TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Selasa, 22 Desember 2009

Ketua DPC Demokrat Resmi Daftar ke PDIP

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sekadau Simon Petrus resmi mendaftar melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pendaftar pertama tersebut untuk maju dalam bursa pemilihan umum kepala daerah (Pimilu Kada) yang akan digelar 19 Mei 2009 akan datang. Simon Petrus yang juga Bupati Sekadau ini datang di secretariat PDIP sekitar pukul 10.00 WIB didampingi sekretaris jendral DPC Partai Demokrat Markus serta sejumlah pendukung. Sesampai di Kantor DPC PDIP, Simon Petrus diterima ketua DPC PDIP dan sejumlah pengurus PDIP.
Nama ketua Partai Demokrat ini langsung dicatat oleh tim PDIP. Setelah pencatatan nama tahapan terakhir adalah menyerahkan berkas kepada ketua DPC PDIP Aloysius. Simon Petrus dihadapan pengurus PDIP dan wartawan mengatakan, secara resmi dia telah mendaftarkan diri melalui partai berlambang banteng ini. “Hari ini saya sudah resmi mendaftarkan diri kepartai PDIP, dan saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus PDIP yang telah menerima kehadiran kami,” ucapnya. Dalam kesempatan yang bersejarah itu itu, Simon belum menyebutkan siapa wakil yang bakal mendampingi diriinya pada pemilu kada yang tinggal menyisakan waktu lima bulan lagi. Dalam pernyataannya itu Simon juga dengan tegas mengatakan siap berkoalisi dengan partai yang dipimpin oleh Megawati ini. Mengapa Simon mau berkoalisi dengan PDIP, dia menilai bahwa PDIP sudah satu persepsi untuk melanjutkan pembangunan di Kabupaten Sekadau ini. “Saya yakin persepsi ini akan memberikan hasil yang positif untuk membangun kabupaten sekadau yang kita cintai ini,” tutur Simon. Sesuai dengan prosedur dan peraturan perudang-undangan yang berlaku, bahwa partai demokrat perlu berkoalisi dengan partai, untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki oleh partai demokrat. “Kita harus berkoalisi dengan partai lain, dalam hal ini partai PDIP,” ucapnya. Sementara itu Ketua Ketua DPC PDIP Aloysius dalam pernyataannya saat menerima kedatangan ketua Partai Demokrat ini, menuturkan bahwa PDIP juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada partai demokrat yang telah berkenan mendaftarkan diri kepada PDIP. “Ini adalah awal yang baik, dalam rangka kita membangun Sekadau,” ucap Aloisius yang juga ketua DPRD Sekadau ini. Berkas yang disampaikan oleh kandidat Bupati Sekadau Simon Petrus ini, kata Aloisius atau yang akrab disapa Agek ini selanjutkan akan diproses sesuai dengan mekanisme partai. Agek menjelaskan dalam pengambilan keputusan itu nanti seluruh fungsionaris PDIP akan akan disertakan, termasuk PAC-PAC yang ada di tingkat kecamatan. “Kita akan melakukan rapimcapsus dengan seluruh PAC yang ada di tujuh kecamatan, dalam rangka pengambilan keputusan ini,” ungkapnya. Sekretaris jendral PDIP Hipolitus Aso dalam keterangannya mengatakan jika ada persepsi yang mengatakan bahwa PDIP ini menjual diri, itu sama sekali tidak benar. “Kami ingin menghindari persepsi dari masyarakat yang mengatakan bahwa PDIP menjual partai, yang jelas itu tidak kita tidak ada kader yang kita calonkan. Dari realitas yang ada sekarang, Aso melihat bahwa Ketua DPC Demokrat Simon Petrus ini ini hampir satu persepsi dengan harapan dan tujuan kita dalam membangun Sekadau. “Persepsi ini saya harapkan ditepis. Karena pada prinsipnya PDIP ini sifatnya terbuka bagi siapa saja yang berminat, sekalipun dia bukan kader partai,” ucapnya. Terakhir Aso menegaskan bahwa Partai PDIP ini bukan untuk kita main-main. “Kita perlu sosok yang memiliki kemampuan untuk membangun sekadau, apalagi ini untuk kepala daerah. ini yang ingin kita bangun pada PDIP ini,” ucapnya. Baca Selengkapnya.....

Pembinaan Usia Dini Sangat Dibutuhkan

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pembinaan usia dini sangat dibutuhkan untuk peningkatan prestasi olahraga. Demikian dikatakan Bupati Sekadau Simon Petrus saat diwawancara wartawan usai membuka acara pekan olahraga usia dini, di mess pemkab, Rabu lalu.

Pelaksanaan Pekan Olahraga Usia Dini se-Kabupaten Sekadau yang sudah menjadi agenda tahunan Dinas Pendidikan Kabupaten Sekadau ini kata Simon, diharapkan mampu menumbuhkan minat dan bakat olahraga sebagai salah satu bidang prestasi, sehingga bisa mencetak bibit-bibit baru yang unggul.

Dikatakannya, untuk menciptakan generasi muda yang sehat, olahraga merupakan salah satu sarananya, disamping itu jika dilakukan dengan teratur dan terarah akan menjadi sebuah prestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa.

Lebih jauh dikatakannya, pembinaan generasi muda dalam bidang olahraga adalah penting untuk membangun daerah yang kuat, sehat, dan maju. Dia menyebut olahraga sebagai salah satu sarana membentuk suatu pribadi tangguh, karena olahraga bukan saja sebagai tempat mencapai prestasi, selebihnya merupakan wadah mecetak pribadi-pribadi yang berdisiplin.

Dia mengatakan Pekan Olahraga Usia Dini, disamping bertujuan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan gerak, serta kesegaran jasmani para siswa juga dimaksudkan meningkatkan motivasi, minat dan bakat agar semakin menumbuhkan kecintaan siswa terhadap kegiatan olahraga sejak usia dini.

Bahkan menurutnya tidak tertutup kemungkinan melalui even ini akan dapat melahirkan bibit baru yang kedepannya dapat dijadikan andalan daerah. Baca Selengkapnya.....

Selasa, 20 Oktober 2009

Patih Singaria Jagokan Robertus Calon Bupati Sekadau

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Paguyuban Patih Singaria yang biasa disebut dengan Perkumpulan Sosial Warga Sepanjang Sungai Sekadau di Pontianak Sabtu (3/10) malam kemarin, bertempat di Gedung Kateketik jalan Rawak, menggelar pertemuan dengan warga Sekadau yang juga berasal dari sepanjang sungai Sekadau.

Pertemuan yang dihadiri sekitar 50 orang berasal dari kalangan tua dan muda ini, bertujuan untuk memperkenalkan Robertus Isdius, kelahiran Perongkan, Kecamatan Seakdau Hulu yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Setda Provinsi Kalimantan Barat.

Tanto Yakobus bertindak sebagai moderator dalam pertemuan tersebut, yang juga didampingi Paulus Subarno, tim dari Sekadau. Pertemuan tersebut membicarakan soal figur yang bakal maju pada Pilkada kepala daerah dan wakil kepala daerah 2010 mendatang.

Robertus Isdius salah satu figur yang dicalonkan oleh paguyuban ini untuk maju sebagai Bakal Calon (Balon) pada pilkada bupati yang rencanya akan digelar 15 Juni 2010 mendatang. Dalam penyampaiannya tersebut Robertus mengatakan bahwa dirinya memiliki kerinduan untuk kembali dan menagbdi di Sekadau.

Dia memiliki cita-cta yang sangat tinggi untuk membangun Sekadau. Namun semua cita-cita itu dapat terwujud jika didukung oleh banyak pihak. Usai Robertus memperkenalkan diri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Salah seorang peserta mempertanyakan kepada Robertus mengapa harus menjadi bupati jika ingin mengabdikan diri kepada masyarakat, kenapa bukan camat, peserta peserta lain juga menyarankan agar Roberus dipersiapkan menjadi kader, jangan ingin maju karena berdasarkan atas keinginan kelompok atau pribadi.

Tidak ada kesimpulan dalam pertemuan tersebut, apakah Robertus bakal maju sendiri sebagai calon bupati atau Robertus maju sebagai wakil bupati. ”Bisa saja bapak Robertus nanti kita siapkan sebagai calon Bupati atau bisa saja beliau kita pasangkan sebagai wakil, kita lihat dulu kondisinya,” papar Subarno. Baca Selengkapnya.....

Selasa, 29 September 2009

25 Angota DPRD Sekadau Resmi Dilantik

Syakirman:DPR dan Pemerintah Harus Saling Mendukung
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Puluhan mobil mewah Selasa (29/9), kemarin penuh sesak memadati perparkiran halaman gedung DPRD Kabupaten Sekadau. Gedung mewah yang merupakan milik rakyat itu dilaksanakannya pelantikan 25 anggota DPRD Kabupaten Sekadau masa Bhakti 2009-2014.

Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan ikut hadir menyaksikan jalannya pelantikan para wakil rakyat itu, termasuk keluarga dan kolega dari masing-masing anggota dewan yang dilantik. Pelantikan ini juga mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. acara pelantikan dari awal hingga akhir berjalan dengan khusuk tanpa ada tekanan dari pihak mana pun.

Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Sekadau masa bhakti 2009-2014 dilakukan oleh pengadilan tinggi Sanggau. Beberapa pejabat tinggi di Kabupaten Sekadau juga tampak hadir menyaksikan pelantikan dewan tersebut. Termasuk bupati dan wakil bupati Seakdau, Kapolres, Kejati Sanggau, tokoh masyarakat, Agama organisasi kemasyarakatanm, para kepala kepala dinas, kantor dan badan di lingkungan Pemkab Sekadau.

Berkesempatan hadir dalam pelantikan anggota DPRD tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Syakirman, atas Gubernur Kalimantan Barat. Gubernur Kalbar tidak bisa hadir dalam pelantikan anggota dewan tersebut, karena keluar kota provinsi Kalbar.

Sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan oleh Sekda Kalbar Syakirman, mengatakan dalam ada dua hal pokok yang harus diperhatikan oleh anggota dewan yang baru dilantik yaitu antara lain, sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah, DPRD mempunyai kedudukan yang setara dan memiliki hubungan kerja yang bersifat kemitraan dengan pemerintah daerah.

DPRD dan pemerintah daerah memiliki kedudukan yang sama dan sejajar dalam arti tidak saling membawahi atau satu bertanggung jawab kepada yang lain, DPRD dan wajib memelihara dan membangun hubungan kerja yang harmonis dan harus saling mendukung tanpa mengabaikan daya kritis anggota DPRD. Kedua sebagai lembaga keterwakilan di daerah, DPRD memiliki hak-hak berupa hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat.”DPRD berhak menyatakan pendapat terhadap pelaksanaan kebijakan daerah yang penting dan strategis,” katanya.

Dan kepada mantan anggota DPRD, lanjut Syakirman diharapkan kiprahnya dalam membangun dan memajukan daerah dan masyarakat sekadau, dengan pengalaman yang telah diperoleh selama menjadi anggota DPR lima tahun yang lalu. ”Saudara sebagai figur wakil rakyat, tentunya merupakan informasi yang berharga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Aloysius yang dulu menjadi wakil ketua DPRD kini mendapat kepercayaan rakyat untuk menjadi ketua sementara DPRD kabupaten Sekadau. Palu sidang dalam waktu itu juga diserahkan langsung oleh ketua DPRD yang lama Yuni Yudarno. Aloysius setelah menerima palu sidang langsung diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutannya. Dalam sambutan singkatnya Aloysius menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Sekadau dan kepada angota DPRD yang telah mempercayai dirinya sebagai ketua sementara DPRD Sekadau. Dan kepada anggota mantan anggota DPRD Aloy juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdiannya dalam membangun Kabupaten Sekadau selama lima tahun yang telah lewat.

Adapun ke-25 anggota DPRD Kabupaten Sekadau masa bhakti 2009-2014 yang dilantik kemarin antara lain, Aloysius, SH,.MH (PDIP), Albertus Pinus, S.Sos,.M.Si (PDIP), Markus,SH,.MH (Demokrat), Martinus Golkar), Drs. Paulus Subarno,.M.S.si PDP), Aron,SH (PNBKI), Muhammad (PAN), Saharudin, S.Ag (PKS), Isnaini, S.Ip,.M.Si (Golkar), Abdul Awal, A.Md (PAN), Yuni Yudarno (Golkar), Harison (PDIP), Nehemia Rentha,S.Sos (PDS) dan Indra Brata (PDK), Alip Mulyadi (PDS), Yuhilda Harahap (PPD), Hasan,SE (Demokrat), Yeprai, A.Md (Demokrat), Nobertus (Pakar Pangan), Musa (PPD), Handi (Gerindra), Radius Efendi (PDIP), Anisa Ulfa,S.Sos (Hanura) dan Herculanus, (Barnas). Baca Selengkapnya.....

25 Anggota DPR Sekadau Dilantik

Hermanus Hartono

Borneo Tribune, Sekadau

Bagi seorang pidana, waktu lima tahun adalah rentang waktu yang cukup panjang, letih, lesu, lelah dan membosankan. Berbeda dengan para pejabat negara seperti DPR, MPR, DPD, Bupati, Gubernur dan Presiden.

Waktu lima tahun bagi para pejabat ini adalah mungkin waktu yang sangat singkat. Mereka beranggapan waktu tersebut dirasakan belum cukup, belum puas dan ingin tampil kembali dihadapan publik. Ini terbukti ketika masa jabatannya berakhir, mereka ikut mencalonkan dirinya kembali.

Tetapi seorang pidana hanya bisa berharap mendapat remisi dari pimpinan supaya masa tahanannya bisa dikurangi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Hal inilah yang dialami oleh para anggota DPRD Kabupaten Sekadau.

Anggota dewan yang terpilih kembali barang kali bisa menarik napas segar, dan yang tidak terpilih, perjuangan masih menenanti di pundak anda.

Hari ini Selasa (29/9), secara resmi 25 anggota DPR Kabupaten Sekadau periode 2009-2014 dilantik oleh kejaksaan negeri Sanggau-Sekadau. Pelantikan para wakil rakyat ini akan dilaksanakan di aula DPRD Sekadau jalan raya Sintang-Sekadau, komplek perkantoran Pemkab Sekadau.

Hal yang menggembirakan juga menyedihkan, dari 25 anggota dewan yang dilantik 14 diantara yang masih wajah lama, 11 lainnya lengser, mereka ini diganti dengan wajah-wajah baru dari berbagai partai peserta pemilu 2009.

14 anggota dewan yang masih terpilih kembali dan akan dilantik hari ini antara lain, Aloysius, Albertus Pinus, Markus, Martinus, Paulus Subarno, Aron, Muhammad, Saharudin, Isnaini, Abdul Awal, Yuni Yudarno, Harison, Nehemia Rentha dan Indra Brata.

Baca Selengkapnya.....

Sabtu, 08 Agustus 2009

Jembatan Darurat Km 8, Tak Kunjung Selesai

Hermanus Hartono

Borneo Tibune, Sekadau

Sampai saat ini jembatan darurat yang terletak di Km 8, jalan Sintang, pengerjaannya tak kunjung selesai. Jalan yang menjadi akses utama untuk kelancaran transfortasi konsisinya dari dulu hingga sekarang tetap saja merana, seolah tak ada perhatian dari dinas terkait.

Beberapa bulan lalu setelah badan jalan itu putus, oleh dinas terkait mulai di kerjakan, hanya saja sampai sekarang kondisinya seperti ditelantarkan, ditibumbun tidak juga apalagi diaspal.

“Jalan yang rusak bisa dihitung, hanya beberpa meter saja tapi sudah berapa bulan belum selesai-selesai,” ujar Pepen salah seorang pengendara yang melintas di jembatan darurat Minggu (2/8), kemarin.

Dan anehya lagi menurut Pepn, pengerjaan dari pihak terkait terhadapa badan jalan yang sudah di buat jembatan darurat ini, seperti kayu timbul di atas air, sesekali ada pekerja yang memperbaiaki tahap- demi tahap kadang tidak ada sama sekali yang bekerja.

Memang menurutnya, pengguna jalan suah bisa melintasi badan jalan ini baik dari jembatan darurat maupun jalan tanah kuning di sisi kiri dan kanan badan jalan. Namun jika hujan turun secara otomatis jalan di kiri dan kana badan jalan yang di gunakan ini tentunya akan menjadi bubur tanah yang tak jarang menimbulkan kemacetan karna amblasya truck maupun mobil-mobil lainya,

“Untung sekarang musim kemarau bang, kalau musim penghujan entah seperti apa kondisi disini susah mau di bilang lihat aja beberapa waktu lalu saat kemacetan terjadi di sini,” terang Pepen.

Dirinya sebagai pengguna jalan mengharapakan dinas terkait agar cepat-cepat merampungkan pengerjaan jalan ini sebelum musim penghujan turun dan menimbulkan kemacetan lagi.

Baca Selengkapnya.....

Sabtu, 11 Juli 2009

Bupati Lakukan Penanaman Sawit Perdana

Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Masyarakat Desa setawar Kecamatan Sekadau Hulu, Kamis (2/7), siang mulai dari orang dewasa hingga anak-anak tumpah ruah menyaksikan acara ngerimah tanah dan penanaman kelapa sawit perdana PT. Agro Andalan. Sekaligus ingin melihat secara langsung orang nomor satu di bumi lawang kuari ini yang selama ini mereka idamkan.

Kedatangan tamu agung oleh pihak perusahaan melaui masyarakat setempat disambut hangat yakni dengan tarian adat dayak setempat. Sebelum bupati dan rombogan masuk kemimbar acara, terlebih dahulu dilakukan dengan prosesi adat setempat. Ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat dayak pada saat menerima tamu agung.

Seusai prosesi adat dilakukan, Bupati Sekadau Simon Petrus diperkenankan untuk memancong bulu muda. Dengan memohon doa dan berkat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tak lama bulu muda itu pun berhasil pancong oleh bupati tanpa sangkut.

Sayangnya, acara yang sudah dikemas sedemikian rupa oleh panitia, tidak berjalan sesuai rencana. Tidak ada angin, tidak ada mendung hujan pun tiba-tiba turun dari langit. Seketika itu juga masyarakat dan beberapa rombongan bupati termasuk para wartawan berlari kencang menuju tenda acara. Bupati bersama muspida, muspika, para kepala dinas dan tetua adat tetap berjalan seperti biasa sambil diringi oleh penari dayak hingga ke tenda acara.

Dalam sambutannya, Bupati Sekadau mengatakan, Pemerintah kabupaten Sekadau menyambut baik kehadiran PT. Agro Andalan di Kabupaten Sekadau khususnya di desa Setawar yang mempunyai niat baik untuk berinvestasi di daerah ini.

Kehadiran investor seperti PT. Agro Andalan menurut Bupati secara langsung sudah membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, khsusnya pembangunan di bidang infrastruktur. Karena kalau semata-ata mengharapkan dana dari pemerintah, pembangunan di desa sangat sulit diwujudkan, kalaupun bisa membutuhkan waktu yang cukup lama, karena disesuaikan dengan anggaran yang ada.

Maka dari itu, kerja sama seperti ini sambung Bupati, dinilai perlu dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk membuka keterbelakangan masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Seperti yang dikatakan kepala Desa Setawar, dengan kehadiran PT. Agro Andalan secara otomatis membuka akses jalan menuju kedesa.

Sebelum ada perusahaan menurut dia, jalan di desanya tersebut benar-benar hancur, namun dengan kehadiran pihak perusahaan kini masyarakatnya tidak lagi merasa kesulitan terutama jalan.

Bupati meminta agar aparat desa, camat dan pihak perusahaan PT. Agro Andalan bekerja sama dalam tim untuk mendukung terwujudnya program pihak perusahaan tersebut. ”Jik a ada masalah di lapangan, silahkan diselesaikan secara musyawarah, sehingga hasil yang dicapai juga akan lebih baik, bidandingkan jika dibiarkan yang membuat masalah kecil menjadi besar. Jika pihak perusahaan salah, silahkan ditegur.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Agro Andalan Sigit Prayitno dalam laporannya mengatakan PT.Agro Andalan mendapat izin lokasi dari Pemkab Sekadau seluas 18. 000 hektar. Izin tersebut keluar tanggal 17 Januari 2008. Kemudian tanggal 8 Januari 2009 PT. Agro Andalan juga mendapat izin usaha perkebunan seluas 10 hektar.

Bersama dengan dilakukannya proses perizinan, sejak Januari 2008 PT. Agro juga lanjut Sigit, pihak perusahaan telah kegiatan-kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang dilanjutkan dengan pembebasan lahan. ”Hingga kini pembebasan lahan sudah menccapai kurang lebih 3000 hektar,” ungkapna.

Dikatakan olenya pola kemitraan yang dilakukan adalah pola 70:30, dimana lahan yang telah diserahkan 70 persennya diganti rugi dan lahan tersebut akan digunakan sebagian untuk kebun inti dan sebagian lainnya untuk membangun infrastruktur seperti jalan, perumahan karyawan, kantor perusahaan dan pabrik. 30 persennya lagi untuk kebun plasma yang mana merupakan nilai tambah bagi masyarakat yang telah menyerahkan lahannya.

Selaku direktur, Sigit menyatakan siap bekerja sama dengan masyarakat serta aparat desa dan pemerintah. Demi terselenggaranya program tersebut menakhiri sambutannya Sigit meminta kepada masyarakat untuk turut mendukung program dan menyerahkan lahannya kepada perusahaan untuk dikelola, dengan harapan memberi nilai tambah yang lebih besar. ”Penyerahan lahan ini akan mempercepat proses pembangunan dan penghasilan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Selengkapnya.....

Dana Jamkesmas Sekadau Tahun Ini 722.611.000

Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kabupaten Sekadau pada tahun 2009 ini sebesar Rp 722.611.000 (Tujuh ratus dua puluh dua juta enam ratus sebelas ribu rupiah). Demikian yang diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sekadau Wirdan Mahzumi ketika ditemui disela kunjungan bupati Sekadau kamis (2/7), kemarin.

Anggaran tujuh ratusan juta itu menurut Kepala dinas kesehatan dan KB kabupaten Sekadau Wirdan Mahzumi akan dibagi ke 12 puskemas yang ada di seluruh Kabupaten Sekadau. Mengenai berapa dana yang akan diperoleh oleh masing-masing puskesmas tersebut, menurut Wirdan dilihat dari banyaknya jumlah penduduk pada puskemas wilayah puskemas tersebut.

Pencairan anggaran tersebut, sambung Wirdan akan diserahkan langsung melalui nomor rekening masing-masing puskesmas tersebut. Untuk itu diharapkan masing-masing puskesmas agar membuat rekening yang nantinya akan dikirim ke departemen kesehatan di jakarta. ”Uangnya sudah ada di kantor pos, sekrang hanya tunggu SK dari departemen kesehatan saja, untuk pencairannya melalui rekomendasi kepala dinas,” ujar Wirdan.

Anggaran yang akan diterima oleh masing-masing puskemas menurut Wirdan tiadak ada lagi pemotongan pajak, dan langsung masuk kenomor rekening masing-masing puskesmas. Kadis berharap agar kepala puskesmas dapat memanfaatkan dana tersebu semaksimal mungkin dan menginformasinya kepada staf yang lain.

Wirdan menyebutkan, dana tersebut dapat digunakan untuk pelayanan persalinan, manajemen puskesmas, rawat jalan maupun rawat inap. ”Bagi masyarakat kita yang menggunakan kartu miskin ini, seluruh perawatannya tidak dipungut biaya alias tidak dibayar,” kata Wirdan dengan nada menghimbau.

Baca Selengkapnya.....

62 Unit Sekolah di Sekadau Sudah Direhap

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Selama tahun 2009 sedikitnya 62 unit bangunan sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA yang sudah berhasil direhap oleh pemerintah Kabupaten Sekadau melalui dinas pendidikan, pemuda dan olahraga. Semua banguna sekolah yang direhap tersebut rata-rata sudah selesai.

Demikian menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag Kabupaten Sekadau Djemain Burhan saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini. Menurut Djemain selama kurang lebih empat tahun di bawah kepemimpinan Bupati Simon Petrus, pembangunan fisik khususnya untuk gedung sekolah dinilai sudah lebih baik, karena hampir semua sekolah baik yang ada di kota maupun di desa sebagian besar sudah berdinding beton alias semen. ”Hampir tidak ada lagi sekolah yang masih menggunakan diding papan, semuanya sudah menggunakan dinding semen,” ujarnnya.

Jika dibandingkan pada saat bergabung dengan kabupaten induk yakni Sanggau, hanya ada beberapa sekolah saja yang bisa dikatakan agak membaik. Hal ini bisa disadari karena begitu luasnya daerah yang harus ditangai oleh Pemkab Sanggau pada saat itu.

Bahkan lanjut Djemain, pada tahun 2010 ini, pihaknya sudah membuat program untuk menambah lokal atau ruang sekolah yang dinilai masih kurang. ”tahun 2010 ini ada beberapa sekolah yang akan kita tambah lokalnya,” terang Djemain.

Pembangunan fiisik yang kini terus dilakukan oleh Pemkab Sekadau, sambung Djemain sebagai upaya untuk mensukseskan pendidikan di Sekadau yang bermutu, berkualitas dan berwawwasan tinggi sesuai dengan cita-cita dan harapan bersama. ”Semua unsur itu akan kita perhatikan, mulai dari kualitas, kuantitas hingga pada persoalan fisik,” pungkas Djemain lagi.

Baca Selengkapnya.....

Masyarakat Sambut Baik Pembangunan Air Bersih Meragun

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

”Masyarakat Nanga Taman dengan senang hati menerima Instalasi jaringan air bersih yang akan dibangun oleh pemerintah Kabupaten Sekadau di Sungai Sirin Meragun tahun 2009 ini,” Camat Nanga Taman Heronimus sesusai menghadiri acara penyerahan tanah wakap di Aula Paroki Rawak Selasa malam lalu.

Menurut camat yang dikenal cukup ramah ini, ada banyak manfaat yang masyarakat rasakan dengan pembanguna air bersih itu, antara lain membuka akses jalan bagi masyarakat setempat, lingkungan sekitar dipastikan lestari dengan pentaan yang dipastika lebih baik dan yang tak kalah pentingnya adalah masyarakat setempat dengan langsung bisa menikmati air bersiih yang akan mengalir tiada henti tanpa bantuan listrik.

Meski tujuan pemerintah baik, tapi ada pula pihak yang merasa tidak puas terhadap pembangunan instaliasi air bersih tersebut. Berbagai alasan mereka lontarkan, yang merujuk pada kritikan.

”Masyarakat kami menerima baik dan mendukung sepenuhnya program yang dilakukan pemkab Sekadau dalam membangun jaringan instalasi air bersih yang terletak di Sungai Meragun,” ungkapnya.

Menurut mantan camat Belitang ini, pembangunan air bersih sebenarnya sudah lama dirindukan oleh masyarakat di Nanga Taman. ”Masyarakat tahu bahwa air bersih itu sangat penting untuk berbagai kebutuhan, terlebih masyarakat sekadau yang selama ini menggunakan sumur bor sebagai pengganti air bersih.

Maka tahun 2009 ini pemerintah kabupaten Sekadau berkomitmen membangun jaringan air bersih yang semata-mata demi kepentingan masyarakat. Memang pembangunannya menelan biaya yang lumayan sangat sebesar yakni 124 milyar, dengan menggunakan tiga kali APBD, tetapi bisa dinikmat hingga anak cucu.

Baca Selengkapnya.....

KPUD Sekadau Belum Terima Gembok

Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

KPUD Sekadau belum terima gembok bilik suara, namun logistic lainya sudah terpenuhi. Sampai saat ini pihak KPUD belum mendistribusikan logistic ke pihak kecamatan mengingat pelipatan surat sura maupun persiapan logistic lainnya yang akan dikirim masih dalam tahap pengerjaan.

Hal ini disampaikan oleh Kasubag Umum KPUD Sekadau Lianus di ruang kerjanya Rabu (1/7), kemarin.

Bahkan lanjut Yulianus, KPUD Sekadau telah menrima tambahan atas kekurangan surat suara yang telah masuk. Penambahan surat sura tersebut sebanyak 2000 unit. Saat ditanya kapan pihak KPUD Sekadau akan melakukan pendistribusian logistic ke kecamatan – kecamatan?, Lantas Lianus menjawab, pendistribusian akan dilakukan apa bila logistic sudah komplit dan pelipatan surat suara sudah rampung, baru akan didistribusikan.

Dikatakan Lianus, pendistribusian logistic nantinya akan difokuskan terutama pada kecamatan yang jauh. Hal ini dimaksud guna memepercepat dan mengefetifkan pekerjaan. Terakhir lianus mengatakan KPUD Sekadau secepatnya akan mendistribusikan logistic ke kecamatn dan ia berharap ada beberapa kekurangan logistic supaya secepatnya sampai ke KPUD Sekadau.

Baca Selengkapnya.....

Sirin Meragun” Jadi Perdebatan

Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Sirin Meragun Proyek pembangunan Jaringan Air Bersih “Sirin Meragun” yang di bahas oleh pihak eksekutif dan legeslatif dalam Raperda beberapa waktu lalu kini menjadi buah bibir serta pikiran semua pihak yang terlibat. Bahkan dikalangan beberapa anggota legeslatif sendiri melahirkan beberapa asumsi menegenai proses perencanaan proyek multi year ini.

“Yang sedang kita bahas di Raperda bersama-sama dengan pihak eksekutif bukanlah mengenai pelelangan proyek multi year ini tapi, masalah bagaiman pembayaran yang tidak bisa di ajukan dalam satu tahun tetapi dalam tiga tahun,” papar Aron.SH yang juga wakil ketua Pansus Raperda Jaringan Air Bersih “Siren Meragun” saat di temui di ruag kerjanya Rabu (1/7) kemarin.

Dikatakan wakil ketua Fraksi PNBK ini seperti yang di ketahui memalui Raperda beberapa waktu lalu pihak pemerintah daerah ingin melaksanakan proyek yang menyangkut kebutuhan hidup orang banyak ini namun karena memakan dana yang tidak sedikit (124 Milyar) dan di ambil dari dana APBD tahun jamak.

Untuk itu pemerintah daerah membuat Raperda untuk bersama-sama di bahas dengan Legeslatif. “Jadi di dalam Raperda yang kita bahas kemarin juga kita tidak membicarakan masalah pelelangan proyek ini,” tandas Aron sambari menambahkan bahwasanya perencanaan mega proyek ini sendiri bukan baru sekarang ini tetapi, sudah ada sejak Tahun 2006 lalu. Untuk itu dirinya berharap jangan sampai timbul interprestasi dimasyarakat bahwa proyek ini hanya mengahabiskan uang begitu saja, karana hal-hal yang prosudural dalam proses pembagunan Jaringan Air Bersih ini.

“Jika proyek ini berjalan dan pada tahun yang di tentukan sudah bisa kita rasakan hasilya tentu kebutuhan masyarajat juga yang terpenuhi,” tandas Aron. Memang diketahui melalui Raperda yang di sampaikan pemerintah kepada Legeslatif beberapa waktu lalu pembangunan Jaringan Air Bersih “Siren Meragun” yang di targetkan akan rampung pada Tahun 2012 nanti akan memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga kecamatan (Nanga Mahap, Nanga Taman,Rawak dan Kota sekadau) yang selama ini bertumpu pada Perusahaan Air Minum (PAM) yang sangat-sangat terbatas dalam memberikan pelayanan dan hanya di dalam kota Sekadau saja.

“Selain bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Sekadau air ini bisa kita komersilkan pada kabupaten tetangga lainya,” tandas Aron. Menurut Aron debet air yang menentes di air terjun Siren Meragun setelah di teliti mencapai 100 Meter Kubik perdetiknya, yang juga kapasitas yang sangat-sangat besar jika di bandingkan kebutuhan masyarakat Sekadau yang hanya 30meter kubik per-detikya.

Ditanya mengenai rencana pembangunan Mega Proyek Jaringan Air Bersih “Siren Meragun” yang berada dalam kawasan Hutan Lindung Aron mengatakan pada dasarnya konsep pembangunan untuk kepentingan hajat hidup orang banyak dan selama tidak mengubah atau mengekploitasi hutan lindung yang ada dan pembangunannya tidak bergeser dari objeknya sehingga tidak menyebapkan kerusakan ekosistem disana hal ini bukanlah sebuah halangan dan peraturan mengenai pemanfaatan hutan lindung untuk kebutuhan masyarakat juga sudah ada aturan-aturan khususya. “Kalau suda dibangun di sana malah bukan tidak mungkin kawasan hutan lindung ini bisa kita tingkatkan menjadi hutan konserfasi,” ucap Aron mengakhiri pembicaraanya.

Baca Selengkapnya.....

Polres Sekadau Siap Amankan Pilpres

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kepolisian Republik Indonesia Rabu (1/7) merayakan hari jadinya yang ke-63. Dalam hari yang bersejarah itu, Kepolisian Resor (Polres) Sekadau melaksanakan upacara sederhana di halaman Polres bersama unsur pemerintahan, agama masyarakat, jajaran kapolsek, kabag, kasat dan kanit.

Adapun tema yang diusung dalam hari jadinya yang ke-63 tersebut, yakni melalui reformasi birokrasi polri dan kemitraan masyarakat polri siap mengamankan pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2009.

Meski sederhana, tetapi tidak mengurangi makna hari bhayangkara itu sendiri. Satu unit tenda berdiri sederhana terisi penuh oleh tamu undangan dan ibu-ibu bhayangkari. Terjalin kekeluargaan antar satu dengan yang lain dalam upacara tersebut.

Dalam Dalam sambutannya, Kapolres Sekadau AKBP. Adeyana Supriyana mengatakan Polres Sekadau siap mengamankan pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden yang akan dihelat pada tanggal 8 juli 2009 yang tinggal menghitung hari. Banyak hal yang telah dilakukan untuk memberikan pelayanan dan mengayomi masyarakat. “Hal yang buruk harus ditingalkan dan sebaliknya hal yang baik harus dipertahankan serta lebih ditingkatkan,”ujarnya.

Untuk meningkatkan pelayanan yang cepat pada masyarakat, saat ini pihak Polri telah banyak melakukan perubahan kea rah yang lebih baik, misalkan saja, Quik Win atau percepatan keberhasilan.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masayarakat serta memberikan pelayanan Prima maka pada tanggal 30 Januari yang lalu Kapolri meluncurkan suatu program yang dinamakan percepatan keberhasilan Quick Win ini mempunyai 4 ( empat ) program yang pertama, Quick Response tentant kecepatan polri dalam merespon setiap pengaduan dan laporan masyarakat. Kemudian, transparansi dan pelayanan prima pada Satuan Pelayanan Polri terutama dibidang lalu lintas.

Usai membacakan amanat Kaplolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Kapolres Sekadau piala kepada para juara olahraga voli, selain menyerahkan piala Kapolres juga menyerahkan bingkisan kepada purnawirawan. Usai pembagian dan penyerahan bingkisan kepada purnawirawan, dilanjutkan dengan acara makan siang bersama.

Baca Selengkapnya.....

Bupati Serahkan Tanah Wakap Kepada Paroki Rawak

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Paroki Rawak merasa bersyukur atas kebaikan dan perhatian yang diberikan oleh Bupati Sekadau Simon Petrus secara pribadi yang telah menyerah tanah wakaf seluas 1 hektar kepada Paroki Rawak.


Acara sederhana penuh dengan suasana kekeluargaan itu, dilaksanakan di Aula Paroki Rawak pada Rabu (30/6) malam. Dalam kesemptan yang sangat indah itu, Bupati Simon mengatakan tanah wakaf seluas 1 hektar itu diberikan secara murni kepada paroki rawak yang diperuntukan sebagai Tempat Pemakaman Umum(TPU) bagi umat katolik.

Tanah ini sengaja dihibahkan oleh bupati Simon kepada paroki rawak, sebagai wujud perhatiannya kepada umat katolik khususnya di Paroki Rawak. ”Hanya tanah inilah yang bisa saya berikan kepada pastor Paroki Rawak demi kepentingan umat di sini,” tutur Bupati.

Dalam kesempatan itu juga atas nama pribadi Bupati Simon memuji kineja para pastor yang bekerja tanpa pamrih dan tanpa pantang menyerah, dalam membangun masyarakat Kabupaten Sekadau. ”Saya sangat menghormati para pastor, pendeta dan ustad, karena mereka telah melaksanakan pembangunan di Kabupaten Sekadau,” tutur orang nomor satu di bumi lawang kuari ini.

Melihat kinerja para pastor yang bekerja dengan tulus dan tanpa mengenal lelah itu pemerintah kabupaten Sekadau sebagai ungkapan terima kasih memberikan bantuan berupa sarana ibadah. ”Sarana ibadah berupa gereja dan masjid akan kita bangun sampai ketingkat desa,” ungkap bupati.

Pemerintah Sekadau dalam hal ini, lanjut bupati sangat konsen terhadap masalah agama, ini dibuktikan dengan berdirinya gereja dan masjid monumental di lingkungan pemerintah kabuten Sekadau. Bahkan kata bupati bantuan ini tidak serta merta hanya untuk umt katolik saja, tetapi bagi umat yang lain seperti protestan dan islam juga mendapat bantuan yang sama, hanya saja dilihat dari kebutuhannya, apakah mendesak atau tidak.

Pastor kepala Paroki Rawak Petrus, CP juga mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kebaikan dan perhatian Bupati Simon. Bantuan berupa sebidang tanah yang diberikan oleh bupati secara pribadi menurut pastor asal Itali ini suatu hal yang sangat berharga bagi kepentingan umat katolik khsusnya di Paroki Rawak.

”Kita sangat merasa bersyukur atas kebaikan yang diberikan oleh bapak Simon. Saya sudah lama kenal dengan beliau, beliau itu memang baik. Sekarang kami diberikan sebidang tanah, ini luar biasa,” ungkap pastor ramah yang selalu bersemangat ini.

Baca Selengkapnya.....

Bupati Ajak Warga Gunakan Hak Pilih

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus mengajak seluruh warga Kabupaten Sekadau yang namanya telah terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara pelaksanaan Pemilu Legislatif yang digelar hari Kamis tanggal, 9 April 2009 dengan cara mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ajakan orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini dikemukakan saat membuka osialisasi peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri di Aula Kantor Bupati Sekadau, Selasa (30/6), kemarin.

”Silahkan gunakan hak pilih yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Kita harus ikut berpartisipasi memilih presiden dan wakil presiden untuk lima tahun kedepan,” kata Bupati Simon.

Menurut Bupati keikut sertaan seluruh warga pada pelaksanaan Pemilu legislatif merupakan wujud dari penggunaan hak setiap warga untuk memberikan suara, karena Pemilu itu pada hakikatnya merupakan wahana demokrasi di Indonesia.

Bupati menyebutkan, bahwa satu suara yang diberikan pada pelaksanaan Pemilu legislatif yang digelar hari ini Kamis (9/4) akan sangat menentukan masa depan bangsa dan negara ini, termasuk masa depan negeri yang cintai kita ini.

”Mari kita datangi TPS, kita gunakan hak pilih, dan setelah itu mari kita bina hubungan silaturrahmi yang baik. Jangan karena beda warna kita berpecah belah dan ketahuilah bahwa Pemilu itu adalah bentuk demokrasi di Indonesia,” kata Bupati Simon dengan wajah berseri.

Baca Selengkapnya.....

Kamis, 18 Juni 2009

Jangan Beri Pelayan Berbelit Kepada Masyarakat

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

”Berilah pelayanan yang baik kepada masyarakat secara maksimal dan tidak berbelit-belit, artinya tidak ada masyarakat yang merasa kesulitan dalam memperoleh pelayanan,” tegas Bupati Sekadau Simon Petrus saat rapat evaluasi kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas, Badan dan Kantor di lingkungan pemerintah Kabupaten Sekadau, belum lama ini.

Bupati Simon juga meminta kepada dinas-instasni terkiat di lingkungan pemerintah kabupaten Sekadau untuk melihat dan membaca perkembangan yang terjadi di masyarakat termasuk yang berkaitan dengan keinginan masyarakat Kabupaten Sekadau.

Dengan demikian diharapkan adanya persamaan persepsi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun Kabupaten Sekadau menuju masyarakat yang maju, mandiri dan demokratis. Dalam pertemuan itu juga, bupati menegaskan kepada ”Semua pegawai agar memiliki rasa peka dan peduli dengan kondisi yang ada di masyarakat serta memberikan pelayanan secara maksimal sesuai tufoksinya masing-masing,” terang orang nomor satu di bumi lawang kuari ini.

Lebih lanjut Bupati menekankan kepada kepala dinas, badan dan kantor, apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah supaya secepatnya diselesaikan dan jangan ditunda-tunda. “Program yang sudah ada jangan ditunda-tunda lagi, artinya supaya secepatnya diselesaikan,”tegasnya lagi.

Misalkan saja kata Bupati, pengoperasian bus sekolah sampai saat ini belum dioperasikan dan sebagainya. Seharusnya kendala-kendala tersebut supaya secepatnya dicari solusinya sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Terakhir Bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua kepala dinas, badan dan kantor atas kerja sama selama ini yang telah bersama masyarakat membangun Kabupaten Sekadau. “Apa yang telah dibauat selama ini agar lebih ditingkatkan lagi dengan optimal,”ujar Bupati.

Baca Selengkapnya.....

Bupati Beri Reword Kepada Peserta PGD DAD Sekadau

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus memberi reword (penghargaan) kepada para peserta yang berhasil menoreh prestasi pada Pekan Gawai Dayak Provinsi Kalimantan Barat XXV yang dilaksanakan 20 hingga 24 Mei 2009 bulan lalu.

Kendati usianya masih muda, Kabupaten Sekadau melalui Dewan Adat Dayak (Kabupaten Sekadau berhasil menjadi yang terbaik pada pelaksanaan PGD provinsi tersebut. Tak disangka dan tak diduga, Kabupaten Sekadau dalam event budaya tersebut bisa keluar sebagai juara umum dari 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Kabupaten Sekadau dalam event terbesar bagi suku dayak ini, berhasil memboyong sembilan piala dari sembilan kategori yang mereka kuasai. Kesembilan kategori yang berhasil dikuasasi antara lain, penampilan tari kreasi dayak terbaik, penata musik terbaik, dua kategori ini masing-masing berhasil keluar sebagai juara 1, lomba memahat dan memasak, berhasil keluar sebagai juara 2. Anyam manik-manik, numbuk padi, sumpit beregu putri, penampilan stand terbaik dan display budaya, kontestan DAD Sekadau yang dikoordinir oleh Sekberkesda juga berhasil menduduki posisi juara ke-3.

Acara yang dianggap cukup menggembirakan ini, dilaksanakan langsung di ruang rapat bupati lantai I Kamis (4/5), kemarin. Ruang rapat full Ac ketika itu berbeda dengan hari-hari biasanya. Kata demi kata semua mereka ungkapkan dalam pertemuan tersebut. Henri Lisar Ketua DAD Sekadau merasa bahagia dengan perhatian yang telah pemerintah Kabupaten Sekadau berikan kepada lembaga dayak ini. Usai mengucapkan kalimat itu, Henri pun seraya mengajak para peserta untuk memberikan uplus.

Ucapan Ribuan terima kasih peserta kepada Pemkab sekadau terus mengalir dari bibir mungil para peserta yang hadir. Yuspinus Swisto, koordinator Sekberkesda, juga merasa hal yang sama dengan ketua DAD, Henri Lisar.

Sebagai orang muda yang diberi kepercayaan untuk meminpin bidang seni dan kreasi ini, Awis akan berupaya sekuat tenaga untuk mengmbangkan seluruh potensi kesenian yang ada di Sekadau. ”Pemerintah dalam hal ini Bupati Sekadau, telah memberikan perhatian yang begitu besar untuk pemeliharaan dan pengembangan seni dan budaya di Sekadau, mari kita berikan tepuk tangan atas pengharaan yang bupati berikan kepada kita,” ucap Awis yang diikuti dengan tepuk tangan para juara.

Yuspia Basilia, ketua kontingen yang juga ketua sanggar Adau Benaung, merasa bahagia dengan penghargaaan yang bupati berikan. Hanya dengan modal nekat yang didasati dengan niat yang tinggi, kontestan Sekadau bisa keluar sebagai juara umum. ”Ini suatu prestasi yang sangat menggembirakan, dan terus kita kembangkan” ucap Yuspia yang juga kepala kantor kearsipan dan perpustakaan Kabupaten Sekadau.

”Prestasi yang telah mereka ukir, patut kita berikan pengharagaan, sehingga mereka lebih termotivasi dan giat dalam melaksanakan latihan,” papar Simon, disambut dengan tepuk tangan oleh para sang juara dan pengurus DAD.

Dalam menapak cita-cita atau ingin menjadi yang terbaik, bupati Simon berharap tidak puas sampai disitu. ”Segala sesuatu yang dikerjakan dengan hati nurani dan niat yang tulus pasti akan menghasilkan hasil yang baik,” kata orang nomor satu di bumi lawang kuari ini.

Segala prestasi yang telah berhasil diukir tersebut, bupati minta agar ditekuni dengan baik. Dan yang lebih penting lagi datang dari kemauan diri sendiri. ”Kalian telah berjuang demi nama baik daerah, khususnya Kabupaten Sekadau. dan saya berharap tidak hanya tampil di gawai dayak saja, tetapi di event yang lebih besar lagi,” pinta bupati.

Bupati juga meminta kepada pengurus adat dan sanggar, agar membina salah satu bidang yang bisa dijadikan andalan atau menjadi ikon daerah. ”Kita tidak akan mampu menguasasi semua bidang, konsentrasi saja pada salah satu bidang. Dan itu saya yakin pasti berhasil,” terang Simon.

Terakhir bupati menyarankan, agar dalam membuat atau menyusun program, dahului apa saja yang terpenting, lalu kemudian buat anggaran. ”Sepanjang ini demi kepentingan daerah, akan kita realisasikan, dan ini tidak hanya untuk gawai dayak saja, juga dengan budaya suku lain yang ada di bumi lawang kuari. Asalkan tujuan dan kontribusinya jelas untuk daerah,” ungkap ketua Partai Demokrat ini.

Baca Selengkapnya.....

Dewan Minta Timbun Jalan Kayu Lapis

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Albertus Pinus, meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau, melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menimbun jalan Kayu Lapis yang kondisinya kian hari semakin parah. Penimbunan jalan itu menurut pinus harus menggunakan sertu, agar bisa bertahan lama.

Janji penimbunan jalan itu lanjut Pinus, sudah pernah diungkapkan oleh Wakil bupati Sekadau Abun Ediyanto pada saat turnamen sepak bola Paskah 2009 di Semanjang atau Km 18 beberapa waktu lalu. Pinus menirukan pernyataan Abun bahwa penimbunan jalan kayu lapis ini akan dilaksanakan tahun ini melalui dana swakelola yang dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2009 ini.

Sebgai seorang legislator yang tugasnya mengawasi sekaligus mengontrol, Pinus tentu bertanya kapan realisasi penimbunan jalan itu bisa dilakukan. Menurut Pinus, ada dua titik jalan di kayu lapis yang kondisinya sudah sangat parah. Yakni di km 24 dan 25.

Lanjut Pinus, kalau tidak salah dana swakelola yang dianggarakan melalui APBD untuk perbaiki jalan kayu lapis itu mulai dari Km 13 hingga 34. dalam penimbunan jalan itu, sambung Pinus, pihak pemerintah sebenarnya sudah diuntungkan oleh perusahaan PT BSL. ”Sebagian besar jalan itu, paritnya sudah ditinggikan oleh PT BSL. Pemerintah tinggal hanya memberi sertu,” tukas Pinus.

Mumpung musim kemarau, ungkap Pinus, tidak ada alasan lagi bagi Pemkab Sekadau melalui dinas PU untuk melakukan penimbunan. Apalagi pelaksanaannya tidak melalui tender, jadi kita harapkan supaya segera direalisasikan,” ujarnya.

Jalan itu selain dilewati oleh bebarapa desa juga dilewati oleh tiga kabupaten, seperti Ketapang, Sintang Dan Melawi. Untuk itu diharapkan segera diperbaiki, demi kepentingan dan peningkatan ekonomi masyarakat. ”Dananya jugakan sudah ada, kapan lagi pengerjaannya dilakukan, atau mau tunggu musim hujan,” tegas Pinus dengan nada tinggi.

Baca Selengkapnya.....

Wabub: Pengurus dan Klinik Saling Koordinasi

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekretariat dan Klinik ”KITA MURA” Muhammadiyah Sekadau Sabtu (6/6), pekan lalu diresmikan. Peresmian itu dilakukan oleh Wakil Bupati Sekadau Abun Ediyanto, di Klinik Kita Mura jalan raya Sintang-Sekadau.

Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kabupaten Sekadau H. Arsyad dalam sambutannya mengatakan bahwa sekretariat dan klinik itu didirikan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Klinik medis itu siap menerima pasien dari semua golongan tanpa membeda-bedakan agama suku dan ras. Ruang dan tenaga medis telah tersedia dan siap beroperasi. ”Mulai besok (hari ini, Red), kami sudah bisa melayani pasien, dan pada hari yang sama juga kami mengadakan pengobatan gratis dan sunatan masala kepada masyarakat,” ujarnya.


Dalam sambutannya tersebut, dia berharap, agar klinik ini bisa menjadi mitra Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau dalam pembangunan khususnya di bidang kesehatan. ”Apa yang kita lakukan ini merupakan bukti nyata organisasi Muhammadiyah terhadap masyarakat,” terangnya sembari mengatakan
klinik Kitamura saat ini mempunyai dua tenaga dokter dan empat orang tenaga perawat.

Sementara itu kata Ketua Pimpinan Wilayah Kalbar H.Suhandi mengatakan, Klinik Kitamura merupakan yang ke-2 setelah yang di Pontianak. Oleh sebab itu katanya, Klinik medis ini merupakan sarana dakwah Muhamadiyah sejak berdirinya Tahun 1912 yang lalu.

Ditempat yang sama menurut Ketua Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (KKM) Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Kalbar DR. Nursyam Ibrahim,M.Kes mengharapkan agar skretariat dan klinik yang ada di Kabupaten Sekadau sebagai sentral pembinaan organisasi dan masyarakat.

Dia meminta supaya ada sinergi dan koordinasi antara pengurus Muhamadiyah dengan klinik. Sementara itu, dalam sambutan Wabup yang sekaligus meresmikan Klinik tersebut menyampaikan ucapan terimkasih atas terbentuknya Klinik Kitamura, dengan kehadiran klinik tersebut dapat membantu pemerintah daerah bahkan masyarakat dalam menangangi masalah kesehatan.

Lanjut Abun, agar klinik tersebut bersinergi dengan pihak terkait dalam menangani masalah kesehatan terutama jika ada penyakit menular atau mewabah. Selain itu Wabup juga meminta dengan adanya klinik tersebut, agar kita semua betul-betul mengelola dengan baik, sehingga mampu melayani masyarakat yang kurang mampu serta menjangkau masyarakat luas. Dalam peresmian itu, diadakan pengobatan gratis dan sunatan massal.

Baca Selengkapnya.....

OS Kabupaten, Belitang Hulu Tak Kirim Kontestan

Hermanus Hartono
Borneo tribune, Sekadau

Olimpiade Saint tingkat Kabupaten Sekadau yang diikuti oleh SMP dari 6 Kecamatan sedangkan Kecamatan Belitang Hulu tidak ada mengirimkan pesertanya. Dalam Olimpiade Saint tersebut para peserta akan mengadu kemapuan siswa dalam bidang matematika, IPA.

Adapun hasil ataupun pemenang dalam olimpiade Saint tingkat Kabupaten adalah untuk bidang matematika Dewi Juara I Tiur dari SMP St. Gabril dan Juara II Theresia Yulba dari SMP PGRI Sekadau Hilir. Sedangkan untuk bidang Fisika juara I Mega Sintia dari SMPN 3 Nanga Taman dan juara II Petrus Brolin dari SMPN 5 Nanga Taman. Sedangkan untuk bidang Biologi juara I Antiya Ayudika dari SMPN 1 Sekadau Hilir dan juara II Sri Dewi Kurnia dari SMPN 1 Sekadau Hilir.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Losianus, ketika ditemui di ruang kerjanya Senin (8/6) kemarin. Dikatakan Losianus, kemenangan para siswanya itu, bukan karena persiapan instant atau serba mendadak, melainkan, dirinya telah menerapkan pola pembelajaran dan pelatihan yang selalu berkelanjutan.

“Para siswa yang meraih juara tersebut, nantinya akan dikirim untuk mengikuti pelaksanaan OS di tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendatang,” ucapnya. Penerapan pola pendidikan di SMP , lanjut Losianus, yakni dengan membiasakan siswa sesuai bidang studinya untuk melatih soal-soal OS dan sebagainya, try out dari lembaga bimbingan belajar dan proses pengayaan oleh guru bidang studinya.

Baca Selengkapnya.....

Sekadau Berhasil Toreh Lima Besar Tari Tradisional

Hermanus Hartono
Borneo tribune, Sekadau

Kabupaten Sekadau mewakili Provinsi Kalimantan Barat mendapat lima besar dalam lomba tari se-Indonesia yang diikuti 33 Provinsi. Kegiatan yang bertajuk pembinaan seni dan tari bagi generi muda ini dilaksanakan di DKI Jogjakarta 1 hingga 5 Juni 2009 lalu.

Lima provinsi yang mendapat lima besar itu antara lain, Kalimantan Barat yang diwakili Kabupaten Sekadau-red, Sulawesi Selatan, Banten dan Riau. Adapun nama-nama peserta yang mengikuti Pestival dan Lomba seni Siswa Nasional (FLS2N) diantaranya Agustina Delianti (kls 2 SMP),Sri Wahyuni (KLS1),Pinka Dwi,Agus Suryani(kls 2),Yohana Januarti(kls 2) dan Iqlima (kls 2). Para peserta tersebut berasal dari SMP Negri 1 Sekadau Hilir.

Lomba tari tingkat Nasional ini di ikuti para pelajar setingkat SMP dan MTS Se-Indonesia, acara yang di motori departemen pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah serta Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.

Helina Nelita pelatih atau pembina peserta tari asal Kabupaten Sekadau ini mengatakan, dalam penilaian tersebut tidak ada kategori juara 1,2 dan 3 ,melainkan penilain di lakukakan dengan cara mengambil 5 besar dari semua peserta, sehingga kalimantan Barat yang di wakili oleh anak asuhnya berhasil menoreh prestasi 5 besar Se –Indonesia.

Kelima perwakilan provinsi yang berhasil masuk dalam 5 besar itu mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 15.000.000 serta sebuah Tropi dari panitia.

Sementara itu Bupati Sekadau Simon Petrus S.Sos,MSi saat mengadakan makan siang bersama peserta tari Senin (8/6) kemarin mengatakan, degan munculnya nama Kabupaten Sekadau di tigkat Nasional ini harus di jadikan percontohan pada bidang serta potensi yang lainya untuk dapat mengharumkan nama Kabupaten Sekadau yang terbilang baru namun sudah menunjukan kemampuanya di bidang seni ini.

Untuk itu Bupati berharap presrtasi yang di raih ini menjadi contoh dan motivator bagi yang lainya “Apa yang sudah di raih baik di tingkat Provinsi maupun Nasional harus terus di pertahankan” pinta orang nomor satu di bumilawang kuari ini.

Baca Selengkapnya.....

Bupati Resmikan Gereja Santa Gema dan PLTS

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus Sabtu (6/6) pekan lalu melakukan kunjungan kerja ke daerah pedalaman di Kecamatan Nanga Mahap. Daerah itu itu adalah Dusun Sebabas Desa Sebabas.

Dalam kunjungannya ke Dusun Sebabas tersebut, Bupati Simon Petrus meresmikan Gereja Khatolik santa Gema dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Setiap kunjungan bupati ke daearah selalu mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat. Demikian hal yang suasana yang terjadi di Dusun Sebabas, mulai dari orang tua hingga anak-anak bertumpah ruah turun ke halaman untuk melihat dan menyaksikan secara langsung seorang pemimpinnya,

Kunjungan Bupati kali di Dusun Sebabas tidak hanya seorang diri. Dia (bupati, red) bersama pimpinan gereja tertinggi untuk wilayah Keuskupan Sanggau. Uskup itu bernama Yulius Muncucini, CP. Dia adalah seorang uskup yang berasal dari Italia. Karena itu adalah momoent peresmian, selain uskup yang hadir juga beberapa pastor, frater dan bruder. Seperti biasanya, para tamu terhormat tersebut di sambut dengan tari-tarian adat adayak setempat.

Bupati dan Uskup saat pertama kali bertemu di Dusun Sebabas, selain bersalaman keduanya juga berpelukan. Tampak ada kerinduan yang mendalam antara kedua pimpinan tertinggi di daearah timur Kalimantan Barat ini. Sesuai bersalaman dan berpelukan, bupati dan uskup langsung bersalaman dengan masyarakat yang telah berbaris sepanjang menuju tempat acara di halaman gereja yang terletak di atas bukit itu.

Bupati juga dalam kunjungan tersebut menyempatkan diri berkunjung dan meninjau perusahaan kelapa sawit Arvena Sepakat yang ada di Kecamatan Mahap. Dalam kesempatan itu, Bupati Simon mengatakan, semua bangunan yang diresmikan ini supaya dijaga dan dilindungi. ”karena ini adalah rumah Tuhan yang perlu dirawat dan dijaga hindari dari berbagai tindakan kejahatan yang ingin merusak bangunan gereja kita ini,” kata bupati dengan nada berpesan.

Sebab, tidak gampang membangun bangunan seperti gereja ini, karena biaya yang dibutuhkan baik itu Gereja maupun PLTS sangat mahal. Orang Nomor Satu di Bumu Lawang Kuari ini sempat menyampaikan pujiannya kepada masyarakat setempat yang telah menyambut kedatangan Bupati beserta rombongan. Bupati sangat bersyukur PLTS yang diberikan oleh pemerintah puast untuk daerah terpencil di Desa Sebabas bisa dan sudah berfungsi menerangi seteiap rumah warga dengan kondisi yang masih bagus dan terpelihara.

Sementara itu, salah seorang panitia dalam acara ini mewakili seluruh masyarakat Desa Sebabas juga berharap agar terus mendapat perhatian untuk pemerataan pembangunan bagi daerah dan masyarakat terpencil. “Mewakili seluruh masyarakat Sebabas agar Pak Bupati untuk selalu memberikan nasehat dan dukungan kepada kami agar dapat mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sekadau agar masyarakat sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu dalam sambutan Uskup Muncucini mengatakan dirinya berterimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati Sekadau yang telah menyempatkan diri untuk meresmikan Gereja Khatolik di Desa Sebabas serta bantuan dan dukungan berupa material maupun non material. Selain itu Uskup juga menyarankan kepada masyarakat Sebabas supaya menjaga dan merawat bangunan yang sudah ada. “Gereja ini adalah milik kita bersama, harap dijaga dan diisi oleh umat,” pintanya.

Uskup kepada umatnya berpesan, agar memelihara dan menjaga gereja yang telah dibangun. Juga saling menghargai antar satu umat dengan umat yang lain. Pembangunan ujarnya, mustahil terlaksana tanpa kerjasama.Sebaliknya, pembangunan harus dipertanggungjawabkan secara benar agar memberikan dampak positif. "Saya berharap di masa mendatang umat Santa Gemma semakin bertambah dan rajin beribadah,” ujar rohaniawan asal Italia ini. 
 
Senada, Pastor Paroki Nanga Mahap Biono, CP merasa gembira dengan peresmian dan pemberkatan Gereja Santa Gemma Dususn Sebabas tersebut. Terlebih, menyaksikan seluruh umat tanpa mengenal suku dan tingkat ekonomi berkumpul untuk mengikuti peresmian, bergembira ria serta makan bersama. “Kesatuan umat, kerukunan dan rasa tanggap menurut  Biono menjadi dasar pembangunan Gereja Santa Gemma, Guna meningkatkan pelayanan kepada umat,” ujarnya. 
Baca Selengkapnya.....

Dewan Minta Pelaksanaan ADD Dievaluasi

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Sekadau Hermes Dick meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sekakadau melalui instansi terkait untuk mengevaluasi realisasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang telah dianggarkan pada tahun 2008 lalu.

Menurut Hermes, dalam pengelolaannya, ADD harus dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, efesiensi dan merata sesuai dengan aspek-aspek penentu yang dimiliki oleh masing-masing desa. “ADD 2008 perlu dievalusi secara menyeluruh sehingga kedepannya tidak bermasalah,” pinta Hermes.

“Tujuan ADD itu jelas, yakni meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa dalam pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan sesuai kewenangannya,” ungkap Hermes yang akarab disapa Dick.

Dick melanjutkan, agar pelaksanaan ADD dapat berjalan dengan baik, dalam hal ini Pemkab Sekadau harus bisa memberi kepercayaan kepada petugas kecamatan yang merupakan perpanjangan tangan Pemkab untuk fasilitator atau semacam konsultan ADD tersebut.

“Kita minta fungsikan kecamatan sebagai perpanjangan Pemkab, berikan kepercayaan kepada kecamatan untuk mengurusi ADD ini, sehingga memudahkan kerja dan tugas para kepala desa,” ungkapnya.

Dalam hal pengawasan anggaran yang bersumber dari APBD ini, Dick juga minta suapaya adanya pengawasan dari badan inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPKD). “Masalah ini perlu disikap oleh pemkab, apalagi masih ada beberapa desa dari 76 desa di kabupaten Sekadau yang belum mendapat ADD ini, karena SKPJnya belum bisa diselesaikan,” papar legislator Partai Demokrat ini.

Dick yakin pelaksanaan ADD akan berjalan baik, jika pemkab memberikan kepercayaan kepada kecamatan sebagai fungsi monitoring. Agar petugas kecamatan itu terampil, maka pemkab berkewajiban memberikan pelatihan atau diklat. Dengan demikian persoalan pengelolan ADD ini bisa efisien dan tepat sasaran.

“Sampai hari ini, kita belum tahu seperti apa realiasi atau pelaksanaan ADD itu, apalagi ada desa yang belum memiliki Peraturan Desa (Perdes). Kita berharap masalah ini harus segera dicari solusinya. Kasihan Kepala desa bolak balik ke kabupaten hanya untuk mengurusi masalah ADD itu, belum lagi biaya perjalannaya, toh nagmbil juga dari ADD itu,” pungkas Dick.

Terakhir Dick menyebutkan, pemberian ADD merupakan wujud dari pemenuhan hak desa untuk menyelenggarakan otonomi desa agar tumbuh dan berkembang mengikuti pertumbuhan dari desa itu sendiri berdasarkan keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi, dan pemberdayaan masyarakat. “Agar pelaksanaanya berjalan, maka harus diselaraskan dengan Perdes,” ungakpnya.

Baca Selengkapnya.....

OS Tingkat Kabupaten, Belitang Hulu Tak Kirim Kontestan

Hermanus Hartono
Borneo tribune, Sekadau

Olimpiade Saint tingkat Kabupaten Sekadau yang diikuti oleh SMP dari 6 Kecamatan sedangkan Kecamatan Belitang Hulu tidak ada mengirimkan pesertanya. Dalam Olimpiade Saint tersebut para peserta akan mengadu kemapuan siswa dalam bidang matematika, IPA.

Adapun hasil ataupun pemenang dalam olimpiade Saint tingkat Kabupaten adalah untuk bidang matematika Dewi Juara I Tiur dari SMP St. Gabril dan Juara II Theresia Yulba dari SMP PGRI Sekadau Hilir. Sedangkan untuk bidang Fisika juara I Mega Sintia dari SMPN 3 Nanga Taman dan juara II Petrus Brolin dari SMPN 5 Nanga Taman. Sedangkan untuk bidang Biologi juara I Antiya Ayudika dari SMPN 1 Sekadau Hilir dan juara II Sri Dewi Kurnia dari SMPN 1 Sekadau Hilir.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Losianus, ketika ditemui di ruang kerjanya Senin (8/6) kemarin. Dikatakan Losianus, kemenangan para siswanya itu, bukan karena persiapan instant atau serba mendadak, melainkan, dirinya telah menerapkan pola pembelajaran dan pelatihan yang selalu berkelanjutan.

“Para siswa yang meraih juara tersebut, nantinya akan dikirim untuk mengikuti pelaksanaan OS di tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendatang,” ucapnya. Penerapan pola pendidikan di SMP , lanjut Losianus, yakni dengan membiasakan siswa sesuai bidang studinya untuk melatih soal-soal OS dan sebagainya, try out dari lembaga bimbingan belajar dan proses pengayaan oleh guru bidang studinya.

Baca Selengkapnya.....

Pentingnya Sosialisasi Lingkungan Kepada Pelajar

Hermanus Hartono
Borneo tribune, Sekadau

Kantor Lingkungan Hidup dan Pertamanan (KLHP) dalam waktu dekat ini akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Sosialisasi ini dimaksudkan guna memberikan pemahaman kepada generasi penerus, karena betapa pentingnya melestarikan serta menjaga kebersihan lingkungan.

Demikian yang diungkapkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kabupaten Sekadau Agustinus Agus, saat ditemui di ruang kerjanya senin (8/6). Hal ini sangat perlu disosialisasikan kata Agustinus, mengingatkan pencemaran dan perusakan lingkungan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia akhir-akhir ini telah menyebabkan bencana lingkungan, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu upaya penyelamatan lingkungan sudah mendesak untuk dilakukan dan dibutuhkan perubahan perilaku seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha yang lebih ramah lingkungan.

Oleh sebab itu lanjut Agustinus, pemberian wawasan mengenai lingkungan hidup kepada generasi penerus sejak usia dini sangat penting artinya dalam membentuk perilaku masyarakat yang mencintai dan menjaga lingkungan.

Baca Selengkapnya.....

Kesehatan Jiwa Masyarakat Menjadi Perhatian Pemerintah

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Buka Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-KJM), Kabupaten Sekadau dengan pihak Rumah Sakit Jiwa (RJS) Provinsi Kalbar di Singkawang, Senin (8/5) dibuka langsung oleh Bupati Sekadau Simon Petrus. Rapat tersebut dilaksanakan di Lantai II Aula Kantor Bupati Sekadau.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Direktur RSJ Provinsi, dr. Oscar Primadi, Kapolres Sekadau, AKBP Drs. Adeyana Supriyana, para dokter, para camat, kepala dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau.

Bupati Sekadau dalam sambutannya mengatakan, bahwa dalam rangka peningkatan dan pembinaan kesehatan jiwa pada umumnya serta peningkatan kerjasama dalam usaha pembinaan kesehatan jiwa, perlu adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antar pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi, khususnya antar dinas kesehatan dengan pihak direktur RSJ.

Bupati Simon dalam sambutannya juga meminta kepada dinas terkait untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam masyarakat. terlebih yang berkaitan dengan kesehatan jiwa masyarakat. Kesehatan jiwa masyarakat lanjut Simon tidak bisa diselesakan oleh satu pihak, tidak ada kata lain selain ada upaya kerja sama dari berbagai pihak untuk menangani masalah kesehatan jiwa ini. ”Kesehatan masyarakat perlu dan harus menjadi perhatian dari pemerintah,” ungkap Simon.

Pemerintah kabuparen Sekadau sejak mulai dimekaran papar Simon yang juga ketua DPC Partai Demokrat ini sudah melakukan upaya untuk membantu mereka yang mengalami kesehatan jiwa. Ini terbukti beberapa bulan yang lalu, ada 30 orang pasien RJS yang sudah sembuh dijemput oleh Pemkab Sekadau.

”Kita juga mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah provinsi melalui RSJ provinsi di Singkawang, yang telah berkenan hadir dalam rapat koordinasi ini, kerja sama semacam ini perlu kita tingkatkan demi pelayan kepada masyarakat,” ucap Bupati.

Di tempat yang sama Direktur RSJ Provinsi Oscar Primadi, mengatakan pihaknya siap melakukan kerja sama dalam rangka mensosialisasikan masalah kesehatan jiwa kepada tiap-tiap kabupaten. ”Ini adalah langkah yang posisitif dalam rangka kita memberikan perhatian kepada masyarakat, karena potensi penyakit jiwa dimiliki oleh semua orang,” ulas Oscar pria berkacamata minus ini.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sekadau. Menurutnya Pemkaba Sekadau dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa atau termasuk penyakit jiwa tidak main-main.

”Saya puji apa yang telah Bupati Sekadau lakukan, beliau sudah melakukan sweeping. Dan mau menjemput bola. Beliau benar-benar konsen terhadap pelaynan kpepada penyakit jiwa. Dia tidak mau ada warganya yang kena penyakit jiwa lalu dipasung,” ucap Oscar dengan nada memuji.

Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com