo
Masyarakat Desa setawar Kecamatan Sekadau Hulu, Kamis (2/7), siang mulai dari orang dewasa hingga anak-anak tumpah ruah menyaksikan acara ngerimah tanah dan penanaman kelapa sawit perdana PT. Agro Andalan. Sekaligus ingin melihat secara langsung orang nomor satu di bumi lawang kuari ini yang selama ini mereka idamkan.
Kedatangan tamu agung oleh pihak perusahaan melaui masyarakat setempat disambut hangat yakni dengan tarian adat dayak setempat. Sebelum bupati dan rombogan masuk kemimbar acara, terlebih dahulu dilakukan dengan prosesi adat setempat. Ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dayak pada saat menerima tamu agung.
Seusai prosesi adat dilakukan, Bupati Sekadau Simon Petrus diperkenankan untuk memancong bulu muda. Dengan memohon doa dan berkat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tak lama bulu muda itu pun berhasil pancong oleh bupati tanpa sangkut.
Sayangnya, acara yang sudah dikemas sedemikian rupa oleh panitia, tidak berjalan sesuai rencana. Tidak ada angin, tidak ada mendung hujan pun tiba-tiba turun dari langit. Seketika itu juga masyarakat dan beberapa rombongan bupati termasuk para wartawan berlari kencang menuju tenda acara. Bupati bersama muspida, muspika, para kepala dinas dan tetua adat tetap berjalan seperti biasa sambil diringi oleh penari dayak hingga ke tenda acara.
Dalam sambutannya, Bupati Sekadau mengatakan, Pemerintah kabupaten Sekadau menyambut baik kehadiran PT. Agro Andalan di Kabupaten Sekadau khususnya di desa Setawar yang mempunyai niat baik untuk berinvestasi di daerah ini.
Kehadiran investor seperti PT. Agro Andalan menurut Bupati secara langsung sudah membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, khsusnya pembangunan di bidang infrastruktur. Karena kalau semata-ata mengharapkan dana dari pemerintah, pembangunan di desa sangat sulit diwujudkan, kalaupun bisa membutuhkan waktu yang cukup lama, karena disesuaikan dengan anggaran yang ada.
Maka dari itu, kerja sama seperti ini sambung Bupati, dinilai perlu dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk membuka keterbelakangan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Seperti yang dikatakan kepala Desa Setawar, dengan kehadiran PT. Agro Andalan secara otomatis membuka akses jalan menuju kedesa.
Sebelum ada perusahaan menurut dia, jalan di desanya tersebut benar-benar hancur, namun dengan kehadiran pihak perusahaan kini masyarakatnya tidak lagi merasa kesulitan terutama jalan.
Bupati meminta agar aparat desa, camat dan pihak perusahaan PT. Agro Andalan bekerja sama dalam tim untuk mendukung terwujudnya program pihak perusahaan tersebut. ”Jik a ada masalah di lapangan, silahkan diselesaikan secara musyawarah, sehingga hasil yang dicapai juga akan lebih baik, bidandingkan jika dibiarkan yang membuat masalah kecil menjadi besar. Jika pihak perusahaan salah, silahkan ditegur.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Agro Andalan Sigit Prayitno dalam laporannya mengatakan PT.Agro Andalan mendapat izin lokasi dari Pemkab Sekadau seluas 18. 000 hektar. Izin tersebut keluar tanggal 17 Januari 2008. Kemudian tanggal 8 Januari 2009 PT. Agro Andalan juga mendapat izin usaha perkebunan seluas 10 hektar.
Bersama dengan dilakukannya proses perizinan, sejak Januari 2008 PT. Agro juga lanjut Sigit, pihak perusahaan telah kegiatan-kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang dilanjutkan dengan pembebasan lahan. ”Hingga kini pembebasan lahan sudah menccapai kurang lebih 3000 hektar,” ungkapna.
Dikatakan olenya pola kemitraan yang dilakukan adalah pola 70:30, dimana lahan yang telah diserahkan 70 persennya diganti rugi dan lahan tersebut akan digunakan sebagian untuk kebun inti dan sebagian lainnya untuk membangun infrastruktur seperti jalan, perumahan karyawan, kantor perusahaan dan pabrik. 30 persennya lagi untuk kebun plasma yang mana merupakan nilai tambah bagi masyarakat yang telah menyerahkan lahannya.
Selaku direktur, Sigit menyatakan siap bekerja sama dengan masyarakat serta aparat desa dan pemerintah. Demi terselenggaranya program tersebut menakhiri sambutannya Sigit meminta kepada masyarakat untuk turut mendukung program dan menyerahkan lahannya kepada perusahaan untuk dikelola, dengan harapan memberi nilai tambah yang lebih besar. ”Penyerahan lahan ini akan mempercepat proses pembangunan dan penghasilan masyarakat,” ungkapnya.
Dana Jamkesmas Sekadau Tahun Ini 722.611.000
Borneo
Anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kabupaten Sekadau pada tahun 2009 ini sebesar Rp 722.611.000 (Tujuh ratus dua puluh dua juta enam ratus sebelas ribu rupiah). Demikian yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sekadau Wirdan Mahzumi ketika ditemui disela kunjungan bupati Sekadau kamis (2/7), kemarin.
Anggaran tujuh ratusan juta itu menurut Kepala dinas kesehatan dan KB kabupaten Sekadau Wirdan Mahzumi akan dibagi ke 12 puskemas yang ada di seluruh Kabupaten Sekadau. Mengenai berapa dana yang akan diperoleh oleh masing-masing puskesmas tersebut, menurut Wirdan dilihat dari banyaknya jumlah penduduk pada puskemas wilayah puskemas tersebut.
Pencairan anggaran tersebut, sambung Wirdan akan diserahkan langsung melalui nomor rekening masing-masing puskesmas tersebut. Untuk itu diharapkan masing-masing puskesmas agar membuat rekening yang nantinya akan dikirim ke departemen kesehatan di jakarta. ”Uangnya sudah ada di kantor pos, sekrang hanya tunggu SK dari departemen kesehatan saja, untuk pencairannya melalui rekomendasi kepala dinas,” ujar Wirdan.
Anggaran yang akan diterima oleh masing-masing puskemas menurut Wirdan tiadak ada lagi pemotongan pajak, dan langsung masuk kenomor rekening masing-masing puskesmas. Kadis berharap agar kepala puskesmas dapat memanfaatkan dana tersebu semaksimal mungkin dan menginformasinya kepada staf yang lain.
Wirdan menyebutkan, dana tersebut dapat digunakan untuk pelayanan persalinan, manajemen puskesmas, rawat jalan maupun rawat inap. ”Bagi masyarakat kita yang menggunakan kartu miskin ini, seluruh perawatannya tidak dipungut biaya alias tidak dibayar,” kata Wirdan dengan nada menghimbau.
62 Unit Sekolah di Sekadau Sudah Direhap
Borneo Tribune, Sekadau
Selama tahun 2009 sedikitnya 62 unit bangunan sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA yang sudah berhasil direhap oleh pemerintah Kabupaten Sekadau melalui dinas pendidikan, pemuda dan olahraga. Semua banguna sekolah yang direhap tersebut rata-rata sudah selesai.
Demikian menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag Kabupaten Sekadau Djemain Burhan saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini. Menurut Djemain selama kurang lebih empat tahun di bawah kepemimpinan Bupati Simon Petrus, pembangunan fisik khususnya untuk gedung sekolah dinilai sudah lebih baik, karena hampir semua sekolah baik yang ada di kota maupun di desa sebagian besar sudah berdinding beton alias semen. ”Hampir tidak ada lagi sekolah yang masih menggunakan diding papan, semuanya sudah menggunakan dinding semen,” ujarnnya.
Jika dibandingkan pada saat bergabung dengan kabupaten induk yakni Sanggau, hanya ada beberapa sekolah saja yang bisa dikatakan agak membaik. Hal ini bisa disadari karena begitu luasnya daerah yang harus ditangai oleh Pemkab Sanggau pada saat itu.
Bahkan lanjut Djemain, pada tahun 2010 ini, pihaknya sudah membuat program untuk menambah lokal atau ruang sekolah yang dinilai masih kurang. ”tahun 2010 ini ada beberapa sekolah yang akan kita tambah lokalnya,” terang Djemain.
Pembangunan fiisik yang kini terus dilakukan oleh Pemkab Sekadau, sambung Djemain sebagai upaya untuk mensukseskan pendidikan di Sekadau yang bermutu, berkualitas dan berwawwasan tinggi sesuai dengan cita-cita dan harapan bersama. ”Semua unsur itu akan kita perhatikan, mulai dari kualitas, kuantitas hingga pada persoalan fisik,” pungkas Djemain lagi.
Masyarakat Sambut Baik Pembangunan Air Bersih Meragun
Borneo Tribune, Sekadau
”Masyarakat Nanga Taman dengan senang hati menerima Instalasi jaringan air bersih yang akan dibangun oleh pemerintah Kabupaten Sekadau di Sungai Sirin Meragun tahun 2009 ini,” Camat Nanga Taman Heronimus sesusai menghadiri acara penyerahan tanah wakap di Aula Paroki Rawak Selasa malam lalu.
Menurut camat yang dikenal cukup ramah ini, ada banyak manfaat yang masyarakat rasakan dengan pembanguna air bersih itu, antara lain membuka akses jalan bagi masyarakat setempat, lingkungan sekitar dipastikan lestari dengan pentaan yang dipastika lebih baik dan yang tak kalah pentingnya adalah masyarakat setempat dengan langsung bisa menikmati air bersiih yang akan mengalir tiada henti tanpa bantuan listrik.
Meski tujuan pemerintah baik, tapi ada pula pihak yang merasa tidak puas terhadap pembangunan instaliasi air bersih tersebut. Berbagai alasan mereka lontarkan, yang merujuk pada kritikan.
”Masyarakat kami menerima baik dan mendukung sepenuhnya program yang dilakukan pemkab Sekadau dalam membangun jaringan instalasi air bersih yang terletak di Sungai Meragun,” ungkapnya.
Menurut mantan camat Belitang ini, pembangunan air bersih sebenarnya sudah lama dirindukan oleh masyarakat di Nanga Taman. ”Masyarakat tahu bahwa air bersih itu sangat penting untuk berbagai kebutuhan, terlebih masyarakat sekadau yang selama ini menggunakan sumur bor sebagai pengganti air bersih.
Maka tahun 2009 ini pemerintah kabupaten Sekadau berkomitmen membangun jaringan air bersih yang semata-mata demi kepentingan masyarakat. Memang pembangunannya menelan biaya yang lumayan sangat sebesar yakni 124 milyar, dengan menggunakan tiga kali APBD, tetapi bisa dinikmat hingga anak cucu.
KPUD Sekadau Belum Terima Gembok
Borneo
KPUD Sekadau belum terima gembok bilik suara, namun logistic lainya sudah terpenuhi. Sampai saat ini pihak KPUD belum mendistribusikan logistic ke pihak kecamatan mengingat pelipatan
Hal ini disampaikan oleh Kasubag Umum KPUD Sekadau Lianus di ruang kerjanya Rabu (1/7), kemarin.
Bahkan lanjut Yulianus, KPUD Sekadau telah menrima tambahan atas kekurangan
Dikatakan Lianus, pendistribusian logistic nantinya akan difokuskan terutama pada kecamatan yang jauh. Hal ini dimaksud guna memepercepat dan mengefetifkan pekerjaan. Terakhir lianus mengatakan KPUD Sekadau secepatnya akan mendistribusikan logistic ke kecamatn dan ia berharap ada beberapa kekurangan logistic supaya secepatnya sampai ke KPUD Sekadau.
Sirin Meragun” Jadi Perdebatan
Borneo
Sirin Meragun Proyek pembangunan Jaringan Air Bersih “Sirin Meragun” yang di bahas oleh pihak eksekutif dan legeslatif dalam Raperda beberapa waktu lalu kini menjadi buah bibir serta pikiran semua pihak yang terlibat. Bahkan dikalangan beberapa anggota legeslatif sendiri melahirkan beberapa asumsi menegenai proses perencanaan proyek multi year ini.
“Yang sedang kita bahas di Raperda bersama-sama dengan pihak eksekutif bukanlah mengenai pelelangan proyek multi year ini tapi, masalah bagaiman pembayaran yang tidak bisa di ajukan dalam satu tahun tetapi dalam tiga tahun,” papar Aron.SH yang juga wakil ketua Pansus Raperda Jaringan Air Bersih “Siren Meragun” saat di temui di ruag kerjanya Rabu (1/7) kemarin.
Dikatakan wakil ketua Fraksi PNBK ini seperti yang di ketahui memalui Raperda beberapa waktu lalu pihak pemerintah daerah ingin melaksanakan proyek yang menyangkut kebutuhan hidup orang banyak ini namun karena memakan dana yang tidak sedikit (124 Milyar) dan di ambil dari dana APBD tahun jamak.
Untuk itu pemerintah daerah membuat Raperda untuk bersama-sama di bahas dengan Legeslatif. “Jadi di dalam Raperda yang kita bahas kemarin juga kita tidak membicarakan masalah pelelangan proyek ini,” tandas Aron sambari menambahkan bahwasanya perencanaan mega proyek ini sendiri bukan baru sekarang ini tetapi, sudah ada sejak Tahun 2006 lalu. Untuk itu dirinya berharap jangan sampai timbul interprestasi dimasyarakat bahwa proyek ini hanya mengahabiskan uang begitu saja, karana hal-hal yang prosudural dalam proses pembagunan Jaringan Air Bersih ini.
“Jika proyek ini berjalan dan pada tahun yang di tentukan sudah bisa kita rasakan hasilya tentu kebutuhan masyarajat juga yang terpenuhi,” tandas Aron. Memang diketahui melalui Raperda yang di sampaikan pemerintah kepada Legeslatif beberapa waktu lalu pembangunan Jaringan Air Bersih “Siren Meragun” yang di targetkan akan rampung pada Tahun 2012 nanti akan memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga kecamatan (Nanga Mahap, Nanga Taman,Rawak dan Kota sekadau) yang selama ini bertumpu pada Perusahaan Air Minum (PAM) yang sangat-sangat terbatas dalam memberikan pelayanan dan hanya di dalam kota Sekadau saja.
“Selain bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sekadau air ini bisa kita komersilkan pada kabupaten tetangga lainya,” tandas Aron. Menurut Aron debet air yang menentes di air terjun Siren Meragun setelah di teliti mencapai 100 Meter Kubik perdetiknya, yang juga kapasitas yang sangat-sangat besar jika di bandingkan kebutuhan masyarakat Sekadau yang hanya 30meter kubik per-detikya.
Ditanya mengenai rencana pembangunan Mega Proyek Jaringan Air Bersih “Siren Meragun” yang berada dalam kawasan Hutan Lindung Aron mengatakan pada dasarnya konsep pembangunan untuk kepentingan hajat hidup orang banyak dan selama tidak mengubah atau mengekploitasi hutan lindung yang ada dan pembangunannya tidak bergeser dari objeknya sehingga tidak menyebapkan kerusakan ekosistem disana hal ini bukanlah sebuah halangan dan peraturan mengenai pemanfaatan hutan lindung untuk kebutuhan masyarakat juga sudah ada aturan-aturan khususya. “Kalau suda dibangun di
