TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Jumat, 24 September 2010

SKPD Harus Aktif dan Mandiri, Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

“Untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera seperti tertuang dalam
visi misi kabupaten sekadau, dibutuhkan peranan dari berbagai sektor. Pemerintah daerah sebagai leading sector melalui Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) diminta aktif dan inovatif untuk menciptakan program-program baru. Program itu tentunya yang bisa efektif untuk
mensejahterakan masyarakat dan jangan hanya terpaku pada perintah dari
pusat atau kepala daerah saja,” ungkap Bupati Sekadau Simon Petrus
belum lama ini.

Orang nomor satu di bumi lawang kuari ini mengatakan, kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas Pemkab Sekadau selain kualitas infrastruktur, pendidikan, kesehatan “Masyarakat yang sejahtera menjadi salah satu simbol bahwa di suatu daerah sudah berhasil dalam membangun,” ujar Bupati Simon.

untuk itu kata pria yang terpilih kembali sebagai bupati untuk periode yang keduakalinya ini meminta SKPD diharapkan mampu mandiri. Dalam artian untuk membuat program baru yang mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Jangan hanya bergantung pada kebijakan
pemerintah pusat dan kepala daerah.

“Sekadau merupakan daerah yang kaya akan potensi alam yang tersebar di
seantero wilayah. Tanah yang subur itu merupakan suatu anugerah yang
perlu dijaga dan dimanfaatkan. Hal yang perlu dilakukan tinggal
bagaimana cara mengolah daerah yang subur dan mengambil manfaat dari
kekayaan alam untuk kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

“Melalui program yang bisa menyentuh dan bersentuhan langsung dengan
masyarakat tentunya masyarakat akan mudah menerima atau
melaksanakannya. Program yang dibuat tentunya bisa dipertegas atau
dipertajam oleh masing-masing personil dilapangan. Masyarakat yang
sudah menerima bantuan agar memanfaatkan sebaik mungkin,”
pinta bupati. Baca Selengkapnya.....

Kepala KLH Himbau Peternak Kantongi Izin


KLH Dalam Waktu Dekat Akan Cros Cek
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kepala kantor lingkungan hidup dan pertamanan kabupaten sekadau, Agustinus Agus menghimbau kepada pemilik ternak supaya mengantongi ijin lingkungan. Menurut Agustinus ijin lingkungan bukan saja untuk kandang ternak di kawasan sungai, namun yang berada di kawasan lainnya dan dekat dengan pemukiman warga agar tidak mengesampingkan ijin lingkungan demi kenyamanan bersama.

”Pihak lingkungan hidup akan cross cek terlebih dahulu ke lapangan memastikan kelayakan tempat atau areal kawasan ternak itu. Jika tidak memungkinkan, maka ijin lingkungan untuk kandang ternak tidak akan diterbitkan dan bila ada masalah dengan warga setempat bukan tanggung jawab pihak penerbit ijin lingkungan,” ungkap Agustinus Agus kepada wartawan kemarin.

Agustinus juga minta kepada pihak terkait dalam memberikan ijin kepada pemilik ternak supaya tidak melupakan ijin lingkungan. Hal itu demi kenyamanan bersama, sehingga dikemudian hari tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan bau yang mencemari pemukiman warga yang ditimbulkan dari kotoran ternak itu sendiri.

Terakhir Agustinus mengatakan kalau ternak yang dipelihara itu dalam jumlah sedikit sebaiknya tidak melupakan surat pernyataan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. Sebab berternak itu akan menimbulkan aroma tidak sedap sebagai dampak yang ditimbulkan dari ternak itu sendiri. Hal tersebut bisa saja memicu perselihan diantara warga setempat, namun jika terjadi perselihan akibat dampak dari ternak itu sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan. Baca Selengkapnya.....

TNI Polri Turun Langsung Bantu Korban Puting Beliung Sekadau


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang komandani langsung oleh Danramil Sekadau Slamet Riyadi turun langsung ke lokasi bencana bersama anggotanya yang berjumlahkan sekitar 6 orang.

Demikian juga yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Resor Sekadau. Polres Sekadau dalam peninjauan bencana tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Deni Jatmiko.

Waka Deni menyebutkan sekitar 25 orang anggota (satu pleton, red) diterjunkan kelokasi bencana guna membantu korban ptuing beliung yang sebagian besar bangunan rumahnya rusak karena disapu angin puting beliung.

TNI Polri juga dibantu oleh masyarakat setempat. Seperti yang terlihat Rabu (22/9), kemarin. TNI Polri dan masyarakat setempat gotong royong memperbaiki rumah korban yang tersapu angin puting beliung. Bahkan danramil Slamet Riyadi dan wakapolres Deni juga ikut langsung membersihkan sisa-sisa reruntuhan rumah warga yang tertimpa pohon.

Anggota militer ini bekerja di bawah derasnya hujan. Namun demikian tidak mengurangi niat mereka untuk bekerja. Wakapolres Sekadau Deni Jatmiko menuturkan aksi yang dilakukan itu adalah sebagai bentuk kemanusian. ”Apa yang kita lakukan ini adalah bentuk kemanusian kepada sesama kita yang sangat membutuhkan bantuan,” ujar waka yang berlatar belakang brimob itu.

Selain merupakan bentuk kemanusian, bahwa polsisi adalah masyarakat kabupaten sekadau yang juga peduli akan hal tersebut. ”Dengan keterbatasan yang kita miliki, namun kita tetap terpanggil untuk membantu mereka. dan bantuan inilah yang bisa kita berikan kepada masyarakat terutama yag terkena bencana,” paparnya. Baca Selengkapnya.....

Wabub Rupinus Tinjau Lokasi Bencana Putting Beliung


11 Rumah Warga Dan Kantor Samsat Habis Berantakan
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Wakil bupati Sekadau Rupinus Rabu (22/9) pagi kemarin meninjau langsung lokasi terjadinya bencana angin puting beliung yang menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga dan kantor samsat hancur berantakan di Nirboyo II KM 4 jalan Merdeka Barat.

Wabub Rupinus dalam peninjauan tersebut didampingi camat sekadau hilir, danramil, kapolsek pejabat yang mewakili kepala dinas dan kepala kantor di lingkungan pemerintah kabupaten sekadau.

Kedatangan wabub dan rombongan disambut oleh warga setempat. Sesampainya di lokasi, wabup langsung meninjau beberapa lokasi yang tampak rusak parah akibat terpaan angin bergulung tersebut.

Rumah pertama yang dikunjungi oleh wabub Rupinus adalah milik Kartinah. Rumah Kartinah salah satu rumah yang kerusakannnya paling parah. Seperti yang terlihat sebagaian atap rumah milik Kartinah yang berukuran 5 x 7 meter itu habis disapu angin puting beliung. ”Saat kejadian saya tidak berada di tempat, waktu itu saya bantu bibi saya masak untuk acara mereka,” tutur Kartinah di tengah wabub dan muspika.

Tidak hanya perumahan warga yang menjadi sasaran amukan sang bayu, tetapi pepohonan juga tampak bertumbangan, karena tak kuasanya menahan kuatnya terpaan angin spontanitas itu.

Kepala Dinas Sosial, tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten sekadau Rasehan menyebutkan tercatat, 10 buah rumah warga yang menagalami rusak ringan, dan 1 buah rumah yang mengalami rusak parah. Kantor Samsat juga seperti yang diberikan sebelumnya yang berada di ketinggian tak luput dari terpaan musibah angin puting beliung itu.

Dikatakan Rasehan adapun nama-nama korban yang rumahnya rusak yaitu diantaranya Sukmana, Misno, Kardi, Tatang, Muhamad, Saleh Lip, Isnadi, H.Arsyad (Kepala Bidang Kominfo) Petrus Akiun, Tosius Sator dan Kartinah.

Sukmana salah satu korban asal Nirboyo II, kepada wartawan menyebutkan dirinya sempat melihat sekitar 4 titik dengan ukuran bervariasi. “Ada 4 titik angin yang menyapu dataran ini. Jika saja keempat titik tersebut menjadi satu, mungkin kerusakan bisa lebih parah dari sekarang ini,” tutur Sukmana yang rumahnya turut ambruk akibat peristiwa angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 16.30 wib.
Sementara camat Sekadau Hilir Johni ketika berdialog dengan warga sekitar mengatakan, pihaknya sudah memiliki data-data kerusakan serta kerugian yang dialami warga. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian, Koramil, dan Satpol PP untuk membantu memperbaiki rumah warga yang rusak.

Sementara itu wakil bupati dalam sambutannya menyatakan turut prihatin atas kejadian ini. Akan tetapi kata Rupinus, hal ini tentu bukan kehendak siapapun. Warga diminta tabah dalam menghadapi cobaan itu.
“ Ini merupakan suatu cobaan yang diberikan yang Kuasa bagi kita. Anggap saja ini teguran agar kita masing-masing dapat mengkoreksi diri,” ujar Rupinus.

Mengenai jumlah kerugian materi yang dialami warga, Rupinus mengatakan saat ini total kerugian sedang didata oleh dinas teknis terkait untuk selanjutnya akan disampaikan kepada bupati. Akan tetapi, untuk saat ini kata Rupinus, pemda belum dapat memberikan bantuan karena harus melalui mekanisme yang berlaku.

“Saya mohon maaf untuk saat ini kita (pemda-red) belum bisa memberikan bantuan karena harus melalui mekanisme yang berlaku. Namun nanti kita akan minta datanya berapa jumlah kerugian yang dialami warga. Untuk saat ini silahkan warga bekerja gotong royong dahulu sebisanya,” ujar orang nomor dua di bumi lawang kuari ini. Baca Selengkapnya.....

Potensi Bencana Perlu Disosalisasikan kepada Masyarakat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

KURANG stabilnya perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Sekadau khususnya bisa mengakibatkan terjadinya bencana. Seperti yang terjadi Selasa (21/9) lalu Kota Kabupaten Sekadau diterpa bencana angin puting beliung.

Menanggapi masalah tersebut, anggota komisi C DPRD Kabupaten Sekadau H. Saharuddin menyarakan supaya disosliasikan kepada masyarakat terhadap potensi bencana yang mungkin sewaktu-waktu terjadi sebagai bentuk antisipasi.

“Kita memang tidak menginginkan bencana seperti ini terjadi lagi. Namun langkah-langkah pendahuluan sangat penting dilakukan adalah sosialisasi terkiat potensi bencana kepada masyarakat,” ungkap Sahar kepada wartawan kemerin.

Sahar panggilan karabnya mengatakan, pemerintah daerah melalui instansi terkait diminta tanggap dan sesegera mungkin mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memahami potensi bencana akibat perubahan cuaca.

“Pemerintah daerah mesti melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca yang sudah mulai menunjukan keganasan-nya. Hal itu guna untuk menyadarkan masyarakat bahwa bencana sudah mulai melirik daerah kita ini,” tutur legislator PKS ini.

Ditengah kesibukan masyarakat melaksanakan kegiatan berladang tradisional saat ini, terutama pada musim membakar ladang dianggap berpotensi besar mengakibatkan kebakaran hutan. Berkaca dari kejadian-kejadian sebelumnya, sudah tidak sedikit hutan yang hangus akibat kekurang-pahaman masyarakat akan bahaya yang mengintai setiap saat. Menurut Sahar, terjadinya angin puting beliung adalah akibat dari hawa panas yang naik ke udara yang membawa uap air.

“Pada waktu membakar ladang akan menimbulkan hawa panas yang naik ke permukaan udara. Udara panas yang disertai uap air itu dapat memicu terjadinya angin puting beliung, apalagi berkenaan dengan cuaca yang buruk disertai sambaran petir,” jelasnya.

Pria yang juga penghulu nikah ini mengatakan, dalam pelaksanaan sosialisasi pemda dapat melibatkan tokoh masyarakat serta tokoh agama dan organisasi masyarakat. Hal itu kata Sahar dianggap lebih efektif karena masing-masng dari tokoh masyarakat, agama dan ormas dapat mensosialisasikan kembali ditempat masing-masing.

“ Dengan melibatkan sejumlah pihak akan lebih efektif. Karena dari masing-masing pihak dapat kembali mensosialisasikan dilingkungan mereka,” pungkasnya. Baca Selengkapnya.....

Tidak Ingin Berlarut Dalam Persoalan Buta Aksara


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus, mengatakan tidak ingin berlarut dalam persoalan buta aksara yang kini dihadapi oleh masyarakat, khsusnya Sekadau. Hal itu disampaikan bupati saat membuka sosialisasi dan bimbingan teknis rintisan sinergi pelaksanaan program pendidikan nonformal dan informal dengan lintas sektor di kawasan tertinggal dan terpencil belum lama ini,

“Kita komitmen kedepan tidak ada lagi masyarakat kita yang buta aksara atau buta huruf, dan kita tidak ingin berlarut dengan persoalan tersebut,” ungkap bupati mantan Camat Belitang Hulu ini.

Menurut orang nomor satu di bumi lawang kuari ini, sekadau salah satu Kabupaten yang di SK-kan sebagai kabupaten tertinggal dari 67 kabupaten lainnya yang ada di Indonesia. “Ini salah satu tantangan yang mau tidak mau kita perbaiki bersama,” ucap alumnus magister ilmu politk untan ini.

Dikatakan olehnya, jangan terfokus dengan dana yang ada. Pemberantasan buta aksara dapat dilakukan dengan cara hal yang paling sederhana. Asalkan dilakukan dengan hati nurani dan dengan niat yang tulus.

Menurut bupati, ada banyak tenaga pengajar yang bisa direkrut sekedar untuk mengejakan huruf A, B, C dan seterusnya. Dan pengajar tersebut juga menurut bupati tidak harus di datangkan dari luar, sebab lulusan SMA bahkan sarjana juga sudah banyak. ”Mereka inilah yang bisa kita harafkan untuk membangun daerahnya,” ujar Bupati.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga Djemain Burhan mengatakan tingkat buta aksara untuk kabupaten hingga saat ini mencapai kurang lebih 1600 jiwa dari 6000 jiwa. ”Dengan demikian angka buta aksara di Sekadau masih kita golongkan sedikit,” ujar Djemain.

Sebagai kepala dinas, Djemain juga sangat optimis pada tahun 2010, tidak ada lagi masyarakat Sekadau yang buta aksara. ”Saya optmis kedepan tidak ada lagi masyarakat Seakadau yang buta aksara, kita tetapkan giat program ini mulai dari tingkat desa hingga dusun,” ungkapnya. Baca Selengkapnya.....

WVI Gandeng Borneo Tribune Gelar Acara MDGs
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

World Vision Indonesia (WVI) atau yang biasa disebut dengan Wahana Visi Indonesia Cabang Sekadau pada 28 September 2010 ini akan menggelar kegiatan gerakan bersuara untuk Millenium Development Goals (MDGs).

Dalam kegiatan tersebut, WVI menggandeng Harian Borneo Tribune Biro Sekadau sebagai salah satu media yang berkarya di Kabupaten Sekadau sekarang ini. Selain itu WVI juga menggandeng Harian Mediator dan Radio Dermaga Persada Ria Sekadau.

CD Coordinator WVI Sekadau Iqnatius Anggoro menyebutkan, peserta utama (atau yang akan diwawancarai, red) dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Sekadau, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sekadau, Kepala Dinas Kesehatan Sekadau, Kepala Kantor Lingkungan Hidup dan Pertamanan Sekadau, umanitarian Emergency Affair Officer World Vision Indonesia – Kalbar , Advocacy Officer World Vision Indonesia – Jakarta Community Development Coordinator WVI Sekadau

peserta lain yang hadir dalam kegiatan tersebut menurut Anggoro yaitu antara lain, kader posyandu, para kepala puskesmas, anak sekolah, kepala desa di kota sekadau, tokoh agama, PKK dan guru di Sekadau Hilir.

Lebih jauh dikatakan Anggoro kegiatan yang dilakukan WVI Seakdau adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengentasan kemiskinan. ”WVI Sekadau memilih kegiatannya melalui Siaran Radio dan melalui Harian Borneo Tribune dan harian Mediator,” ujarnya.

Dikatakan Anggoro kampanye ini kdiharapkan menjadi ajang komitmen untuk bergerak bersama dan melibatkan semua pihak mempercepat pencapaian MGDs, khususnya butir MDG 5 mengurangi rasio kematian ibu dari 228 per 100.000 kelahiran hidup.

Dia menjelaskan, World Vision Indonesia adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk menciptakan perubahan berkelanjutan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. World Vision melayani semua orang tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Dalam skala global, World Vision melayani di 98 negara selama 60 tahun dan mendukung lebih dari 100 juta orang dan 3,4 juta anak dampingan.

Usia pelayanan World Vision di Indonesia telah mencapai 50 tahun, mencakup 1,400 desa yang terbentang mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai ke Papua. Saat ini, lebih dari 90,000 anak mendapat dukungan dari program-program yang dilaksanakan. Sekitar 6,000 anak didukung oleh masyarakat Indonesia, melalui mitra lokal Wahana Visi Indonesia. Kehadiran World Vision di Indonesia melalui kerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Sosial. Baca Selengkapnya.....

Dinas PU Haurs Ada Inisiatif Bangun Trotoar di Jalan Rawak


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Jalan Rawak yang statusnya merupakan jalan provinsi, yang menghubungkan tiga kecamatan yakni, Kecamatan Sekadau Hilir, Nanga Taman dan Nanga Mahap boleh dikatakan sebagai lingkungan atau komplek pendidikan.

Karena, sebagian besar gedung sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA, aula pertemuan hingga asrama pelajar (asrama Susteran dan pastoran) berdiri megah di jalan yang masih sangat mulus itu. Selain gedung sekolah, asrma dan aula, jalan itu juga menjadi komplek kost dan kontrakan siswa/siswi yang berasal dari daerah.

Jalan rawak terasa sebagai lingkungan pendidikan, terlihat pada saat pagi dan sore hari. Ribuan pelajar saat pagi dan sore hari dari berbagai sekolah lalu lalang melintasi jalan tersebut untuk menimba ilmu pengetahuan. Bahkan setiap pagi jalan itu juga mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

Jalan rawak yang memang kondisinya masih sangat mulus, selama ini juga dibilang tak aman. Hal ini diperparah lagi dengan kesdaran masyarakat akan lalu lintas dirasakan masih sangat rendah. Jalan tersebut akhir-akhir ini kerab kali terjadi kecelakaan lalu lintas. Pernah terjadi peristiwa yang sangat menyebalkan, pejalan kaki oleh sipengendara motor, ditabrak dari arah belakang padahal tanpa sebab.

Tokoh masyarakat Sekadau Dibas saat ditemui belum lama ini mengatakan, Jalan Rawak yang masih terbilang sempit perlu dibangun trotoar atau jalan khusus untuk pejalan kaki. Selain untuk keselamatan, keberadaan trotoar itu juga lanjut Willy akan menambah keindahan kota Sekadau.

Apa lagi kata mantan DPRD Sanggau asal Seakdau ini, jalan dimaksud mulai dari persimpangan pastoran sampai dengan perumahan Bruder dan Suster setiap harinya dilalui oleh ribuan siswa/siswi yang pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. ”Melihat ramainya pejalan kaki tersebut, sewajarnya kata Willy Pemerintah membangun Trotoar sepanjang jalan yang terbilang rawan,” ungkapnya.

Dari permasalahan tersebut, Dibas meminta pemerintah kabupaten Sekadau dalam hal ini dinas Pekerjaan Umum (PU) berinisiatif untuk membangun Trotoar demi keselamatan para pelajar dan umum yang menggunakan jasa kaki.

“Kita berharap kepada pemerintah supaya membangun trotoar khusus pejalan kaki, dengan begitu pejalan kaki merasa jika melewati jalan kebanggan masyarakat Sekadau ini.,” pintanya. Baca Selengkapnya.....

Putting Beliung Jebolkan Dinding Rumah Milik Sukmana


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Dinding rumah milik Sukmana korban angin putting beliung di Nirboyo Dua Km 4 jalan Sanggau-Sekadau jebol setelah tertiup angin puting beliung yang disertai hujan deras pada Selasa (21/9) sore lalu. Tidak korban dalam peristiwa tersebut. Kondisi rumah yang terlihat berantakan, akibat tertimpa kayu.

Rumah Kartinah juga salah satu dari 11 rumah yang mengalami rusak berat, sisusul kantor samsat dan rumah milik Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Dinas Perhubungan Kabupaten Sekadau H. Arsyad.

Selain merobohkan 11 rumah warga, angin putting beliung juga seperti yang dituturkan Yasin salah seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu, angina putting beliung juga menghempas pepohonan, seperti durian, pinang, karet bambu bahkan bunga yang ditanami warga do depan rumah pun tertiup oleh angin putting beliung.

“Jarang terjadi angina putting beliung membilas batang pinang, tetapi itu yang terjadi. Kalau rumah ditimpa oleh pohon besar itu sudah biasa, tetapi kalau pinang yang tercabut, berarti anginnya cukup kencang,” paparnya.

Menurut Sukmana, kejadian seperti ini sebelumnya belum pernah terjadi di kabupaten sekadau. Hal itu juga dituturkan oleh Kardi, menurutnya angin yang terjadi Selasa lalu itu adalah yang dahsyat.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rasehan ketika dikinfirmasi, data yang sebelum dihimpun oleh pihaknya, akan disampaikan sebelumnya kepada Bupati Sekadau. “Data korban itu akan kita serahkan kepada bupati,” ujarnya. Baca Selengkapnya.....

Masyarakat Diminta Awasi Pekerjaan Kontraktor


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau H. Djemain Burhan meminta kepada masyarakat Kabupaten Sekadau agar mengawasi atau mengontrol setiap proyek yang dikerjakan oleh para kontraktor terutama yang bekerja pada proyek dinas pendidikan.

Permintaan ini Djemain sampaikan kepada masyarakat mengingat bulan-bulan ini, Pemkab Sekadau dari berbagai instansi tengah sibuk melaksanakan proyek pembangunan yang pelaksanaanya akan dikerjakan oleh para kontraktor.

Tidak hanya itu, Djemain juga meminta kepada masyarakat sekiranya ada proyek yang tidak beres dalam pelaksanaanya, agar segera melaporkan kepada instansi terkait, dengan tujuan, agar dinas yang bersangkutan cepat melakukan peninjauan kelapangan untuk dicari solusi.

”Jika ada proyek yang tidak beres, saya minta kepada masyarakat supaya melaporkan kepada dinas terkait,” kata Djemain ketika ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Djemain melanjutkan, suksesnya pembangunan di kabupaten Sekadau tidak serta merta dilakukan oleh pihak pemerintah semata, lebih dari pada itu dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. ”Segala sesuatu itu tidak dapat dilaksanakan dengan sendiri, jika tanpa dibantu oleh orang lain,” ungkap Djemain seraya mengatakan kontraktraktor itu harus memiliki niat yang tulus dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Sebagai pihak yang terjun langsung melaksanakan kegiatan proyek, Djemain juga minta pertanggunga jawaban dari sang kontraktor. Sebab ada banyak pengalaman, tidak sedikit proyek yang dikerjakan oleh kantraktor baik itu jalan, perkantoran dan gedung lainnya yang tidak dapat diselesaikan dengan tepat waktu. ”Ini kadang kala yang menjadi persoalan, mari dalam hal ini kita saling mendukung agar terwujudnya pembangunan di Sekadau,” kata Djemain mengakhiri pembicaraanya. Baca Selengkapnya.....

Kebijkan Kades Harus Dipadukan Dengan Peraturan Pemerintah


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus, meminta kepada pemerintahan di tingkat desa agar dalam membuat kebijakan agar memahami atur-aturan yang berlaku, seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2002 tentang pemerintah Desa.

“Saya minta kepada para kades agar dalam membuat suatu kebijakan harus mengacu pada konteks yang benar, jangan membuat suatu kebijakan di luar kontek yang salah atau tidak mengacu pada aturan-aturan yang ada,” ujar Bupati Simon belum lama ini.

Sebab kata orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini antara pemerintahaan Kabupaten, Kecamatan dan Desa merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, dengan demikian tercapai tugas dan fungsi pokok sebagai pemerintahan desa “Inilah suatu amanah yang telah diaur dalam PP 72 Tahun 2002,” terang Ketua Partai Demokrat Kabupaten Sekadau ini.

Kepala Desa diminta, dalam menganggarkan Anggaran Dana Desa (ADD), lanjut Simon supaya melibatkan BPD atau DPR-nya Desa, baik itu program Desa, kebijakan atau apapun rencananya Desa ke depan harus diremukkan bersama, sehingga adanya kesepakatan dalam pemerintahaan Desa.

Simon berharap supaya, pemerintah desa bena-benar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, dengan begitunya satu kesatuan serta kehormonisan pemerintah daerah, Kecamatan dan Desa serta masyarakat. Baca Selengkapnya.....

Dewan Minta SPBU Utamakan Kepentingan Masyarakat Kota Sekadau


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau Yepray juga meminta kepada pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di Sekadau agar mengutamakan kepentingan masyarakat di wilayah dalam kota Sekadau.

”Kita berharap jangan sampai daerah lain juga ambil minyak di Sekadau,” ungkap Yepray belum lama ini. Hal itu dikatakan Yepray mengingat akhir-akhir ini minyak di SPBU Sekadau sering kali terjadi kokosongan.

Seperti yang terlihat setiap hari di SPBU baik di jalan Sintang maupun di jalan Sanggau, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solor sering kali kosong. Yepray juga minta kepada pihak SPBu supaya tidak menyalurkan minyak terutama kepada agen jerigen yang tidak memiliki izin.

Ditempat terpisah Herman salah seorang warga Sekadau juga berharap supaya suplay minya diutamakan kepada masyarakat. ”Kita berharapa penyaluran minyak inio tepat sasaran,” pintanya. Baca Selengkapnya.....

Wabub Sekadau Rupinus Tendang Bola Pertama BKSN


WAKIL Bupati Sekadau Rupinus melakukan tendangan pertama pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Paroki Santo Paulus dan Petrus Sekadau yang dipusatkan di lapangan SMP Karya Sekadau jalan Rawak-Nanga Mahap. Wabub Rupinus juga pada kesempatan tersebut didampingi kepala pastor paroki Santo Paulus dan Santo Petrus Sekadau Pastor Adu, para pastor, frater dan bruder. Hadir juga ketua Komisi B DPRD SKD Aron dan Sekretaris Komisi C DPRD Sekadau Albertus Pinus. Foto Hartono/Borneo tribune/// Baca Selengkapnya.....

Filipus Warga Sekadau Di-PHK-kan Oleh PT. SML


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Komisi A DPRD kabupaten Sekadau bersama dengan dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sekadau menggelar rapat dengan pihak Perusahaan PT. Sumatra Makmur Lestari guna mendengar pendapat terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh pihak SML terhadap Filipus karyawan PT SML yang berprofesi sebagai operator jhonderee.

Rapat dengar pendapat yang dimeditasi oleh Komisi A DPRD dan Dinsosnakertran Kabupaten Sekadau tersebut sebagai tindak lanjut laporan yang disampaikan Filipus kepada lembaga DPRD Sekadau pada 31 agustus 2010 lalu.

Sebagai lembaga penyambung aspirasi rakyat, DPRD Sekadau melalui Komisi A pun tidak tinggal diam terhadap masalah yang dihadapi oleh Filipus karyawan asal Dusun Tapang Rentong Desa Tapang Tingang Kecamatan Nanga Taman ini.

Setelah melalui berbagai proses, pihak perusahaan dan Filipus pun akhirnya dipangggil untuk diminta penjelasan terkait masalah tersebut. Filupus dalam penjelasannya menyatakan, dirinya diperlakukan semena-mena oleh pihak PT. SML yang mem-PHK-an tanpa dasar yang jelas.

Termasuk surat kesepakatan bersama yang diberi nomor 10/SKB/SML-Barat/G.G-Kalbar/VIII/10 dibuat sepihak yang isinya sama sekali tidak diketahui olehnya. Ironisnya surat yang dibuat sepihak itu, memaksakan Filipus untuk menandatanganinya. Merasa tidak tahu dan dirugikan oleh pihak PT. SML, Filipus pun enggan membubuhkan tandatangan pada surat tersebut.

Seperti yang tertera dalam surat tersebut, Filipus di-PHK-kan karena melanggar ketentuan UU RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pasal 158 ayat 1 butir 7 (f) yang menyebutkan dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Atas putusan tersebut hak (pesangon yang diterima oleh Filipus Rp. 1,751.505. Dengan rincian uang pisah Rp.779.025, biaya ongkos pulang 100.000, HK Minggu (4HK) X Rp 249.280dan Gaji (2 HK) x Rp.31.160 Rp.623.200.

Filipus menuturkan, dirinya mulai bekerja pada perusahaan PT. SML berdasarkan surat lamarannya pada 10 Oktober 2006. Pada 1 Agustus 2010, ret atau estimasi angkutan dari 75 ret dikurangi oleh pihak perusahaan 25 ret. ”Yang seharusnya dibayar 75 ret, tetapi tinggal 50 ret, yang 25 retnyanya dicoret oleh pihak perusahaan, karena alasan melebihi ret atau estimasi” tuturnya.

Tidak menerima perlakukan perusahaan yang dianggap kejam itu, pada 18 Agustus 2010, angkutan buah sawit yang dibawanya memakai Jhondere itu ditumpahkan oleh Filipus di depan kantor SML di Tapang Tingang Estate Kebun Barat. Pada 25 Agustus 2010, Filipus dipanggil ke kantor SML untuk menandatangani surat kesepakatan bersama yang dianggapnya sepihak itu. Pada hari itu juga Filipus sudah resmi diPHK-kan oleh PT. SML.

Padahal, sebut Filipus jaminan dirinya untuk bekerja di perusahaan PT. SML harus menyerahkan lahan. Tidak alang kepalang lahan yang diserahkannya itu seluas 30 Ha. Bukan kesejahteraan yang diterima Filpius malah di PHK-kan oleh pihak perusahaan PT. SML.

Menanggapi masalah tersebut Anggota Komisi A DPRD Sekadau Paulus Subarno menyayangkan sikap yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. SML itu. Dikatakan Barno panggilan akrabnya seharusnya masalah tersebut tidak terjadi. Ironisnya ungkap Barno korban PHK tersebut tidak diberikan surat peringaatan. ”Etikanya pihak perusahaan harus memberikan SP 1, 2 dan 3, Jika masih juga dilangar barulah ambil tindakan, ini tidak, bahkan terkesan sepihak,” ujar wakil rakyat asal dapil 2 ini.

Ironisnya lagi, ungkap Barno, pihak perusahaan tidak membuat kontrak kerja dengan karyawan, sehingga ada legalitas yang jelas dan apabila terjadi sesuatu di kemudian hari surat kontrak itulah yang nantinya menjadi dasar. ”Tidak kontrak kerja antara pihak perusahaan dan karyawan. Makanya pihak perusahaan semena-mena terhadap karyawan,” papar Barno, seraya meminta persoalan ini dapat diselesaikan secara mufakat antara pihak perusahaan dan Filipus.

Sementara itu, Kepala Dissosnakertrans dan tenaga kerja Kabupaten Sekadau Rasehan menyatakan, pada 29 September ini pihkanya akan mendengar kembali kesepakatan antara pihak perusahaan dan bapak Filipus. ”Kita akan selesaikan maslaah in dengan cara musyawarah dan mufakat,” ujarnya. Kadis Sosnakertrans ini pun berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Humas PT. SML R. Krismanto mengatakan pihaknya juga bersedia untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara musyawarah dan mufakat. Sekitar 11 orang warga Tapang Tingang hadir langsung dalam rapat dengar pendapat itu. Kondisi rapat sempat tegang. Baca Selengkapnya.....

DAD Sekadau Dukung Program Pemerintahan Simon-Rupinus


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau Paulus Misi mengatakan, pihaknya mendukung penuh program pemerintahan bupati terpilih Simon petrus-Rupinus lima tahun mendatang.

"Tidak ada alasan bagi DAD untuk tidak mendukung pasangan bapak Simon Petrus dan Bapak Rupinus. DAD Sekadau siap bergandeng tangan dengan pemerintah untuk membangun Sekadau yang kita cintai ini,” ungkap Misi di Sekadau kemarin.

"Saya juga berharap kepada masyarakat Dayak Sekadau untuk tidak lagi terpecah belah seperti pada saat proses pemilukada lalu. Itu semua sudah lewat. Sekarang mari kita bergandeng tangan bangun Sekadau," ujarnya.

Kepada masyarakat adat, Misi juga berharap dapat menjalin kerja sama baik dengan lembaga lain di Kabupaten Sekadau. ”Hubungan kerja sama yang baik adalah modal bagi kita untuk membangun Sekadau,” paparnya.

Hubungan baik yang selama ini sudah terjalin ungkap Misi agar tetap dipertahankan. ”Sikap toleransi hormat menghormati ini supaya terus kita pupuk, sehingga tetap berekmbang tumbuh di Sekadau,” tandas Misi yang juga Sekretaris PGRI cabang Kabupaten Sekadau ini. Baca Selengkapnya.....

3 Pejabat Eselon IV BPS Sekadau Dilantik

Alip:Harus Dispilin dan Jujur
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sejak berdirinya pada tahun 2006 silam, Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau hanya memiliki 1 orang pejabat atau staf eselon IV. Untuk mengisi kekurangan tenaga itu Selasa (31/8) kemarin, untuk yang pertama kalinya BPS Sekadau melantik tiga orang pejabat eselon IV yaitu Ibnu Mubarokh, Citra Permatasari dan Fafang Roumdhani.

Kepala BPS Sekadau Alifius dalam sambutannya mengatakan, tugas seorang pekerja BPS tidaklah mudah. Seorang pegawai BPS dalam tugasnya harus senantiasa berpedoman pada visi BPS yaitu sebagai pelopor data statistic terpercaya untuk semua.

“Tantangan bagi kita semua kedepan adalah tuntutan agar kita mampu menyediakan data secara tepat, berkualitas dan beragam. Insan BPS diharapkan untuk selalu berpedoman pada nilai-nilai inti yaitu professional, integritas dan amanah,” ungkap Alifius.

Pada kesempatan tersebut, Alip sapaan akrabnya, meminta kepada pejabat yang baru dilantik supaya dapat secepatnya beradaptasi dengan tugas baru yang akan segera dilaksanakan. Dan tentunya yang paling utama dalam tugas adalah disiplin dan kejujuran.

Disamping itu, petugas BPS juga diharapkan mampu mengembangkan imajinasi-nya untuk menciptakan inovasi-inivasi dalam pekerjaan agar mampu bersaing dengan pesatnya kemajuan ilmu perstatistikan.

“Saya ucapkan selamat kepada petugas yang baru saja dilantik.mudah-mudahan anda dapat segera beradaptasi dengan tugas baru anda. Jangan ragu untuk mengembangkan imajinasi dan potensi yang ada dalam diri anda untuk meningkatkan kualitas BPS,” paparnya. Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com