TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Rabu, 29 April 2009

Bupati: Persatuan Modal Utama Pembangunan

Bupati Sekadau Simon Petrus menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam membangun Kabupaten Sekadau yang majemuk ini. Keragaman suku jadikan sebagai rahmat yang terbesar.

”Janganlah memperbesar jurang satu sama lain yang pada akhirnya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan, mari kita bangun Sekadau kearah yang lebih baik demi kepentingan masyarakat,” pesan orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari saat meresmikan Yayasan Sosial di Sei Ayak belum lama ini.

Dikataan olehnya, Pencerahan ke arah mewujudkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan sesungguhnya menuntut kita bersama untuk mau dan mampu memahami serta mendalami perbedaan dan persamaan norma-norma yang berlaku dari masing-masing komponen masyarakat.

Sekadau dengan usianya yang masih muda, secara terus menerus, tahap demi tahap akan melakukan berbagai pembangunan. Terwujudnya pembangun yang akan dan telah dilakukan oleh pemerintah, lanjut ketua DPC Partai Demokrat Sekadau ini, tentu tidak terlepas dari dukungan semua pihak.

Baca Selengkapnya.....

Try Out, Les Serta Bimbel Hampir Tak Mengena

Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Ujian Nasional (UN), seakan menjadi beban yang sangat berat bagi para siswa, terutama dengan standar kelulusan yang dinilai sangat tinggi. Tak heran jauh hari sebelum pelaksanaan UN, oleh pihak sekolah, para siswa dianjurkan untuk mengikuti les, bimbigan belajar dan lain sebagainya, supaya siswa-siswinya lulus.

Berbagai strategi disisati oleh pihak sekolah agar anak didiknya lulus seratus persen. Mulai dari mengerjakan contoh soal-soal ujian, hingga dengan pelaksanaan try out. Itu salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah sebagai barometer bagi para siswanya. Dan itu patut diacungi jempol.

Namun sangat disayangkan ternyata berbagai strategi yang telah dilakukan oleh pihak sekolah, ternyata hampir tidak mengena. Belum bisa dipastikan pihak mana yang bersalah dalam masalah tersebut, apakah sekolah ataukah departemen pedidikan itu sendiri.

Karena tidak sedikit para pelajar SMA yang mengeluh setelah menghadapi UN. Andi salah satu siswa SMK Karya Sekadau yang merasakan betapa sulitnya soal-soal yang disuguhkan dalam UN ini. Berbagai materi yang telah dia dapatkan dari sekolah hampir tidak mengena. Upaya latihan-latihan soal serta try out yang telah guru berikan terasa sia-sia.

Demikian juga dengan penuturan yang disampaikan oleh Amandus siswa SMK Karya, menurut dia sebagian mata pelajaran yang diujiankan rata-rata sulit. ”Lain yang kita pelajari lain pula yang keluar pada saat ujian. Belum lagi dengan standar kelulusan yang lumayan tinggi,” tutur Mandus kepada perwakailan media ini.

Tentu saja mereka gusar karena mereka merasa takut tidak lulus jika saja benar-benar itu yang terjadi. Kepanikan ini tidak hanya menyentuh mereka para pelajar dipenghujung kelulusan, juga merambah kepada pihak pengelola sekolah termasuk pimpinan dan para ibu bapak guru. Dibenak mereka terbayangkan apa jadinya jika banyak siswa sekolah mereka yang tidak lulus.

Mau disembunyikan di mana wajah sekolah dan pribadi mereka, karena orang tua toh belum cukup arif untuk membagi rata penyebab kegagalan ini. Sang orang tua sebagai penyandang dana was-was menyikapi keadaan ini.

Lontaran demi lontaran dari berbagai pihak pun terucap. Pemerintahlah yang telah salah menetapkan kebijakan. Pemerintah seharusnya tidak bisa menyamakan antara daerah dengan pusat. Standar kelulusan mungkin saja bisa sama, tetapi untuk penyajian soal dan lai sebaginya sebaiknya diberi otonom kepada daerah.

Dari berbagai aspek, sekolah di daerah belum bisa disamakan dengan kota atau pusat. Ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah. ”Saya pikir masalah pendidikan juga harus diberi otonom kepada pemerintah daerah. Berikan kepercayaan kepada pemerintah daerah.

Pemerintah Indonesia belum mampu memberikan fasilitas yang menunjang, belum mampu membiayai pendidikan secara utuh kepada sekolah, terutama yang dipedalaman, tetapi mengapa semua kebijakan dipukulratakan, ini harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam rangka memperbaiki wajah pendidikan ditanah air ini,” demikian kata Herman salah seorang pemuda asal sekadau yang merasa prihatin dengan masalah pendidikan.

Menurut dia, jangan salahkan sekolah jika banyak siswa yang tidak lulus. Hal ini disebabkan oleh berbagai keterbatasan pasti dimiliki oleh sekolah yang berada didaerah. Pemerintah harus berani membuat terobosan demi terobosan.

Terakhir dia menyebutkan pemerintah dianggap terlalu memaksakan diri untuk bisa seperti negara-negara lain yang lebih maju tanpa diimbangi dengan tindakan meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri, baik dari segi kualitas bangunan fisik penunjang pendidikan ataupun dari standarisasi kualitas guru, segala-galanya masih minim.

Baca Selengkapnya.....

Jalan Sanggau Lumpuh 7 Jam, Sepanjang 5 Km


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kemacetan panjang kendaraan, di jalan Sanggau-Sekadau tepatnya di Senuruk Desa Sei Ringin Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (28/4) petang, mencapai 5 kilometer. Kemacetan terlihat mulai dari pencucian motor Pantai Melaban hingga KP Toli-Toli.

Antrean tersebut terjadi selama 7 jam. Mulai dari pukul 15.00 wib hingga pukul 22.00 malam. Masing-masing kendaraan dari dua arah yang berbeda sama sekali tidak dapat bergerak alias lumpuh.

Ratusan masyarakat di sekitar kampung itu tumpah ruah menyaksikan peristiwa yang memilukan tetapi mengasyikan itu. Ketika ada mobil yang nyangkut dalam kubangan tempat dimana kendaraan amblas atau terperosok, selalu saja menapat disorakkan dari masyarakat. Hui..oi..hore... Lompatan kendaraan yang begitu tinggi dan ganas bagaikan olahraga offroad. Itu yang membuat masyarakat bersorak sorai

Antrean panjang tersebut berawal dari sebuh truk besar yang membawa barang ekpidisi dari arah pontianak hendak menuju ke Sintang. Truk dengan muatan yang begitu syarat gagal melewati tantangan itu. Hal itulah yang membuat truk itu jatuh bangun.

Merasa dirinya lebih hebat, sebuah bus penumpang umum dari arah Pontianak ingin menyelip truk yang sudah terbenam, juga ikut masuk dalam lubangan yang penuh lumpur itu. Kehadiran bus penumpang umum semakin memperparah keadaan tersebut.

Akibat kemacetan tersebut, banyak para pejabat Sekadau yang ikut terjebak. Pejabat yang ikut terjebak antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sekadau, Djemain Burhan, Ketua KPUD Sekadau.

Ketua KPU Sekadau saat itu baru saja pulang dari Pontianak, ingin pulang ke Sekadau. Begitu sampai di Senuruk dia melihat antrian kendaraan yang begitu panjang. Suban ikut terjebak mulai dari pukul 18.00 wib hingga pukul 21.00 wib.

”Sangat menyedihkan, mengapa bisa terjadi kemacetan seperti ini. Mulai dari pukul 18.00 wib hingga sekarang mobil yang saya gunakan sama sekali tidak bergerak,” lirih Suban ketika ditemui disela kemacetan itu.

Sementara Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Djemain Burhan saat itu dari kantor ingin pulang ke Sanggau. Kendaraan roda empat berplat merah yang digunakan Djemain, ikut terjebak mulai dari pukul 17 hingga pukul 21 wib. Kendaraan roda empat yang digunakan Djemai terpaku dan terdiam di depan rumah Sekda Sekadau.

Titik jalan yang rusak itu tepatnya di depan rumah Sekda Sekadau, Awang Asnawi. Sekda Sekadau bersama istri tersayangnya, juga ikut menyaksikan kemacetan tersebut. Dengungan dan bisikan suara kendaraan yang terperosok dalam kubangan jalan itu seakan memecahkan gendang telinga.

Peristiwanya itu menyedihkan sekaligus mengasyikan. Sebab beberapa kendaraan yang ikut terperosok dalam kubangan itu lompat seperti kuda liar. Tidak sedikit kendaraan ada yang mengalami patah spring akibat lompatan itu. Bunyian kreak-kreak yang mengenakan boddy dan spring spontan membuat wajah para sopir lesu. Apalagi sebagaian besar kendaraan yang mereka gunakan tergolong masih baru terutama kendaraan kecil seperti inova dan lain sebagainya.

Ruslan salah satu pemilik mobil truk asal Sintang ketika ditemui disela kemacetan itu sangat menyayangkan kinerja pemerintah yang dinilainya sangat lamba. Sebab kersukan jalan nasional tepatnya di dalam kota Sekadau dan wilayah timur lainnya sudah terjadi bertahun-tahun. ”Tetapi mengapa hingga sekaran belum juga diperbaiki,” nada Ruslan bertanya. Selain Ruslan salah seorang penumpang umum bus yang namanya tidak maudisebutkan juga mengatakan hal yang sama.

Menurut dia, pemerintah gagal dalam mensejahterakan masyarakat. Berbagai semboyan dan janji manis yang kerab diuacapkan para elit politik saat menjelang pemilu, pilkada dan pilpres adalah upaya pembodohan sekaligus pembohongan terhadap masyarakat.

Sekda Sekadau Awang Asnawi ketika ditemui di tempat yang sama mengatakan, apa boleh buat karena pemerintah daerah tidak memiliki kewengan untuk memperbaiki jalan nasional itu. ”Ya inilah jadinya, kita tidak berani mengeluarkan biaya untuk perbakan jalan nasional itu, dan inilah peraturan yang kami laksanakan dari pusat,” ucap Awang penuh semangat.

Pemerintah daerah bisa saja perbaiki jalan itu, tetapi siapa yang mau nanggung resiko. Selama jalan itu rusak, sudah kerab kali Pemkab Sekadau melakukan perbaikian, syukur kalau diganti provinsi, kalau tidak ya tinggal cerita,” katanya.

”Dirham Kasi Pemeliharaan jalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sekadau mengatakan, kalau tidak merasa kasihan dengan masyarakat pihaknya juga tidak mau memperbaiki jalan nasional itu. Alasannya karena memang tidak dibolehkan oleh pusat. Lantas dalam wilayah kota Dirham pun merasa bertanggung jawab, dan minta bantuan kepada beberapa perusahaan di Sekadau untuk sekedar tambal sulam dengan batu. ”kalau kita tidak perbaiki sudah banyak jalan nasionalyang putus,” tegas Dirham.
Baca Selengkapnya.....

SMP PGRI Tapang Semadak Butuh Ruang Laboratorium


Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 02 Tapang Semadak yang beralamat di Km 25 jalan Sintang-Sekadau, masih membutuhkan ruangan laboratorium serta pagar sekolah.

Pernyataaan tersebut dilontarkan oleh Kepala Sekolah SMP PGRI 02 Tapang Semadak Ajam Haryanto, ketika ditemui ruang kerjanya disela memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Rabu (29/4), kemarin.

Ajam menyebutkan SMP PGRI 02 Tapang Semadak lahir pada tahun 1989. Dulu saat pertama berdiri SMP tersebut numpang di gedung Sekolah Dasar (SD). Namun bersyukur hingga sekarang SMPnya tersebut sudah memiliki gedung sendiri yang bersifat permanen.

Ajam mengaku permanennya gedung SMP tersebut tidak terlepas dari bantuan Pemerintah kabupaten Sekadau. Dia mengaku, selama kurang lebih 20 tahun berdirinya SMP PGRI sudah mendapat bantuan dari Pemkab Sekadau sebanyak empat kali. Bantuan terakhir yang mereka dapat sebesar RP 114 juta.

Dikatakannya olehnya, bantuan yang diberikan oleh Pemkab Sekadau, digunakan untuk pembangunan gedung, seperti ruang kelas, ruang komputer, ruang guru, ruang kepala sekolah pengadaan alat sekolah. ”Kita bersyukur berkat bantuan Pemkab Sekadau, SMP PGRI hingga saat ini sudah memiliki 9 ruangan yang permanen,” katanya.

Hanya saja, 9 sembilan ruangan yang sudah ada, menurut Ajam belum cukup. Jika pemerintah berkenan pihaknya ingin minta bantuan 1 ruangan khusus untuk ruangan laboratorium. ”Alat lab kita sudah lengkap, persoalannya ruangan itu tidak ada,” ujar Ajam sambil tersenyum.

Demikian juga dengan masalah pagar. Karena sejak berdiri hingga sekarang sekolah yang memiliki siswa sebayak 217 belum memiliki pagar. Demi keamanan dan kenyamana, saya pikir sekolah ini perlu dipagar,” ujarnya.

Sebab menurut dia, dari tahun ketaun SMP PGRI Tapang Semadak mengalami peningkatan siswa. ”SMP kita ini cukup dipercayakan oleh masyarakat, sehingga dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan. Selainn itu sekolah ini juga pada tahun ajaran baru menggratiskan baju olahraga, baju batik dan uang pendaftaran kepada siswa. Kita komit ingin membangun pendidikan yang lebih baik untuk daerah kita terutama di Tapang Semadak,” ujar Ajam lagi.

Baca Selengkapnya.....

KPU Sekadau Ajak Masyarakat Benahi DPT


Heranus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

”Maka mari kita benahi Daftar Pemilih Tetap (DPT), untuk Pemilihan Umum (Pemilu) presiden dan wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2009 mendatang,” demikian disampaikan ketua KPUD Sekadau Subandrio ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu (29/4), kemarin.

Suban mengingatkan pada masyarakat, untuk memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih tetap untuk pilpres. Selain penyelenggara pemilu yang proaktif, lanjut Suban, masyarakat juga harus aktif memeriksa apakah dirinya telah terdaftar atau belum.

Dikatakan olehnya, untuk menghindari adanya warga negara yang memiliki hak namun tidak terdaftar, KPU telah menginstruksikan pada Petugas Pemutakhiran data Pemilih (PPDP), di tiap-tiap kecamatan untuk melakukan pemutakhiran seteliti mungkin.


Menurut Subandrio yang juga alumni Universitas Panca Bhakti Pontianak ini, bahwa pemutakhiran data pemilih untuk pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2009 dilaksanakan hingga 10 Mei 2009. Mulai tanggal 11 hingga 17 Mei 2009, data pemuktahiran itu akan berubah menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS). ”Untuk penetapan DPT belum bisa kita pastikan, tetapi yang jelas usai penetapan DPS, akan kita lanjutkan dengan penetapan DPT,” ujar Suban.

Lebih lanjut Suban mengatakan, dalam waktu dekat, KPUD Sekadau akan mengumumkan DPS pilpres yang diambil dari DPT pemilu legislatif, pada masyarakat. Pengumuman tersebut sambung Suban dilaksanakan kantor kepala desa. ”Kita juga minta bantuan pada RT/RW untuk ikut mengumumkan DPS pilpres. Semua warga negara yang mempunyai hak untuk memilih harus didaftar sebagai pemilih tetap.

Ia berharap pada pilpres mendatang tidak ada lagi warga yang memprotes karena belum terdaftar sebagai pemilih tetap. Pemilih yang tidak tercatat di DPT pemilu legislatif, tegas Suban harus dicatat di DPT pilpres.

Selain itu, Ketua KPU juga menegaskan apabila terdapat warga yang tidak memenuhi syarat dan masih tercantum dalam daftar pemilih sementara pilpres harus dicoret. ”Yang sudah meninggal, anggota TNI atau Polri aktif yang masih terdaftar akan langsung dihapus, agar tidak timbul persoalan lagi dalam daftar pemilih tetap,” katanya.

Baca Selengkapnya.....

Minggu, 26 April 2009

2.675 Siswa SMP Ikuti UN Hari Ini


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sebanyak 2675 siswa-siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Sekadau secara serantak akan mengikuti Ujian Nasional (UN) hari ini, Senin (27/4). Pelaksanaan UN akan berlangsung mulai dari tanggal 27 hingga 30 April 2009.

Untuk kelancaran pelaksanaan UN tersebut, pihak dinas pendidikan Sekadau juga sudah mendistribusikan lembaran soal ke kepala sekolah masingmasing penyelenggara. “Lembaran soal UN SMP/MTs juga telah kami distibusikan kepada kepala sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Djmain Burhan melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Losianus saat di hubungi via telepon Minggu (26/4), kemarin.

Dikatakan olehnya, 2675 pelajar yang akan mengikuti UN, meliputi 46 sekolah tingkat SMP, termasuk MTs dan SMP terbuka. “Mereka (pelajar) sudah sangat siap untuk mengikuti UN, karena telah melakukan berbagai persiapan,” kata mantan kabid tenaga kerja ini.

Untuk kelancaran pelaksanaan UN, tambahnya, pihaknya juga sudah melakukan berbagai

persiapan, termasuk persiapan pengawas silang, tim independer, dan tim monitoring, serta koordinator. ”Semuanya sudah terjadwal. Pokoknya pelaksanaan UN siap dilaksnakan,” katanya.

Jika terjadi kecurangan, tegas Losi pihaknya akan menindak secara tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu, pakah itu Negeri ataupun sekolah swasta. ”Kita akan memberikan sanksi kepada sekolah yang melakukan pelanggaran, tapi saya yakin untuk Sekadau UN akan berjalan baik aman dan lancar.” ungkap Losi yang baru dilantik kurang lebih dua minggu ini.

Berikut data peserta UN yang di kutip dari dinas pendidikan Sekadau, Sekolah SMP Negeri Sekadau Hilir 226 orang, SMP Purnama Tapang Prodah 8 orang, SMP PGRI 1 Sungai Sambang40 orang, SMP PGRI 2 tapang Semadak 64 orang, SMP Karya Asih Gonis Tekam 45 orang, SMP PGRI 2 Nanga Pemubuh 24 orang, SMP PGRI 5 Selalong 39 orang, SMP PGRI 4 Seberang Kapuas 16 orang, MTs Al Rahmah Gonis Rabu 35 orang, MTs Al Iqdam Merapi 21 orang, MTS Miftahul Huda Engkersik 9 orang dan MTs Fajar Belitang 9 orang.

SMP Negeri 3 Sekadau Hilir 83 orang, SMP Negeri 4 Sekadau Hilir 49 orang, SMP Negeri 5 Sekadau Hilir 56 orang, SMP PGRI 1 Sekadau Hilir 80 orang, SMP Santo Gabriel 145 orang dan MTs Amaliyah 102 orang.

SMP Negeri 1 Belitang Hilir 108 orang, SMP Negeri 2 Sekadau Hilir 123 orang, SMP PGRI 2 Merbang 41 orang, SMP Negeri 2 Belitang Hilir 59 orang, SMP PGRI 1 Tapang Raya 18 orang, SMP Negeri 1 Nanga Taman 93 orang, SMP Terbuka Nanga Taman 50 orang, SMP Negeri 1 Sekadau Hulu 85 orang, SMP Terbuka Sekadau Hulu 17 orang, MTs Al Hidayah Rawak 18 orang.

SMP Negeri 1 Nanga Mahap 92, SMP Terbuka Nanga Mahap 16 orang, SMP Negeri 2 Nanga Taman 44 orang, SMP Negeri 2 Sekadau Hulu 51 orang, SMP Negeri 3 Nanga Taman 24 orang, SMP Negeri 2 Nanga Mahap 24 orang, SMP Negeri 3 Sekadau Hulu 29 orang, SMP Negeri 4 Sekadau Hulu 35 orang, SMP Negeri 4 Satu Atap Nanga Taman 34 orang, SMP Negeri 3 Nanga Mahap 65 orang dan SMP Suparna Nanga Taman 77 orang.

SMP Negeri 2 Belitang 86 orang, SMP PGRI Padak 80 orang, SMP PGRI 2 Kumpang Ilong 53 orang, SMP Negeri 1 Belitang 77 orang, SMP Negeri 1 Belitang Hulu 161 orang, SMP Terbuka Belitang Hulu 13 orang dan SMP Negeri 2 Belitang Hulu 50 orang.

Baca Selengkapnya.....

Agus: Amdal Harus Disertai Dengan Perizinan

Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, Agustinus, SH, mengatakan, agar pelaksanaan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya harus dikaitkan dengan mekanisme perizinan.

Dikatakan olehnya, bahwa amdal merupakan kajian tentang dampak besar dan pentingnya terhadap lingkungan hidup, yang dibuat pada tahap perencanaan dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Dia menyebutkan, hal–hal yang dikaji dalam proses Amdal adalah aspek fisik-kimia, ekologi sosial-ekonomi, sosial-budaya serta kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha atau kegiatan, termasuk usaha di bidang industri.

Proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha, atau proses kegiatan lanjut Agus, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999, tentang Analisis mengenai dampak lingkungan, kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.

“Peraturan Pemerintah tentang Amdal, secara jelas menegaskan bahwa Amdal adalah satu syarat perizinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi Amdal, sebelum memberikan izin usaha atau kegiatan. Amdal digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberian izin usaha dan atau kegiatan," jelasnya.

Meskipun Kantor Lingkungan Hidup masih baru berdiri di Sekadau ini, namun pihaknya dalam waktu dekat akan terjun ke beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Sekadau. ”Kita akan melihat berapa besar dampak Amdal terhadap masyarakat sekitar.

Yang jelas aspek lingkungan dan aspek hukum sambung Agus, harus dipenuhi, agar kedepannya tidak menimbulkan dampak yang bisa merugikan masyarakat. ”Bila hal itu tidak dilakukan dampak yang ditimbulkan bisa dilihat dari beberapa komponen, seperti faktor fisik lingkungan ada mengandung unsur kimianya,” ulas Agus.

Terakhir Agus berharap jangan sampai keberadaan perusahaan tersebut mengganggu kesehatan masyarakat karena tidak ada amdal. Sanksinya segala pelaksanaan proyek baik yang berupa fisik, maupun kegiatan perusahan industri dan perusahaan pengolahan bisa dihentikan.

Baca Selengkapnya.....

Perusahaan Wajib Paparkan Visi dan Misi

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Setiap perusahaan yang ingin berinvestasi, baik sawit, karet atau sejenisnya sebelum beroperasi wajib memaparkan visi an misinya baik kepada kepada pemerintah, maupun kepada masyarakat, hal ini untuk meghindari terjadinya keributan dikemudian hari.

Demikian ditegaskan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sekadau di ruang kerjanya belum lama ini. Sebab dengan persentasi seperti itu lanjut Hermes masyarakat bisa tahu secara jelas apa yang ingin dan akan dilakukan oleh perusahaan.

Menurut dia, selama ini banyak terjadi penolakan masyarakat terhadap perkebunan, hal ini ucap legislator partai Demokrat ini, karena sosialisasi yang dilakukan oleh perusahaan sifatnya terbatas, arti kata hanya pada tokoh-tokoh tertentu seperti kepala desa, tokoh masyarakat dan lain sebagainya.

Sebagai persuhaan yang bijaksana sindir Hermes hal tersebut semestinya tidak dilakukan oleh pihak perusahaan. “Selama ini terkesan perusahaan mau mengambil jalan pintas, masyarakat sebagai basis terbesar tidak lagi dindahkan, tak heran mereka marah

karena ada sesuatu yang tidak beres atau janggal,” tegas Hermes.

Dari itu ia meminta pihak perusahaan agar bisa lebih bijaksana dalam memberikan keputusan sebelum perusahaan tersebut berjalan lebih jauh. Karena pengalaman membuktikan tidak sedikit perusahaan yang rugi akibat amukkan masyarakat.

Baca Selengkapnya.....

Jumat, 24 April 2009

PDIP 4 Kursi Golkar dan Demokrat 3 Kursi

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pleno rekapitulasi rekapitulasi suara anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh KPUD Sekadau di Gedung Pertemuan Umum (GPU), 18-19 April 2009, sudah selesai.

Dari hasil pleno tersebut sudah bisa diprediksi partai mana yang perolehan kursinya paling banyak dan dan partai mana yang perolehan kursinya paling sedikit. Data yang diperoleh KPUD Sekadau hasil pleno rekapitulasi yang dilaksanakan sepekan yang lalu, menunjukkan bahwa Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) memperoleh 4 Kursi.

Perolehan empat kursi tersebut masing-masing diraih, Aloysius SH, MH. (Dapil 3) suara pribadi 1740 total suara 2.526 suara. Albertus Pinus (Dapil 2) 1645 suara, dan Radius Efendi (Dapil 2) 1317 suara. Total 7742 suara dan Harison (Dapil 1), 690 suara. Total 1491 suara.

Golkar pada pemilu legisltif 2004 berhasil memperoleh 5 kursi. Pada pemilu legislatif 2009 ini, Golkar terjungkal dengan hanya memperoleh 3 kursi. Kursi itu masing-masing diraih oleh Isnaini (Dapil 1), 1369 suara. Total suara 4351. Yuni Yudarno (Dapil 2), 1424 suara, total 4197 suara. Martinus (Dapil 3), 514 suara. Total 1880 suara.

Demokrat peroleh tiga kursi, masin-masing, Hasan (dapil 2), 1.125 suara. Total 2422 suara. Markus (Dapil 1), 807 suara. Total 1870 suara dan Yepray (dapil 3), 1514 suara. Total 2978 suara. Partai Amanat Nasional (PAN), peroleh dua kursi, masing-masing Abdul Awal (Dapil 1), 1514 suara. Total 2978 suara. Iskandar (Dapil 2), 793 suara. Total 1852 suara.

Partai Dama Sejahtera (PDS), juga peroleh dua suara, masing-masing Nehemia Rentha (Dapil 3), 1998 suara. Total 3340 suara dan Mulyadi Alip (Dapil 1), 1178 suara. Total 1870 suara.Partai Persatuan pembangunan (PPD) juga memperoleh dua kursi, masing-masing Yuhilda Harahap (Dapil 1), 1277. Total 1674 suara dan Musa A (Dapil 3), 1105 suara. Total 1723 suara. Partai Keadilan Sejahtera juga memperoleh dua kursi, masing-masing, Saharudin (Dapil 1), 1247 suara. Total 1577 suara.

7 kursi lainnya diraih oleh partai gurem seperti Partai demokrasi pembaruan (PDP), Paulus Subarno (Dapil 2), 1301. Total 2.040. Partai Barisan Nasional (Barnas) Herculanus (dapil 3), 1455 suara. Total 2100. Partai Hanura, Annisa Ulfa (Dapil 2), 558 suara.

Total 1540, Gerindra, Handi (Dapil 2), 850 suara. Total 1642 suara, Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan), Nobertus (dapil 2) 338 suara. Total 1557 suara, Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Indra Brata 1338 suara. Total 2016 dan Partai Nasional Benteng Kemerdekaan Indonesia (PNBKI)<>

Baca Selengkapnya.....

Panwaslu Dinilai Berbelit-Belit

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sekadau, dinilai berbelit-belit saat memproses laporan yang disampaikan oleh sipelapor. Makanya ada banyak laporan yang tidak bisa diproses oleh Panwaslu. Jika demikian, lantas apa fungsi dan tugas panwaslu.

Padahal Sudah ada kesepakatan dari berbagai pihak, bahwa seluruh yang berkaitan degan pelanggaran pemilu harus diproses, dan tidak tebang pilih atau memihak kepada salah satu parpol atau pun caleg.

”Jangan mengambil alasan pelapor tidak memiliki bukti, tidak cukup saksi, yang penting harus diproses,” tegas apabila tidak cukup fakta hukum, di SP3 kan saja,” tegas Sekretaris Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Sekadau, Sutarjo kepada media ini, Kamis (23/4), kemarin.

Dikatakan olehnya, seluruh pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan pemungutan dan perhitungan surat suara harus tetap diproses, kalau tidak ini akan berulang terus akibat masyarakat tidak merasakan ada rasa takut atau cemas apabila melakukan kecurangan-kecurangan. Demikian juga dengan parpol dan caleg.

Menurut dia, selamanya kualitas pemilu di tanah air ini tidak akan pernah baik, jika panwaslu secara terus menerus bersikap demikian. ”Panwaslu seharus tegas, dan jangan memihak,” katanya.

Sementara, itu menurut Divisi Penanganan, Pelanggaran dan Penegakkan hukum Panwaslu Sekadau, Samsul Muarif, saat dikonfirmasi via telepon Kamis (23/4), kemarin, mengatakan bahwa panwaslu dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. ”Kami tidak membantah pernyataan caleg tersebut, tetapi kami mau katakan bahwa kami bekerja sesuai dengan prosedur,” terang Tukidjo.

Kaiatannya dengan proses laporan yang berbelit-belit, Tukidjo mengatakan, panwaslu dalam memproses laporan harus berdasarkan bukti yang lengkap dan akurat, dan disertai dengan saksi. Menegenai diproses atau tidak itu bukan kewenangan panwaslu, tetapi sudah menjadi kewenan pihak kepolisian, dalam hal in gakumdu.

Untuk mencari bukti dan saksi, menurut Samsul, itu bukan kewenangan dari pada panwaslu, tetapi sudah menjadi kewenangan si pelapor. ”Dalam hal pembuktian atau pun siapa yang bersaksi, itu tugas si pelapor yang mencarinya, bukan panwaslu,” terang Samsul.

Baca Selengkapnya.....

Selasa, 21 April 2009

SMA Negeri 1 Sekadau Hilir Minim Fasilitas

Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 1 Sekadau Hilir yang terletak di jalan Sanggau-Sekadau, seperti yang diungkapkan Dominikus Kepala SMUN 1 Sekadau Hilir, masih mengalami minimnya fasilitas, terutama ruang laboratoruim, ruang kelas dan sarana dan prasarana olah raga seperti lahan untuk lapangan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Domi ketika ditemui di raung kerjanya disela memantau pelaksanaan UN Senin (20/4), lalu. Dikatakan Domi, hingga saat ini, SMAN 1 Sekadau baru memiliki 1 ruang untuk laboratorium, 12 untuk ruan kelas, sementara untuk fasilitas olahraga sepertia lapangan bola dan voly belum ada. Kalau pun ada tetapi tidak representative.

Menurut Domi, keberadaan 12 ruangan yang hingga saat ini baru dimiliki SMAN 1 Sekadau Hilir, tidak memberikan keseimbang antara daya tampung dengan animo atau minat para siswa yang secara terus menerus mengalamipeningkatan. Sebab kalau menurut standar nasional, ruang tersebut minimal 15 ruang.

Sama halnya dengan ruangan laboratorium. SMAN Sekadau Hilir baru memiliki 1 ruangan untuk laboratorium, yakni untuk bidang IPA. Sedangkan untuk bidang lain seperti, fisika, biologi informatika dan bahasa belum ada.

Beruntung tahun ini, papar Domi, pengajuan demi pengajuan akhirnya dikabulkan. Dari 3 ruangan kelas yang diajukan, 2 ruangan yang dikabulkan, demikian juga dengan ruangan laboatorium. 4 yang diajukan 2 yang diterima. ”Bersyukur pengajuan itu bisa diterima, berarti kekurangan kita sudah agak berkurang,” kata Domi.

Menurut Domi, fasilitas olahraga, seperti lapangan, menjadi persoalan yang dihadapi SMAN 1 Negeri. Padahal potensi olahraga para pelajar, lumayan cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena sempitnya lahan yang dimiliki oleh SMAN 1 tersebut.

Sementara lahan yang dimiliki oleh SMN 1 Sekadau Hilir hinga saat ini baru hanya 9000 meter persegi. Layaknya lahan tersebut untuk satu unit bangunan sekolah sekolah minimal 2 Ha atau 20000 meter persegi.

Persoalan lahan juga lanjut Domi sedang dalam proses pengajuan. Dia berharap, lahan demi perlahan keterbatasan fasilitas yang dimiliki SMAN 1 Sekadau Hilir bisa terwujud. Termasuk soal penambahan lahan, ruang kelas dan ruang laboratorium.

Baca Selengkapnya.....

Kondisi Jalan Negara di Kota Sekadau Makin Parah

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

”Aduh...alamak ce-ce-ce, minta ampun. Mengapa jalan provinsi di dalam Kota Seadau ini kian hari semakin parah” kata-kata demikian kerab terucap di mulut para pengguna jalan yang merasa jengel, kecewa dan sakit hati saat melintas jalan yang penuh debu dan kubangan itu. Kemana para pejabat, petinggi serta anggota dewan terhormat, sehingga jalan tersebut merana, layaknya seperti ayam kehilangan induk.

Seiring dengan keadaan cuaca yang tidak menentu, kadang kemarau, kadang hujan, menyebabkan jalan nasional atau jalan negara di Kota Sekadau semakin parah. Sepanjang tahun sepanjang bulan dan sepanjang hari, masyarakat Sekadau terus menerus bergulat dengan masalah jalan nasional yang tak kunjung membaik.

Ketika ada perbaikian, itu pun hanya sebatas tambal sulam. Tak heran dalam waktu yang tidak terlalu lama, jalan tersebut kembali hancur. Padahal jalan merupakan salah satu urat nadi yang dibutuhkan dalam dalam berbagai bidang kehidupan. Jalan juga menjadi salah satu indikator dalam rangka mewujudkan pembangunan di tanah air ini.

Kerusakan jalan nasional di Kota Sekadau semakin menjadi-jadi. Mobil terbalik, kecelakaan motor dengan mobil dan motor dengan motor, jatuh di atas motor, bahkan ditabrak saat berjalan kaki, kerab tak dapat dihindarkan. Itu sebuah potret yang boleh dikatakan sudah menjadi sarapan bagi masyarakat Sekadau.

Diperkirakan sekitar 10 titik jalan nasioal yang kondisinya sudah sangat parah khususnya di dalam kota Sekadau. 10 titik itu diantaraya, depan SMAN 1 Negeri, depan Mitra Pelangi, depan kantor pertanahan, depan pemakaman katolik, depan meuble, depan kp Toli-Toli, depan rumah dinas wakil bupati, depan rumah sakit umum Sekadau yang baru, bekas TPA lama, dan jmbatan darurat yang terletak di pal 7 jalan sintang-sekadau.

Baru-baru ini, atau pada saat pemilu 2009 April 2009 lalu, dua siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) asal Tapang Semadak dan Nanga Gonis, pergi untuk selamanya. Kepergian kedua siswi tersebut juga terjadi di jalan nasional, tepatnya di Ensibau atau Sungai Merah atau setelah Kantor Bupati Sekadau. Kondisi jalan tersebut nyaris longsor. Sehingga menyempit tata ruang badan jalan tersebut.

Liri Muri salah, pemuda asal Sekadau berpendapat, bahwa kerusakan jalan nasional yang tak pernah kunjung membaik, selain diakibatkan oleh pengerjaan yang hanya asal-asalan, juga disebabkan karena tidak berfungsinya drainase atau saluran pengairan, tak heran saat musimhujan, jalan tersebut terutama yang tergolong di daerah yang agak rawak selalu mengeluarkan air.

”Coba lihat kalau musim hujan, air merembet hingga di tengan badan jalan, coba kalau salurannya bagus saya pikir air tersebut tidak akan merembet sampai pada tengah badan jalan,” katanya.

Liri berharap, agar pemerintah bisa membuka mata, telinga terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Bersyukur lanjut Liri, Pemkab Sekadau mau ikut ambil bagian dalam mengatasi kerusakan jalan tersebut. Karena itu kewenangan dari pada pemerintah pusat. ”Jangan biarkan korban berjatuhan akibat kondisi jalan yang semakin parah,” ucapnya.

Baca Selengkapnya.....

Angka Golput di Sekadau Capai 22.811 Jiwa


Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Genderang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota di Indonesia umumnya dan di Sekadau khususnya telah berlangsung selama kurang lebih 23 hari.

Khusus untuk Kabupaten Sekadau, sedikitnya 22.811jiwa, atau sekitar 20 persen lebih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau Golongan Putih (Golput) pada pemilu yang dilaksanakan pada 9 April 2009 lalu.

Jumlah pemilih di Kabupaten Sekadau secara keseluruhan seperti yang

tercatat di DPT KPUD sekadau sebanyak 125. 284 jiwa. Dari jumlah tersebut yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 102.437 suara atau sekitar 80 persen. 102.437 yang memilih, 97.698 suara yang dianggap sah, sedangkan 4.739 dianggap suara tidak sah.

Menurut Andreas Aan, salah seorang pemuda asal Sekadau, tingginya prediksi angka golput itu karena masyarakat sudah jenuh dengan sistem politik yang sampai saat ini tidak terlalu signifikan memberikan kehidupan yang lebih baik.

Selain itu, sambung Andreas, bahwa mekanisme yang baru dalam Pemilu 2009 dengan cara mencentang, juga berotensi membuat angka kesalahan dalam memilih menjadi lebih besar. “Ketika masih ada masyarakat yang salah memilih, mungkin bisa dimaklumi, karena cara mencontreng adalah pengalaman yang baru. Masyarakat lebih paham dengan cara mencoblos, terlebih dilengkapi dengan foto,” ucapnya.

Ketua KPUD Sekadau Subandrio ketika dihubungi via telepon Selasa (21/4), mengatakan 22.811jiwa, atau sekitar 20 persen masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif 2009, termasuk dalam kategori kecil. Dengan demikian, bahwa masyarakat Sekadau khususnya sudah siap melaksanakan pemilu dengan cara mencontreng.

”Fakta ini dapat kita lihat dari 102.437 yang memilih hanya 4.739 yang dianggap suara tidak sah atau rusak. 97.698 suara yang dianggap sah, saya pikir anggaka yang lumayan cukup tinggi, ini berarti menunjukkan bahwa masyarakat sudah paham, meski dengan cara mencontreng,” paparnya.

Suban mengaku, bahwa memahaman mengenai tata cara mencontreng, tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Dala hal ini, KPU sebagai penyelenggara, pemerintah, partai politik (Parpol) serta para caleg.

”Kita sampaikan ucapan berterima kasih kepada semua pihak termasuk para pemilih, yang telah ikut serta dalam mensukseskan pemilu legisltif di Sekadau yang kita cintai ini,” trang alumni UPB Pontianak ini.

Baca Selengkapnya.....

Ratusan Umat Katolik Sekadau Teteskan Air Mata

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Keharuan muncul ketika mereka menyaksikan "Yesus" disiksa, dipukul, ditendang dan jubahnya dicabik-cabik. Drama atau Tablo Jalan Salib Jumat Agung ini merupakan salah satu bentuk peringatan Wafat Yesus sebelum bangkit kembali pada hari raya Paskah, yang akan diperingati pada Sabtu (11/4) malam ini.

Dalam drama itu, Yesus yang diperankan seorang anak Topang, tetap tabah dan menahan penderitaan yang begitu berat dan menyakitkan sebagai wujud komitmenNya yang ingin berkorban untuk menebus dosa-dosa manusia.

Proses drama penyaliban diawali di halaman gereja. "Yesus" yang sudah tampak lemah setelah disiksa dan dimahkotai duri sambil memanggul salib, tetap setia meneruskan jalan salib menuju puncak Golgota (masuk gereja), tempat penyaliban. Prosesi penyaliban itu diikuti ratusan umat yang memadati gereja untuk mengikuti Tablo Jalan Salib Jumat Agung, sebagai peringatan Wafat Yesus.

Drama ini untuk mengenang kembali kisah sengsara Yesus sejak ditangkap, disiksa hingga wafat di kayu salib. Menurut Pastor Paroki, Markus Adu, CP, dramatisasi yang diperagakan itu untuk mengingatkan kembali kisah sengsara yang dialami Yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia.

Menurut pastor, bahwa tablo Jalan Salib yang diperagakan ini merupakan salah satu cara untuk menyadarkan umat Kristiani bahwa betapa besar penderitaan dan pengorban Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia. Sehingga dengan menyaksikan drama itu, umat Kristiani diharapkan bertobat dengan tidak melakukan dosa dan kesalahan yang sama.

Sebelumnya, pada hari Kamis (9/4) malam, usai mencontreng, (karena bertepatan dengan pemilu legislatif), umat Kristiani mengikuti perjamuan kudus di gereja-gereja sebagai peringatan perjamuan terakhir Yesus bersama murid-muridNya sebelum dijatuhi hukuman mati. Dalam perjamuan kudus pada Kamis Putih, "Yesus" membasuh kaki para muridNya sebagai teladan akan pelayanan yang penuh kerendahan hati.

"Pembasuhan kaki para rasul oleh Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus ingin memberi contoh dan teladan kepada umat manusia agar melayani sesama dengan penuh kerendahan hati," papar Pastor.

Sementara pengigatan Wafat Yesus, Jumat (14/4) kemarin, diawali prosesi jalan salib pada pagi hari di gereja-gereja. Kemudian pada sore hari hingga malam, diadakan misa perintatan Wafat Yesus yang ditandai dengan upacara Cium Salib sebagai tanda penghormatan atas pengorbanan dan penderitaan Yesus hingga wafat di kayu salib.

Baca Selengkapnya.....

Jumat, 17 April 2009

Suhu Politik Sekadau Panas (Massa Lintas Partai Curigai Kecurangan)


Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Aksi massa ini merupakan kelanjutkan aksi sebelumnya, (Selasa 14/4), dimana mereka mendesak Panwaslu untuk menghitung kembali surat suara yang dianggap mengalamai penggelembungan. saat itu permintaan mereka dikabulkan panwas kecamatan. Perhitungan mendapat pengamanan ketat aparat Kepolisisan dan TNI.

Benar saja, dari 10 TPS untuk Dapil 1 (Kecamatan Sekadau Hilir) yang dihitung ulang, terjadi perbedaan angka yang telah merugikan salah satu partai maupun caleg. Hasil yang dicatat dalam berita acara beda dengan yang dicatat saksi partai.

"Kami tidak yakin dengan hasil perhitungan yang terjadi di seluruh TPS itu benar, 10 TPS salah satu sampel yang kami anggap telah mengalami penggelembungan ternyata benar adanya," kata Dedi Iskandar, Sekjen FL PCAL, yang menjadi juru bicara aksi tersebut.

Realita tersebut memaksa Dedi dan kawan-kawan, mendesak Panwas untuk menghitung ulang surat suara di seluruh TPS yang ada di DP 1 Sekadau Hilir yang dianggap mengalami penggelembungan. "Kita minta Panwas menghitung ulang surat suara di 113 TPS pada DP 1, kalau tidak kita akan lakukan aksi serupa," ancam Dedi.

Sementara itu, Ketua Panwas Kecamatan Sekadau Hilir, Endang Sunarya mengaku dalam posisi tertekan, sehingga pihaknya menuruti penghitungan ulang terhadap 10 TPS yang diminta massa.

Menurut Endang, pada dasarnya Panwas bekerja sesuai dengan UU aturan yang berlaku. "Kita sudah jalankan UU No.10 tahun 2008 pasal 225. Terus terang, kita tidak akan lagi, menghitung ulang surat suara seperti yang diminta oleh FL PCAL," tegas Endang.

Ditahan

Sebuah truk, dalam keadaan penuh terisi kotak suara yang terparkir di depan pintu masuk gedung GPU, yang hendak mengangkut kota suara ke kantor KPUD akhirnya ditahan oleh panwas.

"Kita tidak memiliki kewenagan untuk menahan proses mobilisasi surat suara ke KPU, itu adalah kewenangan Panwas dan PPK. Kita hanya mau agar surat suara itu dihitung ulang," kata Dedi saat ditanya apakah ada tekanan dari FLPCAL terkait penahanan keberangkatan truk tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, truk tersebut masih ditahan dan tetap berada di depan pintu masuk gedung GPU. Endang belum bisa memastikan kapan surat suara itu diangkut ke KPU. "Kita sekarang lagi sidang dengan KPU, PPK, Panwas dan FLPCAL, membahas masalah itu," katanya singkat.

Sementara itu, Polres Sekadau dalam mengamankan aksi yang terjadi di dua tempat tersebut mengerahkan 170 personel.

Waka Polres Sekadau AKP. Ikhlas Putro Warsono mengatakan, sebagai aparat yang bertugas dalam proses pengamanan, pihaknya akan memonitoring selama 24 jam, setiap perkembangan ataupun peristiwa yang terjadi di lapangan. "Kita berharap agar pemilu di Sekadau berjalan dengan aman, damai dan tidak diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertangung jawab," kata Ikhlas.

Dalam proses pengamanan pemilu di Sekadau, Polres Sekadau telah menyiapkan sebanyak 270 personil yang dibantu 30 personil dari Polda Kalbar.

Baca Selengkapnya.....

Jelang UN Siswa Harus Giat Belajar


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kalau dulu momentnya adalah pemilu legisltif. Sekarang beralih ke moment Ujian Nasional (UN). Ujian Nasional untuk tingkat MA, SMA dan SMK tinggal menghitung hari.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga meminta, siswa kelas III baik SMP dan SMA yang akan mengikuti ujian nasional (UN) lebih giat belajar. UN 2009 tingkat MA, SMA dan SMK akan diikuti 1081 ribu pelajar

“Jelang UN diharapkan seluruh siswa kelas III baik SMA maupun SMP agar belajar lebih giat lagi. Karena ini merupakan ujian penentu kelulusan siswa,” kata Djemain Burhan saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Kata Djemain, Dinas pendidikan Sekadau, sudah mempersiapkan UN sejak lama. Salah satunya dengan menggelar Pra Ujian Akhir Sekolah Bersetandar Nasional (UASBN). Dia mengharapkan siswa-siswi lebih banyak melakukan diskusi, membahas naska soal soal baik sendiri maupun bersama guru pembimbing. Djemain berharap UN ini, peserta bisa lulus seratus persen.

Baca Selengkapnya.....

Kades Pembuh Minta Pasang Rambu Lalin di Simpang 4 Kayu Lapis


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kepala Desa Nanga Pemubuh, kecamatan Sekadau Hulu Serinus, meminta pemerintah Kabupaten Sekadau, khusunya dinas perhubungan segera memasang rambu-rambu di simpang empat kayu lapis jalan sintang-Sekadau.

“Sudah beberapa kali warga menyampaikan hal itu kepada saya, agar rambu-rambu dipasang di simpang empat kayu lapis itu,” ujar Serinus ketika ditemui di kantor bupati belum lama ini.

Ia menambahkan, di simpang empat kayu lapis itu sudah sering kali terjadi kecelakaan, ini akibat dari tidak adanya rambu-rambu yang dipsang oleh dinas perhubungan. “Beberapa kali sering terjadi kecelakaan lalu lintas di simpang empat kayu lapis,” ujarnya.

Masih menurut alumni Fisipol Untan ini, akibat tidak adanya rambu-rabu tersebut warga yang hendak menyeberang menjadi was-was. Dikhawatirkan ada kendaraan yang tidak terkontrol dan nyelonong ke arah penyeberang.

"Pada beberapa lokasi, seperti simpang jalan menuju kantor bupati juga belum dipsang rambu-rambu. Bahkan ada di beberapa lokasi kondisi rambu lalu lintas sudah ada yang parah parah, antara retak dan hancur.

"Jangan menunggu proyek pusat, Bina Marga seharusnya menganggarkan pengadaan rambu lalu lintas itu karena yang paling banyak menggunakan ialah warga di sini," ujarnya.

Baca Selengkapnya.....

Waka Polres: Kita Tindak Tegas Pelaku Anarkis


Hermanus Hartono
Borneo
Tribune, Sekadau

Wakil Ketua (Waka) Polres Sekadau AKP. Ikhlas Putro Warsono menegaskan akan menindak tegas pelaku unjuk rasa yang melakukan tindakan anarkis pada pemilu 2009 di Kabupaten Sekadau.

”Jika ada kekerasa yang dilakukan oleh pengunjuk rasa atau masa akan kita tegas dan tidak bisa ditolerir. ” kata Ikhlas di Gedung GPU Kamis (17/4), kemarin.

”Kita tidak bisa mentolerir para pelaku yang bertindk anarkis, karena kita ingin pemilu di sekadau berjalan damai. Apa yang dilakukan harus berlandaskan etika dan norma yang berlaku," ujarnya.

Kepada masyarakat, Ikhlas mengimbau agar semua pihak mematuhi aturan yang berlaku agar Pemilu 2009 dapat berjalan tertib dan lancar. ”Saya harap kepada masyarakat agar tidak mudah diprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Peserta pemilu harus bisa menciptakan ketertiban. Mari kita berpolitik santun, siap menang dan siap kalah,” paparnya.

Baca Selengkapnya.....

KPUD Sekadau Diserang Masa


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Di tempat terpisah KPUD Sekadau juga mendapat serangan masa yang mengatas namakan dirinya Aliansi Peduli Demokrasi Kabupaten Sekadau. Kedatangan APD yang berjumlah sekitar 40 orang itu diiring oleh polisi.

Kedatangan mereka ke KPU masing-masing menggunakan kendaraan sepeda motor. Berbagai ulasan kata sindiran, mereka tuliskan di kertas karton. Kata-kata sindiran itu mereka ucapkan dengan serentak di depan kantor KPU.

”Kinerja KPU bikin pemilu ambur adul, pemilu bukan ajang jual beli suara, kinerja KPU 0 persen, kata terakhir selamatkan pemilu di bumi lawang kuari,” demikian ulasan kata sindirin yang mereka tuliskan dikertas karton.

Tak hanya itu mereka juga menyerukan yel-yel KPU Sekadau banci, KPU Sekadau banci. Berbagai kata amarah mereka tumpahkan. KPU Sekadau mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua KPUD Sekadau, Subandrio. Dari sekian yang hadir hanya ada empat orang yang diperkenankan untuk masuk ke ruang KPU. Tawaran KPU yang disampaikan oleh anggota polisi akhirnya diterima.

Keempa orang yang dianggap sebagai perwakilan tersebut masing-masing Sukrianto (Sekjen yang juga juru bicata), Alexander, Alel dan Agustami. Keempat perwakilan ini duduk satu meja dengan ketua KPU beserta anggota.

Forum ini mengecam bahwa proses pemilu di Sekadau tidak berjalan dengan azas adil jujur. ”Kita katakan bahwa pemilu legisltif di Sekadau tidak adil dan jujur,” ucap Sukrianto juru bicara forum tersebut.

Tuntutan mereka, agar KPU Sekadau menjunjung tinggi asa kejujuran dan peradilan serta lebih mngutamakan aspirasi rayat. Tuntutan lain seperti yang dikatakan Sukri, bahwa di dalam menentukan dan menerapkan partai dan caleg terutama yang berhak mendapat kursi di DPRD Sekadau untuk dapil 1 tidak menggunakan sistem ganda.

Tuntutan lain soal BPP. Menurut dia, jikalau menggunakan BPP perubahan, kajian dasar pembentukan haruslah berpijak kepada keadilan demokrasi dan aspirasi rakyat pemilih yang ril, serta semua parpol termasuk dalam kelompok nominator kursi DPRD Sekadau harus tembus nilai BPP perubahan jumlah nominator DP sama dengan jatah kursi di DP.

Menjawab beberapa aspirasi tersebut, Ketua KPUD Sekadau Subandrio mengatakan, semua usulan yang disampaikan itu adalah baiik adanya. Namun yang perlu diingat kata Suban, bahwa KPU bekerja sesuai dengan petunjuk undang-uandang.

Menurut Suban, sepanjang undang-undang tersebut tidak berubah maka itulah keputusannya. ”Undang Nomor 10 tahun 2008 serta peraturan KPU Nomor 15 tahun 2008 tentang tentang cara penetapan calon terpilih itulah yang menjadi dasar kita,” papar Suban.

Namun Suban berjanji akan meneruskan permohonan forum ini baik ke KPU provinsi maupun ke KPU pusat. ”Kalau memang mereka minta teruskan, ya akan kita teruskan,” ujar Suban.

Polres Sekadau Kerahkan 170 Personil.

Polres Sekadau dalam mengamankan aksi yang terjadi di dua tempat tersebut te lah mengerahkan sebanyak 170 personel. Demikian kata Wakil Ketua (Waka) Polres Sekadau AKP. Ikhlas Putro Warsono saat ditemui disela memantau situasi yang terjadi di gedung GPU.

Sebagai aparat yang bertugas dalam proses pengamanan, Ikhlas mengatakan pihaknya akan memonitoring selama 24 jam, setiap perkembangan ataupun peristiwa yang terjadi di lapangan. ”Kita berharap agar pemilu di Sekadau berjalan dengan aman, damai dan tidak diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertangung jawab,” pesan Ikhlas.

Dalam proses pengamanan pemilu di Sekadau, Polres Sekadau telah menyiapkan sebanyak 270 personil yang dibantu 30 personil dari Polda. ”Mari kita ciptakan kondisi yang kondusif, pemilu yang damai, karena dengan pemilu yang damai berarti kita sudah melakukan pembangunan di kabupaten Sekadau,” kata Ikhlas lagi.

Baca Selengkapnya.....

Selasa, 14 April 2009

Ratusan Pelajar Se-Kabupaten Sekadau Hari Ini Ikuti OOS

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekitar 200-an pelajar tingkat SMP Se-Kabupaten Sekadau hari ini Rabu (15/4), ikut ambil bagian dalam kegiatan Olyimpiade Olahraga Siswa (OOS). Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai dari tanggal 15-17 April 2009.

Adapun Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan antara lain, voly mini, sepak bola, tenis meja, bulu tangkis, atletik, silat, karate, takraw, basket catur dan kesenian. Untuk cabor voly, kesenian, catur, takrawkarate dan silat akan dipusatkan di SMP Negeri 1 Sekadau. Untuk cabor sepak bola, atletik akan dipusatkan di Lapangan E.J Lantu. Cabor Bulu tangkis dan basket akan dipusatkan di gedung lama jalan Irian, Sekadau.

Kasi Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sekadau, Syafi’i Yanto saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (14/4), mengatakan OOS yang diselnggarakan oleh pihaknya untuk menyeleksi para pelajar dari seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Sekadau untuk mengikuti OOS tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2009mendatang.

Menurut Yanto, kegiatan OOS juga untuk menjaring bibit-bibit para pelajar yang handal, sehingga kedepan Kabupaten Sekadau memiliki potensi olahraga yang bisa bersaing untuk tingkat nasional.

Baca Selengkapnya.....

Diknas Pendidikan Sekadau Akan Ujiankan 1081 Siswa

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau untuk tahun ajaran 2008/2009 akan ujiankan 1081 siswa-siswi, mulai dari tingkat SMA, MA dan SMK. Ujian Akhir Nasional akan dilaksanakan pada tanggal 20-23 April 2009.

Demikian menurut penuturan yang disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pemuda dan Olahraga Sekadau, Hj. Utin Diana Kumala, S.Pd saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4), kemarin.

SMA Karya jumlah siswa-siswi yang akan diujiankan sebanyak 197 orang, SMA Negeri

1 Sekadau 143 orang, SMA PGRI Rawak 79 orang, SMAN Negeri 1 Belitang Hilir 64 orang, SMA PGRI Tapang Semadak 51 orang, SMA PGRI Timpuk 40 orang, MA Al Rahmah Gonis Rabu 22 orang, SMA Negeri Nanga Taman 49 orang, SMA Negeri Belitang 36 orang, SMA Negeri Belitang Hulur 60 orang SMK Amaliyah Sekadau Hilir 280 orang dan SMK PGRI Sekadau Hilir 16 orang.

Dia juga menyebutkan saol Ujian Nasional tiba di dinas Pendidikan Sekadau Rabu (15/4), (hari ini, red). Utin menyebutkan pihaknya juga telah membentuk tim untuk memonitoring selama pelaksaan UN. Tim tersebut antara lain Wahap, A.Md, Nur Achmad, S.Sos dan Iskandar, S.Sos. ”Untuk memonitoring pelaksanaan ujian kita sudah membuat daftar piket, mereka ini nanti yang akan turun sekaligus cek semua persoalan yang berkaiatan dengan pelaksanaan ujian nasional,” katanya.

Utin juga dengan tegas mengatakan, jika ada soal ujian yang rusak akibat sobek atau kena tinta pihaknya akan mengambalikan kepada panitia dan meminta kembali sebagai pengganti soal yang rusak tersebut. ”Kita tidak mau ada resiko atau tanggapan yang negatif di masyarakat soal ujian nasional ini, untuk itu jika ada soal yang rusak akan kita kembalikan kepada panitia,” tegasnya.

Mengenai pendistribusian soal ujian, menurut Utin pihaknya telah melakukan kerja sama dengan masin-masing kepala sekolah yang ditunjuk sebagai penyelenggara ujian nasional. ”Kita bencana paling lambat dua hari sebelum hari ”H” ujian nasional, soal sudah tiba di masing-masing sekolah,” katanya.

Ditanya mengenai kriteria kelulusan, dengan lugas Utin mengatakan, peserta Ujian Nasional dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut, memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan,dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.

Oleh sebab itu dia berharap, dengan standar Ujian Nasional yang semakin tinggi diharapka kepada siswa dan orang tua siswa agar mulai dari saat ini memfokuskan diri untuk belajar. Sebab kelulusan tidak hanya berada di pundak sekolah. ”Kita berharap mulai dari sekarang anak-nak sudah mulai mempersiapkan diri tentunya dengan belajar, membaca ulang kembal pelajaran yang didapatii dari sekolah, mungkin bisa melihat contoh soal ujian tahun-tahun sebelumnya, paling tidak itu menjadi ajuan siswa,” katanya.

Baca Selengkapnya.....

Bupati Hadiri Perayaan Paskah Bersama

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekitar ratusan umat Katolik Paroki Sekadau Senin (13/4) mengikuti paskah bersama di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus. Paskah bersama yang dimotori Panitia Paskah ini, untuk mempererat tali persaudaraan antar-umat separoki dan kring yang sudah terjalin cukup baik selama ini.


Hadir pada acara itu Bupati Sekadau, Simon Petrus, S.Sos, Ketua Tim Penggerak PKK Ny.
Scolastika, Mgr. Yulius Mencucini, CP, Pastor Paroki Markus Adu, CP, Para pastor, suster, bruder dan masing-masing ketua kring.

Kegiatan paskah itu berjalan aman dan lancar. Seluruh bangku dan kursi yang disediakan penuh terisi umat. Ada juga umat yang duduk melantai seperti bentuk lingkaran. Umat yang hadir mulai dari orang tua, dewasa hingga anak-anak kecil.

Mgr. Yulius dalam sambutan singkatnya mengatakan, perayaan paskah ini untuk mengenang kembali kebangkitan Kristus. Selain itu, umat sekalian juga mampu memberikan kesaksian hidup setiap hari.

Menurut yang mulia, Paskah disebut sebagai pelayanan terang, karena pada hari pertama itu, umat kristiani mengenang kembali karya penciptaan Allah pada hari pertama, sekaligus berkeyakinan bahwa melalui kebangkita Kristus kegelapan dosa dikalahkan oleh terang kasih Allah. ”Mari kita tingkatkan hubungan persauadaraan kita dengan semua orang, kebangkitan kristus adalah jawaban Allah atas kesetian kasih, pelayanan dan pemberian Yesus,” papar yang mulia mencucini.

Bupati sekadau dalam sambutannya mengatakan menyambut baik kegiatan paskah bersama antar kring yang diselenggarakan oleh panitia. Sebab dengan acara seperti ini dapat menjalin hubungan persaudaraan yang erat antar umat.

Bupati juga minta agar umat katolik harus mampu memancarkan kasih kepada semua orang. ”Karena dengan kasih akan membuat kita cinta terhadap semua orang,” katanya. Bupati juga meminta agar acara yang penuh persaudraan ini untuk ditahun-tahun yang akan datang dapat ditingkatkan lagi.

Pastor Paroki Sekadau Hilir dalam sambutan singkatnya mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, warga kring, pihak keamanan, para donatur, pemkab Sekadau yang telah ikut ambil andil sehingga terselenggaranya perayaan paskah termsuk acara paskah bersama yang dilaksanakan ini.

Baca Selengkapnya.....

Golkar dan PAN Ungul di Kecamatan Sekadau Hilir

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Partai berlambang pohon beringin yakni partai Golongan Karya (Golkar), di Kecamatan Sekadau Hilir hingga saat ini masih berada di urutan paling atas. Sebaliknya Partai Demokrat dan PDIP yang saat ini bercokol di posisisi pertama dan kedua untuk tingkat nasional, hanya berada di posisi 7 dan 8.

Dari 14 desa, 122 TPS, di Kecamatan Sekadau Hilir, baru 10 desa atau 74 TPS yang sudah direkap atau dihitung oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamaan Sekadau Hilir.

Adapun 10 desa yang sudah direkapitulasi yakni, Desa Mungguk, Seraras, Tapang Semadak, Landau Kodah, Peniti, Merapi Tanjung, Seberang Kapuas, Gonis Tekam dan Sungai Kunyit. Sementara 4 desa yang belum, yaitu Desa Semabi, Timpuk, Engkersik dan Sei Ringin.

Berdasarkan data perolehan sementara yang diinput dari PPK Sekadau Hilir yakni sebagai berikut, Partai Golkar 2727 suara, PAN 1283 suara, PPD 1107suara, PDS 962 suara, PPP 1023, Demokrat 968 dan PDIp 907. Untuk perhitungan secara lebih rinci dari seluruh Parpol yang ikut berkompetisi seperti yang diakui Ketua PPK Sekadau Hilir Abang Usman, sebagain besar masih dalam proses.

Dia mengaku untuk menghitung jumlah suara yang begitu banyak, diperlukan konsentrasi dan ketelitian, agar tidak keliru. Tak heran jika proses perhitungan dimasing-masing TPS membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun dia yakin dari empat desa yang belum sempat dihitung, malam ini (kemarin, red) dapat dituntaskan oleh PPK.

Baca Selengkapnya.....

Pasca Pemilu, Indikasi Politik Uang di Sekadau Merebak

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Dua hari pasca Pemilhan Umum (Pemilu) di Kabupaten Sekadau, yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2009 lalu, ternyata menyisakan sejumlah persoalan, terkait dengan adanya indikasi money politik atau politik uang yang dilakukan oleh parpol atau caleg kepada pemilih.

Sudah banyak laporan yang disampaikan Partai Politik (Parpol), kepada Panwaslu, dua hari pasca pemilu. Sebagian besar Parpol yang berdatangan di Panwaslu, masing-masing mengatakan bahwa hasil pemilu yang dilaksanakan 9 April 2009 lalu khsususnya di Sekadau, penuh dengan muatan politik uang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Sekadau Drs. Tukidjo ketika ditemui di ruang kerjanya Sabtu (11/4), kemarin menyebutkan, benar dan sudah banyak caleg yang melaporakan kasus terkait dengan indikasi politik uang yang dilakukan oleh partai politik.
 
Laporan mengenai indikasi politik uang, Panwaslu terima mulai dari tanggal 4 April 2009, menjelang pemilu. Laporan kedua Panwaslu terima tanggal 6 dan 11 (kemarin, red) April 2009 atau setelah pemilu. Sebagai Panwaslu Tukidjo mengatakan tugasnya hanya mengkaji terhadap laporan yang disampaikan oleh si pelapor. 
 
Seterusnya lanjut Tukidjo yang berkaitan dengan saksi atau pidana adalah pihak kepolisian. ”Intinya bahwa panwslu hanya menerima kemudian mengkaji terhadap laporan yang disampaikan si pelapor,” paparnya.
 
Namun, jika parpol atau yang bersangkutan dinyatakan benar melakukan pelanggaran sesuai dengan bukti yang disajikan oleh sang saksi, tegas Tukidjo, caleg atau parpol yang bersangkutan dapat di diskan sebagai calon terpilih. ”Jika memang caleg yang bersangkutan terbuki melakukan politik uang, mau tidak mau harus kita diskan sebagai calon terpilih,” tegas Tukidjo. 
 
Markus salah satu caleg peseta Pemilu menyebutkn, aroma politik uang memang tidak mudah dibuktikan secara hukum, namun sebagai fenomena politik praktis dia bergerak sangat menggairahkan. Politik uang dapat merusak sendi-sendi demokrasi dan cenderung menyuburkan KKN. 
 
Menurutnya, politik uang dapat muncul dalam berbagai siluman, juga dapat mendorong anomali (penyimpangan) kekuasaan dan berpotensi membangkrutkan perkembangan negara dan bangsa. 
Dia berkata, bahwa politik uang juga menyuburkan penyimpangan kekuasaan. Politik uang berpotensi menggerogoti negara. ”Politik uang adalah suatu tindakan ceroboh dan tak mencerdaskan dari sudut pandang demokrasi dan hati nurani,” papar Markus, namapak gerah.
 
Paulus Lion salah seorang caleg yang tak puas dengan hasil pemilu mengatakan, menanggapi persoalan ini panwaslu harus mampu bekerja dengan baik, arif dan bijak sana. Setiap laporan yang masuk di meja panwaslu harus segera ditindak lanjuti. ”Kita minta kepada Panwaslu, agar benar-benar menyelesaikan setiap persoalan terutama berkaiatan dengan pelanggaan pemiliu ini,” katanya. 
 
Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com