TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Rabu, 03 September 2008

Saatnya Sarjana Bangun Desa

tidak bisa disangkal bahwa Sarjana Strata Dua (S-2) masih banyak yang enggan mencalonkan diri menjadi kepala Desa. Padahal Desa membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk dapat melaksanakan pembangunan lebih baik.

“Dengan lahirnya Undang-Undang Otonomi Daerah Desa menjadi ujung tombak pembangunan disuatu wilayah termasuk di Kabupaten Sanggau,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sanggau Yohanes Anselmus.

Menurut Anselmus, dengan Otonomi Daerah sudah saatnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional berada disetiap Desa. Karena disana banyak SDA yang belum diolah dan dimanfaatkan. Disebabkan terbatasnya pengetahuan masyarakat. Warga sangat membutuhkan bimbingan dari orang yang mempunyai pengetahuan. Diantaranya pimpinan Desa yang mau peduli dengan pembangunan.

“Kita melihat bahwa potensi Sanggau ini sebenarnya masih banyak, hanya saja belum diolah,” terang Anselmus.

Diterangkan Anselmus, dengan diolahnya SDA Desa, dampak ekonomi akan timbul. Lapangan pekerjaan akan tercipta. Sehingga warga Desa tidak perlu lagi mencari pekerjaan keluar. Cukup mengolah hasil alam mereka sudah bisa hidup dengan layak. Berdasarkan data Kantor Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker) Kabupaten Sanggau akhir 2007, setidaknya terdapat 22 ribu pengangguran terbuka.

“ Salah satu upaya yang harus ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat adalah menciptakan lapangan pekarjaan baru,” terang Anselmus.

Jika Desa dijadikan pusat dari pembangunan. Maka semua potensi akan terpokus kesana. Desa bisa menjadi hiterkland Kota yang lebih produktif. Tidak perlu lagi pedagang Sanggau mendatangkan produk pertanian dari kota-kota lainya seperti Pontianak dan Singkawang.

“ Sudah saatnya S-2 mau terlibat langsung membangun Desa,” papar Anselmus yang juga politisi Partai Golkar.

Ditambahkannya, untuk Kepala Desa yang menyandang pendidikan Sarjana di wilayah Kabupaten Sanggau sudah ada. Hanya saja jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari tangan.

“Kita yakin dengan adanya SDM Desa akan lebih maju. Tentu juga harus didukung pengabdian yang tulus dari Kepala Desa untuk membangun wilayahnya,” ungkapnya

Baca Selengkapnya.....

Bekerja Untuk Menyambung Hidup

Borneo Tribune, Sanggau
Kemiskinan membuat beban hidup semakin berat. Bekerja keras dengan menguras tenaga harus dilakukan. Tidak pandang laki-laki, bahkan juga kaum perempuan harus bekerja dengan tetesan keringat. Di wilayah Kabupaten Sanggau yang hampir rata-rata dikelilingi perkebunan sawit, baik swasta maupun Pemerintah. Tidak sulit untuk mendapatkan perempuan bekerja diperkebunan. Baik mulai dari merawat sawit dengan cara memupuk, hingga panen, semua harus mereka lakoni. Mengapa mereka harus bekerja ? Pertanyan tersebut mungkin muncul ketika berpapasan dengan pekerja wanita yang sedang melakukan aktifitasnya. Mungkin itu aneh bagi orang asing. Tetapi tidak bagi mereka. Sebab menurut mereka ikut bekerja berat adalah merupakan kewajiban. Untuk menyambung hidup, demi sebuah masa depan. Misalnya Aminah, yang pekerjaan sehari-harinya sebagai pemungut buah sawit diwilayah perkebunan PTPN 13 Meliau. Aminah sudah lama tinggal disana. Awalnya ikut suami merantau. Demi sebuah pengharapan untuk menoreh masa depan yang lebih baik. Maka terdamparlah mereka di Meliau, salah satu Kecamatan di Kabupaten Sanggau. Di saat pertama bekerja di kebun sawit, hasilnya cukup menggiurkan. “Cukup untuk hiduplah,” sambungnya. Namun saat ini kondisinya serba berbeda. Kenyataan itu tidak sebaik harapan. Suaminya berpulang kepangkuang Ilahi lima tahun silam. Kini tinggal ia sendiri yang harus menyambung hidup. Berbekal penghasilan rata Rp 30-35 ribu setiap harinya ia harus menghidupi dua anaknya yang masih kecil.
Selain Aminah,45, masih banyak perempuan-perempuan lainya untuk menyambung hidup harus membanting tulang. Misalnya Sriati. Ia juga melakukan hal yang sama seperti aminah. Guratan-guratan tangannya menandatakan ia sebagai seorang pekerja berat. Sementara itu raut mukanya yang tampak agak kasar. Menggambarkan kerasnya perjuangan hidup. Di samping mereka berdua cukup banyak perempuan di Kabupaten Sanggau yang harus bekerja, tak ubahnya seperti laki-laki.
Dalam data statistik 2006 jumlah penduduk Kabupaten Sanggau secara keseluruhan mencapai 377.199 jiwa. Sebanyak 49,16 persen atau 185.442 jiwa diantaranya adalah kaum perempuan. Dari jumlah penduduk perempuan itu, sebanyak 135.870 jiwa atau 73,27 persen merupakan penduduk dalam usia produktif. Untuk memberdayakan kaum perempuan yang jumlahnya lebih banyak dari kaum laki-laki diperlukan kerjasama dan kerja keras dari Pemerintah. Serta organisasi kemasyarakatan yang peduli dengan pembangunan perempuan.
Menurut Anggota DPRD Sanggau Alena, bahwa kondisi sosial budaya dan lingkungan yang masih bias gender juga kurang mendukung upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender, serta pemberdayaan perempuan. Padahal pembangunan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan perlindungan anak merupakan salah satu titik sentral dari pembangunan nasional. Keduanya bukan saja memiliki kaitan erat, tetapi juga merupakan bagian masyarakat yang rentan dan masih perlu diperjuangkan kondisi maupun statusnya. Dalam membangun suatu bangsa, pembangunan sumber daya manusia merupakan hal penting. Karena sumber daya manusia yang berkualitas akan menjadi subjek atau pelaku pembangunan yang akan menentukan kualitas dan karakter suatu bangsa. Berbagai masalah dan tantangan pembangunan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan perlindungan anak masih dihadapi. Yaitu semakin meningkatnya pengangguran, kemiskinan dan bencana alam yang tentunya akan berdampak langsung pada perempuan dan anak. Masih tingginya angka buta huruf perempuan, masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, tingginya angka tindak kekerasan dan trafficking terhadap perempuan dan anak serta masih rendahnya perlindungan hukumnya, adalah deratan persoalan yang dihadapi kaum Hawa ini. Lalu apa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah daerah?
Sebenarnya Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengambil langkah-langkah dalam peningkatan derajat kaum perempuan. Hal itu terlihat pada prioritas dan arah kebijakan strategis yang ditetapkan dalam Perda Provinsi Kalbar Nomor 10 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Yakni meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik. Peningkatan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya. Tujuannya adalah guna mempertinggi kualitas hidup dan sumberdaya kaum perempuan. Namun, jalinan kemitraan dengan pihak lain seperti dengan organisasi perempuan, LSM dan masyarakat sangat diperlukan, mengingat pembangunan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan perlindungan anak merupakan pembangunan lintas sektor dan lintas program yang dalam hal ini otomatis akan melibatkan banyak pihak, serta partisipasi masyarakat

Baca Selengkapnya.....

Rabu, 09 Juli 2008

PON Membawa Berkah Bagi Ojek

Hartono

Borneo Tribune, Samarinda

Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVII di Kaltim tidak hanya memberikan untung besar bagi para pedagang, tetapi juga para pembantu PON di bagian layanan ojek. Salah satunya, M. Idris yang biasanya mangkal di kawasan Pasar Palaran. Idris mengaku senang ketika pertama kali mendapat kabar adanya kontrak untuk tukang ojek oleh pihak PB PON Kaltim yang berfungsi sebagai sarana trabsfortasi para wartawan saat meliput ke lapangan. Para tukang ojek tersebut merasa gembira mengingat akan mendapatkan hasil yang cukup besar dari biasanya di tempat mangkal, dan lama kontrak juga sangat menjanjikan."Saya biasanya dapat Rp50 ribu per hari, tetapi ketika saya dikontrak untuk jadi ojek PON, saya mendapat penghasilan lebih dari RP100 ribu perhari. Hasil tersebut cukup lumayan untuk kehidupan sehari-hari," ungkapnya kepada wartawan yang biasa mangkal di Stadion Utama palaran, Samarinda.Ketika ditanya mengenai adanya ojek di daerah Samarinda yang meminta bayaran saat bekerja, Idris mengaku merasa dilecehkan sebagai tukang ojek karena dirinya merasa sudah dibayar oleh PB PON Kaltim yang tugas adalah mengantarkan wartawan mulai pukul 09.00-20.00 waktu setempat."Oknum Ojek yang meminta bayaran tersebut sangat mencoreng seluruh ojek layanan wartawan, ungkap Idris.Dirinya juga merasa senang karena bisa ikut serta untuk menjadi ojek di PON kali ini. Selain bisa meraup untung yang sangat besar, juga mendapat pengalaman yang sangat menarik seumur hidup.

Baca Selengkapnya.....

PON Arena Wisata

Hartono
Borneo
Tribune, Samarinda

Pekan Olahraga Nasional XVII 2008 Kalimantan Timur yang bertepatan dengan hari libur sekolah sebagai arena wisata. Warga berdatangan tidak hanya dari dalam Kota Samarinda, Kalimantan Timur saja, tapi dari berbagai kota lainnya.Pengunjung juga tak susah-susah mencari oleh-oleh untuk pulang. Pernak-pernik PON 2008 tersedia dalam berbagai bentuk dengan harga yang bervariasi, tergantung kocek saja.Dari tiga tempat yang sempat dikunjungi seperti di Stadion Utama Palaran, Gor Perjiwa Tenggarong Kutai Karta Negara dan Komplek Gor Simpaja, masing-masing menyajikan jenis barang yang berbeda. Di Sempaja misalnya hampir semua stand didominasi dengan perna pernik yang bercirikan khas Dayak. Mulai dari prisai, kain tenun Dayak, manik-manik, gelang, mandau hingga baju adapt Dayak. Di Stadion Utama Palaran, jenis penjualannya sudah beragamn tergantung selera pengunjung untuk memilih. Jenis pernak-pernik tyersebut misalnya kaos PON, gantungan kunci, topi, gelang, jam tangan dan raket.Selain pernak-pernik ada juga yang menjual jenis makanan seperti bakso, nasi goreng, dan indomi. Untuk menarik perhatian para pengunjung yang, cara mereka menjajaknya berbeda-beda. Ada yang pakai bungkus, ada yang menggunakan gerobak dorong dan ada juga yang disuruh cicipi terlebih dahulu. Salah seorang pedagang mengaku merasa bersyukur pelaksanaan PON bisa diseleanggarakannya di Kaltim. Pasalnya selama pelaksanaan PON, barang dagangtannya bias terjual dengan banyak. “Sebagai pedagang kaki lima, kami merasa untung, kami Bisa dapat rezeki meskipun sedikit,” tutur seorang ibu yang tidak mau namanya disebut. Semua ini baru sepenggal cerita dari PON XVII di Kaltim. Baca Selengkapnya.....

Selasa, 08 Juli 2008

Edwin Gagal Sumbang Emas

Hartono
Borneo Tribune, Samarinda
Edwin Pattileamonia seorang atlet atletik 800 meter kebanggan Kalimantan Barat
gagal mempersembahkan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) VXII
Kaltim. Sebagai seorang atlet yang sudah memiliki banyak pengalaman tanding,
Edwin mengaku sedih karena tidak berhasil memberikan hasil terbaik bagi Kalbar.
Oleh Komite Olahraga Provinsi (Kovrop) Provinsi Kalimantan Barat, Edwin yang
juga pernah meraih medali emas pada PON VXI di Palembang empat tahun yang lalu,
untuk PON VXII Kaltim kali ini ditargetkan untuk meraih medali emas.
Dalam pertandingan yang cukup seru dan menegangkan, hingga di garis finish,
Erwin berada di posisi ke empat setelah didahului oleh Haryono asal Jawa Timur.
Karena cabang olahraga ini merupakan cabor yang terukur, dengan kasat mata sudah
bisa ditentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Dihadapamn ribuan penonton yang hadir di Stadion Utama Palaran Samarinda, tanpa
menunggu waktu yang terlalu lama, panitia lansung mengumumkan, yang berhak
meraih medali emas adalah Abdul Haris asal Jawa barat, sementara medali perak
berada ditangan Sutrisno asal Jawa Tengah, sedangkan peraih medali perunggu
bertada ditangan Haryono asal Jawa timur. Saat ditanya mengapa PON kali ini gagal, Edwin mengaku tidak mengikuti intruksi yang diberikan oleh pelatihnya. "Kekalahan ini, karena saya tidak mengikuti apa yang diinstruksikan oleh pelatih," kata Erwin sambil termenung.
Sebelum berangkat ke PON, Erwin pernah mengaku pesimis meraih medali emas seperti yang ditargetkan oleh Kovrop Kalbar. Alasan tersebut dilontarkan oleh Edwin karena usia yang semakin bertambah. Kalbar masih memiliki satu atlet atletik setelah Edwin yakni Arif Yuliansyah. Arif akan main dinomor 400 meter. Sebagai atlet junior Arif belum bisa berkata
banyak. bicara soal target, dia belum berani komentar, namun dia akan berusaha untuk tampil maksimal. Seperti yang dia lihat, persainagan untuk cabor atletik sangat berat, terutama atlet yang berasal dari daerah jawa dan tuan rumah. "Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik," tutur Arif.
Baca Selengkapnya.....

Rabu, 18 Juni 2008

Berharap Voli Bisa Ukir Prestasi

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Mengulang sukses PON XVI yang berlangsung di Palembang empat tahun yang lalu, tim putri bola voli pasir Kalbar sudah mampu menoreh prestasi dengan menempatkan diri sebagai rangking keenam. Prestasi menggembirakan itu, sudah barang tentu dapat mengangkat nama baik organisasi cabang olahrahga voli itu sendiri baik di untuk tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Selaku Ketua umum Pengurus Daerah Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengda PBVSI), Syakirman berharap agar prestasi yang pernah diukir tersebut dapat dipertahan pada pelaksanaan gawai besar PON Kaltim yang sudah hampir di depan mata.
“Kita berharap anak-anak pada PON XVII di Kaltim tahun ini, bisa merebut medali kembali,” papar Syakirman yang juga sekretaris daerah Kalimantan Barat, saat ditemui di Resto Sari Bento usai acara pelepasan pemain bola voli junior Kalbar dalam rangka Kejurnas di Indramayu Jawa Barat. Syakirman berpesan agar pemain yang dipersiapkan untuk memperkuat Kalbar bisa menjaga kondisi diri dengan baik, karena hal itu merupakan yang terpenting selain persiapan latihan lainnya. Dia menambahkan bahwa atlet-atlet yang akan turun di PON nanti merupakan atlet-atlet yang berpengalaman, sebut saja untuk putra Fitra Munandar berpasangan dengan Dede Kurniadi, sedangkan untuk putri Sarifah Nivita berpasangan dengan Jamiatul Hasanah.
Baca Selengkapnya.....

Wasit Tidak Profesional

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Persipon Pontianak boleh berbagga atas kemenangan yang diperoleh setelah berhasil menundukkan PSKS Cilegon 2-1, dalam laga lanjutan Divisi Satu Liga Indonesia di Padang Ball Keboen Sajoek atau PSP Pontianak Rabu (11/6).
Gol untuk Persipon semuanya dikukuhkan oleh Gito straiker Persipon yang dianggap cukup berbahaya. Gol itu terjdi masing-masing dimenit ke 5 dan 49, sementara gol untuk tim PSKS Cilegon berhasil diciptakan oleh Muhamad Noval menit 73. Wasit yang memimpin pertandingan sore itu adalah Doni Supriyadi.
Sebagai tuan rumah, seperti yang terjadi di lapangan kemarin, Persipon lebih banyak diuntungkan oleh faktor non teknis. Faktor non teknis itu adalah wasit, Tidak heran ketiak pertandingan berlangsung banyak benturan yang terjadi, mulai dari pemain antar pemain, pemain dengan wasit, bahkan penonton juga tidak ketinggalan, dengan tanpa dosa satu persatu botol aqua dilemparkan kearah pemain Cilegon dan wasit.
Banyak sikap tidak profesional yang diperlihatkan oleh wasit saat memipin jalannya pertandingan. Tidak tahu pengalaman dari mana saja yang diperolehnya. Sehingga yang sebenarnya bukan pelanggran dianggap pelanggaran atau sebaliknya yang dianggap pelanggaran menjadi bukan pelanggaran.
Tim PSKS yang notabenenya sebagai pendatang menjadi bulan-bulanan serangan gagal akibat olah wasit yang tidak profesional itu. Beberapa serangan yang langsungkan oleh PSKS hampir tak pernah mulus, ada saja yang menjadi penghalangnya, entah itu offside, prikik dan lain sebagainya. Situasi itulah yang kerap kali terjadi di Indonesia ketika menjadi tuan rumah, wasit sudah tidak lagi netral, mereka lebih condong ketuan rumah.
Nuansa seperti inilah yang barang kali membuat olahraga sepakbola di Indonesia sulit untuk berkembang. Tidak bisa melihat siapa yang hebat, dan siapa yang tidak hebat, karena peran wasit yang lebih menonjol dari pada pemain.
Hal ini dikatakan oleh pelatih PSKS Cilegon Yusuf Edono, saat dimintai tanggapannya mengenai ulah wasit yang terkesan tidak profesional itu. Terhadap kekalahan yang diderita anak asuhnya, Yusuf mengaku tidak itu adalah sebuah resiko dalam permainan, ada yang kalah dan ada yang menang.
Namun menurut dia apa yang sudah diperlihatkan oleh anak asuhnya sudah merupakan yang terbaik. “Anak-anak sudah bermain dengan baik, hanya saja faktor keberuntungan yang tidak ada,” ujarnya.
Demikian juga dengan Persipon yang notabenennya tuan rumah. Menurut dia, Persipon dalam permainannya sudah menunjukkan permainan yang terbaik. “Menurut saya mereka sudah bermain dengan disiplin, serangan yang dilakukannya juga sudah cukup baik,” papar dia memuji. Baca Selengkapnya.....

Werry: Persipon Harus Menang

Hartono.
Borneo Tribune, Pontianak
Laga lanjutan putaran kedua Divisi Satu Liga Indonesaia hari ini di padang ball Keboen Sayoek atau PSP Pontianak akan dimulai kembali. Dalam laga hari ini Persipon Pontianak akan menjamu tim PSKS Cilegeon, Rabu (11/6) sore ini, mulai pukul 15.00 WIB.
Bagi Persipon, pertandingan hari ini merupakan pertandingan yang terakhir untuk bermain dikandang sendiri, setelah tiga kali berturut-turut menjadi tuan rumah. Pada pertandinagn pertama Persipo berhadapan dengan Persepar, kedua Persipon dengan Persipasi dan ketiga Persipon dengan PSB Bogor.
Manager Persipon, Werry Syahrial saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (10/6) mengtakan apa pun yang terjadi hari ini dilaga yang terakhir kalinya sebagai tuan rumah, Persipon harus bisa menang.
Namun demikian lanjut Werry, Persipon mesti berhati-hati, pasalnya PSKS di putaran kedua ini banyak menambah pemain baru yang kualitasnya juga cukup bagus. Ini terbukti setelah PSKS berhasil menundukkan PSB Bogor dengan skor 6-2.
Untuk mengantisipasi hal itu, Werry yang juga pimpinan redaksi Harian Berkat mengakui sudah mempersiapkan beberapa strategi. Satu diantaranya mendatangkan tiga pemain baru untuk menggantikan Eko dan Rudi yang hingga kini masih mengalami cidera. Ketiga pemain tersebut masing-masing M. Joni Apriadi asal Segedong, Haryadi Sukoharjo dan Deftendy Yulianto asal Salatiga.
Selanjutnya Werry menyebutkan, pertandingan yang diperkirakan bakal berlangsung seru hari ini sangat menentukan tim Persipon untuk lolos kedivisi utama. “Namun apapun hasilnya (besok, red hari ini) Persipon harus menang,” tegas Werry.
Hal senada dikatakan pelatih Persipon I Made Pasek Wijaya, menurutnya satu cara untuk mengamankan posisi untuk lolos babak keberikutnya hari ini Persipon harus bisa menang. Pasalnya jika target itu tidak tercapai sult bagi persipon untuk menyeimbangkan poin dari beberpa tim lawannya.
Walaubagaimanapun, kata Pasek, pada pertandingan terakhir di kandang sendiri, skuad pemain Persipon masih sama seperti pada putaran pertama. Dipertandingan melawan PSKS Cilegon Rabu hari ini, skuad pemain lama tetap diturunkan, mengingat para pemaian sudah mulai menunjukan pola permainan yang sangat baik.
Pasek menambahkan kekuatan Cilegon dipertandingan kali ini tidak boleh dianggap remeh oleh anak asuhnya, meskipun Persipon sudah pernah memalukannya dengan skor 4-0 waktu main dikandang Cilegon putaran pertama 11 Mei 2008 lalu. Pola permainan yang digunakan Pasek hari ini adalah 4 – 4 – 2.
Sementara itu pelatih PSKS Cilegon Yusuf Ekodono saat ditemui di Hotel Kapuas mengatakan, untuk bermain di kandang lawan paling tidak Cilegon harus mampu mencuri satu poin atau seri. Dia yakin anak asuhnya mampu meredam serangan maut dari Persipon, terutama serangan Basari. “Itu yang mesti saya waspadai,” ujarnya.
Formasi yang akan digunakan Yusuf bagi tim Cilegon julukan Volkano Mania adalah 3-5-2. Baca Selengkapnya.....

Syakirman Lepas 32 Pemain Voli Junior Kalbar

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Kemarin siang, Selasa (10/6), di Resto Sari Bento kompleks Museum Negeri Kalbar secara resmi keberangkatan tim voli junior Kalbar yang akan berlaga di Kejuaraan Nasional atau Kejurnas junior bola voli indor dan pasir di Indramayu, Jawa Barat tanggal 16-23 Juni 2008, dilepas oleh ketua umum Pengurus Daerah atau Pengda Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBSI), Syakirman.
Syakirman yang juga Sekretaris Daerah atau Sekda Kalimantan Barat merasa bangga dalam pelaksanaan kejurnas tahun ini bisa mengirim secara penuh pemain baik putra maupun putri. Pemain yang dikirim tersebut menurut dia untuk voli indor masing-masing terdiri dari 12 oramg putra dan 12 orang putri dengan pelatih Kristian Silitongo, sementara untuk poli pasir masing-masing terdiri dari 4 orang putra dan 4 orang putri dengan pelatih Zulkarnaen.
Menurut dia, tim junior yang sekarang ini mengikuti Kejurnas di Indramayu, merupakan hasil kejuaraan daerah yang dilaksanakan di Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu. “Harapan kita apa yang bisa kita raih pada tahun ini diharapkan bisa lebih baik dari yang pernah kita capai dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan mengapa tim diberangkatkan lebih awal dari jadwal pertandingan yang yang ditentukan, menurut dia dengan waktu luang yang tersisa kurang lebih empat hari sebelum pertandingan dimulai para pemain bisa memanfaatkan waktu untuk latihan, selain itu dia juga berharap kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mecari sparing partner. “Muadah-mudahan mereka bisa mencari sparing partner yang lebih baik, sehingga bisa meningkatkan kualitas permainan meskipun dalam waktu yang relatif terbatas,” katanya.
Sebagai ketua umum dia berkeinginan, Kalbar memiliki pemain-pemain yang berprestasi baik, baik ditingkat daerah maupun nasional. Soal kans atau peluang Syakirman yakin untuk voli indor kalau sekedar untuk tanding para pemain yang berasal dari luar jawa Kalbar bisa bersaing, tetapi kalau untuk bertanding dengan Juwa umumnya sedikit berat, “Karena kalau dari sisi kualitas mereka lebih baik dari kita, hal ini karena event di Jawa lebih sering dilakukan selain itu mereka memiliki pelatih yang rata-rata mantan pemain nasional.” aku Syakirman. Baca Selengkapnya.....

Persipon Coba Pemain Baru

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pontianak melakukan uji coba dengan tim Persiwang di lapangan Gunung Gajah Pemangkat Kabupaten Sambas.
Laga uji coba tersebut dimaksudkan untuk menguji kemampuan keempat pemain baru yang didatangkan pihak managemen dari PSM Makasar.
Siapa pemain beru itu, I Made Wijaya pelatih Persipon sendiri tidak tahu. Dari hasil uji coba itu, keempat kontestan baru yang dianggap mampu memperkuat Persipon di putaran kedua, menurut Pasek sudah cukup baik, hanya saja dari segi kondisi tidak mendukung.
“Karena untuk memperbaiki kondisi sudah terlambat, apalagi kompetisi diputaran kedua ini tanggal 11 sudah mulai,” jelasnya.
Keempat pemain yang menurut pihak manajemen Persipon Pontianak yang diyakini akan memperkuat Laskar Elang Khatulistiwa pada putaran kedua Divisi I, Liga Indonesia, terpaksa dipulangkan karena tidak memenuhi standar permainan Persipon.
Menurut Pelatih Persipon Pontianak, I Made Pasek Wijaya, keempat pemain PSM Makassar yang dipulangkan ini kondisinya sangat kurang bagus karena pola permainan keempat pemain ini di bawah pemain Persipon.
"Skill sih ada, tetapi kalau hanya duduk di bangku cadangan saja, untuk apa dibeli," ungkap Pasek, saat ditemui di Mess Persipon, kemarin.
Selain itu, lanjut pria asal Bali ini, gaya permainan anak asuhnya sudah menunjukan ke arah yang sangat baik karena bisa dilihat pada waktu pertandingan terkahir putaran pertama ketika melawan PSB Bogor.
Hanya saja, "dewi fortuna" belum berpihak kepada Laskar Elang Khatulistiwa sehingga hasil pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Walaubagaimanapun, kata Pasek, pada pertandingan terakhir di kandang sendiri, skuad pemain Persipon masih sama seperti pada putaran pertama. Hanya saja, 2 orang pemain yaitu, Rudi dan Hendra terpaksa dikeluarkan pihak manajemen karena kedua pemain tersebut mengalami cedera sehingga tidak bisa mengikuti pertandingan pada putaran kedua.
Oleh karena itu, pengganti Rudi dan Hendra yang akan mempekuat Laskar Elang Khatulistiwa oleh manajemen Persipon Pontianak rencananya akan didatangkan dari Pulau Jawa.
"Saya tidak tahu kedua pemain tersebut berasal dari klub mana," tuturnya.
Namun, dipertandingan melawan PSKS Cilegon Rabu (11/6), skuad pemain lama tetap diturunkan, mengingat para pemaian sudah mulai menunjukan pola permainan yang sangat baik. Baca Selengkapnya.....

Ellias Pical Akan Saksikan Aksi Yordan Bersaudara

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Mantan juara dunia kelas bantam, Ellias Pical dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, dipastikan hadir untuk menyaksikan aksi ring dua bersaudara yaitu Daud “Cino” Yordan dan Yohanes Yordan. Rencananya, pertarungan menarik tersebut akan ditayangkan langsung oleh Indosiar pada 16 Juni 2008 nanti.
“Keduanya akan memberi dukungan penuh kepada dua bersaudara dalam pertandingan non gelar itu,” ujar Damianus Yordan, pelatih Daud “Cino” Yordan yang juga abang kandungnya, belum lama ini di Korps Brimob Polda Kalbar usai acara pelantikan adik kandungnya Yahanes menjadi anggota Brimob.
“Dalam pertandingan itu Daud “Cino” akan berduel dengan Kyong Yoi Yormunth petinju asal Thailand, sementara Yohanes akan berduel dengan Adrianus Kauni pertinju asal Lambatu BC Nusa Tenggara Timur (NTT),” katanya.
“Hari ini mantan juara dunia kelas kelas bantam Jerry Ellias Pical, menyatakan kesediaan dirinya hadir menyaksikan Daud “Cino Yordan dan Yohanes Yordan pada 16 Juni 2008 mendatang,” ujar Damianus.
Menurut dia, setelah Yohanes mendapat restu dan dukungan dari Kasat Brimob Polda Kalbar, AKBP Irianto S.IK , Yohanes bukan hanya kebanggaan milik keluarga Yordan dan masyarakat KKU tempat asal Yohanes tetapi seluruh insan tinju nasional di Jakarta.
Damianus menyebutkan ikatan emosional Ellias Pical dan keluarga besar Yordan sudah terjalin cukup lama terlebih pada masa kejayaannya. “Petinju ini benar-benar menjadi idola kedua bersaudara,” katanya.
Menurut rencananya, Damianus menambahkan tidak hanya Elias yang datang dalam terung tersebut, tetapi pejabat lain seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, ketua umum Pertina KKU Hendri Siswanto dan Perwakilan dari DPRD KKU.
“Bupati KKU H. Syarif Umar Alqadri yakin Daud akan mampu memukul KO Kyong Murth petinju Thailand itu pada ronde ke-6,” ucap Dami.
Angka enam lanjut Dami mempunyai arti penting bagi masyarakat KKU, karena bulan itu merupakan penetapan KKU menjadi sebuah kabupaten. “Tanggal 26 bulan 6 adalah hari jadi KKU yang mempunyai motto Kayong Utara Negeri Bertuah,” katanya.
Sementara itu Daud bertekad untuk memenangkan pertandingan itu sebagai hadiah dihari jadi KKU yang pertama itu. “Saat ini kedua petinju itu sedang berlatih disasana Kayong Utara Sukadana bersama kurang lebih 20 petinju milik KKU,” katanya lagi. Baca Selengkapnya.....

Olahraga Masih Tergantung Bantunan Pemerintah

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak,
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Sutiyoso menyatakan tidak mandirinya olahraga di Indonesia khsusnya Kalbar disebakan karena tidak adanya biaya dari pemerintah. Hal ini dikatakannya saat makan bersama di Lamongan samping Gereja Katedral Santo Yosep Pontianak, Sabtu (7/6).
Untuk mengatasi masalah tersebut menurutnya pengurus harus mampu mencari uang. ”Saya sendiri juga mencari uang, untuk biaya tersebut tidak membutuhkan biaya yang sedikit dan itulah tugas saya sebagai pengurus pusat,” papar Sutiyoso, mantan Gubernur Daerah Khusus Istimewa Jakarta ini.
Dalam hal ini menurut Sutiyoso, Pemerintah diharapakan harus mampu turun tangan untuk mengetahui lebih dalam terhadap persoalan yang terjadi. ”Kalau para pempinan daerah sudah tidak peduli ya susah, apalagi kalau pengurusnya tidak bisa cari duit,” tegasnya.
Lebih lanjut alumni SMA 1 Pontianak itu menyebutkan jelang pesta olahraga dunia Olimpiade yang akan berlangsung di Bejing 8-24 Agustus mendatang, PB PBSI secara intensif telah mempersiapkan atlet-atletnya. “Di kejuaraan tersebut kita menargetkan untuk mempertahankan tradisi emas,” Sitiyoso optimis.
Sutiyoso yang juga calon Prisiden RI tahun 2009-2014, meyebutkan sebagai ketua umum pihaknya memiliki tanggung jawab yang cukup berat apalagi ini sudah dibebankan oleh KONI. ”Induk olahraga menargetkan kepada PBSI untuk kembali memperpanjang tradisi meraih emas,” jelasnya.
“Untuk cabang olahraga bulu tangkis di olimpiade kali ini Indonesia berhasil meloloskan 11 pemain dalam lima nomor yang dipertandingkan di Olimpiade Beijing yakni dari dua tunggal dan ganda putra, satu tunggal dan ganda putri, serta dua ganda campuran,” kata Sutiyoso ramah. Baca Selengkapnya.....

Hari Ini Persista vs Praja Kota Balikpapan

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Laga perdana lanjutan kompetisi divisi II, Laskar Pendekar Bukit Kelam julukan Persista, hari ini kembali melanjutkan pertandingannya. Dalam pertandinagn ini Persista akan berhadapan dengan PS Praja Kota Balik Papan. Yang kemudian pada 11 Juni 2008 Persista akan berhadapan kembali dengan tim tuan rumah Periskuba Kutai Barat.
“Dalam laga lanjutan kali ini, Persista dipastikan diperkuat 100 persen pemain lokal,” ujar Ketua Umum Persista dr H Jarot Winarno M Med PH, saat dijumpai di Padang Ball Keboen Sajoek atau PSP Pontianak belum lama ini.
“Tujuan kita tidak lain adalah untuk menambah jam terbang dan memberikan kesempatan kepada pemain lokal, untuk menunjukkan kebolehannya. Kita juga ingin agar perbedaan kualitas antara pemain lokal dan pemain luar tidak jauh berbeda,” papar Jarot yang juga Wakil Bupati Kabupaten Sintang ini.
Dia menyebutkan jika Persista mengalami kekalahan di dua pertandingan nanti Persista diyakini tetap berpeluang lolos ke putaran berikutnya, minimal dengan predikat runner up grup. ”Walaupun tampil di kandang lawan saya yakin Heru Budi Santoso, dapat meraih hasil maksimal di babak berikutnya,” katanya.
Usai mengikuti pertandingan di Kutai Barat Jarot menambahkan akan melakukan training center atau TC. “TC akan kita laksanakan di dua tempat di Halim Perdana Kusuma dan Bogor. TC ini akan kita manfaatkan untuk mencari tambahan pemain, karena untuk melangkah ke babak kualifikasi berikutnya kita akan berhadapan dengan tim-tim yang kuat,” ungkapnya.
Di laga putaran kedua ini klub raksasa wilayah timur Kalbar ini telah sukses meraih poin 6 yang merupakan yaitu poin penuh. Berdasarkan hasil tersebut, maka saat ini Persista menduduki klasemen sementara grup VI/A. Di dua laga sebelumnya, Persista berhasil mengalahkan PS Praja Kota Balik Papan dengan skor telak 5-0 dan mengalahkan Kutai Barat 2-0. Baca Selengkapnya.....

Perpani Kalbar Siap Tampil di PON

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Pelatih Perstuan Panah Indonesia (Perpani) Kalbar, Sayugo mengaku hingga kini persiapan yang dilakukan oleh anak asuhnya untuk berlaga di PON VXII, Kaltim Juli mendatang sudah mencapai 90 persen. Hal ini ditambah dengan hasil try out yang dilakukannya di Jawa Tengah baru-baru ini.
Demikian dikatajan Yugo saat ditemui disela memberikan latihan kepada anak asuhnya di lapangan Panahan lingkungan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Jumat (6/6), kemarin.
Dikatakannya, persiapan yang dilakukan menjelang 30 hari bertolak ke Tenggarong Kaltim akan memperbaiki kelemahan yang terasa masih kurang saat try out.
“Sekarang saya perbaiki kelemahan yang dilakukan saat try out itu, nomor-nomor mana yang mesti diperbaiki untuk bisa melampai untuk medali emas, namun nomor-nomor yang jauh tidak menjadi perioritas saya,” ujarnya.
Yugo sendiri merasa senang dan terbantu karena dalam waktu yang bersamaan selain try out anak asuhnya bisa mengikuti invitasi panahan yang diselenggrakan oleh Jawa Tengah. Peserta yang ikut dalam kejuaraan tersebut lanjut Yugo terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung Jambi, Jogja, dan Kalbar. “Walau persiapan sudah memasuki 90 persen, secara prinsip kita sudah siap tempur,” katanya lagi.
Melihat hasil tersebut lanjut Yugo menambahkan bahwa lawan yang akan berlaga di PON Kaltim Juli mendatang cukup berat dan mempunyai pengalaman tanding, separti Jawa Barat Lampung, dan Jawa Tengah,” Itu tempat-tempat medali saat Pra PON tahun lalu,” aku Yugo.
“Hasil yang kita peroleh setelah try out Alhadulilah dari putri Dwi Rini Pengestu tidak menjadi masalah, hasilnya bisa menyabet perak, yang turun di kelas perak, untuk Masadi sendiri saat itu tidak bisa capai medali karena alat yang digunakan, begitu mau dipakai baru saja datang, jadi perlu penyesuaian terlebih dahulu, namun demikian dia sudah masuk pada rangking empat dari sekian banyak peserta yang hadir,” papar Yugo yang merasa senang dengan hasil anaj asuhnya.
Terkait dengan target Yugo optimis anah asuhnya dapat meperoleh medali. “Saya berharap mereka bisa boyong medali, kalau Allah memberi mukzijat bagi anak-anak, saya akan sikat habis, karena semua pelatih tentu punya harapan yang sama yakni mereka harus berhasil, asal tidak terjadi factor non teknis di lapangan,” tegas Yugo. Baca Selengkapnya.....

Sarawak Utus Dua Peserta

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
NEGARA tetangga Sarawak Malaysia, dipastikan akan mengutus sedikitnya dua orang peserta untuk mengikuti Kejuaraan Olahraga Sumpit Terbuka Se-Kalbar, yang akan dilaksanakan di Rumag Betang Adat Dayak Kalbar tanggal 21-22 Juni 2008. Selaian itu peserta dari Brunei juga berencana ingin mengutus para pendidinya.
Kepastian ini disampaikan oleh Ketua Umum Paguyuban Seni Budaya Dayak dan Olahraga Tradisional (Ipuh Damak) Kalbar, Stephanus Paiman, OFM Cap, saat ditemui di ruang kerja Sabtu (7/5), kemarin.
Steph menegaskan bahwa kegiatan tersebut terbuka untuk siapa saja yang mau mengikutinya tanpa ada pengelompokkan, termasuk TNI POLRI, Mahasiswa, Pelajar dan Sanggar yang ada di Kota Pontianak. Dia menyebutkan peserta yang ikut dalam kejuaraan itu akan dibatasi berdasarkan kelompok.
“Untuk umum termasuk TNI/Polri, mahasiswa dan sanggar pesertanya dalam satu instansi hanya boleh mengutuskan empat orang saja dua putra dan dua putri, sementara kelompok pelajar hanya diambil dari tingkat SMA. Masing-masing sekolah hanya boleh mengutuskan enam orang, tiga untuk laki-laki, dan tiga untuk wanita,” ujarnya.
Kejuaraan ini dilakukan menurut Step yang juga mantan Pembina Asrama Nyarumkap adalah untuk melestarikan dan memasyarakatkan olahraga Sumpit ditengah zaman yang serba modern agar tetap terlestari.
Panitia, kata dia, segera akan mengundang para atlet di kabupaten/kota baik melalui pengurus maupun pemerintah kabupaten/kota. Meskipun demikian, peserta tidak dibatasi yang dikirim oleh pemerintah atau pengurus setempat, bisa juga perorangan. ”Kita mengimbau kepada pengurus di kabupaten/kota serta pemerintah setempat untuk menyiapkan dan mengirimkan atletnya,” tegas Saudara Kapusin ini.
Hal senada dikatakan oleh ketua umum Persatuan Olahraga Sumpit Kalimantan Barat (POSKB), Anna Budi Andjioe. Disebutkannya jika ada calon peserta yang berminat dapat melakukan pendaftaran di sekretariat panitia di Jalan Purnama, Gg. Purnama 9, No 1B atau di Perumnas 2, Jl. Padjajaran 3, No 84. Serta dapat pula mendaftar melalui handphone ke nomor 081649021195 milik Anna Budi Andjioe dan ke nomor 081352619141 milik Ellysius Aidy, sekretaris POSKB.
”Harapan kita sumpit dikenal secara luas, bukan hanya milik masyarakat Dayak saja. Nantinya pertandingan ini menjadi tingkat nasional bahkan internasional,” tutur Anna. Baca Selengkapnya.....

Sintang Tuan rumah OOS dan OSS Tingkat Provinsi

Hartono
Borneo Trinune, Pontianak
Kabupaten Sintang patut berbagga, karena dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa (OOS) dan Olimpiade Seni Sastra (OSS) untuk para pelajar khususnya tingkat SMP/MTs se Kalimantan Barat yang sebelumnya bernama Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), pada tahun 2008 ini. Kegiatan ini akan berlansung dari tanggal 29 Juni-3 Juli 2008 mendatang.
“Seluruh SMP/MTs dari 14 kabupaten/kota se Kalimantan Barat, masing-masing mengirimkan sebanyak 116 atlit dan official, sehingga total keseluruhan menjadi 1624 orang,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Drs.H. Ngatman, M.Pd saat ditemuui di ruang kerjanya belum lama ini.
Lebih lanjut menurutnya, dari 1624 peserta yang akan mengikuti OOS dan OSS tingkat SMP/MTs ini, sebanyak 62 atlit, 15 pelatih dan 2 official akan dikirim ke Jakarta mewakili Kalimantan Barat pada OOS dan OSS tingkat nasional.
"Yang mewakili Kalbar ke tingkat nasional merupakan pemenang dari masing-masing cabang yang dipertandingkan," ungkapnya.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan pada OOS di Kabupaten Sintang nantinya yakni, atletik, renang, voli mini, sepak bola mini, tenis meja, bulu tangkis, pencak silat, catur, bridge, sepak takraw, tenis lapangan, futsal, bola basket, dan senam.
Sedangkan cabang yang dipertandingkan pada OSS yakni, vokal grup, seni lukis, MTQ, seni kriya, cipta puisi, cipta cerpen, seni tari, story telling, musik tradisional serta nyanyi solo.
Sedangkan pendaftaran akan dilaksanakan di Kabupaten Sintang tanggal 28 Juni 2008 mendatang dari pukul 08.00 hingga selesai.
"Untuk pembukaan OOS dan OSS akan dilaksanakan Senin malam (30/6) pukul 19.30 WIB," jelasnya. Baca Selengkapnya.....

Meskipun BBM Naik, Anggaran PON Tak Masalah

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Gonjang-ganjing naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dirasakan menghimpit masyarakat miskin, tidak membuat anggaran Pelatda PON Kalbar yang berjumlah Rp 15 M bermasalah. “Kalau pun ada pergeseran tidak terlalu besar dan masih berada dalam batas kewajaran,” ujar kepala operasional Pelatda PON Kalbar H Erwin Anwar BSc, belum lama ini.
“Secara global tidak ada peningkatan karena anggaran kita tidak lari dari 15 miliar.
Tapi pergeseran anggaran pelaksanaan PON yang sebelum 7 miliar menjadi 7, 5 miliar,” katanya.
Dia menyebutkan pembengkakan anggaran mungkin akan akan terjadi pada saat mendekati keberangkatan kontingen PON Kalbar pada tanggal 4 Juli 2008 mendatang. Seperti diberita sebelumnya jumlah kontingen Kalbar yang akan bertolak ke Kaltim sebanyak 313 orang terdiri dari atlet pelatih dan official.
Terakhir Erwin menjelaskan, salah satu penyebab bengkaknya jumlah kontingen yang diberangkatkan dikarenakan ada penambahan tenaga teknis, yang akan diperbantukan untuk membantu aktivitas atlet sebelum dan sesudah bertanding. Baca Selengkapnya.....

Bapora PP Suadah Lakukan Penanganan Viledrome

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Kondisi memprihatinkan terjadi pada Veledrrome satu-satunya fasilitas yang dimilikin cabang olahraga balap sepeda. Kendati demikian fasilitas tersebut belum juga diresmikan. Velodrome balap sepeda yang telah menghabiskan dana sekitar milyaran rupiah itu, kondisinya sangat memprihatinkan, tidak hanya kerusakan kecil yang terlihat jelas, Velodrome megah itupun menjadi aksi pasangan muda-mudi yang lagi kasmaran untuk memadu kasih.
Saat dikonfirmasikan oleh sejumlah wartawan mengenai kondisi tersebut, Kepala Badan Pemuda dan Olahraga Pemberdayaan Perempuan (Bapora PP) Provinsi Kaimantan Barat, Dra.H. Utin Kusumawati, M.Si mengatakan, pihaknya sudah lama mengetahui dan telah melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan tempat yang seyogyanya dipergunakan untuk latihan atlit balap sepeda.
Salah satunya berkoordinasi dengan pihak KONI daerah Kalimantan Barat dengan menyediakan keamanan. Sementara mengenai kerusakan kecil yang terlihat di atas sirkuit velodrome, Utin mengaku, secara fisik dirinya kurang mengerti mengenai proses pembangunan itu. Namun dari pihak kontraktor bersangkutan masih ada kewajiban selama 6 bulan untuk pemiliharaan.
"Saya bukan orang teknik bagunan, tetapi dari segi bangunannya memang sudah lama dibangun dan baru selesai sekarang sehingga untuk memadukan bahan bangunan lama dengan pengerjaan berbahan baru cukup sulit untuk padunya, sehingga pihak yang mengerjakan velodrome tersebut memiliki tanggung jawab selama 6 bulan dalam hal pemeliharaan," ungkap Utin.
Ia menambahkan, meski belum diresmikan oleh Menpora sesuai yang direncanakan sebelumnya, tidak membuat pemanfaatan velodrome itu sia-sia.
"Setidaknya saat ini para atlit balap sepeda telah mempergunakannya sebagai tempat latihan setiap hari," tuturnya.
Ia berharap, velodrome yang dibangun dengan dana milyaran rupih ini akan mampu melahirkan atlit muda berbakat seperti pendahulunya yakni Kalimanto, Joni Van Ert dan Maruki Matsum. Baca Selengkapnya.....

Perpani Kalbar Siap Tampil di PON

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Pelatih Perstuan Panah Indonesia (Perpani) Kalbar, Sayugo mengaku hingga kini persiapan yang dilakukan oleh anak asuhnya untuk berlaga di PON VXII, Kaltim Juli mendatang sudah mencapai 90 persen. Hal ini ditambah dengan hasil try out yang dilakukannya di Jawa Tengah baru-baru ini.
Demikian dikatajan Yugo saat ditemui disela memberikan latihan kepada anak asuhnya di lapangan Panahan lingkungan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Jumat (6/6), kemarin.
Dikatakannya, persiapan yang dilakukan menjelang 30 hari bertolak ke Tenggarong Kaltim akan memperbaiki kelemahan yang terasa masih kurang saat try out.
“Sekarang saya perbaiki kelemahan yang dilakukan saat try out itu, nomor-nomor mana yang mesti diperbaiki untuk bisa melampai untuk medali emas, namun nomor-nomor yang jauh tidak menjadi perioritas saya,” ujarnya.
Yugo sendiri merasa senang dan terbantu karena dalam waktu yang bersamaan selain try out anak asuhnya bisa mengikuti invitasi panahan yang diselenggrakan oleh Jawa Tengah. Peserta yang ikut dalam kejuaraan tersebut lanjut Yugo terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung Jambi, Jogja, dan Kalbar. “Walau persiapan sudah memasuki 90 persen, secara prinsip kita sudah siap tempur,” katanya lagi.
Melihat hasil tersebut lanjut Yugo menambahkan bahwa lawan yang akan berlaga di PON Kaltim Juli mendatang cukup berat dan mempunyai pengalaman tanding, separti Jawa Barat Lampung, dan Jawa Tengah,” Itu tempat-tempat medali saat Pra PON tahun lalu,” aku Yugo.

“Hasil yang kita peroleh setelah try out Alhadulilah dari putri Dwi Rini Pengestu tidak menjadi masalah, hasilnya bisa menyabet perak, yang turun di kelas perak, untuk Masadi sendiri saat itu tidak bisa capai medali karena alat yang digunakan, begitu mau dipakai baru saja datang, jadi perlu penyesuaian terlebih dahulu, namun demikian dia sudah masuk pada rangking empat dari sekian banyak peserta yang hadir,” papar Yugo yang merasa senang dengan hasil anaj asuhnya.

Terkait dengan target Yugo optimis anah asuhnya dapat meperoleh medali. “Saya berharap mereka bisa boyong medali, kalau Allah memberi mukzijat bagi anak-anak, saya akan sikat habis, karena semua pelatih tentu punya harapan yang sama yakni mereka harus berhasil, asal tidak terjadi factor non teknis di lapangan,” tegas Yugo. Baca Selengkapnya.....

16 Juni, Yohanes Duel Adrianus

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
“Saya selaku Kasat Brimob Polda Kalbar yang juga atasan bripda Yohanes, pada saat tanding di Indosiar 16 Juni 2008 mendatang, berharap bribda Yohanes bisa menang, hal ini tentunya tidak terlepas dari peran serta masyarakat Kalbar,” ujar AKBP Irianto SIK Kepala Satuan Brimob Polda Kalbar kepada sejumlah wartawan usai pelantikan 30 anggota Brimob di Korsp Brimob Polda Kalbar, Jumat (6/6) kemarin.
Terkait dengan pembinaan, Irianto mengaku tidak ada perbedaan antara Yohanes dengan anggota brimob yang lainnya. Karena anggota brimob dituntut mempunyai fisik yang prima. “Saya yakin porsi-porsi latihan dan penanaman di brimob menjadi bekal bagi anak buah saya tersebut,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kesiapan fisik yang dimiliki Yohanes selama mengikuti latihan di Sasana Teratai Polda Kalbar Irianto yakin Yohanes mampu bertanding dengan baik, hal ini setelah dia melihat pertandingan di Mempawah beberapa waktu lalu.
“Dari empat ronde yang disediakan Yohanes masih terlihat tegas, jadi saya sangat yakin dia bisa bertanding dengan baik,” puji Irianto.
“Sepenuhnya saya dukung buat kejayaan negeri ini, saya berharap mudah-mudahan Yohanes dapat mengikuti jejak Daud “Cino Yordan yang juga abang kandungnya, pasalnya dia dibesarkan dari keluarga yang berlatar belakang petinju bahkan yang menjadi pelatihnya adalah abang kandungnya sendiri,” katanya lagi.
Sementara Pelatih tinju Kalbar yang sudah kerapkali mengharumkan nama Kalbar di tingjat nasional Damianus Yordan, membenarkan bahwa Daud Yordan dan Yohanes Yordan dipastikan naik ring Come Beck tanggal 16 Juni 2008 di Jakarta yang siarkan langsung melalui Indosiar.
“Kepastian ini diperoleh dari dua unsur penting yaitu pihak promotor Indosiar dan Satuan Brimob Polda Kalbar,” katanya.
Sebagai masyarakat biasa, Damianus yang biasa disapa Dami merasa bangga kepada institusi kepolisian umumnya dan Pak Irianto khususnya, walau baru kenal tapi beliau sangat ramah dan betul-betul mengayomi masyarakat.
Daud Duel Kyong Yoi Yourmunth
Dalam pertandingan non gelar itu, Daud “Cino” akan berduel langsung dengan Kyong Yoi Yormunth petinju asal Thailand, sementara Yohanes akan berduel dengan Adrianus Kauni pertinju asal Lambatu BC Nusa Tenggara Timur (NTT). “Saya bangga karena mereka bisa tampil, semoga Yohanes mampu mengangkat institusi kepolisian lewat sasana Teratai brimob puji Damianus.
Terkait dengan persiapan Daud sendiri mengaku tidak ada masalah. “Buat saya persipan itu sudah tidak ada masalah, karena latihan yang saya lakukan juga sudah rutrin, sekarang saya hanya tunggu pertandingan saja,” katanya.
Pertandingan kali ini bagi Daud sudah merupakan rekor yang ke 22, dan sudah peroleh rangking ke lima dunia di badan tinju WBO. “Dengan memenangkan pertandingan ini nanti pastinya akan mendongkrak rangking saya bisa capai 3 atau bahkan dua, jadi peluang untuk juara dunia semakin dekat, karena karena kalau sudah rangking satu tidak membutuhan pertandingan yang ekstra lagi,” katanya.
Terkait dengan target, Daud optimis dirinya mampu mengkanvaskan lawannya sebelum di ronde sepuluh seperti yang sudah ditentukan. Terlebih dari itu dia berharap masyarakat Kalbar bisa memberikan doa dan dukungan agar pertandingan itu dapat berjalan dengan lancar untuk nama baik Kalbar. Baca Selengkapnya.....

Kamis, 05 Juni 2008

Persipon Tambah Amunisi

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Persipon Pontianak siap menambah amunisi baru sebagai persiapan menjelang digulirkannya putaran kedua Liga Indonesia (Ligina) Divisi satu, 11 Juni mendatang. Elang Khatulistiwa—julukan Persipon Pontianak kembali memburu pemain baru yang diperuntukan mengisi kelemahan punggawa Persipon menjelang laga kandang menghadapi tim tamu PSKS Cilegon di padang bal Keboen Sayoek PSP Pontianak.
Kesepakatan ini berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan oleh jajaran manajemen Persipon dan pelatih I Made Pasek Wijaya kemarin sore tgl 3 Juni di ruang Sekda Pemerintah Kota Pontianak.
Menurut Ir. Toni Herianto, MT, ketua Harian Klub Persipon saat dimintai penjelasannya oleh sejumlah wartawan mengenai rencana penambahan amunisi baru Elang Khatulistiwa mengatakan, hal ini dilakukan oleh manajemen dan pelatih berdasarkan pertimbangan logis sesuai dengan kondisi yang sedang melanda internal punggawa Persipon.
“Saat ini di dalam pemain kita ada yang mengalami cedera kalau tidak salah ada dua pemain yang diperkirakan tidak bisa tampil hingga berakhirnya putaran kedua, disamping itu putaran kedua akan semakin berat tantangan kita, jadi kita memerlukan pemain yang tangguh yang bisa memberikan kemenangan bagi Persipon,” jelasnya.
Dua pemain yang cedera itu adalah Rudi dan Hendra Febrian yang mengalami cedera panjang dan belum pernah di turunkan selama putaran pertama berlangsung.
Namun siapakah pemain baru yang akan mengisi posisi yang selama ini ditempatkan Rudi dan Hendra Febrian. Menurut Ir, Toni saat ini tiga pemain dari PSM Makasar telah dipanggil oleh manajemen untuk dilihat kemampuannya apakah layak atau tidak.
”Kita masih mencari dan hari ini ada tiga pemain yang kita panggil semuanya berasal dari PSM Makasar dan selanjutnya akan diseleksi untuk melihat kemampuannya apakah memang pantas bergabung bersama Persipon atau tidak,” kata Toni yang juga Sekda Kota Pontianak ini.
Sementara itu, pelatih Persipon I Made Pasek Wijaya sedikit pusing dengan keputusan penambahan amunisi baru tersebut, pasalnya untuk mengeluarkan kedua pemain Rudi dan Hendra Febrian sangat berat baginya mengingat kedua pemain itu sudah menjadi bagian hidup punggawa Persipon.
”Saya bingung dan sedih rasanya tak rela untuk mencoret kedua pemain yakni Rudi dan Hendra Febrian apalagi ke duanya merupakan pemain lokal yang berbakat, cuma masalahnya mereka cedera dan tak bisa memperkuat Persipon hingga putaran terakhir selesai. Namun saya yakin jika pada akhirnya mereka harus dicoret mereka berdua akan menerimanya dengan lapang dada demi kepentingan klub kedepannya,” papar Pasek bersedih. Baca Selengkapnya.....

Kalbar Bisa Pakai Atlet dari Luar

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Koordinator Operasasional Satuan Tugas atau Satgas PON Kalbar Erwin Anwar, Bsc mengatakan tidak ada masalah bagi suatu daerah termasuk Kalbar menggunakan atlet dari luar. Hal ini dikatakannya di Kantor Dispenda Kalbar belum lama ini.
Dikatakannya dalam pelaksanaan PON XVII kali ini Kalbar ada menggunakan atlet yang berasal dari luar namun itu sudah diatue oleh peraturan KONI.
“Atlet di luar Kalbar itu ada tapi sesuai dengan peraturan kita tidak bermasalah, karena sesuai dengan peraturan KONI nomor 05 tahun 2005, atlet tersebut harus berdomisili 17 Bulan sebelum PON berlangsung, dan itu semua sudah terpenuhi,” kata Erwin.
“Makanya saat mendaftar kita diminta untuk melampirkan KTP dan paspoto dan waktu kita test masalah domisili atlet, itu semua sudah jelas bahwa atlet Kalbar yang berangkat ke PON Kaltim Juli mendatang, tidak ada masalah dan tidak melanggar ketentuan perpindahan atlet,” jelas Erwin.
Atlet yang berasal dari luar lanjut Erwin menambahkan, yaitu Souma atlet tenis lapangan, namun atlet itu mulai dari Porprov sudah ikut bergabung ke Kalbar. “Oleh PB PON melalui administrasi test sudah didata dengan jelas bahwa mulai dari Porprov sampai dengan pembinaan rutin setiap bulan atlet ini sudah terdaftar atas nama Kalbar,” papar Erwin lagi. Baca Selengkapnya.....

Peresmian Velodrom Tergantung Agenda Menegpora

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Pertanyaan yang muncul sekarang mengapa hingga saat ini velodrom yang digunakan untuk cabang olahraga balap sepeda belum juga diresmikan? Akibatmya tempat tersebut setiap sore hingga malam hari, selalu dipenuhi oleh pasangan muda-mudi untuk pacaran.
Bukankah pihak Badan Pemuda dan Olahraga Pemberdayaan Perempuan (Bapora PP) Provinsi Kalimantan Barat pernah mengatakan bahwa velodrom tersebut akan diresmikan tanggal 31 Mei 2008 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Daud, SH, M.Si.
Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Daerah Kalimantan Barat atau KONIDA, H. Usman Ja'far mengatakan, velodrom sudah seharusnya diresmikan oleh Menegpora tanggal 30 atau 31 Mei 2008 yang lalu. Namun dikarenakan jadwal kegiatan Menpora sangat padat, sehingga peresmian velodrom menjadi tertunda.
Peresmian velodrom, lanjut mantan UJ yang juga mentan Gubernur Kalimantan Barat ini, harus dilakukan oleh Menegpora mengingat pembangunan velodrom tersebut, banyak dibantu oleh Menegpora, Adhyaksa Daud.
"Insya Allah, dalam waktu dekat ini velodrom tersebut akan diresmikan Menegpora, Adhyaksa Dault," ungkapnya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Kantor Dispenda Provinsi Kalbar usai rapat KONI daerah Kalimantan Barat, kemarin.
Oleh karena itu, pria yang akrab disapa UJ ini mengaku, KONI sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Bapora PP Provinsi Kalimantan Barat. Dan mudah-mudahan pihak Bapora PP secepatnya melakukan koordianasi dengan Menegpora agar valedrom tersebut secepatnya diresmikan. Baca Selengkapnya.....

UJ Ketua Kontingen, Firdaus Kecewa

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Hasil rapat pengurus KONI Kalbar yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pendapatan Daerah atau Dispenda Kalbar tanggal 2 Juni 2008, telah menetapkan Usman Ja’far sebagai ketua kontingen Tim PON Kalbar untuk menuju ke Kaltim Juli mendatang ternyata menimbulkan pertanyaan besar bagi kalangan Pengprov cabang olahraga. Atas keputusan tersebut tidak sedikit cabor yang merasa kecewa.
Terpilihnya Usman Ja’far yang juga ketua KONI, menjadi ketua Kontingen Tim PON Kalbar yang menggeser calon kuat sebelumnya yaitu Ir. Dzulfadli yang di dukung penuh oleh pengprov dari berbagai cabor sangat disayangkan oleh banyak kalangan terutama pengprov cabang olahraga Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) yang di ketuai oleh Drs. Firdaus Zar’in, M.Si
Menurut Firdaus, tidak terpilihnya Ir.Dzulfadli menjadi ketua Kontingen Tim PON Kalbar akan menjadi masalah tersendiri di kalangan internal pengurus KONI kedepannya terutama masalah pendanaan atlit.
”Saya katakan mengapa kita mendukung pak Zulfadli memang semata-mata hanya untuk mempermudah proses-proses di lapangan misalnya mengenai pendanaan, Bonus atlit karna kita ketahui posisi pak Zulfadli saat ini merupakan ketua DPRD dan ketua Anggaran Provinsi, sementara Kapasitas Usman Ja’far saat ini merupakan mantan gubernur sehingga sulit melakukan lobi-lobi dalan pencairan dana ,” ujarnya.
Menanggapi alasan Usman Ja’far yang mengatakan keberhasil Tim PON kalbar di PON mendatang merupakan tanggung jawabnya sebagai ketua Koni yang harus di pertanggung jawabkan di Musda Koni mendatang, Firdaus Zar’in menilai hal tersebut tidak perlu di lakukan karna ini masalah menejerial dan lebih pantas tanggung jawab tersebut diserahkan kepada yang lain sehingga dapat di minta pertanggung jawabannya.
Namun sebaliknya Jika Usman Ja’far sendiri menjadi ketua kontingen ia harus bertanggung jawab kepada siapa.”Saya pikir tanggung jawab ketua umum itukan fungsinya sebagai menejerial, sehingga tanggung jawab itu di berikan saja kepada anak buah, nantinya ketua umum bertanggung jawab kepada siapa, atau langsung kepada Gubernur gitu,” papar Firdaus bertanya.
Firdaus yang juga ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak ini berharap dengan terpilihnya Usman Ja’far, tidak menjadi polemik baru bagi atlet dan pelatih menjelang keberangkatan di Kaltim. Baca Selengkapnya.....

KONI Janji SK-kan Bonus Atlet dan Pelatih

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah (KONIDA) Kalimantan Barat, H. Usman Ja’far didampingi sekretaris umum Evi Sukarsih dan ketua bidang pembinaan dan prestasi atau Binpres Erwin Anwar berjanji akan memenuhi permintaan sejumlah atlet dan pelatih terkait dengan bonus Rp100 juta dengan sebuah surat keputusan (SK). Ini sebagai penguat bagi atlet dan pelatih ketika KONI tidak bisa memenuhi janjinya tersebut.
Demikian penegasan yang disampaikan oleh petinggi KONI, sebut saja Usman Ja’far, Evi Sukarsih dan Erwin Anwar usai rapat pemilihan ketua kontingen PON Kalbar di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalbar, Senin (2/6) lalu.
“Atlet-atlet kita yang mendapat emas atau yang berprestasi ini akan kita siapkan bonus dalam rangka memotivasi terhadap persaingan antar atlet dan antar provinsi yang begitu ketat,” ujar UJ—demikian mantan Gubernur Kalbar periode 2003-2008 itu biasa dipanggil.
“Itu nanti akan ada SK langsung dari ketua KONI, termasuk SK untuk bonus para pelatih. Pelatih yang mendapat emas akan dapat bonus,” ujar UJ.
Namun berapa jumlahnya UJ sendiri belum bisa memastikan karena masih dalam pembahasan.
Kebijaksanaan KONI terhadap atlet yang memperoleh prestasi seperti yang sudah dirancangkan dalam anggaran PON kembali UJ menegaskan akan diberi penghargaan berupa bonus.
“Untuk peraih emas mendapat Rp100 juta, medalai perak Rp25 juta dan perunggu Rp15 juta,” katanya menegaskan. Baca Selengkapnya.....

Kejuaraan Kapoltabes Cup Belum Ada Kejelasan

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Ketua umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau PBVSI Kota Pontianak, H. Eka Kurniawan, SE, MM, mengungkapkan hingga saat ini belum dapat kepastian tentang pelaksanaan Kapoltabes Cup dari pihak yang bersangkutan.
"Kita berharap dalam waktu dekat ini pihak Poltabes dapat memberikan jawaban tentang kepastian kejuaraan voli dimaksud,” jelas Eka yang juga wakil ketua DPRD Kota Pontianak.
Dia menyebutkan, kejuaraan voli Kapoltabes Cup, adalah bertujuan untuk mencari pemain yang akan mewakili Poltabes Kota Pontianak pada kejuaraan voli Kapolda Cup yang akan berlangsung di Sintang pada Agustus mendatang.
Jika pihak Kapoltabes tidak memberikan, kepastian kejuaraan tersebut, maka PBVSI Kota akan turun tangan, mencari pemain yang akan diikutkan pada Kapolda cup.
“Kalau tidak ada sinyal positif Kapoltabes untuk melakukan penyaringan pemain, Pengcab PBVSI Kota siap mencari dan menyeleksi pemain dengan cara lain. Misalnya dengan memantau setiap kejuaraan antarkampung (Tarkam, red) dan selanjutnya akan dibicarakan dan diputuskan di tingkat pengurus Pengcab,” kata Eka.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk menyiapkan sebuah tim voli, butuh waktu minimal satu bulan sebelum kejuaraan. Selama itu para pemain di masukkan dalam training center atau TC
“Jika Kita ingin menyiapkan tim yang benar-benar solid dan bisa diandalkan minimal satu bulan sebelum Kapolda cup, tim Poltabes Kota Pontianak sudah dibentuk dengan demikian kita benar-benar siap,” tuturnya.
Selain itu Eka juga berharap kepada daerah yang mengirimkan pemainnya di Kapolda Cup tersebut , untuk tidak lagi menggunakan pemain-pemain luar Kalbar. Jika itu masih terjadi, maka tujuan pembinaan PBVSI Kalbar untuk meningkatkan prestasi daerah ini.
“Kita juga berharap jangan lagi ada daerah yang menggunakan pemain-pemain luar, di kejuaraan ini. Selam kebijakan Pengda PBVSI Kalbar tidak berubah maka selama itu juga pembinaan bola voli daerah ini akan terpuruk dan tertinggal jauh dengan daerah lain,” pinta Eka. Baca Selengkapnya.....

Cabor Masih Dalam Tahap Seleksi

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak,
Menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 19-23 Juli 2008 di Kota Pontianak, beberapa cabang olahraga (cabor) yang hingga saat ini masih dalam tahap penyeleksian.
"Tetapi ada juga beberapa cabor yang sudah final," ungkap Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kakanpora) Kota Pontianak, Ir. Firayanta, MT kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, saat ini pihak Kanpora Kota Pontianak saat ini tengah evaluasi mengingat ada beberapa cabor masih dalam tahap seleksi. “Kita berharap pada pertengahan bulan Juni 2008 ini tim Kota Pontianak sudah terbentuk mengingat pada akhir bulan Juni 2008, entri by name sudah harus masuk,” ujarnya.
"Kita sangat diuntungkan dengan adanya kegiatan OOS dan OSS karena para atlit yang mengikuti POPDA terlebih dahulu mengikuti OOS. Sehingga para atlit bisa lebih memperbanyak latihannya," tutur Firayanta.
Adapun cabor yang akan dipertandingkan pada POPDA mendatang yaitu Badminton, Bola Voli, Sepak Takraw, Sepak Bola, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Silat dan Bola Basket.
Kuota yang telah ditentukan Badan Pemuda dan Olahraga Pemberdayaan Perempuan (Bapora PP) Kalimantan Barat menurutnya, Kota Pontianak mendapat jatah 152 atlit termasuk official. Baca Selengkapnya.....

UJ Pimpin Kontingen PON Kalbar

Hartono
Borneo Trubune, Pontianak
Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah KONIDA Kalimantan Barat menggelar rapat untuk memilih ketua kontingen PON Kalbar. Rapat berjalan cukup alot dengan menyita waktu sekitar kurang lebih tiga jam, bertempat di Kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi Kalbar, Senin (2/6) akhirnya memilih Usman Ja’far sebagai Ketua Kontingen Kalbar menuju PON VXII Kaltim Juli mendatang.
Dengan terpilihnya Usman Ja’far sebagai ketua kontingen berarti terjawab sudah apa yang selama ini menjadi tanda tanya seluruh insan olahraga di Kalbar terutama para ketua Pengda, pelatih dan atlet. Rumor yang sempat berkembang sebelumnya, para ketua Pengda berharap Zulfadhli bisa menjadi ketua kontingen PON Kalbar.
“Ketua kontigen dipimpin langsung oleh ketua umum KONI, ya saya sendiri, karena ini adalah acara nasional, ketua umum harus bertanggung jawab terutama untuk pelaporan pada Musda yang akan dilaksanakan sekitar bulan Desember 2008,” ujar UJ—demikian mantan Gubernur Kalbar periode 2003-2008 itu biasa dipanggil.
Menurut UJ yang juga ketua umum KONI Kalbar itu, dalam pelaksanaan tugas tersebut dirinya akan dibantu oleh Syakirman yang menjabat sebagai ketua tiga KONI, Henri Usaman, ketua dua, Zulfadhli ketua satu yang langsung mendampingi ketua umum dalam pelaksanaan PON di Kaltim Juli mendatang dan dibantu oleh tim teknis seperti Evi Sukarsih, Erwin Anwar dan Sudiat.
“Ini merupakan tim yang akan berada di Kaltim,” jelas UJ usai terpilih kemarin.
Lebih lanjut dia menyebutkan jumlah kontingen atlet dan oficial Kalbar yang sudah tercatat di buku besar KONI Kalbar untuk menuju ke Kaltim sebanyak 313 orang.
“Itu akan kita berangkatkan dengan empat kelompok pemberangkatan sesuai dengan jadwal pertandingan, kelompok pertama berangkat tanggal 16 Juni, kelompok kedua tanggl 24 Juni, kelompok ketiga tanggal 1dan2 Juli dan kelompok keempat tanggal 4 Juli ini seluruh rombongan atlet dan oficial,” katanya.
Terkait dengan persiapan dia menyebutkan semuanya sudah siap, mulai dari atlet hingga oficial. Untuk diketahui dalam PON tersebut Kalbar mengirim sebanyak 28 Cabor.
“Dari 28 cabor yang berpotensi mendapat emas kurang lebih 11 cabor, mudah-mudahan ada peningkatan, jika di Palembang kita hanya dapat delapan medali emas, kita harapkan di Samarinda ada peningkatan,” kata UJ berharap. Baca Selengkapnya.....

Tim Voli Pantai Kalbar Kesulitan Sparing Partner

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Sparing untuk peningkatan kualitas bagi pemain voli pantai yang dipersiapkan untuk memperkuat Kalbar pada arena PON XVII Kaltim Juli mendatang, seperti diakui Sartoni pelatih voli pantai Kalbar saat ditemui oleh sejumlah wartawan di sekretariat KONIDA Kalbar, Senin (2/6), mengatakan ada sedikit kendala yang dialami oleh anak asuhnya yaitu kesulitan untuk melakukan sparing partner, terutama tim putra, namun untuk putri tidak mengalami kendala yang berarti karena masih bisa diatasi dengan melakukan sparing dengan tim putra.
“Untuk putra ini agak kesulitan, memang kita sudah coba sparing dengan atlet-atlet mantan PON XVI yang lalu, seperti Komarudin dan Sudiratmo, dan itu hanya bisa kita lakukan setiap hari Sabtu, hal ini karena kesibukkan yang mereka hadapi dan itu pun masih dirasakan belum maksimal, karena latihan dan persiapannya juga tidak sekontinyu yang atlet kita lakukan,” jelas Sartoni.
Namun dia menambahkan bahwa atlet-atlet yang akan turun ini merupakan atlet-atlet yang berpengalaman, sebut saja untuk putra Fitra Munandar berpasangan dengan Dede Kurniadi, sedangkan untuk putri Sarifah Nivita berpasangan dengan Jamiatul Hasanah. Terkait dengan target, menurut Sartoni tidak hanya lolos, namun bisa memperbaiki peringkat Kalbar pada PON empat tahun yang lalu. Peringkat tersebut masing-masing ditoreh untuk putra berada di peringkat enam sementara putri masuk pada peringkat lima.
“Ini yang menjadi harapan kami sebagai pelatih maupun pengurus, tinggal faktor keberuntungan dimana undian juga sangat menentukan, jangan kita berada di delapan besar, sudah ketemu dengan tim calon juara, kalau kita ketemu dengan tim daerah yang bukan dari tim Jatim atau Jogja Insya Allah dari delapan besar kita bisa masuk empat besar,” papar Sartoni yang mengaku anak asuhnya akan bertanding di Berau Balik Papan Kaltim Juli mendatang. Baca Selengkapnya.....

Kejuaraan Kapoltabes Cup Belum Ada Kejelasan

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Ketua umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau PBVSI Kota Pontianak, H. Eka Kurniawan, SE, MM, mengungkapkan hingga saat ini belum dapat kepastian tentang pelaksanaan Kapoltabes Cup dari pihak yang bersangkutan.
"Kita berharap dalam waktu dekat ini pihak Poltabes dapat memberikan jawaban tentang kepastian kejuaraan voli dimaksud,” jelas Eka yang juga wakil ketua DPRD Kota Pontianak.
Dia menyebutkan, kejuaraan voli Kapoltabes Cup, adalah bertujuan untuk mencari pemain yang akan mewakili Poltabes Kota Pontianak pada kejuaraan voli Kapolda Cup yang akan berlangsung di Sintang pada Agustus mendatang.
Jika pihak Kapoltabes tidak memberikan, kepastian kejuaraan tersebut, maka PBVSI Kota akan turun tangan, mencari pemain yang akan diikutkan pada Kapolda cup.
“Kalau tidak ada sinyal positif Kapoltabes untuk melakukan penyaringan pemain, Pengcab PBVSI Kota siap mencari dan menyeleksi pemain dengan cara lain. Misalnya dengan memantau setiap kejuaraan antarkampung (Tarkam, red) dan selanjutnya akan dibicarakan dan diputuskan di tingkat pengurus Pengcab,” kata Eka.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk menyiapkan sebuah tim voli, butuh waktu minimal satu bulan sebelum kejuaraan. Selama itu para pemain di masukkan dalam training center atau TC
“Jika Kita ingin menyiapkan tim yang benar-benar solid dan bisa diandalkan minimal satu bulan sebelum Kapolda cup, tim Poltabes Kota Pontianak sudah dibentuk dengan demikian kita benar-benar siap,” tuturnya.
Selain itu Eka juga berharap kepada daerah yang mengirimkan pemainnya di Kapolda Cup tersebut , untuk tidak lagi menggunakan pemain-pemain luar Kalbar. Jika itu masih terjadi, maka tujuan pembinaan PBVSI Kalbar untuk meningkatkan prestasi daerah ini.
“Kita juga berharap jangan lagi ada daerah yang menggunakan pemain-pemain luar, di kejuaraan ini. Selam kebijakan Pengda PBVSI Kalbar tidak berubah maka selama itu juga pembinaan bola voli daerah ini akan terpuruk dan tertinggal jauh dengan daerah lain,” pinta Eka. Baca Selengkapnya.....

Kota Pontianak Optimis Juara Umum

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak,
Jelang Olimpiade Olahraga Siswa (OOS) dan Olimpiade Seni Sastra (OSS) tingkat provinsi yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sintang 29 Juni 2008 mendatang Kota Kota Pontianak optimis juara umum.
"Sebagai juara umum pada tahun 2007 lalu, kita optimis bahwa Kota Pontianak bisa mempertahankan kembali juara umum tersebut," ujar ketua panitia pelaksana OOS dan OSS tingkat Kota Pontianak, H. Tasman MS, A.Md kepada sejumlah wartawan di Stadion SSA Pontianak, belum lama ini.
Tasman berkata, pihaknya akan menyeleksi atlit-atlit terbaik Kota Pontianak yang akan dikirim ke Kabupaten Sintang agar bisa mempertahankan kembali gelar juara umum sehingga atlit-atlit Kota Pontianak bisa membawa nama Kalimantan Barat ke tingkat nasional yang rencananya dilaksanakan di Jakarta dan Bandung.
"Dengan mempertahankan juara umum, otomatis hal ini bisa menjadi kebanggaan Kota Pontianak sehingga untuk OOS dan OSS berikutnyam, atlit-atlit Kota Pontianak sudah harus diperhitungkan.
Selain itu, lanjutnya, dengan OOS ini juga akan disiapkan bibit-bibit muda yang bisa membawa nama Kota Pontianak pada setiap even-even olahraga baik itu tingkat provinsi maupun tingkat nasional.
Sementara itu menurut Walikota Pontianak, Buchary Abdurrachman mengatakan, OOS OSS merupakan wahana bagi siswa untuk menerapkan hasil kegiatan pembelajaran dalam rangka meningkatkan kesehatan jasmani kesenian dan daya kreativitas.
“Oleh karena itu pemerintah khususnya Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan Kota Pontianak, memandang perlu memprogramkan kegiatan olimpiade tersebut,” kata Buchary.
Terakhir ia berharap, dengan melalui kegiatan OOS dan OSS yang akan dilaksanakan di Sintang akhir bulan Juni mendatang dapat meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap bidang olahraga dan seni, sehingga dapat membentuk prestasi kejuaraan siswa siswi tingkat SMP/MTS dan tingkat SMA/MA. Baca Selengkapnya.....

Program 1.000 Papan Tenis Meja PB PTMSI

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Program Pengurus besar atau PB Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) pusat untuk meningkatkan mutu dan kualitas olahraga tenis meja di Indonesia yang handal dan profesional yaitu dengan memberikan bantuan 1.000 papan tenis meja ke seluruh Pengprov PTMSI se Indonesia yang targetnya untuk sekolah dasar atau SD.
"PTMSI Kalbar mendapatkan jatah sebanyak 9 buah papan tenis meja," ungkap Ketua Umum Pengprov PTMSI Kalimantan Barat, Drs. Firdaus Zar'in, M.Si kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, 9 buah papan tenis meja ini diperuntukan bagi sekolah dasar yang memang memiliki kegiatan tenis meja sehingga penyaluran bantuan papan tenis meja ini lebih jelas.
Dia berkata, Kalbar dengan jumlah daerah 14 kabupaten/ kota bantuan 9 buah papan tenis meja ini dirasakan sangat kurang, oleh karena itu Pengprov PTMSI Kalimantan Barat harus menyeleksi sekolah dasar mana yang layak mendapatkan bantuan papan tenis meja tersebut.
”Karena ada beberapa pengcab PTMSI yang belum terbentuk, maka bantuan papan tenis meja ini diberikan kepada sekolah dasar yang memiliki Pengcab PTMSI sehingga papan tenis meja ini dapat juga digunakan oleh Pengcab PTMSI setempat mengingat sarana dan prasarana Pengcab PTMSI se Kalimantan Barat masih kurang maksimal.
Sementara bantuan 1.000 papan tenis meja ini, kata Firdaus, merupakan tahap awal sesuai rapat kerja nasional PTMSI se Indonesia sehingga kedepannya, program bantuan papan tenis meja dari PB PTMSI bisa lebih dari 1.000 buah.
Oleh karena itu, Firdaus berharap agar bupati/ walikota se Kalimantan Barat untuk tidak memandang olahraga tenis meja dengan sebelah mata karena saat ini, atlit-atlit tenis meja Kalimantan Barat sudah mampu berkiprah hingga ke tingkat nasioanl. Bahkan pada bulan Juli mendatang, atlit tenis meja Kalimantan Barat akan bertanding membawa nama Kalbar pada PON ke XVII di Kaltim 6-17 Juli mendatang.
”Jika tdak ada halangan, rencananya papan tenis meja ini akan dibagikan ke sekolah-sekolah pada bulan Juni 2008 mendatang,” katanya. Baca Selengkapnya.....

Petinju Berjiwa Agresif dan Mental Berani

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Keikutsertaan petinju junior dan kadet Kalbar dalam ajang bergengsi setingkat Kejurnas yang akan berlangsung di Bitung Sulawesi Utara dari tanggal 2-10 Juni merupakan baru yang pertama kalinya. Tujuannya adalah untuk menambah pengalaman dalam naik ring selain itu untuk mengenal bagai mana tipe dan gaya petinju dari luar daerah Kalbar yang belum diketahui.
Demikian disampaikan oleh John RB Pangkey mantan Ketua Pertina Kalbar, saat acara pelepasan lima petinju Junior dan kadet Kalbar di Sekretariat Pertina Kalbar Sabtu (31/5), kemarin.
Kejuaraan ini dilaksanakan di Plaza Samudra Kota Bitung Sulawesi Utara. Siang ini, kontingen bertolak menuju Sulawesi Utara.
Diakuinya, keberangkatan kelima petinju di Bitung Sulawesi Utara di Kejurnas tersebut karena dukungan Dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat AryaTanjungpura. “Kerena bantuan beliau inilah adik-adik bisa berangkat, Pengurus Pengda Pertina saat ini sementara bubar, yang ada hanya Plt saja,” ujarnya
“Saya katakana kalian itu adalah petinju genarasi penerus dan petinju yang siap sukses untuk kedepan, karena petinju senior sudah tidak ada, mereka rata-rata masuk TNI AD dan Brimob, kalian ini adalah cikal bakal gebarasi penerus petinju Kalbar yang siap dn mampu membawa nama baik Kalbar,” papar John yang juga ketua harian PSSI Kalbar memberi motivasi kepada kelima petinju itu.
Kelima petinju tersebut adalah, untuk kategori junior Junaidi turun di kelas 64 kg, Suparmanto di kelas 57 kg (Kabupaten Pontianak) dan Jammes berlaga di kelas 48 kg. Untuk kategori kadet hanya menurunkan dua petinju yaitu Berry Zakaria di kelas 48 kg dan Andi Wandira turun di kelas 46 kg.
“Saya pilih kalian karena kalian punya prestrasi, kalian sudah bisa raih emas padaa saat kejuaraan tinju di Mempawah beberapa waktu lalu. Saya berharap emas yang diperoleh di Mempawah ada baiknya digandakan pada Kejurnas di Bitung,” pinta John.
Dia meminta kelima petinju yang diutus tersebut harus betul-betul siap karena lawan yang akan dihadapi semua merupakan lawan yang berat. Dia melihat ada presatasi yang baik dalam diri kelima petinju tersebut. Namun agar prestasi itu tetap terjaga, mereka harus mempunyai mental, fisik dan skil yang lebih baik, tidak pantang menyerah, bermain dengan menggunakan teknik, selalu menyerang dan punya target menang.
“Mental itu harus bagus jangan lihat petinju nasional lalu takut, kalian itu petinju amatir bukan professional, oleh karena itu kalian harus mampu memperoleh nilai yang banyak,” jelas John.
Untuk mendapatkan nilai yang banyak, menurut John petinju harus agresifitas, banyak melakukan pukulan, dan selalu meyerang sebab kalau menggunakan pola bertahan sangat sulit untuk mendapat poin banyak. Pasalnya petinju yang dikirim ini adalah petinju amatir bukan professional, untuk menang mereka harus bisa mengumpulan poin yang banyak,” kata John lagi.
“Mengingat terbatasnya dana jauhnya jarak pelaksanaan Kejurnas, maka kita pertimbangkan hanya mengirim sebanyak lima petinju kadet dan junior saja,” ungkap PLT Pertina Kalbar Tugimin, dijumpai di sekretariat Pertina usai acara pelepasan.
Di samping itu dia menambahkan, minimnya kesiapan beberapa petinju juga menjadi salah satu kendala. Beberapa petinju yang diharapkan bisa berangkat terbentur dengan jadwal ulangan di sekolahnya masing-masing.
“Karena petinju-petinju kita merupakan pelajar-pelajar SMP dan SMA yang saat ini sebagian dari mereka mengikuti persiapan ujian kenaikan kelas di sekolahnya masing-masing. Karena itu persiapan mereka untuk mengikuti Kejurnas ini menjadi minim,” tambahnya.
Dari hasil Kejurnas ini akan menjadi pelajaran bagi kelima petinju tersebut dalam mengikuti Kejurnas tahun-tahun selanjutnya. Bahkan, jika di Kejurnas Bitung ini mereka dapat meraih hasil terbaik dengan menjadi juara pertama di kelas masing-masing, kemungkinan akan dipanggil untuk masuk dalam squad Pelatnas Tinju Indonesia dalam rangka perispan menuju Olympiade jangka panjang. “terkait target saya berharap mereka bisa peroleh medali,” katanya lagi.
Sementara itu, menurut pelatih Sugianto persiapan anak asuhnya sudah cukup maksimal. Petinju yang terakhir bergabung adalah Jammes, meskipun demikian dirinya tetap memberikan porsi latihan yang sama dengan petinju lainnya.
Lebih lanjut, Sugianto mengaku sebagai pelatih dirinya belum berani pasang target. Pasalnya minimnya pengalaman yang dimiliki oleh anak asuhnya menjadi kendala bagi dirinya untuk mematok target. Terlebih lawan-lawan yang akan dihadapi di Kejurnas kali ini terbilang banyak pengalaman.
Terkait target tambah Sugianto sulit untuk dipasang karena kita sama sekali buta kekuatan lawan. “Terlebih beberapa kali Kejurnas junior dan kadet kita absen mengirim petinju. Namun yang jelas yang mesti kita waspadai adalah tuan rumah Sulut,” jatanya lagi. Baca Selengkapnya.....

Pasek: Persipon Berbenah Hadapi Putaran Kedua

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Menjelang Jelang putaran kedua kompetisi divisi I Liga Amatir Indonesia, yang akan dimulai pada 15 Juni 2008 ini, Persipon Pontianak berupaya melakukan berbagai macam pembenahan.
“Sebelum putaran kedua divisi satu dimulai kita terus melakukan perbaikan tim dan melakukan pembenahan, sehingga saat tampil kita sudah betul-betul siap,” ujar Pasek kemarin.
Menurutnya, salah satu kelemahan timnya di putaran pertama lalu, selain kerja sama tim, juga pada kondisi fisik pemain. Terlihat jelas di laga terakhir Persipon saat menjamu PSB Bogor banyak fisik pemain kedodoran.
“Kelemahan kita selanjutnya pada fisik. Oleh karena itu, di putaran kedua nanti saya ingin anak-anak memiliki fisik yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab bagaimanapun dalam sepak bola fisik menjadi penentu keberhasilan,” ujarnya.
Menurut Pasek, dari empat kali pertandingan yang dilaksanakan, salah satu yang menjadi kelemahan anak asuhnya tidak adanya tendangan-tendang jarak jauh yang dilesatkan para pemain, baik tengah maupun penyerang. “Hanya satu tendangan jarak jauh yang dinilai cukup bagus. Tendangan tersebut dilesatkan Hamka,” kata Pasek.
Terkait dengn kans Persipon di putaran kedua, menurut Pasek, anak-anak diharapkan bisa menambah poin. Pertandingan di kandang saat menjamu PSKS Krakatau Steel dan Persipon sudah bisa memaksimaljan diri dan hasilnya menang. Baca Selengkapnya.....

Cabor Silat Rencana Kirim 20 Atlet

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Menjelang pekan olahraga pelajar nasional atau Popnas Cabang olahraga atau Cobor silat berencana mengirimkan sekitar 20-an atlit yang akan membawa nama Kalimantan Barat pada ivent tersebut yang diselengggarakan di Bengkulu pada bulan Juli 2008 mendatang. Event ini adalah ajang olahlraga bergengsi bagi para pelajar.
Dari jumlah tersebut, masing-masing mereka direkomendasikan melalui tiga perguruan. Satu diantaranya yang sudah dinyatakan lolos oleh Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kota Pontianak adalah perguruan silat Wekasan Pontianak.
Hal ini dikatakan Ketua Pembina Remaja Perguruan Silat Wekasan, Mokodompit R, saat ditemui di perguruan silat Wekasan belum lama ini.
Menurut Mokodompit dari perguruannya sebdiri akan mengirim sedikitnya tiga atlet. "Tiga atlit ini akan saya berikan bantuan biaya keberangkatan, masing-masing sebesar Rp1 juta, mengingat dana yang tersedia dari Pengcab IPSI Kota Pontianak sangatlah minim," ungkapnya.
Terkait dengan biaya lebih lanjut dia megatakan, perguruan Wekasan akan membarikan bantuan. “Bantuan biaya keberangkatan kepada 3 orang atlit ini lebih karena dorongan dari perguruan silat Wekasan agar atlit merasa termotivasi untuk memberikan prestasi yang terbaik pada POPNAS di Bengkulu mendatang,” ujarnya.
Selain bantuan biaya keberangkatan, lanjutnya, perguruan silat Wekasan juga akan memberikan bonus kepada atlit yaitu, medali emas sebesar Rp2 juta, medali perak sebesar Rp1,5 juta, dan medali perunggu sebesar Rp1 juta.
"Kita memberikan bonus kepada atlit agar cabor silat di Kalimantan Barat khususnya di Kota Pontianak dapat maju dan setara dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia," jelasnya. Baca Selengkapnya.....

Tim Sepak Bola Belajar dari Kekalahan

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Pelatih sepak bola PON Kalbar, Sukamto yang dipercaya untuk menangani tim bola Kalbar pada event bergengsi setingkat PON di Kaltim Juli mendatang, saat ditemui di stadion Sultan Syarif Abdurrahman atau SSA mengatakan apa yang dikatakan oleh beberapa pengamat bola di Kalbar atas kekalahan anak asuhnya saat menjamu tim Gabsis pada laga uji coba yang dilaksanajan di lapangan Gabsis Sambas belum lama ini sama sekali tidak ada masalah, dan tidak berpengaruh terhadap pertandingan di Kaltim Juli mendatang.
“Kami belajar untuk mengalah, karena ada manfaat yang bisa kami peroleh, dengan kekalahan trersebut kami bisa introveksi diri untuk melakukan berbagai pembenahan yang dirasakan masih kurang,” katanya.
Dia menyebutkan, bukan kemenangan yang diutamakan dalam laga uji coba, namun lebih kepada pembelajaran bagi anak-anak untuk belajar mengenal lawan, dan memperbaiki teknik permainan yang terasa masih kurang.
Karena selama ini apa yang telah dilakukan oleh anak asuhnya sudah memberi yang terbaik.
“Bagi saya, kekalahan yang dilakukan oleh anak-anak biasa saja, dan tidak berpengaruh kepada mental pemain, saya yakin pada saat bermain di Kaltim mereka bisa tampil maksimal,” jelas Sukamto.
Oleh karena itu agar persiapan lebih matang lagi dia berharap kepada manager tim bola PON secepatnya keluar dari Kalbar untuk melakukan try uot yang menurut rencananya akan dilaksanakan di Jawa Timur pertengahan Juni ini.
“Saya berharap manager secepatnya membuat jadwal untuk try out,” pintanya. Baca Selengkapnya.....

Tim Sepak Bola PON Kalbar Mesti Berbenah

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Tim sepak bola Kalbar yang dipercaya membawa nama baik Kalbar di arena Pekan Olahraga Nasional atau PON XVII Kaltim Juli mendatang diminta selain berbenah diri juga memperbanyak latihan keluar sebagai upaya persaipan sebelum berlaga di lapangan hijau Juli mendatang.
Ini disampaian oleh ketua umum Persita Sintang dr. Jarot Winarno setelah melihat hasil yang kurang memuaskan saat tim sepak bola PON Kalbar berhadapan dengan tim Gabsis Sambas dalam laga uji coba belum lama ini. Dalam laga uji Coba tersebut tim PON Kalbar dipermalukan dengan skor 1-0.
“Dikandang sendiri saja kalah bagaimana di daerah lain, apalagi di kandang lawan, ini menjadi pukulan berat bagi tim PON, oleh karena itu mereka mau tidak mau harus berbenah diri agar lebih matang,” pinta Jarot yang juga Wakil Bupati Sintang ini. Baca Selengkapnya.....

Dua Cabor Kontingen Kalbar Bertolak Lebih Awal

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
"Cabang Olahraga (Cabor) sepak bola dan tenis lapangan dua dari 28 Cabor yang paling awal berangkat. Tanggal 24 Juni 2008 kedua cabor ini dipastikan sudah meninggalkan Kalbar bertolak menuju Kaltim. Khusus untuk sepak bola, akan melanjutkan ke Jawa Timur untuk melakukan serangkaian ujicoba sebelum ke Samarinda.
Sepakbola akan bertanding pada 3 Juli. Sedangkan tenis lapangan langsung ke Samarinda karena mereke mengikuti babak penyisihan pada 26 Juli," ungkap kepada Komandan Operasional Satgas PON Kalbar, Erwin Anwar belum lama ini.
Di tempat terpisah dia menyebutkan delapan cabang olahraga (cabor) akan berangkat mendahului rombongan besar kontingen Kalbar untuk menuju Kaltim guna mengikuti pesta empat tahunan tersebut.
Delapan cabor tersebut antara lain, sepak bola, tenis lapangan, catur, panjat tebing, anggar, bridge, balap sepeda dan dayung.
Tanggal 1 Juli, dua cabor yang terlebih dahulu berangkat, yakni panjat tebing dan catur. Sementara empat cabor lainnya yaitu anggar, bridge, balap sepeda dan dayung, berangkat bersama-sama tanggal 2 Juli. “Mereka akan diberangkatkan dengan reguler flight ke Balikpapan lewat Jakarta,” katanya lagi. Baca Selengkapnya.....

Wasit Indonesia Kurang Tegas dan Bijaksana

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Seorang wasit yang dipercaya sebagai hakim di lapangan dalam pertandingan sepak bola harus bersikap tegas bijaksana, adil dan berwibawa, dalam memberikan keputusan terhadap pelanggaran yang terjadi dari kedua kesebelasan yang sedang bertanding.
Hampir semua wasit di Indonesia ketika memimpin suatu pertandingan dirasakan kurang tegas tegas, bahkan ada beberapa oknum wasit yang sengaja memenangkan sebuah tim karena sudah dibayar, sehingga tim lain merasa dirugikan dan tidak bisa melakukan apa-apa selain hanya bisa memprotes keputusuannya.
Hal ini diakui Pelatih Persipon Pontianak, I Made Pasek Wijaya kepada, sejumlah wartawan di Mes Persipon belum lama ini. Disebutkannya, selama dirinya menjadi pelatih, pihaknya selalu merasa dirugikan oleh wasit. "Kita hanya bisa memprotes saja, jika kita dirugikan wasit setiap kali pertandingan," tuturnya.
Makanya, lanjut Pasek, jangan heran jika wasit di Indonesia kebanyakan kaya dari hasil menjadi pengadil di lapangan hijau. Hal senada juga diakui Pelatih Persepasi Bekasi, H. Warta Kusuma bahwa di Indonesia, seorang wasit dalam memimpin jalannya suatu pertandingan masih belum tegas dalam memberikan keputusan.
Bukan rahasia umum lagi, lanjutnya, jika tuan rumah selalu dimenangkan oleh wasit dalam suatu pertandingan sepak bola. Sementara itu, Manager Persepar Palangkaraya, Hatir Sata Tarigan juga sangat menyayangkan kalau wasit di Indonesia selalu bertindak kurang adil dalam memimpin suatu pertandingan.
"Inikah cermin wasit di Indonesia yang selalu memihak kepada tuan rumah," ujarnya.
Oleh karena itu, Ia berharap agar wasit-wasit yang nakal untuk tidak diturunkan lagi. Baca Selengkapnya.....

Gito Gagal Tunaikan Tugas

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Ambisi pelatih Persipon I Made Pasek Wijya sapu bersih di Laga pertandingan terakhir di putaran pertama kompetisi divisi I liga amatir Indonesia di kandang sendiri saat menjamu PSB Bogor di Padang Ball Keboen Sajoek Pontianak kemarin Rabu (28/5) berakhir dengan skor 0-0.
Banyak peluang yang datang dari tim Persipon, namun tidak bisa dimanfaatkan. Gito straiker Persipon yang dipercaya menjadi algojo dalam melakukan tendangan penalty tidak bisa menunaikan tugasnya dengan baik.
Oleh Toni Juaeri yang dipercaya menjadi kipar PSB Bogor tendangar keras Gito ternyata berhasil diselamatkan. Permainan yang diperlihatkan oleh kedua tim sudah menunjukkan hubungan persaudaraan yang cukup mendalam, pasalnya dari babak pertama dimulai hampir tidak benturan-benturan.
Pelatih Bogor Amin Sahara saat ditemui usai pertandingan, merasa bahagia atas permainan yang telah disuguhkan oleh anak asuhnya. Pasalnya apa yang dia harapkan ternyata dapat terwujud. “Saya merasa puas dengan hasil yang diperoleh anak-anak, apa yang saya berikan kepada mereka saat latihan tidak sia-sia,” katanya.
Dia mengaku hampir tidak ada satu pun peluang bagi anak asuhnya untuk menyerang, hal ini menurutnya disebebkan oleh wasit terkesan berpihak pada tim tuan rumah. “Anak-itu menyerang terus tetapi selalu ditahan wasit, akhirnya saya robah strategi,” katanya.
Disinggung mengenai pemain tuan rumah, menurut Pelatih PSB Bogor julukan Laskar Pakuan ini sudah memperlihatkan yang terbaik hanya saja mereka terpengaruh oleh tekanan “ Sebenarnya mereka itu mainnya sudah bagus, babak pertama berkembang, tapi babak kedua tidak berkembang, itu karena faktor tekanan, selain itu mereka juga terlihat emosi,” kata megaku,” kata Amin Suhara, kemarin.
Sebagai pelatih I Made Pasek Wijaya merasa rugi atas ketidak berhasilan anak asuhnya mencuri poin di kandang sendiri. Anak-anak sudah main bagus dibabak kedua, hanya saja kita tidak ada faktor keberuntungan.
Dia melihat Bogor yang menjadi lawannya menggunakan gaya tidak mau bermain menyerang, mereka lebih banyak berada digaris 16. “Kita sudah main dipinggir lawan juga lebih pintar Karena menggunakan system bertahan, hanya saja kita tidak ada fakor keberuntungan saja, berapa kali kita menyerang selalu gagal.
Pelatih Persipon I Made Pasek Wijaya saat ditemui oleh sejumlah wartawan mengatakan, PSB Bogor merupakan tim yang bagus. Hal itu membuat dirinya sebagai pelatih mesti berhati-hati.
Ada kesalahan sedikit yang terlihat dari anak asuhnya, saat babak pertama mereka anggap lawan itu enteng, atas kemenangan yang sudah diraihnya selama tiga bermain. Akhirnya koordinasi tidak ada, posisi belakang, tengah jaraknya sangat jauh. “Kedepan kita berharap bisa mencari jalan keluar untuk mengatsasi setiap lawan yang bertahan,” katanya lagi.
Dari awal hingga babak keusai tidak astu gol pun yang tercipta. Skor tetap 0-0,demikian juga dibabak kedua, hingga peluit panjang ditiupkan wasit tidak ada satu gol pun yang tercipta.
Pertandingan pertama ketika berhadapan dengan PSKS Cilegon, Persipon berhasil memetik kemenangan 4-0, dipertandingan kedua saat berhadapan dengan Persepar, Persipon berhasil melibas dengan skor 3-1, pertndingan ketiga saat berhadapan dengan Persepasi 2-1. Empat kali bermain dengan demikian Persipon sudah mengumpulkan 10 poin.
Pertandingan berikutnya tanggal 11 Juni 2008 Persipon akan menjamu PSKS Cilegon di Padang Ball Keboen Sajoe Pontianak. Baca Selengkapnya.....

Brimob Polda Kalbar Dukung Yohanes Yordan Naik Ring

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Pelatih tinju Kalbar yang sudah kerapkali mengharumkan nama Kalbar di tingjat nasional Damianus Yordan, melalui via SMS Kamis (29/5) mengatakan Yohanes Yordan dipastikan naik ring Come Beck tanggal 16 Juni 2008 di Jakarta. Kepastian ini diperoleh dari dua unsur penting yaitu pihak promotor Indosiar dan Satuan Brimob Polda Kalba AKBP Irianto SIK.
“Alhamdulilah semuanya telah rampung baik promotor maupun kesatuan tempat Yohanes bertugas. Pukul 13. 00 wib siang, saya menghadap kasat Brimob Polda Kalbar bapak AKBP Irianto.SIK, disatuan brimob,” ujarnya.
“Saya membawa undangan dari pihak indosiar dan promotor Daniel Bahri untuk kasat selaku pembina tinju brimob untuk menyaksikan langsung penampilan Yohanes di Jakarta 16 Juni mendatang,” tuturnya. .
Sebagai masyarakat biasa, Damianus yang biasa disapa Dai merasa bangga kepada institusi kepolisian umumnya dan Pak Irianto khususnya, walau baru kenal tapi beliau sangat ramah dan betul-betul mengayomi masyarakat Bahkan menurutnya kedepan polisi yang selama ini masih terkesan garang, menakutkan masyarakat lahan demi perlahan image tersebut akan dihilangkan.
Ternyata menurut dia, Kasat Polda Kalbar sungguh-sungguh menyepajati bahwa Yohanes yang merupakan peringkat dua nasional kelas bulu dengan rekor 9-0-4 KO ini, didukung sepenuhnya untuk kembali bertinju, selain itu Pak Irianto juga akan membantu apa saja yang menjadi kebutuhan dalam latihan.
“Sepenuhnya saya dukung buat kejayaan negeri ini, saya berharap mudah-mudahan Yohanes dapat mengikuti jejak Daud “Cino Yordan yang juga abang kandungnya, pasalnya dia dibesarkan dari keluarga yang berlatar belakang petinju bahkan yang menjadi pelatihnya adalah kandungnya sendiri, yang didampingi oleh John RB Pangkey, Herman Wimpi, Hendrikus Wakil Bupati Ketapang dan OSO. ,” ujar AKBP Irianto SIK
Menurutnya keempat pandamping tersebut adalah salah satu orang yang mendidik Daud Yordan bersama saudaranya termasuk Yohanes sehingga bisa menjadi tinju terkenal yang bisa mengharumkan nama nama baik Kalbar. “Ditangan Hendrikus yang sekarang jadi Wabub Ketapang Daud bisa mewakili Indonesia ke Cuba Amerika Serikat (SA) dan sembilan negara lainnya,” tuturnya.
Dalam duel tersebut Daud “Cino” akan berduel denngan Mongkolchai Sigma petinju asal Thailand, sementara Yohanes akan berduel dengan Adrianus Kauni pertinju asal Lambatu BC Nusa Tenggara Timur (NTT). “Saya bangga karena mereka bisa tampil, semoga Yohanes mampu mengangkat institusi kepolisian lewat sasana brimob Polda kalbar. Baca Selengkapnya.....

Juni PTMSI Kubu Raya Gelar Kejuaraan Tenis Meja

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Sebulan setelah dibentuknya Pegurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Kubu Raya oleh Ketua umum Pengurus Daerah (PTMSI) Drs. Firdaus Zar’in 4 Mei 2008, dengan motivasi dan semangat yang tinggi demi terwujudnya perkembangan olahraga tenis meja di Kubu Raya khususnya dan Kalbar umumnya, panitia telah melakukan beberapa gebrakan.
Salah satu gebrakan tersebut adalah menggelar Open Turnamen Tenis Meja Se-Kalimantan Barat yang akan dilaksanakan tanggal 20 Juni 2008 mendatang.
Demikian dikatakan ketua harian Pengcab PTMSI Kabupaten Kubu Raya Iskandar, S.Pd, SD saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/5), kemarin.
“Agar kegiatan tersebut terlihat ramai dan meriah, seluruh Pengcab yang ada di wilayah Kalbar akan kita diundang untuk ikut ambil bagian dalam kejuaraan. Itu,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan di lakukan di Kubu Raya. Dalam moment yang bersamaan tamnah Iskandar semua pengurus PTMSI Pengcab Kubu Raya akan dikukuhkan langsung oleh ketua umum PTMSI Kalbar Firdaus Zar’in.
Lebih lanjut dia mengatakan, nomor yang akan dpertandingkan dalam kegiatan tersebut, adalah beregu putra dan ganda putra. Semenrtara putri untuk kejuaraan kali ini tidak dilibatkan. Juara yang diambil bagi atlet berprestasi lanjutnya, yakni juara satu, dua dan tiga.
“Bagi peraih juara satu akan mendapat pia bergilir, piala tetap dan piagram penghargaan serta uang tunai Rp 6 juta.,”
“Kita sambut baik open turnamen yang akan dilaksanakan oleh panitia dalam hal ini Pengcan PTMSI Kubu Raya dalam rangaka menggerakkkan olahraga tenis meja di Kabupaten Kubu Raya yang notabenenya kabupaten baru,” ujarnya Firdaus yang juga merupakan ketua Komisi D DPRD Kota Pontianak ini.
Kubu Raya sebagai Kabupaten baru secara infrastruktur dan organisasi serba baru,oleh karena itu ia berharap dengan kegiatan semaca ini perhatian orang bisa ke Kubu Raya yang kemudian menjadi pengembangan olahraga tenis meja di Kalbar yang akan datang. Baca Selengkapnya.....

Hari Ini Persipon Jamu PSB Bogor

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Sore ini Persipon akan menjamu tim tamu PSB Bogor. Laga kali ini menjadi pertandingan terakhir di putaran pertama kompetisi divisi I liga amatir Indonesia.
Baik Persipon yang notabenenya tuan rumah maupun PSB Bogor mengaku sama-sama mewaspadai lawan. Dipertandingkan yang akan digelar pada pukul 15.15 ini, dapat dipastikan, berlangsung seru.
“Saya kira Persipon adalah tim yang boleh dikatakan bagus, ini dapat dilihat ketika mereka melawan PSK Cilegon dengan skor 4-0. Terlebih lagi mereka memiliki pelatih yang bagus seperti I Made, saya tahu dia cukup lama di Pelita,” ungkap pelatih PSB Bogor, Amin Suhara, kemarin.
Meskipun mengaku sangat buta dengan permainan lawan, Amin tetap mematok target untuk mencuri poin. Terlebih laga ini menjadi partai penting bagi tim ini untuk menyudahi pertandingan di akhir putaran pertama ini. Seperti trauma dengan kekalahan di Palangkaraya beberap waktu lalu, Amin berharap di laga sore ini tidak lagi dikerjai wasit.
Di laga tandang sore ini, tim berjuluk Laskar Pakuan ini akan menurunkan formasi 3-5-2 dan akan bermain pola menyerang.
“Meskipun kita sama sekali buta kekuatan lawan. Kali ini kami akan tampil menyerang, karena bertahan bagi pelatih adalah menyerang, terlebih kita bermain di kandang lawan,” ucapnya.
Pelatih Persipon I Made Pasek Wijaya saat ditemui oleh sejumlah wartawan mengatakan, PSB Bogor merupakan tim yang bagus. Hal itu membuat dirinya sebagai pelatih mesti berhati-hati.
Sebagai tuan rumah, Pasek mengaku akan memainkan pola menyerang. Oleh karena itu, sore ini dirinya memastikan akan menggunakan pola 4-4-2. Dengan menempatkan dua striker di garda depan diharapkan tuan rumah mampu memetik banyak gol dan meriah poin sempurna, sekaligus mengamankan posisi status sebagai pimpinan Klasemen grup D. Baca Selengkapnya.....

23 Juni, “Cino” Naik Ring

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Pelatih Daud “Cino” Yordan, Damianus Yordan yang juga abang kandungnya sendiri saat dihubungi melalui SMS, mengatakan kedua adiknya, yakni Daud Yordan dan Yohanes Yordan dipastikan naik ring dalam Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI) pada 23 Juni mendatang.
Daud “Cino” sendiri dipastikan akan berduel denngan Mongkolchai Sigma petinju asal Thailand, sementara Yohanes akan berduel dengan Adrianus Kauni pertinju asal Lambatu BC Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Dami—demikian ia akrab dipanggil Damianus, khusus untuk Yohanes, pertandingan kali ini merupakan laga yang cukup penting, mengingat Yohanes sudah lama absen dari pertandingan lantaran selama ini adik kandungnya masih menjalani pendidikan di Brimob Polda Kalbar.
Seperti apa prestasi yang pernah diraih Yohanes? Yohanes seorang petinju muda yang kini mengabdikan dirinya sebagai polisi sempat meraih peringkat dua nasional di kelas bulu. Beradu di atas ring bukan pengalaman baru bagi dirinya. Saat ini tambah Dami, Yohanes memiliki rekor bertanding sebanyak 9 kali dan 4 di antaranya menang TKO dan belum pernah kalah atau seri,” jelas Dami. Baca Selengkapnya.....

PTMSI Kalbar Dukung Zulfadhli Ketua Kontingen

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Dukungan serta kepercayaan yang diberikan kepada Ir. Zulfadhli untuk menjadi ketua kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalbar pada PON ke XVII di Kalitim Juli mendatang mengalir seperti air sungai.
Jika tiga hari yang lalu datang dari pelatih Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Kalbar, Ahmadin Umar, kali ini dukungan tersebut datang dari ketua Umum Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kalimantan Barat Drs. Firdaus Zar'in, M. Si.
"Kita mendukung Zulfadhli bukan hanya seperti cek kosong. Secara logika artinya, jabatan Zulfadhli yang merupakan Ketua DPRD Kalbar, selain itu juga Zulfadhli menjabat sebagai Ketua Satgas PON Kalbar," ungkap Firdaus kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Fidaus memandang, Zulfadhli adalah sosok yang layak menjadi Ketua Kontingen PON Kalbar mengingat selain jabatannya sebagai Ketua DPRD Kalbar, aksesnya kepada Gubernur Kalbar juga lebih dekat.
“Banyak pengalaman yang diperoleh Zulfadhli dalam masalah olahraga, sehingga kepemimpinannya menjadi ketua kontingen tidak diragukan lagi,” jelas Firdaus yang juga merupakan ketua komisi D DPRD Kota Pontianak ini.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pertimbangan PTMSI Kalbar mendukung Zulfadhli sebagai ketua kontingen, karena Zulfadhli di DPRD Kalbar sebagai ketua panitia anggaran sehingga akan memudahkan untuk merealisikan bonus atlit serta yang lainnya.
Ketika ditanyakan rumor yang beredar bahwa H.Usman Ja'far juga layak sebagai ketua kontingen, menurut Firdaus, sah-sah saja. Namun, H. Usman Ja'far yang menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kalbar lebih tinggi jabatannya dari ketua kontingen sehingga tidak pas kalau H. Usman Ja'far juga sebagai ketua kontingen.
"Untuk itu, mudah-mudahan Zulfadhli tetap menjadi Ketua Kontingen PON Kalbar," papar Firdaus meminta. Baca Selengkapnya.....

Rabu, 28 Mei 2008

Pertina Kalbar Utus Delapan Petinju

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tinju Kadet dan Junior yang akan dilaksanakan tanggal 2-9 Juni 2008 di Sulawesi Utara, Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kalbar, sedikitnya mengutus delapan petinju kadet dan junior untuk ikut duel dalam kegiatan dimaksud.
Hal ini dikatakan pelatih tinju Pertina Kalbar Ir. Sugianto saat ditemui oleh sejumlah wartawan usai memberikan latihan kepada anak asuhnya di Sasana Pertina Kalbar, Senin (26/5), kemarin.
Menurutnya dari delapan petinju yang diutus, empat diantaranya untuk kategori tinju kadet dengan usia 14-16 tahun, empat diantaranya untuk kategori tinju junior dengan usia 16-18 tahun. Empat petinju yang yang berasal dari kategori kadet antara lain Andiwandira (46 kg), Berry (50 kg), Sudy Yusuf (57 kg) dan Juneidi (60 kg). Empat tinju junior lainnya masing-masing Bambang asal petinju Kabupaten Ketapang dan Jammes dari Kanupaten Landak, dua orang lainnya masing-masing dari Kabupaten Kayong Utara
Dijelaskannya, delapan tinju yang akan dikirim di Kejurnas nanti merupakan juara di Kejurda di Mempawah lalu. Keikutsertaan, petinju Junior dan Kadet Kalbar di Kejurnas kali ini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas serta prestasi petinju-petinju muda daerah ini. Ke depan, mereka inilah yang diharapkan menjadi penerus pembinaan olahraga jotos di Kalbar.
Lebih lanjut dia mengatakan, kejuaraan tersebut selain untuk menambah jam terbang para petinju, juga diperuntukan untuk seleksi menghadapi olimpiade jangka panjang.
“Kalau untuk peluang, mudah-mudahan mereka bisa bawa medali, sebab kalau kita bisa raih juara, maka ada peluang untuk ditarik di Pelatnas jangka panjang olimpiade yang akan datang,” katanya.
Jika mereka memiliki prestasi terbaik, maka kemungkinan mereka akan di panggil mengikuti pelatnas dalam rangka persiapan jangka panjang untuk Olympiade. Oleh karena itu kita selalu menekankan kepada para petinju untuk dapat berlatih dengan giat,” ungkap Sugianto.
Persiapan sendiri menurutnya, sudah dilakukan dua bulan sebelum kejurnas berlangsung.
Ditanya mengenai target dia tidak bermuluk-muluk. Baginya paling tidak anak asuhnya bisa pulang bawa medali, apakah itu medalai emas, perak maupun perunggu, sembari mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kalbar. Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com