TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Kamis, 31 Januari 2008

Empat Pengcab PSSI Kalbar Belum Miliki Wasit

Hartono
Borneo Tribune, Pomtianak

Wasit merupakan bagian yang terpenting dalam olahraga. Wasit adalah hakim dan penguasa yang memastikan sebuah tunrnamen berjalan lancar atau tidak berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku dalam sistem keolahragaan.
Bertolak dari persoalan tersebut bagaimana dengan kondisi wasit yang ada di Kalbar khususnya cabang olahraga sepak bola? Sampai saat ini ada empat pengurus cabang (Pengcab) persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI) di Kalbar yang belum memiliki wasit.
Keempat Pengcab tersebut adalah Sekadau, Melawi, Kayong Utara, dan Kubu Raya. Kondisi ini jelas mengundang keprihatinan pengurus provinsi (Pengprov) John RB Pangkey yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian PSSI Kalbar.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata membawa dampak yang besar bagi kaum muda termasuk minat untuk menjadi wasit. John menilai minat kaum muda di Kalbar untuk menjadi wasit masih kurang sementara penambahan wasit sangat diperlukan dalam sebuah kompetisi.
Menurut dia, untuk mengatasi persoalan itu pihaknya akan berupaya melaksanakan kursus wasit dan penataran wasit sebagai langkah persiapan pengadaan dan regenerasi. Sebab, wasit yang ada saat ini usia rata-ratanya di atas 30 tahun. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya pada bulan Februati hingga Maret PSSI kalbar akan menggelar penataran wasit di Sintang.
“Ini salah satu upaya penanggulangan yang kita lakukan untuk menacari bibit wasit berbakat sekaligus menambah jumlah wasit yang dinilai masih kurang,” ujarnya
Katanya perlu dipahami kenapa keempat pengcab tersebut yang belum memiliki wasit? selain jumlah wasit terbatas pengcabnya juga baru terbentuk seperti Kubu Raya dan Kayong Utara.
Selain empat Pengcab yang telah disebut di atas tiga diantaranya seperti Bengkayang, Landak, dan Sanggau kurang lebihnya mengalami hal sama. Bedanya kalau keempat Pengcab itu sama sekali tidak memiliki wasit, untuk yang ketiga ini ada yang tidak memiliki sertifikat, seperti Landak dan Sanggau, sedangkan Bengkayang baru mengantongi wasit bersertifikat C3 yang levelnya hanya sebatas lokal dan itu pun baru dua orang.1/2/2008 Baca Selengkapnya.....

Pertahankan Prestasi Medali di PON

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Para pelatih atlet Persatuan Bola Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalbar yang nantinya bakal menerbangkan sejumlah atletnya menuju ke-Kaltim guna mengikuti kejuaraan bergensi setingkat nasional pada Juli mendatang berambisi untuk mempertahan prestasi medali seperti yang pernah ditoreh oleh atletnya dkejuaraan Pra-PON Kaltim tahun lalu
“Prestasi medali mas yang pernah atlet kita sabet pada Pra-PON lalu bisa terulang kembali di gawai besar PON mendatang ,” Demikian diungkapkan pelatih Biliar Kalbar H.Syarib Toto Thana Alkadri ketika ditemui di GOR Pangsuma Pontianak, Kamis (31/1) kemarin
“Sebagai pelatih kita berupaya sebaik mungkin memberikan yang terbaik kepada atlet melalui teori dan tehknik dalam pertandingan melalui pengalaman yang sudah pernah dialami,” pungkasnya
Dalam event empat tahunan tersebut, diharapkan pebeliar Kalbar mampu meningkatkan prestasi atau minimal mempertahankan prestasi yang pernah diperoleh.
"Kami berharap para atlet kita mampu meningkatkan prestasi yang pernah dicapai pada tahun sebelumnya, atau minimal mempertahankan prestasi yang ada saat ini. Apalagi selama ini kami telah melakukan persiapan secara rutin dengan skala latihan yang teratur," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai adanya kendala yang dihadapi pihak dalam menghadapi PON tersebut, menurutnya tidak ada masalah mendasar. Pasalnya, selama ini latihan yang dilakukan secara rutin dan sesuai porsi standar.1/2/2008 Baca Selengkapnya.....

Bardan: Latihan Fokus untuk Capai Target

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Setiap orang mempunyai keinginan dan cita-cita yang lebih baik. Keinginan tersebut dapat terwujud apabila dilakukan melalui usaha yang lebih keras. Demikian halnya yang dilakukan oleh sejumlah atlet yang kini tengah mempersiapkan diri untuk berlaga ke-PON Kaltim mendatang.
Bardan salah satu personil atlet Taekwondo yang telah mengantongi tiket untuk melaju ke-PON Juli mendatang, secara pribadi tidak bermuluk-muluk terkait persoalan target sebagaimana yang sudah KONI targertkan sebelumnya taekwondo salah satu dari sebelas cabang olahraga (Cabor) yang diandalkan mampu mendulang medali pada pekan gawai setingkat nasional.
Menurutnya target yang telah KONI janjikan sah-sah saja dan baik adanya karena ini merupakan sebagai bekal bagi para atlet yang tentunya bisa dijadikan serbagai senjata sekaligus motivasi dalam mewujudkan impian tersebut.
“Yang terpenting bagi diri saya adalah berlatih dan terus berlatih sebab ini bukan merupakan maslah yang sepele, lawan yang akan kita hadapi disana merupakan pilihan yang tentunya masing-masing memiliki kelibihan yang belum bisa dipastikan,” paparnya.
"Kita berusaha supaya bisa menang. Sebab yang terpenting sekarang adalah memfokuskan diri guna melakukan latihan secara lebih intensif," tandasnya
Lebih lanjut ia menyatakan, bila ia bisa tampil seperti saat menyulitkan lawan di Pra-PON lalu, maka kemenangan bukan hal yang mustahil. Hanya saja, lanjut Bardan, peran wasit dalam hasil ternyata masih lebih besar dibandingkan penampilan pemain.
Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Bardan untuk membela habis-habisan Taekwondo. "Saya akan beri yang terbaik kepada TI Kalbar dikejuaraan PON mendatang dan berupaya setidaknya memperoleh medali," tegasnya.1/2/2008 Baca Selengkapnya.....

*Kejuaraan Futsasl Justitia Cup 6 3

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Keberhasilan SMA Islmiah dalam melumpuhkan SMK Bina Utama atas 5-0 pada penyisihan kejuaraan Justitia Cup 6 di GOR Pangsunma Pontianak perlu diacungkan jempol.
Kemengan yang berhasil diraih oleh SMA Islamiah sama sekali tidak ada unsur keberuntungan, namun dilakukanya dengan usaha keras melalui kerjasama antara pemain satu dengan pemain yang lain. Dilihat dari teknik bermain SMA ini lebih matang termasuk mental, fisik serta penguasaan lapangan.
Tidak semua teknik ini dapat dilakukan oleh SMK Bina Utama. Buktinya mereka tak mampu melawan ketika diperdayakan oleh SMA Islamiah. Satu hal yang perlu disadari oleh SMK Bina Utama ini bukan akhir dari segalanya, apa lagi sistem yang dipakai dalam kejuaraan ini adalah sistem setengah kompetisi, harapan untuk berbenah masih banyak.
Bagi SMA Islamiah keinginan untuk menang tidak hanya sebatas mimpi namun suatu kenyataan yang realistis sesuai dengan harapan. Satu hal yang perlu diingat jangan pernah terbuaim pertandingan masih panjang.
Dari awal sudah bisa ditafsirkan, bahwa yang berpeluang menang dalam pertandingan tersebut adalah SMA Islamiah. Setelah lima menit pertandingan dimulai pertahanan masih tampak imbang, satu pun gebrakan belum terlihat dari kedua tim. Namun setelah mendekati menit ke tujuh SMA Islamiah mulai pasang badan. Seketika itu kondisi berubah menjadi tegang.
Serangan demi serangan umpan demi umpan membuat SMK Bina Utama tak berkutik alias bungkam, situasi ini tentu saja tidak dibiarkan oleh SMA Islamiah, dengan gaya egoisnya bola itu hampir tidak tersentuh kaki pemain SMK Bina Mulia.
Memasuki menit ke 9 gol pun terciptakan, masuknya bola pertama mengubah skor menjadi 1-0. SMK Bina Utama betul-betul tak berkuti., tak lama kemudian memasuki menit ke 15 gol kembali terjadi, skorpun berubah menjadi 2-0.
Selain menguasai teknik permaianan musuh yang mereka hadapi kategori tidak kuat, pertahanan yang lumayan ketat dari SMK Bina Utama lagi-lagi tak mampu membendung keinginan SMA Islamiah menambah skor. Mendekati waktu usai dibabak pertama pas pada meniit 18 bola putih berhasuil menembus jarring merah putih. Kondisi itu lantas mengubah skor 3-0 hingga istirahat.
Memasuki babak kedua tidak memberi pengarugh sedikitpun bagi tim SMK Bina Utama. Lain dengan SMA Islamiah mereka bagaikan cacing kepansan. Gol 3-0 tak membuat mereka puas sampai disitu. Setelah serangan mulai digencarkan tim SMA Islamiah lagi-lagi sangsot yang menjempat SMK Bina Utama, tepat mendekati menit ke 27 gol tak terhindarkan kontan skor berubah menjadi 4-0.
Skor itu dirasakan belum mencapai target lima jari alias 5-0. dimenit 31 lagi-lagi gol menjemput SMK Bina Utama gol itu menambah nilai menjadi 5-0 hingga permainan usai.1/2/2008 Baca Selengkapnya.....

Rabu, 30 Januari 2008

8 besar udah bisa besrsyukur

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Pelatih tenis meja asal Jawa Barat bersertifikat nasional Noval Pesulima, tidak terlalu bermuluk terkait dengan target yang akan dicapai keempat atletnya di moment penting seperti PON Kaltim Juli mendatang.
“Bisa masuk delapan besar saja kita sudah termasuk lebih baik dan bisa bersyukur, pasalnya baru kali ini setelah 30-an tahun tenis meja di kalbar tidak mempunyai kesempatan untuk menjamur di gawai bergengsi setingkat nasional,” ujar Voval.
Untuk memanfaat waktu yang tersisa kurang lebih enam bulan, mereka gunakan untuk melakukan latihan lebih intensif melalui Pelatda PON yang di pusatkan di Asrama Haji Pontianak saat ini.
Keempat atlet yang diyakininya bisa tampil manis di PON mendatang adalah Luhir Eko, Hermadi, Irwansyah, dan Evan Adrian. “Kita berharap dengan adanya pembinaan melalui latihan keempat atlet ini bisa bermain lebih baik dengan harapan mampu menguasai tekhnik permainan lawan,” tandasnya.
Dasar keempat atlet tenis meja kalbar sehingga bisa lolos ke PON adalah atas kesuksesan meraih dua belas besar pada kejuaraan Pra-PON lalu, dengan demikian secara otomatis mereka dinyatakan lolos untuk maju ke PON.
Ia mengakui kenapa atlet di Kalbar kurang menonjol, karena kurang adanya pembinaan dan jam terbang atau latihan keluar serta masih minimnya fasilitas olahraga sebagai faktor penunjang bagi prestasi atlet di Kalbar.
Ia mencontohkan mengapa DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah memiliki segudang atlet berprestasi? Pembinaan di sana lebih baik, kemudian mereka juga memiliki cukup fasilitas, serta adanya kepedulian pemerintah terhadap olahraga itu sendiri.
Secara pribadi pelatih yang baru saja memperoleh penghargaan dari pengurus besar (PB) persatuan tenis meja seluruh Indonesia (PTMSI) mengakui dalam hal ini KONI Kalbar mulai menunjukkan peningkatannya bagi semua cabang olahraga hal ini terlihat rasa kepeduliannya pada pelaksanaan pelatda PON yang hingga kini masih dijalani oleh sejumlah atlet. “Dalam program kerjanya banyak kegiatan ataupun turnamen yang sudah dijadwalkan,” katanya lagi.31/1/2008 Baca Selengkapnya.....
Lima Atlet Tenis Meja Putri Ikuti Seleksi PON


Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Sedikitnya lima atlet tenis meja putri Kalbar, Rabu (30/1) kemarin bertolak ke Jakarta untuk mengikuti seleksi PON Kaltim Juli mendatang. Seleksi ini berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 1-2 Februari 2008.
Seleksi yang kini tengah dijalani oleh kelima atlet tersebut merupakan proses seleksi ulang terhadap pelaksanaan kejuaraan Pra-PON lalu untuk memenuhi kuata melaju ke PON Kaltim Juli mendatang.
Demikian dikatakan pelatih tenis meja Kalbar, Noval Pesulima, saat memberi latihan di Asrama Haji Pontianak, kemarin.
Ia menjelaskan kelima atlet tersebut adalah Fitri, Susilawati, Ema Rahmawati, Yuni, dan Puji Lestari. “Untuk bisa mendapatkan tiket ke PON mereka paling tidak harus bisa mendapatkan rangking 10, 11, 12, dan 13 besar. Jika tidak mampu mencapai rangking tersebut otomatis mereka gagal,” ujar Noval ramah.
Lebih lanjut ia mengatakan jika hal ini bisa teralisasi maka akan menjadi sejarah baru bagi atlet tenis meja putri Kalbar setelah 30-an tahun tidak pernah mengikuti gawai besar seperti PON ini.
“Kesempatan baik ini mesti betul-betul dilaksanakan demi perekambangan dan peningkatan olahraga di Kalbar khusunya tennis meja,” jelasnya.
Di tempat terpisah Noval menjelaskan sebanyak empat provinsi yang nantinya akan mengikuti seleksi tersbut. Empat provinsi tersebut antara lain Lampung, Kepulauan Riau, Bangka Belitung,dan Kalimantan Barat.
Dengan hadirnya EmaRahmawati, tenis meja putri asal Singkawang dalam proses penyeleksian tersbut, bisa memberi harapan bagi petenis meja Kalbar bisa menembus ke PON.
“Ema adalah salah satu atlet tenis meja senior Kalbar yang dianggap sudah berpengalaman dalam suatu kejuaraan, secara teknis dan cara bermain sudah tidak diragu lagi,” tandasnya.
Ema sendiri mengaku bahwa baru kali ini dirinya bisa tampil kembali, sedangkan sebelum hanya atlet junior yang hadir, tentu dengan adanya kesempatan ini bisa membuat saya termotivasi kembali untuk tampil dan bermain baik pada proses penyeleksian ini. Ia meyadari kesuksesan tidak bisa dilakukan melalui diri sendir, tentunya melalui orang lain yang ada di sekeliling. Oleh sebab itu ia sangat berharap kepada masyarakat Kalbar agar memberi doa dan dukungan sehingga semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana.□ 31/1/2008 Baca Selengkapnya.....
*Kejuaraan Justitia Cup 6
SMA Singkawang Unggul Tipis, SMAN 4 Menang Telak

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Perjuangan keras SMA Negeri 1 Singkawang yang merupakan tamu kehormatan dalam kejuaraan Justitia Cup 6 saat meladeni SMA Negeri 5 Pontianak membuahkan hasil. Mereka mampu unggul tipis atas SMA 5 yang didukung penuh penonton tuan rumah.
Saat babak pertama ketika sang wasit membunyikan peluit pertanda pertandingan dimulai, posisi bola masih masih imbang tidak memperlihatkan satu tim pun yang menguasasi bola hingga time out. Namun setelah time out pertama usai entah jurus apa yang dipakai pelatihnya terhadap para algojonya sehingga perlawanan mulai terlihat seru.
Kali pertama kondisi lapangan berhasil dikuasai oleh SMAN namun tidak mencetak satu gol pun. Kekuataan beack SMAN 1 Singkawang perlu diakui, ditambah dengan Kiparnya yang memang sudah berpengalaman. Kekuatan itulah yang membuat SMAN 5 harus merelakan diri untuk menanggung kekalahan meskipun tidak terlalu drastis.
Bagaimana dengan SMAN 5 Pontianak, mereka juga tidak kalah saingnya dengan SMA tamu kehormatan tersbut. Hanya saja kelemahan mereka terletak pada fisikdan kurang kompak. Kerja keras selalu membuahkan hasil yang baik pula.
Tepat di menit pada menit 10 melalui serangan kanan SMA SKW berhasil mengubah scor dari 0-0 menjadi 1-0. gol pertama membuat SMA SKW semakin gesit, seleng beberapa menit gol kembali terjadi dan berhasil menghantarkan SMAN 1 SKW berada diatas angin denngan skor 2-0.
Rasa tidak percaya SMAN 5 terhadap sesama pemainnya hampir saja terjadi, namun salah satu dari pemain dari SMAN 5 bisa mengendalikan situasi, seketika itu juga suasana berjalan normal, tidak lama kemudian sekitar di menit 18 SMAN 5 berhasil menjebol jaring putih SMAN 1 SKW hingga.
Masuk babak kedua tepat dimenit 25 Gol masih dipersembahkan oleh SMAN 5. skor imbang 2-2 tentu saja menjadi masalah besar, sebab dari kedua tim tersebut pasti sama mempunyai tekan untuk menang. Namun nasib berkata lain.
Sehebabat apapun serangan jika nasib sudah tidak lagi berpihak pasti mengalami kekalahan. Hingga pertandingan usai SMAN 5 bertahan dengan skor 2-2. berbeda dengan SMAN Singkawang, perlahan namun pasti itulah gaya mereka. Mendekati usai pertandingan tepat di menit 35 SMAN baerhasil mengantongi satu gol lagi hinga waktu pun usai, kondisi tersbut jelas membuat skor menjadi 3-2.
Dipertandingan lain SMAN 4 menang telak atas SMA Islamiah. Hanya ada satu kata yang harus diterima oleh SMA Islamiah yakni “tak berkutik“ sesungguhnya ini terjadi dengan tanpa dsadari. Kekalahan 7-0 bagi SMA Islamiah merupakan cambuk sekaligus bahan introspeksi. Tetapi harus bagaimana lagi seperti itulah permainan. Sedangkan SMAN 4 tentu saja puas dengan keadan seperti itu, sebab ini menjadi batu loncatan untuk bisa bermain dengan tim lain.31/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Dua Atlet Taekwondo Kalbar Ikuti Seleksi Nasional

By. Hartono
Borneo Tribune,. Pontianak

Ditengah kesibukkan menjalani Pelatda PON, Uli Asad. C dan Dian Jartila, hari ini mesti bergegas ke Bandung, Jawa Barat untuk mengikuti seleksi atlet nasional yang seyokyanya dilaksanakan tanggal 1 hingga 2 Februari.
Menurut Maxi, peluang baik ini menjadi salah satu wujud kepercayaan pengurus pusat terhadap pengurus taekwondo Kalbar yang mesti dipupuk, dalam rangka mencari dan menciptakan bibit-bibit atlet taekwondo terbaik. Dan itu tidak hanya di tingkat lokal tetapi mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Maxi yang juga pelatih taekwondo Kalbar yang didampngi Iskandar mengungkapkan tujuan dilakukannya seleksi ini adalah untuk mempersiapkan para atlet dalam mengikuti kejuaraan tingkat nasional bahkan internasional.
“Jika nantinya mereka bisa lolos dalam seleksi ini secara otomatis terdaftar sebagai atlet taekwondo di Pengurus Besar Taekwondo Pusat, dengan demikian mereka sudah berhak mengikuti ivent-ivent nasional,” jelasnya.
Masih menurutnya selesksi yang diselenggarakan selama dua hari ini akan diikuti setidaknya 32 provinsi termasuk Kalbar salah satunya. Selanjutnya ia menambahkan dari seluruh atlet yang mengikuti seleksi adalah mereka yang pada pelaksanaan Pra-PON lalu pernah memperoleh medali emas, perak, maupun perunggu.
Lebih jauh Maxi memaparkan, ada pun kelas yang akan pertandingkan dalam seleksi tersebut adalah fin putra putri sampai kelas heavy putra putri. “Seleksi ini tentu berat, dan atlet yang mengikutinyapun tidak sembarangan, mereka semua punya keahlian baik dari segi fisik maupun mental,” paparnya
Persoalan apakah bisa lolos seleksi atau tidak Maxi sendiri belum bisa memastikan tergantung fisik dan mental atlet itu sendiri. “Seperti yang diketahui setiap atlet yang diikutsertakan masing-masing mempunyai kekuatan yang belum bisa diprediksi,” katanya.
“Pada dasarnya kita optimis dari kedua atlet ini merupakan pilihan yang terbaik dan mampu berjuang demi nama baik Kalbar apapun resikonya kita berusaha bisa menang dan lolos,” katanya seraya meminta doa masyarakat Kalbar untuk kesuksesan mereka.31/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Yuliansyah Berusaha Beri yang Terbaik

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Yuliansyah salah satu atlet atletik Kalbar bertekad untuk memberikan yang terbaik pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dihelat Juli mendatang di Kalimantan Timur.
“Saya siap memberikan yang terbaik di PON,” ungkapan Yuliansyah ketika ditemui di SSA, Selasa (29/1) kemarin.
Yuliansyah mengakui untuk menghadapi PON Kaltim Juli mendatang sudah melakukan persiapan yang matang dengan melakukan latihan secara intensif.
Atlet berusia 25 tahun ini memiliki banyak prestasi. Ia mampu meraih perak di kelas 400 meter dan perunggu kelas 4x400 meter di Sukan Borneo II Sarawak 2007 lalu.
Di tingkat lokal seperti Porprov, Yuliansyah berhasil mendulang dua mas di kelas 200-400 meter, dan perak di kelas 800 meter.
Prestasi manis yang telah diraihnya menjadi sebuah cerminan yang mesti ditunjukkan pada pelaksanaan PON mendatang.
Terkait dengan persoalan target, secara pribadi Yuliansyah belum bisa memasang seperti apa target itu, namun tetap berupaya berikan yang terbaik buat Kalbar.
“Lawan yang kita hadapi nantinya semuanya merupakan atlet pilihan, masing-masing punya kekuatan dan strategi yang belum bisa diketahui,” kata Yuliansyah lagi. 30/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Februari-Maret PSSI Kalbar Gelar Penataran Wasit C3 di Sintang

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Di cabang olahraga apapun termasuk sepak bola, wasit menjadi hal utama yang diperlukan dalam suatu pertandingan. Karena itu, seorang wasit harus baik dalam hal kualitas maupun kuantitas.
Perlu diakui bahwa PSSI Kalbar hingga saat ini masih mengalami kekurangan wasit, baik yang bersertifat C1, C2, dan C3. Mengatasi persoalan penting itu PSSI Kalbar berupaya melakukan penataran bagi wasit.
Sesuai dengan kalender program kerja PSSI Kalbar 2008, maka pada bulan Februai hingga Maret akan dilaksanakan penataran wasit C3 di Kabupaten Sintang.
Demikian disampaikan oleh ketua harian PSSI Kalbar John RB Pangkey ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/1) kemarin.
John mengatakan peserta yang akan mengikuti penataran ini terbuka untuk seluruh pengurus cabang (Pengcab) termasuk kabupaten yang baru dimekarkan seperti Kubu Raya dan Kayong Utara. Namun demikian selain Sintang masing-masing Pengcab hanya bisa mengutus maksimal dua orang.
“Hasil penataran ini akan dipraktekkan di Landak pada turnamen sepak bola U-15 tahun bulan yang sama,“ tutur John.
Menurut John tujuan dilakukannya penataran ini adalah selain untuk penambahan jumlah wasit juga peningkatan ilmu pengetahuan terkait dengan dengan persoalan wasit. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang besar untuk perkembangan sepak bola di Kalbar. Baca Selengkapnya.....
9 Atlet BPOC Angkat Berat Siap Ikuti Porcanas

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Setidaknya sembilan atlet Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) cabang olahraga (Cabor) angkat berat Kalbar siap menghadapi pekan olahraga penyandang cacat nsional (Porcanas) yang bakal digelar 2-9 Agustus mendatang di Kalimantan Timur.
Demikian diungkapkan pelatih BPOC Cabor angkat berat Kalbar, Suhardi usai memberikan latihan kepada sejumlah atletnya di tempat latihan angkat berat pontianak Senin (28/1) kemarin.
"Kini, atlet-atlet yang bakal berlaga di Porcanas sedang mendapatkan latihan-latihan yang intensive oleh pelatih-pelatih yang profesional. Pelatihan tersebut menjadi ajang peningkatan pembinaan bagi atlet penyandang cacat tersebut. Diharapkan, dalam Porcanas Agustus mendatang di Kalimantan Timur akan dapat berprestasi dan membanggakan nama Riau," ungkapnya.
Adapun kesembilan atlet BPOC cabor angkat berat yang dinyatakan siap berlaga ke PON adalah untuk angkat berat putri terdiri dari Nurzanah (40-44 Kg), Agustina 44-48 Kg), Lili (52-56 Kg). Sedangkan untuk angkat berat putra terdiri dari Agus Wawan (52-56 Kg), Agus Supriadi (56-60 Kg), Iin Zulkarnaen (60-75,5 Kg), harun Arasid 67,5-75 Kg), Ismail (75,82,5 Kg), dan Odos (75-82,5 Kg).
Secara pribadi Suhardi yakin dari kesembilan atlet tersebut yang dikirim ke Kaltim mendatang merupakan atlet terbaik BPOC Kalbar dari cabang angkat berat. Suhardi memberikan bahwa kesembilan atlet sudah mempersembahkan prestasi terbaik untuk Kalbar pada kejuaraan nasional (Kejurnas) prestasi tersebut adalah dua perak dan dua mas
”Bertolok dari persoalan itulah kita yakin mereka dapat mencapai target mas kembali di porcanas mendatang,” ujarnya.
Mengenai di mana try out dilakukan mereka tidak terlalu bermuluk-muluk, mereka memilih Pontianak sebagai tempat try out bersama dengan atlet angkat berat normal.
”Kita akan pertemukan keua atlet ini untuk melakukan latihan bersama,” katanya lagi. 29/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Erlansyah Optimistis di Porcanas

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Erlansyah, salah satu atlet renang yang turun di kelas gaya bebas dan gaya punggung dari badan pembinaan olahraga cacat (BPOC) Kalbar optimistis dirinya mampu berprestasi pada pekan olahraga cacat nasional (Porcanas) di Kaltim Agustus mendatang. Meski lawan yang dihadapinya adalah lawan yang berat, namun keyakinannya untuk mempertahankan prestasi sangat tinggi.
"Persiapan yang dilakukan menghadapi porcanas berjalan sesuai program yang direncanakan. Kondisi saya bugar, baik fisik maupun psikis sangat prima," katanya seusai melakukan latihan pagi kemarin.
Menurut Erlansyah, bertanding di tanah air menjadi salah satu faktor pendorong untuk meraih yang terbaik, “Insya Allah di porcanas nanti saya dapat bermain dengan baik,dan bisa mempersembahkan yang terbaik untuk kalbar,” ungkap Erlansyah ketika ditemui saat menjalankan latihan.
"Saat ini, saya terus memusatkan perhatian ke pertandingan. Fokus dan tetap konsentrasi," tandasnya. Dia menambahkan, persiapan harus dilakukan optimal karena lawan yang dihadapinya seperti yang diakuinya adalah lawan yang kuat.
Persoalan target, secara pribadi Erlansyah dengan terang mengatakan pada dasarnya kita berupaya untuk memperoleh mas, sebagai mana diajang porcanas sebelumnya ia memperoleh medali perak. Hal ini jelas membuat Erlansyah semakin termotivasi.
”Untuk mencapai semuanya itu, saya mesti perbayak latihan mulai dari latihan fisik hingga mental,” katanya lagi.29/1/2008 Baca Selengkapnya.....

*Kejuaraan Futsal Justitia Cup 6 bagian 2

by. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Menundukan tim SMA Santun Untan dengan skor 4-3, tim futsal SMA Negeri 7 Pontianak menjadi juara turnamen futsal Justitia Cup 6 yang berlangsung di GOR Pangsuma Pontianak. Pertandingan yang dilangsungkan pada Senin, (28/1), itu berlangsung seru dengan disaksikan ratusan penonton.
Pada babak pertama sudah terlihat SMAN 7 bisa memimpin pertandingan tersebut. Sementara itu, tim SMA Santun Untan hanya bisa bermain bertahan, ini terjadi pada saat babak kedua. Kesemptan itu tidak disia-siakan oleh SMAN 7, tepat dimenit terakhir SMAN 7 berhasil mengubah skor dari 3-3 menjadi 4-3.
Pertandingan laian antara SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Kakap sendiri berlangsung seru. Kedua tim saling berkejaran dalam mencetak gol.
Berkali-kali kedudukan imbang sempat terjadi dalam laga tersebut, yakni 1-1 dan 2-2. Tetapi, setelah babak kedua SMAN 1 Kakap tak mampu berbuat apa, sementara tim SMAN 1 Pontianak mengebut dengan mencetak beberapa gol guna mengungguli SMAN Kakap.
Upaya SMAN Kakap untuk mengejar keunggulan SMAN 1 Pontianak itu akhirnya tak kesampaian karena pertandingan harus berakhir dengan skor 12-2.
Dipertandingan lain SMK Abdi Wacana Didiskualifikasinya oleh panitia karena mengambil pemain dari luar dan dianggap tidak memenuhi persyaratan.
Hal itu sempat sempat disayangkan sejumlah pihak karena mereka merupakan tim yang dianggap sebagai favorit untuk menjuarai turnamen ini.29/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Erwin: Februari Sisa Uang Pra-PON Dibayar

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Angin segar kembali menghampiri sejumlah atlet berpretasi di ajang Pra-PON lalu. Pertayaan, rasa kesal, dan keraguan akhirnya terjawab sudah. KONI Kalbar tetap pada komitmennya membayar sisa uang bagi atlet yang berprestasi di kejuaraan Pra-PON.
Demikian diungkapkan oleh ketua bidang pembinaan dan prestasi (Binpres) KONI Kalbar Erwin Anuar usai rapat Musyawarah Provinsi (Musprov) Taekwondo Indonesia Kalbar di Dinas PU atau Kimpraswil Kalbar beberapa waktu lalu.
Menurut rencananya sisa uang itu akan diberikan kepada atlet pada bulan Februari ini “bonus itu akan kita lunasi sesuai dengan jumlah yang sudah ditetapkan, mereka berhak atas bonus tersebut, semua pasti mendapatkan penghargaan itu," ungkap Erwin.
"Ini merupakan apreasiasi dari KONI Kalbar terhadap prestasi dan kerja keras para atlet," katanya lagi.28/1/2008 Baca Selengkapnya.....

11 cabor andalan Kalbar

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan meraih medali pada sebelas cabang olahraga (Cabor) yang akan digelar pada pekan olahraga nasional (PON) XVII Kalimantan Timur (Kaltim) Juli 2008 mendatang.

“Target tersebut didasarkan pada potensi dan kemampuan para atlet di kejuaraan pra-PON lalu,” ungkap Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar Erwin Anuar, B.Sc usai membuka kegiatan Musyawarah Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kalbar sabtu lalu.
“Sebelas Cabor yang diunggulkan Kalsel yaitu angkat berat, besi, tinju, anggar, biliar, tarung derajat, pencak silat, wushu, atletik, balap motor, judo, serta taekwondo,” tambahnya.

Merskipun demikian Cabor lain juga tidak dapat dipandang sebelah mata, pasalnya setiap Cabor sejak beberapa pekan lalu sudah melakukan latihan rutin dan kepada setiap atlet diminta agar dapat meraih hasil maksimal pada PON XVII Kaltim mendatang.
Sebelumnya, Ketua Satgas PON, Ir. Zulfadhli menyatakan, pihaknya akan selalu memberikan dukungan kepada para atlet yang membawa nama baik provinsi di ajang PON XVII Kaltim mendatang.
Salah satu bentuk dukungan nyata yang akan diberikan pemerintah daerah berupa pemberian bonus jika atlet tersebut dapat memperoleh medali baik medali emas maupun perak dan medali perunggu sekali pun, kata bapak yang berparas ramah ini.
"Pihaknya melalui ketua satgas Ir. Zulfadhli sudah menjajanjikan bonus 100 juta untuk atlet peraih mas," ujar Erwin ia menambahkan, Kalbar siap melatih 173 atlet untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi PON XVII yang digelar di "Bumi Mulawarman" Kaltim, Juli mendatang.

Erwin yang juga ketua harian Taekwondo Kalbar berkeyakinan, atlet-atlet kali ini bisa mendapat posisi lebih baik dibandingkan dengan PON sebelumnya di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
"Pasalnya dengan memberikan pelatihan optimal kepada atlet, diharapkan akan memperoleh hasil yang optimal pula pada saat pelaksanaan PON XVII mendatang,” pungkasnya. 28/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Atlet Pobu Cidera

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Usaha yang kerap kali dilakukan oleh setiap orang untuk mewujudkan cita-cita dan harapan tidak selamanya berjalan mulus. Demikian halnya dengan Randi, atlet karate POBU Kota Pontianak.
Harapan dan cita-cita Randi untuk mencapai kemenangan akhirnya pupus. Randi harus terbaring di rumah sakit umum dr Soedarso Pontianak guna menjalani perawatan intensif dari dokter setelah mengalami cidera di bagian rahang dan dibelakang kepala.
Peristiwa ini terjadi ketika Randi mengikuti kejuaraan karate POBU open turnamen 2008 se-Kalimantan Barat yang berlangsung di Auditorium Untan, Minggu (27/1) kemarin
Randi yang merupakan cikal bakal POBU untan akhirnya gagal setelah dirinya kalah ketika berhadapan dengan Musi yang juga merupakan personil POBU.
Serangan demi serangan yang disuguhkan oleh kedua insan tersebut mengundang perhatian penonton. Randi menderita sakit di sekitar rahang dan kepala bagian belakang. karena kuatnya pukulan itu menyebabkan Randi muntah dan tidak terbangun.
Menurut ketua panitia Arry Sumarial, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15:30 Wib saat mereka baku hantam memperebutkan juara ketiga. “Setelah kena pukulan dari Musi ia langsung tumbang dan muntah, seketika itu juga ia dilarikan kerumah sakit,” kata Arry.
Sesuai dengan perjanjian awal, jika ada atlet yang sakit akibat bertanding itu menjadi bagain tangung jawab dari masing-masing kontingen, sementara masalah transportasi untuk menuju kerumah sakit menjadi tanggung jawab panitia,” katanya.
Ia mengatakan kejadian ini membuat Musi lolos untuk meraih juara tiga, sementara Randi harus menderita dan terbaring di rumah sakit.28/1/2008 Baca Selengkapnya.....

* Musprov III Taekwondo Indinesia (TI) Kalbar

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Upaya Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalbar untuk menyelenggarakan Musyawarah Provinsi III di Kantor Kimpraswil Kalbar kemarin (26/1) akhir berjalan sesuai dengan rencana.
Musprov yang berlangsung selama satu hari ini secara resmi dibuka oleh ketua bidang binaan prestasi Koni Kalbar Erwin Anuar, B.Sc yang juga merupakan ketua harian Penprov TI Kalbar
Dikatakan ketua Panitia Johny Korah yang didampingi sekretarisnya Rusli penyelenggaran musyawarah provinsi (musprov) sebagai wadah untuk melaksanakan pembahasan kinerja yang sudah dilaksanakan, dan akan dikerjakan oleh pengprov TI Kalbar. Dilain pihak musprov ini juga akan menentukan kebijakan-kebijakan yang menjadi peningkatan prestasi taekwondo di Kalbar dan untuk mengevaluasi kepengurusan lama sekaligus menentukan tim formatur guna mempersiapkan pemilihan ketua umum Pengprov TI kalbar periode 2008-2013
Unsur yang hadir dalam musprov ini menurutnya terdiri dari 12 pengcab kabupaten/kota yang ada di wilayah Kalbar, pengurus pengrov, pelatih, dan sejumlah atlet.
Dari hasil rekomendasi Musprov III TI Kalbar berhasil memilih lima orang tim formatur yakni sabeum Ambrosius Ambo Mangan sebagai ketua unsur pengprov, sabeum Rusli unsur pengprov, sabeum Suharto unsur pengkab Bengkayang, sabeum Sudi pengkab Landak, dan sabeum Ade pengkab kab. Pontianak sebagai anggota.
Dikatakan Ambo tim formatur akan bekerja untuk memilih pengurus provinsi Taekwondo kalbar periode 2008-2013 paling cepat lima belas hari, dan paling lambat satu bulan dari sejak ditetapkan dirinya sebagai ketua tim formatur.
Hasil Musprov pengprov Kalbar 2008-2013 mengharapkan supaya lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas, lebih dari itu mampu melakukan pembinaan terhadap atlet taekwondo Kalbar komprehensif.
Hasil selanjutnya pengprov kalbar dapat menginfentarisir seluruh pemegang sabuk hitam dan bisa diklasifikasikan dari tahun terbitnya berdasarkan sertifikat (Senioritas).
Selain itu Pengprov bekerjasama dengan Pemkab, Pemkot musprov megimbau kepada semua pemegang sabuk hitam untuk menyampaikan kepada pengprov Kalbar supaya sertifikat dan kukkiwon/nasional yang dimilikinya selama ini bisa di foto copy.
Pengprov kalbar program kerja yang sudah dibuat agar dilaksanakan sesuai dengan kalender ivent baik untuk kejuaraan daerah maupun pelajar secara rutin dan tidak hanya dipusatkan dim kota pontianak tepai bisa dilakukan di Pemkab-pemkab yang ada di kalbar sebagai tuan rumah
Dalam hal penentuan kriteria atlet mereka meminta pengprov Kalbar yang berhak ikut seleksi daerah untuk tim Pra-PON harus jelas, dan transparan, bisa merencanakan dan mengadakan ujian kenaikan tingkat yang terjadwal, serta UKT bisa dilaksanakan dua atau tiga kali dalam setahun.
Terakhir mereka juga berharap kepada pengprov kalbar untuk mensosialisasikan penyeragaman teknik-teknik taekwondo terbaru dan competition ruleWTF terbaru bekerja sama PBTI pengurus besar taekwondo Indonesia dan korps wasit nasional taekwondo kalbar serta dapat mengirimkan CD/DVD, buku teknik taekwondo baik teknik kyorugi (fight) maupun pomse kesetiap pengkab atau Pemkot, terakhir pengurus taekwondo kalbar periode 2008-2013 dapat merencanakan dan mengadakan musyawarah pemegang DAN sabuk hitam taekwondo secara rutin dan terjadwal sekaligus mengadakan latihan gabungan seluruh pemegang sabuk DAN sabuk HITAM.27/1/2008 Baca Selengkapnya.....

* Kejuaraan Futsal Justitia Cup 6 Se-Kalbar Dimulai

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Kejuaraan futsal Justitia yang berlangsung dari 27 Januari - 9 Februari 2008 di GOR Pangsuma Pontianak, secara resmi dibuka Sutarmidji, Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Pontianak Sutarmidji, Sabtu (26/1).

Dalam sambutannya Sutarmidji mengatakan, olahraga merupakan salah satu cara untuk menghindarkan pelajar dari jurang narkoba. “Sebagai mana kita ketahui bersama, akhir-akhir ini banyak anak pelajar kita yang sudah terperangkap dalam narkoba,” ujar Sutarmidji.

Menurutnya, kondisi ini mengundang keprihatinan akan meningkatnya pengguna narkoba, khususnya di kalangan pelajar. Karenanya, sebagai wujud kepedulian dan upaya mencegah meluasnya pemakaian narkoba, pelajar perlu diberikan aktivitas. Salah satunya adalah melalui kejuaraan futsal Justitia ini.

“Sejalan dengan persoalan itu, kita dapat meningkatkan berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat, sambil bergandeng tangan untuk mencegah remaja menggunakan narkoba,” ujar Tarmidji.

Sutarmidji berharap, kejuaraan futsal bisa mendorong minat dan bakat pelajar, serta menghasilkan bibit-bibit sepak bola di kalangan pelajar yang tangguh dan siap pakai.

Sutarmidji mengingatkan satu hal penting yang perlu menjadi perhatian, sekaligus mesti diterapkan bagi setiap pemain. Mereka harus menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam pertandingan, demi suksesnya kejuaraan ini.

Diikuti 40 Pelajar SMA dan 16 Pelajar SMP

Kejuaraan yang bertajuk Justitia Cup 6 ini diikuti sebanyak 40 pelajar SMA dan 16 pelajar SMP. Selain itu, pertandingan ini akan dihadiri juga bintang tamu dari Singkawang.

Ketua panitia pelaksana, Arie Dc. Austin ketika ditemui di GOR Pangsuma, Sabtu (26/1), mengatakan, kejuaraan ini dalam rangka memperebutkan piala bergilir Gubernur dan Walikota Pontianak. Untuk tingkat SMA, mereka memperebutkan piala Gubernur. Sementara itu, tingkat SMP memperebutkan piala Walikota Pontianak. Selain itu, kegiatan itu juga memperebutkan piala tetap BNK Kota Pontianak.

Ia mengaku kejuaraan kali ini lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Menurutnya Peningkatan ini disebabkan semakin banyaknya peminat futsal dikalangan pelajar.
Sistem pertandingan ini dibagi dua bagian yakni tingkat SMA menggunakan sistem setengah kompetisi sementara untuk tingkat SMP menggunakan sistem gugur.

Terakhir ia menambahkan tujuan diadakannya kejuaraan ini adalah untuk menumbuh kembangkan persaudaraan antarpelajar. Selain itu mengembangkan bakat dan minat pelajar dalam dunia olahraga sepakbola. 27/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Lagi-lagi Atlet Pertanyakan Sisa Uang Pra-PON

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Pertanyaan seputar sisa uang saku Pra-PON seperti yang telah dijanjikan oleh Komite Olahraga Nasional (KONI) Kalbar terus mengalir dari sejumlah atlet. Untuk kali ini pertanyaan dilontarkan oleh Marlina, salah satu personil atlet anggar Kalbar.
Sebagai seorang atlet ternama yang memiliki segudang prestasi, tentunya kecewa terhadap kinerja KONI Kalbar yang dinilai kurang konsisten. Jika persoalan ini terus berlanjut, dikwatirkan akan berimplikasikan terhadap peningkatan prestasi olahraga di Kalbar.
“Secara pribadi, saya mau olahraga di Kalbar semakin berkembang, untuk mencapai tujuan tersebut tentunya dengan sentuhan perhatian dan pembinaan yang lebih baik pada setiap cabang olahraga (Cabor) yang ada di Kalbar,” ungkap Marlina saat ditemui disela-sela menjalani latihannya di Asrama Haji Pontianak beberapa waktu lalu
Konsep dalam menuju sebuah pembangunan tentunya tidak bisa dilakukan sendiri, semua stake holder yang ada dalam masyarakat diperlukan, demikian halnya dengan sebuah perkembangan olahraga khususnya di Kalbar. Untuk menciptakan kondisi tersebut diperlukan komunikasi serta koordinasi yang labih baik, dengan demikian semuanya akan terwujud sesuai dengan tujuan dan harapan.
“Terkait dengan persoalan sisa uang saku Pra-PON yang hingga kini belum dilunasi dengan segala hormat saya minta secepatnya direalisasikan,” Marlina berharap
Alasan mendasar bagi Marlina mempertanyakan uang tersebut adalah karena dananya memang ada, yang menjadi masalahnya kenapa hingga saat ini sisa uang tersebut belum juga diberikan kepada atlet
“Jika dana ini bisa terealisasi dalam waktu dekat, bisa kita gunakan untuk menambah vitamin untuk persiapan ke-PON mendatang,” ungkapan marlina
Seperti yang pernah dilontarkan sebelumnya oleh Edwin pencairan dana tersebut dilakukan sebanyak tiga tahap yang masing-masingnya adalah tahap pertama sebesar Rp 750.000, tahap kedua Rp 1000.000, dan tahap ketiga sebesar Rp 1.500.000.
“Dari tiga tahap tersebut kita baru terima satu tahap,” aku Marlina
“Saya yakin akan lebih besar kepercayaan atlet jika hal ini diselaikan dengan serius oleh pihak KONI,” katanya lagi.26/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Tumbuhkan Kualitas dan Daya Saing Sepak Bola Kalbar

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Upaya pengurus daerah (Pengda) persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI ) Kalbar untuk mengadakan rapat kerja daerah (Rakerda) guna menyusun program kerja tahunan masa kerja 2008 akhirnya terwujud.

Melalui ketua umum (Ketum) PSSI Kalbar Zulfhadli kemarin (25/1) di Wisma Nusantara Pontianak secara resmi kegiatan Rakerda dibuka. Unsur yang hadir dalam acara tersebut adalah ketua umum PSSI Kalbar Ir. Zulfhadli, ketua harian PSSI RB. John RB. Pangkey, para ketua Pengcab kabupaten/kota, pengurus dan undangan.

Ketua panitia pelaksana Letnan Kolonel (Letkol) H. Ridwan Saleh dalam sambutannya mengatakan Rakerda yang kini tengah dilaksanakan merupakan kegiatan rutin PSSI Kalbar setelah berakhirnya program kerja tahun 2007, selain dari pada itu Rakaerda juga bertujuan untuk menyempurnakan program kerja sementara 2008 yang sebelummya telah disusun oleh untuk disepakati bersama dengan seluruh pengurus Pengcab dari masing-masing kabupaten/kota

“Tema yang kita usung dalam Rakerda kali ini adalah Tumbuh Kembangkan Kualitas Dan Daya Saing Untuk Kesuksesan Sepak Bola Kalimantan Barat 2008,” ucap Ridwan

Dikatakan Zulfhadli Rakerda yang dilaksanakan ini jangan dijadikan acara serimonial belaka tetapi bagai mana bisa dijadikan amanah dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan kegiatan sebagai tindak lanjut untuk mengevaluasi kegiatan tahun 2007 yang kini telah usai dan membahas program 2008.”kita berharap tahun 2008 semua program kerja PSSI Kalbar yang sudah dibuat dapat terlaksana terutama kejuaraan U-15 yang pada tahun 2007 lalu sempat tidak terlaksana,” ujar Zulfhadli

Prestasi yang sudah dipersembahkan oleh Persipon terhadap Kalbar mejadi salah satu kebanggaan yang perlu didukung oleh semua komponen masyarakat, selain itu selaku Ketua umum PSSI Zulfhadli berharap tahun 2008 Peripon bisa masuk di divisi I dan Persista bisa lolos didivisi II.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program kerja 2008 jika tidak berhalangan bulan Maret pengurus PSSI kalbar akan mengadakan lejuaraan U-15 tahun, dari sebab itu diharapkan kepada seluruh ketua pengcab kabupaten/kota dapat mensukseskan rencana baik ini
“Saya yakin pengurus Pengcab yang hadir disini menjadi pilihan yang terbaik di daerahnya, sehingga tidak perlu diragukan lagi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” Zulfhadli bercanda
Terakhir Zulfhadli mengatakan bahwa saat ini kalbar masih kurang memiliki wasit baik yang bersertifikat nasional maupunyang bersetifikat daerah, salah satu usaha pengurus Kalbar untuk mengatasi persoalan itu adalah pengurus merencanakan pelatihan untuk wasit sebab ini dinilai penting.26/1/2008 Baca Selengkapnya.....

*Fina Kejuaraan Silat Remaja Bang Hersan Cup

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Tekad tujuh perguruan silat di Kota Potianak untuk meraih mas dalam kejuaraan silat pelajar yang bertajuk Bang Hersan Cup akhirnya tercapai. Capaian manis itu masing-masing mereka tunjukkan melalui final yang dihelat di GOR Pangsuma Pontianak, Jumat (25/1) kemarin.
Pertandingan kemarin tidak seperti hari biasanya, hal ini selain karena Final, mungkin juga karena disebabkan oleh cuaca yang tidak begitu panas. Jika dua hari lalu sporternya terlihat sepi, berbeda dengan kemain. Seruan dan teriakan dari masing-masing sporter terasa menggema digenderang telinga.
Begitu juga dengan pesilatnya, teriakan dan sorakan seakan-akan menjadi obat perangsang untuk bermain hebat. Bagaimana dengan tim juri, wasit, serta panitia? Mereka berusaha memberikan pelayanan yang terbaik demi suksesnya kegiatan final tersebut.
Berkat kerja sama yang baik, hasilnya juga akan lebih baik. seperti yang terlihat melalui hasil final kemarin. Ada yang menang dan ada yang kalah. Yang menang tak perlu harus bertepuk dada, dan yang kalah mesti berlapang dada.
Hasil final menunjukkan Perguruan Silat Kijang Berantai berhasil meraih tiga emas, satu perak dan dua perunggu yang yang terdiri dari satu putri di kelas B Syarifah Indah, dan dua putra di kelas yang berbeda Gustiansyah dikelas B sedangkan Septian di kelas H, peraih perak Ayu Lestari kelas C putri, Oktaviani kelas D putri dan Wahyu A kelas F putra hanya bisa peroleh perunggu.
Tak kalah sainngya Pesilat Perguruan Selendang Saleh ternyata berhasil menyamakan prestasi manis dengan Kiber yakni tiga emas dua perak dan tiga perunggu diantaranya peraih mas Mayana kelas A putri, M. Zainudin kelas D putra, dan Noviana kleas D putri, peraih perak Usman kelas A putra, dan Guido Famula kelas E putra, peraih perunggu M. Karim Ismail kelas B putra, Vini Rahayu kelas C putri, dan Desi Maryanti kelas kelas E putri.
Hal serupa juga dialami oleh peilat perguruan Putra Setia, ia sukses menyamakan prestasi gemilangnya dengan kedua perguruan di atas, yakni tiga mas, dua perak dan dua perunggu, diantaranya Siti Aisyah kelas C putri, Triretnwati, dan Hardi. W. kelas G putra, peraih perak Kresensia kelas A putri, dan Desi kleas F putri, peraih perunggu Dedi. S kelas E putra, dan Vitri Novi. A kelas D putri.
Perguruan Kancil Utara cukup puas meskipun hanya dua mas dan tiga perak, sebagai peraih mas Juliansyah kelas E putra, dan Dina Pungki kelas f putri, sedangkan peraih peraknya adalah Beli kelas B putra, dan Tiara kelas D putri.
Dipihak lain Perguruan Silat BTP juga beroleh dua mas satu perak. Peraih mas Bayu Satria kelas F putra, dan Agus kelas L putra, peraih perak Novi Eko kelas g putra.
Perguruan silat Nurulsalam hanya bisa gapai satu mas yang diperoleh Adit kelas C putra, pergutuan silat Kunfui Sahita, mereka berhasil menyabet satu mas atas nama Angga Lesmana kelas A putra.
Peraih perak lainnya dipersembahkan Esi Noviandini kelas B purei perguruan (Buana), Bayi Saputra kelas C putra dan Heri S. kelas D putra (Wekasan), Abdurahman kelas f putra (PSHT), Muklis B kleas H putra (P. Asad) dan Faturoly kelas L putra (bulan Sabit)
Sedangkan untuk peraih perunggu Adikara kleas A putra ( Kancil Yeratai) Ismail kelas B putra dan DS. Lestari kelas B putri (PSHT), Hendri kelas C putra (Tapak Suci), m Rifqi kelas C putra (Dam-Dam Kesuma), Maulani kelas D putra (Rajawali Putih) Eko Purnomo kelas D putra (PSHT), Endi Julianto kelas E putra (Al. Alamin), Anis. Y. kelas E (Rajawali Putih), Seto Wibowo kelas G putra (Wekasan) Sy. Sarbini kelas G (Rajawali Putih), Heksa P kelas H (Bunga Yeratai Putih), Veremias. E kelas h putra (PSHT) dan M. Rofiq kelas L putra (Dam-dam Kesuma)
Kejuaraan ditutup oleh Ketua Umum IPSI Kota Pontianak, Drs. Hersan Asli Rosa didampingi oleh pengurus lainnya. 26/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Dwi Rini Pengestu : Cuti Kuliah Demi Persiapan PON

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

PERSIAPAN ke PON XVII di Kaltim mengharuskan Dwi Rini Pengestu Mahasiswi Muhammadiah Pontianak, untuk sementara waktu menghentikan aktivitas kuliahnya. Terlebih, dia masih harus membagi waktu untuk menyusun skripsi.
''Untuk persiapan PON, beberapa bulan terakhir saya latihan pagi-sore. Jadi buat nyusun skripsi hampir-hampir tidak sempat lagi,'' ujarnya ketika ditemui di lapangan Panahan kalbar Jumat (25/1) kemarin

Sebagai atlet panahan Dwi di ajang pesta olah raga nasional empat tahunan itu, Dwi merasa memiliki tanggung jawab moral. Apalagi, KONI Kalbar telah menargetkan medali emas untuk timnya.

Dwi memberi alasan mengapa ia memilih cuti. Menurutnya jika kedua ini dilakukan waktu yang bersamaan dikwatirkan tidak menuai hasil yang baik.sebab panahan butuh fisik dan konsentrasi.
“Jika kepercayaan ini sudah diberikan kepada saya kenapa tidak dijaga, disatu pihak saya harus bisa menunjukkan yang terbaik buat kalbar, salah satunya adalah melalui cuti ini,” ucap Dwi ramah

Dia mengaku sangat menikmati aktivitasnya sebagai atlet panahan selama bertahun-tahun menggeluti panahan, Dwi telah banyak menoreh prestasi. Salah satunya adalah medali perunggu di kejuaraan Pra-PON lalu.26/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Kalbar Masih Minim Wasit dan Juri Silat

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Barat saat ini dinilai masih kurang memiliki wasit serta juri silat. Padahal olahraga ini cukup berkompeten untuk dibina lebih baik dalam rangka meningkatkan prestasi silat di Kalbar.
Hal itu diungkapkan wait silat Kalbar yang juga merupakan anggota Poltabes Pontianak, Uray Sanjaya yang didampingi pelatih IPSI Kalbar, Alexander saat menyaksikan kejuaraan silat pelajar Bang Hersan Cup di GOR Pangsuma, Pontianak Kamis (24/1) kemarin.
Dikatakannya, seiring dengan semakin banyaknya kabupaten yang dibentuk melalui hasil pemekaran wilayah, Kalbar dinilai layak untuk menambah jumlah wasit yang kini masih sangat minim.
Menurutnya hingga kini Kalbar baru memiliki empat wasit yang bersertifikat nasional. Keempat wasit tersebut adalah Lasim S.Pd (wasit nasional kelas dua), Uray Sanjaya (wasit nasional kelas dua), Drs. Ruspendy (wasit nasional kelas tiga), dan Erman (wasit nasional kelas tiga).
Lebih lanjut ia menjelaskan persoalan ini supaya ditindak lanjuti secara arif dan bijaksana sebab ini menjadi salah satu aset yang sungguh berarti demi kemajuan pesilat Kalbar.□ 25/1/2008 Baca Selengkapnya.....

Kabut Asap Tak Mempengaruhi Aktivitas Atlet

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Kabut asap yang kini masih menyelimuti Kota Pontianak tidak memberikan pengaruh besar terhadap sejumlah atlet yang kini tengah menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON dalam rangka persiapan untuk berlaga di PON VXII Kaltim Juli mendatang.
“Menurut saya kabut asap yang kini terjadi di kota Pontianak terasa belum mempengaruhi aktivitas atlet untuk melakukan latihan, selain itu kabutnya juga hanya terjadi pada waktu malam hari,” ungkap pelatih Aggar Kalbar Robert ketika ditemui di Asrama Haji belum lama ini.
Sementara menurut Budi pelatih Taekwondo sejak awal kabut asap di kota Pontianak sama sekali tidak mengangganggu konsentrasi atlet untuk melakukan latihan.
“Karena selama ini kita lebih banyak melakukan latihan ke dalam ruangan seperti yang sedang dijalani oleh para atlet di aula Asrama Haji saat ini, dengan demikian tidak terlalu berbahaya serta membawa dampak yang besar bagi atlet untuk melakukan latihan,” katanya.
Di tempat terpisah Yugo Darsono pelatih panahan Kalbar mengatakan sejauh ini untuk atlet panahan belum mengalami kendala terkait persoalan kabut asap. “Untuk cabang olahraga lain saya tidak tahu, untuk kami sendiri masih bisa lakukan latihan,” ungkap Yugo.□ Baca Selengkapnya.....

*Kejuaraan Pencak Silat Bang Hersan Cup

by. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Hari ini merupakan angin segar bagi pesilat tangguh yang telah berhasil melumpuhkan lawannya di kejuaraan pencak silat tingkat remaja yang bertajuk Bang Hersan Cup. Kalau kita lihat dari hasil pertandingan kemarin hampir masing-masing pesilat dari beberapa perguruan yang ada di kota Pontianak bermain dengan gemilang tanpa lelah, hal ini mereka lalukukan selain untuk membela nama baik perguruannya mereka juga ingin merebutkan tiket untuk melaju ke babak final.
Seperti biasa yang kerap kali terjadi dalam suatu pertandingan dimana satu persatu tim yang kalah terpaksa harus merelakan diri untuk mengambil koper dan kembali dimana tempat awal ia beranjak demikian halnya yang dialami oleh maing-masing pesilat pada kejuaraan ini.
Meskipun Cuaca panas sempat menyelimuti ruangan GOR Pangsuma namun bukan berarti faktor penghambat bagi pesilat untuk bertanding, demikian halnya dengan tim juri maupun penonton. Semua terlihat bersemangat apalagi permaianan yang disuguhkan pesilat cukup mengundang perhatian penonton.
Perlahan namun pasti setiap jurus ataupun bunga yang ditunjukkan pesilat nyaris membuat mata tak terkedip. Hampir tidak ada perbedaan antara pesilat putra maupun putri. keduanya sama-sama menyuguhkan yang terbaik buat perguruaannya.
Kemampuan yang yang tinggi ternyata berhasil membawa Heris (Wekasan) dari kelas D melumpuhkan Sigit Abdullah (Cuyusika BP) dengan skor 5-0, pertandingan berikutnya Eko Purnomo (PSHT) ternyata hebat setelah mengalahkan Andi sang pesilat ternama Kiber melalui skor 3-2, hal sama dialami Anca (Putra Setia) Ia harus rela menanggalkan baju hitamnya ketika dibuat tak berdaya oleh Maulani (Raja Putih) dengan perolehan skor 4-1, masih dikelas yang sama Reza (Dam-Dam) mengalami nasib serupa ketika tidak mampu membendung serangan M. Zainuddin (Selti) ia harus rela menerima ketertinggalan skor 3-2.
Pertandingan di kelas E Guido Famula (Selti) terpaksa harus megeluarka bayak jurus demi sebuah tiket untuk melaju kebabak final, Pathur yang menjadi rifalnya harus berlapang dada menerima skor 5-0, dipihak lain Romi Bakar (Buana) kuarter awal sudah terlihat tidak mampu jangan heran ketika skor 5-0 harus ia terima setelah dengan buasnya Dedy. S (Putra Setia) melakukan perlawanan.
Nasib serupa terulang pada Ardiansyah ia terpaksa gagal berjuang untuk perguruaanya, ia harus rela menerima keputusan juri ketika dinyatakan dis sebab timbangan tidak sesuai dengan Edi Julianto (Al Amin) lawannya sebagaimana yang telah ditetapkan olah panitia, pertandingan berlangsung seru mana kala masing-masing spirit melentumkan sejumlah peralatan yang sudah dipersiapkankan, lentuman demi lentuman membuat Juliansyah (Kancil Utara) semakin bersemangat begitu juga dengan Yandi.A. keberuntungan ternyata tidak berpihak kepada Yandi. Ia juga harus dengan bijaksana menerima kekalahannya 5-0 dari Juliansyah.
Permainan manis jua ditunjukkan oleh kelas G, babak demi babak mereka jalani dengan penuh keakraban meskipun dalam suasana bertanding, jurus demi jurus tidak membuat Ade Eko. S melaju kebabak final. Ia harus berhenti dengan kekalahan setelah melawan Hardi W. (Putera Setia) dengan skor 5-0, Setio Wibowo jurus dengan jurus manisnya mampu melumpuhkan Suhriansyah dengan skor 4-1.
Amirul Mulmin (Rajawali) juga tidak mampu besaing ketat dengan Heka P (BTP) skor 5-0 menghujam dirinya tak berdaya, sementara Septian Liber) juga tak terbendung setelah unggul 5-0 atas Ade Indra (Alamin)
Pertunjukkan untuk kelas L M Rofik (Dam-Dam) tanpa melakukan perlawanan harus menang setelah Agus (BTP) dinyakan dis oleh tim juri setelah melakukan timbangan berat badan, ia melampai labih berat dari Agus.
Hari ini masing-masing pesilat akan mengikuti babak final. Terlepas dari itu semua, hari ini juga merupakan acara puncak dari kegiatan yang bertajuk kejuaraan Silat Pelajar Bang Hersan Cup, yang kemudian dilanjutkan dengan acara penutupan sekaligus pembagian hadiah dan tropy.□ Baca Selengkapnya.....

Minggu, 20 Januari 2008

Camat Pemangkat Canangkan SDI Terpadu

By. Hartono
Borneo Tribune, Sambas

Demi pelayanan yang sebaik-baiknya kepada publik, Camat Pemangkat, U. Tajudin mencanangkan Sistem Data Informasi (SDI) terpadu yang disusun dalam format buku.
”Ini kita lakukan sebagai bentuk respon kita terhadap arahan Bupati dan Wakil Bupati Sambas untuk dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya termasuk dalam hal penyajian data,” kata Tajudin kemarin.
Data informasi itu nantinya dapat dikonsumsi publik jika berkunjung ke aula Kantor Camat Pemangkat. Di tempat tersebut tersedia berbagai data informasi mengenai Data Kecamatan Pemangkat. Diantaranya mengenai tingkat pencapaian Hasil pertanian, peternakan, Gerakan Sayang Ibu, data per desa, bahkan sampai data dana alokasi Desa.
Untuk urusan penyajian data, diperoleh dengan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait.
Keselarasan dan koordinasi diperlukan dengan pihak tersebut, termasuk kinerjan staf camat yang dengan ikhlas meluangkan waktunya untuk menyajikan data yang baru dikerjakan beberapa bulan terakhir dan Desember lalu telah rampung.
”Kita juga menyajikan data yang berhubungan dengan visi Terpikat, seperti pertumbuhan tingkat pendidikan, kesehatan, maupun sektor Pendapatan seperti Grafik Pajak Bumi dan Bangunan. Selain itu, dapat juga dilihat perkembangan mengenai data-data keagamaan, keluarga miskin, maupun hal lainnya. Semua ini berkat kerjasama semua staf kecamatan maupun kerja keras pihak lain seperti pihak pendidikan maupun kesehatan yang ada dikecamatan pemangkat,” tukas Tajudin.
Bupati Sambas, , Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid menyambut baik kinerja Camat Pemangkat tersebut.
Kata Burhanuddin, hal seperti tersebutlah yang diinginkan. Karena kata dia seorang camat adalah bupati diwilayah kekuasaannya.
”Saya berterima kasih dengan usaha camat untuk hal ini. Ini merupakan sumbangsih besar bagi pembangunan Kabupaten Sambas. Karena, kita sangat tahu sekali, betapa pentingnya data bagi perjalanan pembangunan daerah,” ujar Burhanuddin usai mendengarkan pemaparan Camat.
Dia mengharapkan data yang disajikan valid dan dinamis serta dapat dipertahankan. ”Saya juga menunggu terobosan camat-camat lain mengenai penyajian data ini,” pungkas Burhanuddin. Baca Selengkapnya.....

SMP Immanuel Antusias Sambut Kunjungan Sastra

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Setelah liburan panjang hari raya, pergantian tahun dan semester, awal 2008 ini lembaga penerbitan independent di Kota Pontianak Pijar Publishing, kembali berkunjung ke sekolah-sekolah guna melanjutkan program kunjungan sastra dan mengkampanyekan baca tulis di kalangan pelajar di Kota Pontianak.
“Pertama yang dikunjungi adalah SMP Kristen Immanuel yang berlangsung selama kurang lebih 1 minggu. Mulai tanggal 16-22 Januari mendatang,” kata Pengelola Pijar Publishing, Pay Jarot Sujarwo.
Pijar menawarkan kunjungan selama 3 hari untuk memotivasi siswa agar lebih akrab dengan dunia baca tulis, tetapi pihak sekolah menginginkan seluruh kelas, kecuali kelas 3, bisa termotivasi. Akhirnya kegiatan ini diperpanjang hingga satu minggu.
Guru Bahasa Indonesia SMP Immanuel Pontianak, Epianus menjelaskan sekolah menyambut gembira kegiatan seperti ini. Terlebih, menurutnya, untuk memberikan pemahaman mengenai sastra atau dunia kepenulisan yang lebih luas kepada siswa guru kerap mengalami kendala seperti terbatasnya materi dan waktu yang sudah ditentukan oleh kurikulum yang berlaku.
Epianus mengatakan, selama ini mata pelajaran Bahasa Indonesia termasuk salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa dibanding pelajaran-pelajaran ilmu alam. Padahal Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki korelasi yang sangat erat dengan mata pelajaran yang lain.
"Kedatangan Pay dengan lembaga Pijar Publishing sangat membantu kami para guru dalam hal menanamkan kesadaran siswa tentang betapa pentingnya dunia baca tulis. Kegiatan seperti ini layak diberikan apresiasi dan didukung oleh pihak-pihak terkait," katanya.
Kali ini Pay memberikan motivasi terhadap siswa dengan teknis rolling dari kelas ke kelas bertepatan dengan jadwal mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Selain memotivasi siswa, Penulis muda yang sekaligus mengelola lembaga penerbitan Pijar Publishing ini juga mempromosikan buku yang baru diterbitkannya yang berjudul Air Mata Bintang Kutub Utara. Buku ini adalah antologi puisi kolaborasi siswa SMA Santo Ignasius Singkawang dan Santo Paulus Pontianak. Buku tersebut akan di-launching Sabtu (19/1) ini. Tepatnya pukul 09.00, di SMA Santo Paulus Pontianak. Selain meluncurkan buku, Pijar Publishing juga akan mengadakan diskusi sastra dan pengajaran di sekolah yang akan mengundang guru-guru bahasa Indonesia SMP di Kota Pontianak dengan pembicara Br. Gerardus Weruin dan Pay Jarot Sujarwo. Baca Selengkapnya.....

Harapan Atlet Kepada Gubernur Baru

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Beberapa atlet andalan Kalbar dari masing-masing cabang olahraga (Cabor), menyampaikan harapannya kepada Gubernur Kalbar yang baru, Drs. Cornelis, MH yang terpilih pada Pilgub 14 November 2007 lalu agar lebih memperhatikan dan memajukan olahraga di Kalimantan Barat.
Kedepan tentunya gubernur bisa membawa olahraga kearah yang lebih bagus. Artinya untuk kesejahteraan rakyat kecil dan menengah. “Sebagai olahragawan, kita juga meminta agar gubernur cinta kepada olahraga,” kata Agus, salah seorang atlet tinju Kalbar, kemarin.
Di tempat terpisah Weni Tumira atlet angkat besi Kalbar mengatakan, atlet dalam meningkatkan prestasi tentunya membutuhkan gizi yang banyak seperti mengonsumsi telur dan susu. “Diharapkan harga sembako tidak mengalami peningkatan dan kesejahteraan atlet diperhatikan,” ucap Weni yang sudah banyak mempersembahkan prestasinya untuk Kalbar.
Sementara Margareta, atlet taekwondo menyerukan agar seluruh masyarakat Kalbar mendukung pemerintahan pasangan gubernur Cornelis-Christiandy. Dengan harapan gubernur baru ini dapat membawa perubahan ke arah masa depan yang lebih baik.
Indra dari cabang olahraga lari cepat mengatakan, olahraga itu penting. “Kita harapkan Pemerintah juga fokus ke bidang olahraga. Jangan cuma ekonomi, dan politik melulu namun yang lebih bijaksana kalau seluruh bidang kehidupan diperhatikan,” tandasnya.
“Harapan kita ke depan olahraga di Kalbar akan lebih bagus lagi mudah-mudah dengan Gubernur baru prestasi olahraga dari masing-masing cabang olahraga semakin lebih baik dan berkembang sebab ini untuk nama baik kalbar,” kata Suhai atlet bulutangkis.
“Selamat bertugas pak Cornelis dan pak Ghristiandy Sanjaya semoga dengan kepemimpinan bapak olahraga di Kalbar semakin lebih baik dan maju,” kata Suhai lagi.□ Baca Selengkapnya.....

IMI Kalbar Loloskan Tiga Atlet ke PON

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Barat meloloskan tiga atlet pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII yang dijadwalkan berlangsung di Kalimantan Timur, 6-18 Juli 2008 mendatang.
Demikian diungkapkan kepala seksi roda dua pengurus IMI Kalbar merangkap pelatih Partoyodi Zam Hui ketika ditemui ditengah kesibukannya mendampingi sejumlah atletnya di asrma Haji Pontianak, Jumat (18/1) kemarin.
Menurutnya sejak dini IMI Kalbar tengah mempersiapkan atletnya. Hal ini dilakukan agar pada pelaksanaan PON mendatang, dapat meraih hasil yang maksimal.
“Empat atlet yang dinayatakan lolos ke PON tersebut adalah Ariansyah, Rusmandiono, dan Wendra Raspriawanyah,” jelas pria bermata sipit ini.
Dikatakannya ada tiga kelas yang nantinya akan diikuti oleh atletnya di kejuaraan PON mendatang yakni MP. 1 dengan kekuatan mesin 4 tak 110 Tune Up, MP. 2 dengan kekuatan mesin 4 tak 125 Tune Up, dan MP. 5 dengan kekuatan mesin 4 tak 110 standar.
Zam mengatakan, uapaya yang dilakukakn timnya untuk menghadapi PON antara lain satu kali melakukan try out di Kalimantan Selatan, satu kali di Kota Pontianak, empat kali Kejurda Kalbar, satu kali Pronas Yamaha Kapres di Pontianak, dan Pronas U Mile di Pontianak.
“Inilah yang kerap kali kami dilakukan guna mematangkan persiapan yang lebih mantap termasuk persiapan fisik maupun mental,” ujarnya.
Menyinggung tentang target 100 medali emas di PON Kaltim, ia berkeyakinan, Jatim akan mampu mencapai target tersebut, asalkan ada terobosan-terobosan baru yang harus segera dilakukan.
"Tanpa mendahului kehendak Allah, saya yakin target 6 medali emas akan tercapai, tiga perorangan dan tiga untuk beregu, namun demikian kami harus berpikir keras dulu dan perlu terobosan," katanya menegaskan.
Ketika ditanya mengenai siapa lawan yang kuat Zum mengatakan setiap lawan patut diwaspadai di iven ini, selain itu ia menuturkan, semua perserta merupakan calon lawan yang kuat, namun ia tetap optimis timnya bisa meraih hasil maksimal.
“Saya tidak bisa memprediksi siapa calon lawan yang akan dihadapi nanti. Namun saya pikir, semua peserta merupakan calon lawan yang patut diwaspadai,” tukas Zum.□ Baca Selengkapnya.....

Hari Ini Pelatda PON Dimulai

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Hari ini secara resmi pemusatan latihan daerah (Pelatda) bagi seluruh atlet Kalbar dari masing-masing cabang olahraga yang nantinya bakal berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kaltim Juli mendatang secara resmi dibuka.
Demikian dipaparkan Kepala Operasional (Koap) Satgas PON Kalbar H. Erwin Anwar, ketika ditemui di ruang kerjanya Jumat (18/1) kemarin sore
Menurutnya kepastian pembukaan pelatda PON belum bisa dipastikan apakah gubernur atau wakil gubernur yang akan membukanya. Namun demikian pihaknya melalui ketua Satgas Ir. H. Zulfadhli telah berusaha supaya pelatda PON tersebut dibuka langsung oleh gubenur, Drs. Cornelis, MH. “Jika pak Cornelis berhalangan kita harap pak Christiandy yang membukanya,” tandas bapak berkacamata ini.
Gawai penting persiapan bagi seluruh atlet Kalbar menurutnya akan dilangsungkan di gedung olahraga (GOR) Bumi Khatulistiwa Pontianak, Sabtu (19/1) pukul 09.00 Wib.
Berangkat dari persoalan itu Erwin berharap supaya seluruh atlet dan pelatih yang sudah ditetapkan oleh pengdanya, masing-masing menjadi salah satu bagian dari kontingen Kalbar di PON mendatang wajib hadir sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan
“Sebab ini merupakan moment penting jadi kehadiran dan partisipasi dari atlet maupun pelatih bisa hadir,” tegasnya.
Tempat terpisah ia menjelaskan Pelatda yang sedang digelar ini akan dibagi menjadi dua bagian diantaranya pelatda dari Pengprov yang dinyatakan lolos ke-PON dan pelatda pekan olahraga cacat nasional (Porcatnas).
Dikatakannya gawai bergengsi setingkat PON dari 28 cabang olahraga yang dipertandingkan akan diikuti sebanyak 173 atlet diantaranya 118 putra dan 55 putri sedangkan untuk Porcatnas akan diikuti sebayak 40 atlet. Lebih lanjut ia memaparkan sebanyak 60 pelatih dari 28 cabang olahraga yang nantinya bakal mendampingi atlet yang telah disebutkan di atas termasuk cabang olahraga Porcatnas.
Di tempat terpisah ia juga mengungkapkan bahwa masing-masing cabang olahraga sudah masuk di asrama haji Pontianak guna melakukan persiapan yang lebih matang tidak hanya itu 6 dari 28 cabang olahraga yang menginap di luar asrama haji.
Keempat cabang olahraga tersebut antara lain PABBSI di wisma PABBSI, sepak bola di SSA, tinju dan panjat tebing di Suka Dana Ketapang, Tenis dan bulutangkis di Jakarta.
Ketika disinggung mengenai target, Erwin menambahkan Kalbar mesti bisa mencapai maksimal lima belas besar, artinya dari dua puluh delapan cabang olahraga yang dipertandingkan setidaknya 20 medali emas yang harus diraih oleh atlet Kalbar.
“Target tersebut dapat kita andalkan dari 11 cabang olahraga (Cabor) yang sudah teruji dan 17 Cabor lainnya sebagai pendukung,” pungkasnya.□ Baca Selengkapnya.....

Mahasiswa Sebagai Fungsi Kontrol

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Pengurus Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (IMKB) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pertama yang diselenggarakan Minggu, (20/21) di gedung Anek Untan. Perhelatan itu berlangsung alot dengan diskusi-diskusi cerdas.

Ketua panitia, Yopianus Jupriano kegiatan ini merupakan agenda besar yang harus disukseskan bersama demi peningkatan pembangunan SDM dan Sumber Daya Alam (SDA) Bengkayang. "Musyawarah ini diharapkan dapat membuahkan hasil yang baik, karena urun rembug yang digelar ini adalah selain memilih ketua baru juga untuk memikirkan masa depan daerah dan pembangunan Bengkayang," kata Yopianus.

Menurutnya peserta yang hadir dalam Mubes pertama ini sekitar 100 orang terdiri dari masing-masing universitas yang ada di Kalimantan Barat. “Tanpa terkecuali semua mahasiswa Bengkayang kita undang sebab ini momen penting untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa yang ada di Pontianak,” tandas Yopianus

Sementara Ketua IMKB, Wardi, menuturkan, tujuan mubes ini untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus lama serta pembahasan anggaran dasar (AD), anggaran rumah tangga (ART), dan pembentukan pengurus baru.

Lebih lanjut menurutnya mubes ini dimaksudkan untuk mempertemukan dan membincangkan berbagai persoalan di kabupaten Bengkayang. Termasuk persoalan mahasiswa di Pontianak. “Masalah yang akan kita bahas dalam Mubes ini adalah pembangunan asrama dan anggaran khusus IMKB dalam APBD,” paparnya.

Terakhir ia menegaskan mahasiswa sebagai kaum intelektual bisa menjadi fungsi kontrol dalam pelaksanaan pembangunan di Bengkayang yang dilakukan oleh pihak legislatif maupum pihak eksekutif. “Kita mau jadikan Bengkayang sebagai kabupaten yang berkembang dan transparansi. Dari itu lah peran kawan-kawan mahasiswa sangat diperlukan,” tegasnya.□ Baca Selengkapnya.....

Wagub Buka Pelatda PON XVII

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Dalam rangka memajukan pembinaan olahraga diperlukan keterlibatan dari berbagai unsur dan tidak semata-mata dibebankan pada pundak pemerintahan, namun unsur swasta serta kontrol masyarakat merupakan suatu kesatuan pembinaan olahraga.
Demikian dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM ketika membuka pemusatan latihan daerah (Pelatda) pekan olahraga nasional (PON) XVII 2008 di gedung olahraga (GOR) Bulutangkis Bumi Khatulistiwa Pontianak, Sabtu (19/1).
Dikatakannya, atlet yang lolos seleksi melalui prakualifikasi pra-PON yang dilaksanakan beberapa waktu lalu merupakan putera-puteri terbaik Kalbar.
“Apa yang telah diperbuat oleh insan olahraga Kalimantan Barat begitu pula yang diperbuat oleh daerah lain. Semuanya ingin menunjukkan jati diri daerah melalui keunggulan olahraganya karena keberhasilan yang diraih adalah kebanggaan milik atlet dan daerah yang dibelanya,” kata Christiandy.
Dalam sambutannya, secara ringkas Christiandy menguraikan pembinaan olahraga yang dilakukan pemerintah daerah antara lain penyusunan metode pembinaan, pengembangan pengolahragaan, tenaga dan organisasi keolahragaan, penyediaan dana, penyediaan sarana dan prasarana, serta pemberian penghargaan.
Pelatda yang diselenggarakan kali ini menurutnya, telah menapaki perencanaan keolahragaan di tingkat provinsi. “Saya harapkan kepada Satgas PON yang telah dibentuk agar dapat berperan maksimal,” harapnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan setiap program yang telah ditetapkan oleh pengurus induk olahraga baik di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten melalui komite olahraga nasional Indonesia (KONI) daerah Provinsi Kalbar dapat diimplementasikan secara efektif dan efisiensi sehingga harapan yang diinginkan dapat tercapai sesuai dengan rencana dan strategi yang telah ditetapkan.
“Kepada para atlet agar bermental dan bersemangat kejuangan dalam menjalani Pelatda kali ini, selain itu dimohon kepada para pelatih agar dapat menuangkan ilmu sesuai dengan cabang olahraga yang diasuh secara maksimal, sehingga atlet dapat menerapkan dengan tepat strategi dalam pertandingan,” pinta Christiandy.
Tidak hanya pelatih dan atlet yang ia ingatkan namun kepada para pembina olaraga agar dapat berperan sebagai pengayom sehingga terciptanya suasana saling mendukung untuk mendapatkan target yang telah ditetapkan.
“Jauhkan sifat eklusif dan ingin lebih diutamakan terutama kepada cabang olahraga yang berpotensi, tapi utamakan kebersamaan,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya Ghristiandy mengatakan, fasilitas berupa sarana dan prasarana pendukung Pelatda adalah untuk bersama-sama mengharumkan nama baik Kalimantan Barat di pentas olahraga.
“Mari satukan langkah, satukan rencana, satukan hati dan satukan rasa agar dengan persatuan yang terbentuk maka jalan untuk meraih harapan akan lebih mudah untuk diwujudkan dan kenaikan dari peringkat 18 pada PON lalu dapat dicapai pada PON kali ini,” katanya.
Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir H Zulfadhli, Muspida Kalbar, pengurus KONI Kalbar, kepala dinas di lingkungan Pemprov Kalbar, ketua Pengprov cabang olahraga, ketua beserta anggota Satgas PON XVII Kalbar, para pelatih dan atlet beserta undangan.
Terkait tujuan Pelatda PON, ketua Satgas PON Ir. Zulfadhli mengatakan, program Pelatda merupakan upaya meningkatkan prestasi yang pada akhirnya dapat dibuktikan pada PON XVII Kalimantan Timur tahun 2008 mendatang. Mengingat kegiatan ini sangat penting untuk persiapan atlet. Karenanya, Zulfadhli berharap semua komponen bekerja sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut ia menjelaskan tahap pelaksanaan Pelatda telah dilaksanakan 9 Oktober hingga Desember lalu oleh Pengprov masing-masing cabang olahraga, sementara tahap sentralisasi sudah dimulai dari bulan Januari 2008 hingga Juni mendatang yang dikoordinir oleh Satgas PON XVII dan Porcatnas Kalbar.
Masih menurutnya, gawai bergengsi setingkat PON dari 33 cabang olahraga yang menjadi anggota KONI sebayak 28 cabang olahraga yang lolos di PON dan diikuti oleh 173 atlet yang terdiri dari 118 putra dan 55 putri sedangkan untuk Porcatnas akan diikuti sebanyak 40 atlet. Dan diikuti 60 pelatih dari masing-masing cabang olahraga termasuk cabang olahraga Porcatnas.Diakhir sambutannya, Zulfadhli juga mengatakan bahwa biaya Pelatda PON sepenuhnya menjadi tanggung jawab KONI Kalbar melalui bantuan p*Pretasi Olahraga Dapat Diwujudkan Melalui Konsistensi Pembinaan


Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Dalam rangka memajukan pembinaan olahraga diperlukan keterlibatan dari berbagai unsur dan tidak semata-mata dibebankan pada pundak pemerintahan, namun unsur swasta serta kontrol masyarakat merupakan suatu kesatuan pembinaan olahraga.
Demikian dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM ketika membuka pemusatan latihan daerah (Pelatda) pekan olahraga nasional (PON) XVII 2008 di gedung olahraga (GOR) Bulutangkis Bumi Khatulistiwa Pontianak, Sabtu (19/1).
Dikatakannya, atlet yang lolos seleksi melalui prakualifikasi pra-PON yang dilaksanakan beberapa waktu lalu merupakan putera-puteri terbaik Kalbar.
“Apa yang telah diperbuat oleh insan olahraga Kalimantan Barat begitu pula yang diperbuat oleh daerah lain. Semuanya ingin menunjukkan jati diri daerah melalui keunggulan olahraganya karena keberhasilan yang diraih adalah kebanggaan milik atlet dan daerah yang dibelanya,” kata Christiandy.
Dalam sambutannya, secara ringkas Christiandy menguraikan pembinaan olahraga yang dilakukan pemerintah daerah antara lain penyusunan metode pembinaan, pengembangan pengolahragaan, tenaga dan organisasi keolahragaan, penyediaan dana, penyediaan sarana dan prasarana, serta pemberian penghargaan.
Pelatda yang diselenggarakan kali ini menurutnya, telah menapaki perencanaan keolahragaan di tingkat provinsi. “Saya harapkan kepada Satgas PON yang telah dibentuk agar dapat berperan maksimal,” harapnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan setiap program yang telah ditetapkan oleh pengurus induk olahraga baik di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten melalui komite olahraga nasional Indonesia (KONI) daerah Provinsi Kalbar dapat diimplementasikan secara efektif dan efisiensi sehingga harapan yang diinginkan dapat tercapai sesuai dengan rencana dan strategi yang telah ditetapkan.
“Kepada para atlet agar bermental dan bersemangat kejuangan dalam menjalani Pelatda kali ini, selain itu dimohon kepada para pelatih agar dapat menuangkan ilmu sesuai dengan cabang olahraga yang diasuh secara maksimal, sehingga atlet dapat menerapkan dengan tepat strategi dalam pertandingan,” pinta Christiandy.
Tidak hanya pelatih dan atlet yang ia ingatkan namun kepada para pembina olaraga agar dapat berperan sebagai pengayom sehingga terciptanya suasana saling mendukung untuk mendapatkan target yang telah ditetapkan.
“Jauhkan sifat eklusif dan ingin lebih diutamakan terutama kepada cabang olahraga yang berpotensi, tapi utamakan kebersamaan,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya Ghristiandy mengatakan, fasilitas berupa sarana dan prasarana pendukung Pelatda adalah untuk bersama-sama mengharumkan nama baik Kalimantan Barat di pentas olahraga.
“Mari satukan langkah, satukan rencana, satukan hati dan satukan rasa agar dengan persatuan yang terbentuk maka jalan untuk meraih harapan akan lebih mudah untuk diwujudkan dan kenaikan dari peringkat 18 pada PON lalu dapat dicapai pada PON kali ini,” katanya.
Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir H Zulfadhli, Muspida Kalbar, pengurus KONI Kalbar, kepala dinas di lingkungan Pemprov Kalbar, ketua Pengprov cabang olahraga, ketua beserta anggota Satgas PON XVII Kalbar, para pelatih dan atlet beserta undangan.
Terkait tujuan Pelatda PON, ketua Satgas PON Ir. Zulfadhli mengatakan, program Pelatda merupakan upaya meningkatkan prestasi yang pada akhirnya dapat dibuktikan pada PON XVII Kalimantan Timur tahun 2008 mendatang. Mengingat kegiatan ini sangat penting untuk persiapan atlet. Karenanya, Zulfadhli berharap semua komponen bekerja sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut ia menjelaskan tahap pelaksanaan Pelatda telah dilaksanakan 9 Oktober hingga Desember lalu oleh Pengprov masing-masing cabang olahraga, sementara tahap sentralisasi sudah dimulai dari bulan Januari 2008 hingga Juni mendatang yang dikoordinir oleh Satgas PON XVII dan Porcatnas Kalbar.
Masih menurutnya, gawai bergengsi setingkat PON dari 33 cabang olahraga yang menjadi anggota KONI sebayak 28 cabang olahraga yang lolos di PON dan diikuti oleh 173 atlet yang terdiri dari 118 putra dan 55 putri sedangkan untuk Porcatnas akan diikuti sebanyak 40 atlet. Dan diikuti 60 pelatih dari masing-masing cabang olahraga termasuk cabang olahraga Porcatnas.Diakhir sambutannya, Zulfadhli juga mengatakan bahwa biaya Pelatda PON sepenuhnya menjadi tanggung jawab KONI Kalbar melalui bantuan p Baca Selengkapnya.....

Natal Bersama PNS, TNI/Polri dan Masyarakat

Natal Bersama PNS, TNI/Polri dan Masyarakat
Cornelis: Mari Bergandeng Tangan Bagun Kalbar


Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Perayaan Natal bersama (Oikumene) PNS, TNI/Polri dan masyarakat Kristiani se-Kalimantan Barat yang berlangsung, Sabtu (19/1) malam di Gedung Olahraga (GOR) Pangsuma Pontianak.
Perayaan Natal ini dihadiri oleh sekitar 8000 umat Kristiani dari berbagai geraja di Pontianak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Natal selalu dimeriahkan oleh artis ibu kota. Kali ini artis yang hadir adalah Utha Likumahuwa dan Tri Utami serta diiringi dengan tarian-tarian Dayak, Jawa, dan Cina. Musik yang mengiringi peryaan tersebut adalah Band Mudika Keuskupan Agung Pontianak.
Perayaan Natal tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Cornelis dan Christiandy Sanjaya, Walikota Pontianak, Buchary A Rahman, Kakanwil Depag Kalbar, Rahmi Sattar, Muspida Provinsi Kalbar, TNI, Polri, PNS, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFMCap, Uskup Sintang, Mgr. Agustinus Agus, Pr, Ketua PGI Wilayah Kalbar, Ketua PGPI Kalbar, Ketua PGLLI Kalbar, para Pendeta, suster, bruder, beserta masyarakat Kristiani Kalbar.
Sebelum prosesi perayaan dimulai terlebih dahulu dilakukan penyalaan lilin. Penyalaan lilin-lilin Natal dilakukan Gubernur, Uskup Agung Pontianak, Ketua PGI Wilayah Kalbar, Ketua PGPI Kalbar, dan Ketua PGLLI Kalbar.
Dalam pesan natalnya, Pdt. Samuel Fu, mengajak masyarakat Kalbar untuk mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan. Dan itu harus diwujudkan dalam ketulusan dan kesucian hati yang murni.
‘’Natal akan menyelamatkan jiwa-jiwa mereka yang tersesat, putus asa, untuk dapat bangkit dalam kasih Tuhan, penuh kedamaian. Tuhan sangat membenci permusuhan, akan tetapi Tuhan akan sangat mencintai kedamaian. Begitu pula untuk membangun Kalbar khususnya, mesti dilandasi semangat kebersamaan dan cinta kasih, saling bergandeng tangan, bahu membahu mengatasi persoalan,’’ pesan Samuel.
Sementara itu, Walikota Pontianak, Buchary A. Rahman atas nama pemerintah kota menyampaikan ucapan selamat hari raya Natal kepada seluruh umat kristianai yang ada di Kota Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya.
Buchary yang merayakan ulang tahunnya ke-62 dalam sambutannya mengajak masyarakat Kalbar hidup dalam persaudaraan dangan saling menghargai, hidup rukun damai dalam persaudaraan. Selain itu ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM yang baru saja dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Kalbar, semoga dengan kepemimpinannya, dapat menggiring Kalbar kearah yang lebih baik maju dalam pembangunan.
Lebih lanjut ia mengatakan bagi umat Islam yang baru saja merayakan tahun baru Hidriyah agar dapat meningkatkan dan bertindak dari hal-hal yang belum sempurna supaya sempurna dan dari yang belum baik menjadi lebih baik.
Sementara Gubernur Kalbar, Cornelis, sebelum memberikan kata sambutannya, mengajak umat yang hadir dalam perayaan untuk bangkit berdiri menyanyikan lagu “Dalam Yesus Kita Bersaudara”.
Dalam sambutannya, Cornelis, mengatakan makna Natal untuk PNS, TNI (Darat, Laut dan Udara serta Polri dan masyarakat adalah dimana Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia.
Lebih dari itu, makna Natal merupakan perwujudan rasa solidaritas untuk mendapatkan kasih Tuhan. “Bersama Natal akan timbul semangat kedamaian dan persaudaraan untuk seluruh lapisan umat,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya ia mengajak masyarakat Kalbar bergandeng tangan menciptakan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan pembangunan Kalbar, sebab menurutnya jika tidak ada persatuan dan kesatuan tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu ia juga mau mengajak seluruh masyarakat untuk mengoreksi kebijakan, mengoreksi peristiwa pada masa lalu.
Ketua Panitia Pelaksana Natal Oikumene, Drs. Andreas Muhrotien, M.Si mengatakan tema perayaan Natal Oikumene untuk tahun 2007 ini mengambil tema ‘’Hiduplah dengan Bijaksana, Adil dan Beribadah” dan sub tema “Bijak Bertindak, Adil Bersikap dalam Membangun Masyarakat Kalimantan Barat”.
Pada kesempatan itu, Andreas atas nama panitia Natal Oikumene 2007 mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya acara Natal bersama yang penuh cinta kasih.
“Kepada aparat keamanan khususnya Poltabes Pontiaanak, yang telah bersusah payah mengamankan acara ini sampai selesai, kami menghaturkan ribuan terima kasih. Tanpa dibantu aparat dan seluruh pihak, tidak mungkin acara ini berjalan lancar sesuai rencana. Kemudian juga kepada Gubernur Kalbar yang baru dilantik, semoga dapat menjalankan pemerintahan dengan baik dan dicintai masyarakat,’’ ucapnya.
“Saya juga mau mengucapkan selamat kepada bapak Walikota Pontianak, Buchary A Rahman yang pada hari ini merayakan ulang tahunnya ke-62, semoga panjang umur dan selalu mendapat berkat yang melimpah,” katanya mengakhiri sambutannya.□

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Perayaan Natal bersama (Oikumene) PNS, TNI/Polri dan masyarakat Kristiani se-Kalimantan Barat yang berlangsung, Sabtu (19/1) malam di Gedung Olahraga (GOR) Pangsuma Pontianak.
Perayaan Natal ini dihadiri oleh sekitar 8000 umat Kristiani dari berbagai geraja di Pontianak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Natal selalu dimeriahkan oleh artis ibu kota. Kali ini artis yang hadir adalah Utha Likumahuwa dan Tri Utami serta diiringi dengan tarian-tarian Dayak, Jawa, dan Cina. Musik yang mengiringi peryaan tersebut adalah Band Mudika Keuskupan Agung Pontianak.
Perayaan Natal tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Cornelis dan Christiandy Sanjaya, Walikota Pontianak, Buchary A Rahman, Kakanwil Depag Kalbar, Rahmi Sattar, Muspida Provinsi Kalbar, TNI, Polri, PNS, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFMCap, Uskup Sintang, Mgr. Agustinus Agus, Pr, Ketua PGI Wilayah Kalbar, Ketua PGPI Kalbar, Ketua PGLLI Kalbar, para Pendeta, suster, bruder, beserta masyarakat Kristiani Kalbar.
Sebelum prosesi perayaan dimulai terlebih dahulu dilakukan penyalaan lilin. Penyalaan lilin-lilin Natal dilakukan Gubernur, Uskup Agung Pontianak, Ketua PGI Wilayah Kalbar, Ketua PGPI Kalbar, dan Ketua PGLLI Kalbar.
Dalam pesan natalnya, Pdt. Samuel Fu, mengajak masyarakat Kalbar untuk mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan. Dan itu harus diwujudkan dalam ketulusan dan kesucian hati yang murni.
‘’Natal akan menyelamatkan jiwa-jiwa mereka yang tersesat, putus asa, untuk dapat bangkit dalam kasih Tuhan, penuh kedamaian. Tuhan sangat membenci permusuhan, akan tetapi Tuhan akan sangat mencintai kedamaian. Begitu pula untuk membangun Kalbar khususnya, mesti dilandasi semangat kebersamaan dan cinta kasih, saling bergandeng tangan, bahu membahu mengatasi persoalan,’’ pesan Samuel.
Sementara itu, Walikota Pontianak, Buchary A. Rahman atas nama pemerintah kota menyampaikan ucapan selamat hari raya Natal kepada seluruh umat kristianai yang ada di Kota Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya.
Buchary yang merayakan ulang tahunnya ke-62 dalam sambutannya mengajak masyarakat Kalbar hidup dalam persaudaraan dangan saling menghargai, hidup rukun damai dalam persaudaraan. Selain itu ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Drs. Cornelis, MH dan Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM yang baru saja dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Kalbar, semoga dengan kepemimpinannya, dapat menggiring Kalbar kearah yang lebih baik maju dalam pembangunan.
Lebih lanjut ia mengatakan bagi umat Islam yang baru saja merayakan tahun baru Hidriyah agar dapat meningkatkan dan bertindak dari hal-hal yang belum sempurna supaya sempurna dan dari yang belum baik menjadi lebih baik.
Sementara Gubernur Kalbar, Cornelis, sebelum memberikan kata sambutannya, mengajak umat yang hadir dalam perayaan untuk bangkit berdiri menyanyikan lagu “Dalam Yesus Kita Bersaudara”.
Dalam sambutannya, Cornelis, mengatakan makna Natal untuk PNS, TNI (Darat, Laut dan Udara serta Polri dan masyarakat adalah dimana Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia.
Lebih dari itu, makna Natal merupakan perwujudan rasa solidaritas untuk mendapatkan kasih Tuhan. “Bersama Natal akan timbul semangat kedamaian dan persaudaraan untuk seluruh lapisan umat,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya ia mengajak masyarakat Kalbar bergandeng tangan menciptakan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan pembangunan Kalbar, sebab menurutnya jika tidak ada persatuan dan kesatuan tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu ia juga mau mengajak seluruh masyarakat untuk mengoreksi kebijakan, mengoreksi peristiwa pada masa lalu.
Ketua Panitia Pelaksana Natal Oikumene, Drs. Andreas Muhrotien, M.Si mengatakan tema perayaan Natal Oikumene untuk tahun 2007 ini mengambil tema ‘’Hiduplah dengan Bijaksana, Adil dan Beribadah” dan sub tema “Bijak Bertindak, Adil Bersikap dalam Membangun Masyarakat Kalimantan Barat”.
Pada kesempatan itu, Andreas atas nama panitia Natal Oikumene 2007 mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya acara Natal bersama yang penuh cinta kasih.
“Kepada aparat keamanan khususnya Poltabes Pontiaanak, yang telah bersusah payah mengamankan acara ini sampai selesai, kami menghaturkan ribuan terima kasih. Tanpa dibantu aparat dan seluruh pihak, tidak mungkin acara ini berjalan lancar sesuai rencana. Kemudian juga kepada Gubernur Kalbar yang baru dilantik, semoga dapat menjalankan pemerintahan dengan baik dan dicintai masyarakat,’’ ucapnya.
“Saya juga mau mengucapkan selamat kepada bapak Walikota Pontianak, Buchary A Rahman yang pada hari ini merayakan ulang tahunnya ke-62, semoga panjang umur dan selalu mendapat berkat yang melimpah,” katanya mengakhiri sambutannya.□ Baca Selengkapnya.....

Sabtu, 12 Januari 2008

Hari Ini Atlet Tinju Ikuti Kejuaraan Gubernur Banten

by. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Sebanyak lima atlet atlet tinju Kalbar hari ini akan beranjak ke Banten untuk ikuti kejuaraan tinju amatir guna memperebutkan piala Gunernur Banten yang akan dinulai tanggal 14 Januari
Kelima atlet yang akan betanding menurut ketua formatur Pertina John RB Pangkary antara lain Iwan Prabowo, Agus Firmansyah, Widodo, Edi Kurniawan, dan Suseno. Kelas-kelas yang akan dipertandingkan adalah kelas layan 51(kg), kelas terbang 60 (kg), kelas 75 kg, dan kelas 80 kg. “Kelima atlet yang berangkat akan didampingi oleh pelatih Cosmas Radias dan asisten pelatih Sugiarto,” John
John menambahkan, digelarnya kejuaraan tersebut dengan harapan agar dari Kalbar muncul petinju-petinju yang berbakat dan berpotensi serta petinju-petinju yang mempunyai reputasi nasional.
Tentunya hal ini merupakan kesempatan yang baik walaupun tidak tertutup kemungkinan kita bisa mengusahakan sedikitnya tiga medali dan satu emas," kata John
Sementara menurut pelatih tinju Cosmas Radias, mengatakan kelima atlet yang akan beranjak kebanten kalau dilihat dari persiapan sudah siap untuk bertanding baik dari fisik maupun mental.
Disinggung mengenai target ia sendiri belum bisa memberi komentar pasalnya lawan yang dihadapi juga mempunyai kekuatan. “Lebih dari itu kita akan berupaya untuk bertanding lebih baik dengan harapan bisa menang,” pugkas Radias
Di tempat terpisah pelatih tinju Sugiarto menambahkan dari kelima atlet itu, yang mempunyai peluang untuk menang dan bisa memperoleh emas adalah Agus Firmasnsyh. Ia memberi alasan bagi Agus ini bukan menjadi masalah baru sebab ia sudah terbaukti pernah menyabet prestasi di kejuaraan Pra-PON, dan bahkan ia kini tengah dipersiapkan untuk berlaga di PON Juli mendatang. Baca Selengkapnya.....

Hari ini Partai Demokrat Gelar Aksi Sosial

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Pontianak menggelar aksi sosial berbagi kasih kepada sejumlah anak cacat dan orang jompo di Kota Pontianak. Demikian diungkapkan Ketua Partai Demokrat Kota Pontianak, Hartono Azas usai perayaan natal bersama perempuan dekokrat Susteran SFMA Pontianak Sabtu, (12/1) kemarin.

Menurutnya, aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian program rutin yang dicanangkan Demokrat Kota Pontianak setiap tahunnya. Program lainnya misalnya, peduli kesehatan dan peduli pendidikan.

Menurut wakil ketua DPRD ini aksi sosial yang dilakukan PD kali ini lebih difokuskan kepada orang jumpo dan anak-anak cacat. Ia menambahkan dari kegiatan itu sebanyak enam panti asuhan yang bakal mereka kunjungi antara lain Panti Asuhan Theresa Siantan, Panti Asuhan Bhakti Agape Siantan, Panti Jompo untuk orang tua, Panti Asuhan Sabatu Jl. Cendana Pancasila, Panti Asuhan Kasih Abadi, Panti Jompo Gang Rambutan, dan GKKB.

Hartono menyatakan, sejumlah bingkasan yang akan disumbang kepada keenam panti asuhan itu adalah bahan sembako seperti gula, beras, minyak goreng, mie instan, sabun, handuk, sikat gigi dan pasta gigi. Tidak hanya sembako yang mereka berikan tapi lebih dari itu berupa uang dengan jumlah sebesar 10.000.000.

Di tempat terpisah ia mengatakan tujuan utama digelarnya program aksi sosial ini selain untuk meringankan beban masyarakat seperti orang jompo dan anak cacat juga merupakan wujud kepedulian sebagai insan makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. ■ Baca Selengkapnya.....

Sabtu, 05 Januari 2008

Prabasa Dicalonkan Ketua Pertina

By. Hartono

Beberapa bulan setelah dilaksanakannya Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kalbar sampai saat ini masih belum memiliki ketua definitif. Untuk mengisi kekosongan tersebut mantan wakil bupati Sambas, Ir. H. Prabasa Anantatur dinilai layak sebagai calon ketua Pertina mendatang.
Demikian diungkapkan ketua tim formatur Pertina Kalbar, Jhon RB Pangkey ketika ditemui di rung kerja beberapa hari lalu. “Dukungan ini disampaikan oleh beberapa orang yang sengaja namanya tidak mau disebutkan,” ungkap Jhon.
John sendiri menilai Prabasa layak untuk dicalonkan sebagai ketua Pertina Kalbar. sebab menurutnya selain pernah menjadi atlet tinju ia juga pernah menjadi wakil bupati. Pengalaman serta jiwa kepemimpinnya dalam organisasi sudah terbukti.
Lebih lanjut ia memaparkan sebagai mantan atlet tinju Prabasa pasti tahu jelas terhadap seluk beluk permasalahan di tubuh Pertina namun demikian ia optimis kalau persoalan pasti bisa ditangani.
Disinggung mengenai calon yang tidak memiliki latar belakang dari atlet tinju, John menjelaskan secara pribadi ia tidak setuju, “Mereka sudah jelas tidak paham dengan persoalan tinju,” ucapnya.
Di tempat terpisah Jhon menjelaskan bulan Februari kepengurusan Pertinan Kalbar sudah bisa terbentuk dan tentunya ia mendukung baik niat mereka yang mencalonkan diri, termasuk usulan nama Prabasa Anantatur sebagai calon ketua Pertina mendatang.□ Baca Selengkapnya.....

KPU Diminta Tinjau Fasilitas GOR yang Rusak Akibat Kampanye

By. Hartono

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Provinsi Kalimantan Barat sebagai lembaga penyelenggara pesta demokrasi pemilu gubernur dan wakil gubernur periode 2008-2013 yang dihelat November lalu diminta untuk meninjau kembali terhadap fasilitas GOR yang rusak akibat kampanye. Fasilitas yang maksud adalah ring tinju pertina dan tembok di sekitar ring.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Formatur Pertina Kalbar, John RB Pangkey, ketika ditemui di ruang kerja Jumat (4/1) kemarin.
“Kerusakan yang terjadi pada ring tinju ini sendiri adalah bagian atapnya. Atap ini bocor karena pada saat kampanye ada massa yang menaiki atap dan ini berlangsung dari awal hingga akhir kampanye. Sementara tembok jebol supaya bisa mengikuti kampanye saat hujan,” ungkap Jhon RB Pangkey
Menurut mantan ketua Pertina yang juga sebagai ketua pelaksana harian PSSI Kalbar ini, lingkungan GOR sebetulnya tidak cocok digunakan sebagai tempat kampanye karena itu merupakan tempat dimana para atlet melakukan latihan.
Karena itu, menurut Jhon, untuk gawe sebesar kampanye pemilu gubernur, KPU seharusnya tidak mengunakan lingkungan GOR sebagai tempat untuk berkampanye, tetapi akan lebih baik kalau KPU menggunakan di luar lingkngan GOR dan masalah ini sebelumnya sudah disampaikan dalam rapat tetapi masih juga digunakan untuk kampanye. “Kalau untuk pilkada bupati dan wali kota boleh-boleh saja, karena massanya sedikit,” tambahnya.
Untuk itu, lanjut Jhon, sebagai wujud pertanggungjawaban dari kejadian itu, KPU Provinsi dapat bersikap arif dan bijaksana mengambil langkah kongkrit membenahi ring Pertina serta tembok yang rusak akibat massa yang mengikuti kampanye di atas gedung. “Ya harusnya mereka bisa mengertilah,” ujar Jhon.
Imbas dari peristiwa tersebut menurut Jhon ring tinju menjadi bocor, dan dirasakan sangat menghambat bagi para atlet untuk melakukan latihan terutama pada musim hujan seperti ini. “Silahkan kepada KPU supaya meninjau ring tinju tersebut, dan kami sengaja tidak mau memperbaikinya,” katanya agak kesal.
Sementara itu, pihak KPU Daerah Provinsi Kalbar sendiri hingga berita ini diturunkan, belum dikonfirmasi terkait dengan tudingan pihak Pertina mengenai fasilitasnya yang rusak akibat kampanye lalu.□ Baca Selengkapnya.....

3 Koperasi dan PT.CU Tandatangani MoU

By. Hartono

Untuk meningkatkan kemitraan, PT. Central Utama (PT. CU) yang bergerak di bidang perkebunan sawit resmi menjalin kerjasama dengan 3 koperasi di Kabupaten Landak.
Kedua koperasi tersebut adalah Ne ’Raya’Jaya, Koperasi Dait Jaya dan Koperasi Pade Jaya. Kerjasama tersebut ditandai penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak perusahaan dengan pengelola koperasi serta Pemkab Kabupaten Landak di Restoran Gajah Mada Pontianak, Kamis (4/1).
PT. CU adalah sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak.
Demikian ditegaskan Manager PT Central Utama Juneidi Sungkono.
Kerjasama perkebunan ini terjalin melalui kemitraan antara anak-anak perusahaan PT CU, yaitu PT. Erlangga Sawit Jaya (PT. ESJ), PT. Charindo Palma Oetama (PT. CPO) dan PT. Satria Multi Sukses (PT. SMS). Ketiganya masing-masing bermitra dengan Koperasi Pade Jaya (KPJ), Koperasi Dait Jaya (KDJ) dan dengan Koperasi Ne “Jaraya” Jaya (KNJJ).
Penandatangan MoU berlangsung sederhana, dihadiri Bupati Landak yang sebentar lagi akan menjabat sebagai Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH, Kapolres Landak, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Landak, serta para undangan.
Perusahaan ini menurut Juneidi pertama kalinya bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yakni pada tahun 2006. Sebelumnya mengelola sejumlah pembibitan termasuk sawit dan mengelola bidang peternakan.
Dalam pidato singkatnya ia memaparkan luas lahan yang digarap oleh PT. CU adalah 678.000 Ha. Luas ini dibagi dalam tiga bagian, antara lain untuk lahan PT. ESJ dengan KPJ 20.000 Ha, PT. CPO dengan KDJ 18.000-33.000 Ha, dan PT. SMS dengan KNJJ 29.000.
“Penanaman pertama kita lakukan di Desa Jambu dengan pemanfaatan lahan seluas 120 Ha,” paparnya.
Menurut Juneidi, perusahaan yang akan beropearasi 2008 ini telah membangun kebutuhan masyarakat setempat. Yang dimaksud adalah jembatan gantung, sejumlah tempat ibadah, pembangunan fasilitas olahraga dan pembangunan air bersih.
Diakhir pidatonya pengusaha tersebut mengatakan, sebagai perusahaan yang baru bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tentunya pihaknya mengalami banyak rintangan. Dari itu ia mengajak semua pihak supaya dapat mendukung semua rencana baik perusahaan tersebut.
Cornelis, dalam sambutannya mengatakan dalam rangka mewujudkan pembangunan, diperlukan kerja sama yang baik antara tiga komponen yakni masyarakat, pemerintah dan pemilik modal atau perusahaan.
Dia berharap benturan-benturan yang kerap terjadi karena pihak perusahaan jarang memanfaatkan masyarakat setempat, sehingga muncul cemburui sosial.
Cornelis berpesan, Dinas Perkebunan maupun Pertanian Kabupaten Landak secepatnya menyerahkan berita acara kerjasama tersebut kepada DPRD untuk diproses.
Mengenai pembebasan lahan menurutnya dapat diselesaikan dengan rasa kemanusia sehingga proses administrasi dapat berjalan sesuai prosedur yang baik. Baca Selengkapnya.....

Rabu, 02 Januari 2008

*Persiapan Kalbar Menuju PON Atlet Keluhan Kondisi Lapangan

By. Hartono

Indra salah satu atlet jalan cepat 20 km yang meraih perunggu untuk Indonesia di SEA Games Thailand lalu bisa disebut man of the year tahun 2007 bagi Kalbar. Karena itu pula ia meminta kepada pengurus Komite Nasional Indonesia (KONI) Kalbar agar betul-betul memperhatikan kondisi lapangan Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) karena itu merupakan tempat dimana para atlet melakukan latihan.
Menurutnya lapangan tersebut sudah dinilai kurang memungkinkan bagi para atlet untuk melakukan latihan disatu sisi para atlet dituntut untuk memiliki prestasi sementara fasilitas yang digunakan para atlet untuk latihan kurang diperhatikan.
“Bagai mana prestasi olahraga dapat meningkat jika tidak didukung oleh fasilitas yang baik,” ucap Indra yang kala itu lagi melakukukan latihan persiapan untuk melaju di PON Kaltim Juli mendatang.
Selain itu menurut pria yang berparas ganteng ini kerperluan vitamin bagi para atlet perlu menjadi perhatian serius bagi pengurus, sebab keterkaitan antara fisik dan vitamin menjadi hal yang sangat pernting dan tak terpisahkan. Ia menilai selama ini yang dilakukan pengurus ketika ada kegiatan atau iven baru vitaminnya diberi kepada para atlet termasuk dirinya.
“Terkadang kita sendiri harus mengeluarkan uang pribadi untuk membelikan vitamin itu mending murah ini harganya main lima ratusan,” ungkap Indra kesal.
Kondisi ini juga diperparah oleh ketidakteraturan pengguna umum terhadap lapangan tersebut, sehingga ini menjadi kendala bagi dirinya untuk melakukan latihan.
kedepan ia berharap KONI Kalbar perlu memikirkan hal ini demi terwujudnya olahraga Kalbar yang baik dan berprestasi.□ Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com