TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Minggu, 08 Agustus 2010

Tenaga Medis Jangan Malas

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Banyak tenaga medis yang mengabdikan diri di Kabupaten Sekadau merupakan salah satu factor penunjang pembangunan di bumi lawang kuari. Tenaga medis yang sudah tersebar dimasing-masing puskesmas tidak ada beda PNS atau PTT tetap menjadi tanggung jawab dinas kesehatan Sekadau. Hak sudah dipenuhi dan tidak ada alasan menolak tidak memberikan kewajibannya kepada Kabupaten Sekadau.

“Puskesmas itu pemilahannya ada yang terpencil dan sangat terpencil, melihat pada tempat yang dimaksud untuk penempatan tenaga medis PTT. Sangat terpencil biasanya masuk pada tempat tugas diluar kecamatan perkotaan. Sementara kewenangan lebih lnjut untuk menindak lanjuti tenaga medis PTT maupun PNS yang tidak masuk atau menempati tempat tugasnya adalah kewenangan kepala puskesmas yang bersangkutan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan melalui Sekertaris dinas kesehatan Kabupaten Sekadau Yohanes Bayen kepada wartawan, belum lama ini.

Bayen sapaan akrabnya menilai, kewenangan sepenuhnya mengatur dan menegur personil itu kembali pada kepala puskesmas masing-masing. Dalam hal ini jelas tidak mengutamakan rasa tidak enak atau anak pejabat mana saja, karena power orang tua tidak bertanggung jawab atas pekerjaan anaknya dan yang memiliki kewenangan penuh tak lain adalah kepala puskesmas. Sejauh ini dinas kesehatan sudah maksimal dan tepat dalam menempatkan personil kesehatan dimasing-masing tempat yang telah dan sudah dibangun.

”Alasan tidak enak dan tidak betah itu bukan alasan mengabdikan diri, personil kesehatan jangan manja. Perawat hingga bidan dan dokter sekalipun yang tidak menempati tempat tugasnya harus diberi peringatan oleh kepala puskesmas. Jika kepala puskesmas tidak mampu atau tidak berani memberikan teguran, masyarakat setempat silahkan mengadu langsung kepada kepala puskesmas dan dinas kesehatan juga tidak masalah untuk mengadukan tenaga medis yang molor,” tegasnya.

Menurut Bayen, selama ini pemberian hak dan kewajiban sudah dimaksimalkan oleh dinas dan yang mendapatkan semua itu jangan diam makan gaji buta. Laporan dari berbagi pihak ada yang sudah masuk, hanya saja dari masing-masing kepala puskesmas harus proaktif menyikapi laporan masyarkat. Masalah ini tidak perlu disebutkan siapa dan dimana, yang jelas dinas sudah mengetahui siapa-siapa saja yang molor ataupun rajin untuk personilnya.

”Masalah tidak enak menegur tenaga medis itu tidak ada alasan dan bagiamanapun juga, tenaga medis itu stafnya kepala puskesmas. Peringatan itu bisa saja dimulai dari teguran lisan, jika tidak mempan silahkan menggunakan surat peringatan dan membuat tembusan kepada dinas kesehatan. Pemberian teguran itu harus adil kepada personil kesehatan, jika yang melanggar harus diproses dan jika yang berprestasi harus diberlakukan seperti apa tentu ada acuannya, karena ini untuk menyukseskan program pembangunan dibidang kesehatan dengan kualitas yang baik juga,” tegasnya Baca Selengkapnya.....

Enam Orang Suster Pasionis Memperoleh Kaul Kekal Pertama, Misa Syukur Dihadiri Bupati Sekadau Simon Petrus


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

“Maka aku akan menjawab Ah Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tida pandai berbicara sebab aku ini masih muda” (Yer 1,6). Adalah motto keenam suster pasionis yang menerima pengikraran profesi pertama atau kaul kekal dan satu orang suster yang menerima profesi relegius 25 tahun menjadi suster di gereja Katolik Santo Petrus dan Palus Sekada Minggu (8/8) emarin. Adalah Suster Donata Katarina yang menerima profesi relegius atau berpesta perak.

Keenam suster muda pasionis yang memperoleh kaul kekal pertama yaitu antara lain Sr. Kristilia Nona, Sr. Edit Yulifitri, Sr. Stevania Efriana Dua Hereng, Betha Marsia Marpaung, Teodosia Marwanti Etty dan Sita Devi.

Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus, Uskup Keuskupan Sintang dan pastor kepala paroki Santo Paulus dan Petrus Sekadau P. Markus Adu serta para pastor di keuskupan Sanggau dan keuskupan Sintang.

Pimpinan tinggi kongregasi suster pasionis provinsi Indonesia Sr. Kristina Nong, CP hadir langsung dalam perayaan ekaristi tersebut untuk memberikan kaul kekal kepada keenam suster yang berbahagia tersebut. Para suster dari kongregasi lain juga turut hadir dalam undangan pesta perak dan kaul kekal ke enam orang suster muda tersebut.

Tidak terkecuali, orang nomor satu di Kabupaten Sekadau Bupati Simon Petrus beserta Ny. Scolastika juga turut hadir dalam perayaaan ekaristi yang menyelematkan itu. Hadir juga ketua DPRD Kabupaten Sekadau Aloysius dan Ny. Yanti, para anggota dewan, para orang tua suster yang berkaul kekal, serta seluruh umat katolik di seantero Bumi Lawang Kuari.

Misa syukur yang dimulai pukul 08.00 wib berjalan hikmad meski sedikit diliputi cuaca mendung dan sedikit gerimis. Namun hal itu tidak mengurangi niat dan semangat ribuan umat katolik untuk melaksanakan ibadah.

Dalam kotbahnya yang mulia monsinyur Agustinus Agus mengungkapkan di tengah hiruk pikuk perubahan zaman yang semakin modern dengan berbagai pengaruh dan gejolak, masih ada umat katolik yang merelakan diri untuk menyerahkan diri secara total kepada Tuhan Alllah.

Hal ini menunjukan bahwa Tuhan masih ada di tengah umat. ”Saya menyampaikan selamat dan terima kasih kepada para suster yang berbahagia, karena anda sudah memilih untuk mengikuti jalan tuhan,” tutur uskup asal Lintang, Kabupaten Sanggau ini.

Dikatakan Uskup, di tengah hiruk pikuk dan prubahan zaman yang serba modern sekrang ini, umat katolik mengalami krisis yang disebut dengan suka menyingkirkan tuhan. Uskup menggambarkan seorang sopir mobil, ketika melewati lampu merah atau traffic laigt. Meski dia tahu tanda merah itu berhenti, namun karena tidak ada polisi, dia pun tanpa takut melajukan kendaraanya. Ketika ditanya polisi, mengapa bapak melewati pada saat lampu merah, bapak itu pun menjawab, karena tidak ada pak polisi yang jaga.

Dikatakan monsinyur, cerita itu menggambarkan bahwa manusia lebih takut dengan sesamanya manusia dibandingkan takut dengan tuhan. ”Ini yang saya katakan krisis bahwa tuhan mulai disingkirkan dalam hidup. Saya mengajak kepada umat mari kita sertakan seluruh hidup kita dalam tuhan,” paparnya.

Monsinyur juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua suster yang telah merelakan anak-anaknya untuk mengikuti jalan tuhan. Uskup juga berharap semoaga masih ada orang tua yang merelakan anak-anaknya untuk mengikuti jejak para suster ini, dalam memberikan pelayanan kepada umat. ”Yang menuai banyak, tetapi pekerjanya sedikit,” ucap ungkap Uskup dalam bahasa perumpamaan.

Sementara kepala suster kongregasi pasionis, Sr. Kristina dalam sambutannya mengatakan keenam suster yang mendapat kaul kekal dan satu orang suster yang merayakan pesta perak merupakan bisikan tuhan yang senantiasa harus dijalani dengan hidup kemurnian, kesucian, kemiskinan dan kesederhanaan. Dikatakan Kristina, kaul kekal ini bukan merupakan akhir tetapi sebagai awal karya yang baik bagi keenam suster untuk melaksanakan tugas dan perutusan karya keselamatan.

Kristina juga menyampaikan terima kasih kepada uskup, para pastor, pemkab sekadau para donatur yang telah mensukseskan prosesi misa syukur ini. Suster juga mengajak kepada umat supaya dapat merelakan putra-putrinya untuk bisa bergabung menjadi suster kongregasi pasionis.

Sementara itu Bupati Sekadau Simon Petrus, dalam sambutannya menyampaikan atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan selmat dan berbahagia kepada enam suster yang mendapat kaul kekal dan satu orang suster yang merayakan pesta perak 25 tahun menjadi suster.

Dalam sambutannya bupati juga sempat meneteskan air mata ketika melihat keenam suster yang berjalan memikul salib. ”Saya sempat terharu dan meneteskan air mata, melihat keenam suster yang berkaul kekal ketika memikul salib. Mereka sangat berbahagia bisa menjadi pelayan Tuhan,” papar orang nomor satu di bumi Lawang Kuari ini.

Bupati Simon mengatakan, keenam orang suster yang berkaul kekal dan satu orang suster yang berpesta perak adalah orang yang terpenggil untuk mengikuti tuhan secara total. ”Mereka dengan rela menyerahkan diri untuk menjadi pelayan tuhan dan pelayan umat. Semoga ada keluarga umat katolik yang bisa mengikuti jejak para suster ini, dalam penggembalaan umat Alllah,” tutur bupati Simon. Baca Selengkapnya.....

Kedepan KONI Kalbar Harus Perhatikan Penginapan Atlet


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat yang dimulai dari tangal 24 hingga 31 Juli 2010 lalu di Kota Pontianak telah usai. Sukses dalam pelaksanaanya, tetapi memberikan pesan dan kesan tersendiri k bagi official, atlet bahkan ketua Pengurus Cabang yang ada ditingkat kabupaten/kota.

Adadalah Muhammad, Ketua Pengcab POBSI Kabupaten Sekadau dalam pernyataanya kepada sejumlah wartawan di Sekadau (5/8), kemarin, mengaku sedikit kecewa dengan pelayanan yang diberikan panitia mengenai tempat penginapan yang dipersiapkan khusus untuk atlet Kabupaten Sekadau yang ditempatkan di SPN Pontianak.

Menurut Muhammad sangat kurang cocok jika atlet yang dipersiapkan untuk bertanding tetapi ditempatkan pada tempat yang kurang mengenakan. Menurut Muhammad jika tempat penginapan yang dipersiapakan kurang memungkin maka secara langsung akan berpengaruh kepada atlet.

”Kami dari Cabor POBSI harus terpaksa menginap di hotel. Karena mau mandi saja kadang tidak ada air, tempatnya juga kurang memungkinkan, karena itu adalah barak atau tempat penampungan para pengungsi,” paparnya.

Untuk itu kedepan kita berharap supaya KONI Provinsi Kalbar supaya mempersiapakan tempat penginapan yang lebih baik, kepada atlet. Karena itu sangat berpengaruh kepada atelt. ”Bagaimana atletnya mau sehat, tempatnya aja tidak sehat,” tegasnya.

Salah satu atlet yang namanya tidak mau disebutkan mengaku, bahwa tempat yang dipersiapakan oleh panitia terasa kurang enak. Kita mau tidak mau karena sudah dipersiapkan ya harus tinggal di situ. Tapi untuk soal makanan tidak ada masalah, hanya tempat penginapan yang bermasalah,” paparnya. Baca Selengkapnya.....

Pengobatan Gratis Keliling Kecamatan Adalah Program Bupati Simon


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu merupakan salah satu program yang menjadi prioritas Bupati Sekadau Simon Petrus. Program yang bertujuan meningkatkan tarap kesehatan masyarakat itu sudah dilakukan sejak tahun 2007 hingga 2010 sekarang. Pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu ini juga menjadi salah satu program 100 hari menteri kesehatan republik indonesia.

Sebagai implementasi dari pada program tersebut, Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau bekerja sama dengan PKK melakukan pengobatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu di Desa Engkersik Kecamatan Sekadau Hilir.

Program pengobatan gratis yang dilaukan oleh Dinkes Sekadau bekerja sama dengan PKK Kabupaten Sekadau dari desa-kedesa selama tiga tahun terakhir ini mendapat tanggapan positef dari masyarakat terlebih bagi masyarakat yang kurang mampu. Tidaklah mengherankan jika pengobatan gratis tersebut selalu diserbu oleh masyarakat.

Apalagi setiap kali ada pengobatan gratis, Dinkes Sekadau selalu mempersiapkan tenaga dokter selain perawat dan tenaga bidan. Ini membuat masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.

Pengobatan gratis ini ternyata menjadi kerinduan yang selama ini dinanti-natikan oleh masyarakat di Desa Engkersik. “Sebagai masyarakat yang kurang mampu yang hanya mengandalkan penghasil karet, pengobatan gratis seperti ini sangat kami rindukan dari pemerintah kabupaten sekadau. Kita ini orang kecil, berpenghasilan kecil, kita tidak mampu untuk berobat ke dokter, karena biayanya yang besar. Kita bersyukur pengobatan gratis ini dilaksanakan,” tutur Tayong seorang ibu berusia 50 tahun itu.

Bahkan menurut Tayong, dengan penghasilannya yang hanya Rp700-800 ribu perbulan kerab membuat dirinya enggan untuk berobat ke puskesmas. Sebab dengan kondisi ekonomi yang semakin meningkat seperti sekarang ini pendapatan tersebut dirasakannya masih kurang.

Karena selain untuk biaya anak sekolah juga untuk keperluan kebutuhan sehari-hari. “Kalau ada uang lebih, baru kita bisa berobat, tetapi kalau tidak ada uang kita tidak berobat. Karena kalau kita berobat ke dokter atau mantri paling tidak kita harus keluarkan uang Rp100 ribu, belum lagi untuk transportasi,” paparnya.

Nada yang sama juga dituturkan oleh Zainal Abidin (41) tahun. Dia mengaku bersyukur dan senang hati dengan kegiatan pengobatan gratis yang dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten Sekadau itu. “Kita berharap kegiatan ini terus berlanjut dalam rangka membantu bagi masyarakat yang ekonominya kurang mampu. Masyarakat seperti kita ini masih sangat membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi karena biaya membuat kami jarang mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai,” tutur Zainal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dominika dalam sambutan singkatnya mengatakan, bahwa pengobatan gratis seperti ini dilakukan secara berkelanjutan dari tahun ketahun. Namun karena banyaknya desa yang tersebar di Kabupaten Sekadau terpaksa ada yang belum dan ada yang sudah dilakukan.

“Tapi pada prinsipnya desa-desa yang tersebar di sekadau sudah kita programkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis ini, hanya saja realisasinya bertahap, ini tentu disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” ujar Dominika.

Dikatakan Domi, pengobatan gratis itu adalah kebijakan bupati Sekadau Simon Petrus. “Kebijakan bupati Sekadau terkait dengan pengobatan gratis itu sudah kita lakukan sejak tahun 2007 lalu hingga sekarang,” ujarnya.

Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Sekadau Scolastika Simon Petrus dalam sambutan singkatnya mengajak kepada masyarakat desa Engkersik agar selalu membiasakan hidup sehat dan bersih lingkungan. “Lingkungan akan nampak indah jika bersih, ditanami dengan tumbuh-tumbuhan,” ujar Scolastika.

Terkait dengan pengobatan gratis, Tika menjelaskan bahwa itu adalah program yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sekadau dalam rangka meningkatkan tarap kesehatan kepada masyarakat. “Pemkab berupaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik, dengan mendirikan pustu dan polindes. Dibidang lain jalan, rumah sekolah dan masih banyak lagi,” terang Tika yang disambut tepuk tangan oleh masyarakat yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut ketua PKK Sekadau Scolastika juga ikut melakukan pemeriksaaan kesehatan kepada masyarakat yang hadir. Memeriksa kesehatan pasien bukanlah pekerjaan baru bagi Istri Simon Petrus itu. Sebab ibu yang dikenal cukup ramah ini adalah seorang bidan. Baca Selengkapnya.....

Wabub Terpilih Rayakan Syukuran di Kampung Halamannya


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Wakil bupati terpilih Kabupaten Sekadau Rupinus Sabtu (7/8), pekan lalu merayakan syukuran atas terpilihnya sebagai wakil bupati di kampung halannya di Pantok Kecamatan Nanga Taman.

Bupati terpilih Simon Petrus dan ketua TP PKK Kabupaten Sekadau hadir pada acara syukuran tersebut. Bupati Simon disambut dengan tarian adat dayak. Bupati Simon juga pada prosesi penyambutan itu diperkenankan memotong pancong buluh muda.

Bupati Simon dalam sambutannya, mengajak kepada masyarakat kabupaten sekadau scara bergandeng tangan membangun kabupaten sekadau. Bupati Simon juga mengatakan dia bersama wakil bupati Rupinus siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dikatakan bupati Simon, pembangunan di kabupaten sekadau dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh masyarakat kabupaten sekadau. ”Pemerintah tidak bisa membangun jika tidak didukung oleh masyarakat, sebaliknya pembagunan dapat berjalan jika didukung oleh masyarakat,” paparnya.

Dikatakan Simon Petrus, terpilih dirinya sebagai bupati dan Rupinus sebagai wakil bupati adalah sebuah kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat desa pantok secara khusus dan masyarakjat kabupaten sekadau secara umum. Mengawali pembangunan lima tahun kedepan, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Baca Selengkapnya.....

Tahun 2010 Tidak Ada Lagi Sekolah Yang Rusak Parah

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pemerintah Kabupaten Sekadau di bawah pimpinan Bupati Simon Petrus ingin menunjukan keseriusannya terutama di bidang pendidikan. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau Djemain Burhan, ketika dutemui di ruang kerjanya baru-baru ini, mulai tahun 2010 tidak ada lagi gedung sekolah di tujuh kecamatan di senatero bumi lawang kuari yang mengalami rusak parah.

Menurut Djemain semenjak Sekadau menjadi kabupaten sedikitnya 62 gedung sekolah baru yang dibangun oleh Pemkab Sekadau mulai dari SD,SMP dan SMA/sederajat. Dikatakan Djemain lagi, sampai pada tahun 2010 sekarang ini, Pemkab Sekadau sudah sudah hampir selessai membangun fisik gedung sekolah sampai pada tingkat desa. Jika ada pembangunan selanjutnya ungkap Djemain hanya tinggal rehab yang rusak.

“Saya yakin tahun 2010 tidak ada lagi sekolah yang rusak parah, ini menunjukan bahwa Pemkab Sekadau benar-benar serius dalam mengurusi masalah pendidikan,” ujarnya. Selain membanun gedung sekolah, Pemkab Sekadau juga memberikan kesempatan bagi para guru untuk melanjutkan study baik di S-1 maupun S-2. “Kita sudah mengupayakan agar guru bisa kuliah untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya,” kata Djemain lagi. Baca Selengkapnya.....

Menjadi PNS Berarti Siap Menjadi Pelayan Masyarakat

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus menegaskan menjadi PNS berarti harus siap menjadi pelayan masyarakat bukan sebaliknya minta dilayani oleh masyarakat.

”Sebagai abdi negara, PNS harus mampu menjadi pelayan masyarkat yang baik, itulah tugas seorang PNS,” kata orang nomor satu yang menahkodai DPC partai demokrat kabupaten sekadau ini.

PNS juga kata bupati harus disiplin, berperilaku baik sehingga bisa menjadi panutan masyarakat. Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan tidak membeda-bedakan latar belakang seseorang itu.

Juga yang tidak kalah pentingnya ungkap pria asal Belitang Hulu ini, seorang PNS harus mampu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat yang baik, dan mampu melaksanakan tugasnya.

"Dengan dilandasi semangat pengabdian, disiplin, dedikasi, loyal dan bertanggung jawab serta dilandasi dengan senyuman yang indah kepada masyarakat maka dengan sendirinya masyarakat akan merasa puas, lega, segar dan nyman dengan pelayanan tersebut,” paparnya. Baca Selengkapnya.....

Pembangunan Untuk Masyarakat

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Ketua DPRD Sekadau, Aloysius mengatakan jika ada yang mengatakan pemerintah Kabupaten Sekadau tidak berbuat dalam bidang pembangunan terutama jalan itu sangat salah besar. Bahkan setiap daerah bahkan dusun sudah dibangun rabat beton.

“Sedangkan jalan kabupaten antar kecamatan yang sudah rusak sekarang ini, itu semata-mata karena membawa angkutan melampaui kekuatan jalan, sedangkan kekuatan jalan tidak sampai pada muatan itu,” ujar Agek sapaan akrabnya, di Sei Ayak Kecamatan Belitang Hilir belum lama ini.

Dikatakan agek jalan serta jembatan yang sudah dibangun oleh pemerintah sekadau itu sudah merata. Termasuk juga segala aspal. “Pengguna jalan musti proaktif. Bila ada menemui jalan yang rusak sebaiknya diatasi jika mau lewat. Hal ini juga untuk kenyamanan bersama dan kalau masalah yang kecil tidak perlu menunggu turun tangan pemerintah unruk mengatasinya,” pintanya.

Hal senada juga diungkapkan Rio salah seorang warga Sekadau. Dia mengatakan masyarakat sebainya supaya jangan menunggu pemerintah perbaiki jalan. Pengguna jalan ataupun pengusaha yang merasa dirinya kerap menggunakan jalan tersebut tolonglah berbaik hati. “Jangan manja dengan pemerintah mengenai masalah jalan tersebut,” terang dia. Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com