TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Minggu, 06 November 2011

Pengurus DAD Sekadau Periode 2011 – 2015 Terbentuk


Susunan pengurus Dewan Adat Dayak (DAT) Kabupaten Sekadau periode 2011 – 2015 di bawah pimpinan Ketua Umum (Ketum) Rupinus, SH, M.Si yang juga Wakil Bupati Sekadau terbentuk, melalui rapat tim formatur yang dilaksanakan di Gedung Kateketik jalan Rawak Sabtu (5/11/2011), akhir pekan kemarin. Rapat tim formatur yang dimulai pukul 16.00 wib atau pukul 4.00 wib (sore) berjalan cukup alot. Rapat tim formatur yang dibuat seperti meja bundar itu dipimpin langsung oleh ketua umum, Rupinus.

Untuk dikethui terbentuknya pengurus DAD Kabupaten Sekadau yang baru ini merupakan hasil Musyawarah Adat Dayak Luar Biasa (MusdadLub) yang dilaksanakan pada 7-8 Oktober 2011 lalu. Musdadlub dilaksanakan karena kepengurusan DAD Sekadau periode 2009-2012 menglami kevakuman. Kevakuman DAD disebabkan karena ketua umum DAD Drs. Hendri Lisar M.Pd pada priode lalu sudah tidak lagi bertugas di kabupaten Sekadau, sehingga semua program yg telah direncanakan tidak dapat terlaksana dengan baik sebagai mana harapan masyarakat dayak secara khusus di Bumi Lawang Kuari.

Adapun susunan pengurus DAD periode 2011 – 2015 yang dibentuk oleh tim formatur yaitu antara lain, Dewan Pimbina dan Kehormatan terdiri dari : Bupati Sekadau, Sekda Sekadau, Pastor Dekenat Sekadau, Pendeta, Ketua DPRD, Thomas Bunsu, Damianus Said, Simon Seman, dan ketua TP. PKK, wakil Ketua TP PKK Sekadau. Dewan Pakar terdiri dari Ignasius Bony, Hipolatus Aso, Losianus, dan Markus Aron Aput

Ketua umum dijabat oleh Rupinus, SH, M.Si sedangkan ketua dijabat oleh Wilbertus Willy mantan anggota DPRD Sekadau daerah pemilihan tiga yakni Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu Ketua I Matius Tius Ketua II Paulus MS, ketua III Paulus Lion, Sekretaris Paulus Misi, Radius, bendahara Drs. Sande dan Susana, Biro Politik Albertus Pinus, Paulus Sutami, Biro Hukum adat Aron,SH, Biro Ekonomi kemasyarakatan Rino, Nico Bohot, Andreas Lande, Usaha dana Siti Biro LH dan Pariwisata Agustinus Agus, Silas dan Paulus Yohanes, biro Humas dan Publikasi : Heronimus, Hartono, Kudeng dan Angela Komi.

Dalam sambutannya Ketua Umum DAD Sekadau Rupinus berharap agar semua program DAD kedepan dapat berjalan dengan baik. hal ini diperlukan partisipasi masyarakat dari semua lapisan. “Mari kita jalin kerja sama yang lebih baik lagi, pererat rasa persaudaraan, kuatkan semangat untuk membangun lemba DAD yang kita cintai ini, jika diundang dalam rapat harap datang menyumbangkan pendapat dan pemikiran, jika diikut sertakan dalam berbagai kegiatan harap datang agar antara pengurus DAD dengan semua lapisan masyarakat tetap terjalin komunikasi dan kerjasama, saya yakin dengan demikian lembaga DAD kedepan menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ajak Rupinus orang nomor dua di Bumi Lawang Kuari ini.

Rupinus juga berpesan, kejadian kepengurusan DAD periode yang lalu agar menjadi pelajaran berharga bagi pengurus DAD yang baru saja terpilih ini. “Kita yakin masyarakat pasti kecewa dengan kepengurusan DAD yang lalu, tetapi tidak ada guna kita terus-menerus mengingat hal-hal yang buruk yang terjadi pada kepenguruan DAD yang dulu, yang paling penting bagaimana kita menata DAD Sekadau ini” harapnya.
Baca Selengkapnya.....

Kamis, 20 Oktober 2011

Desa Pantok Juara Satu Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sekadau

Sekretaris tim penilai lomba desa tingkat Kabupaten Sekadau, Losianus, S.Pd, M.Si dalam keterangan persnya mengatakan berdasarkan SK Bupati Sekadau nomor 414.4/114/PM, Kesbang dan Pemdes / 2011 menetapkan Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman terpilih sebagai juara satu, disusul juara kedua yaitu Desa Tapang Pulau Kecamatan Belitang Hilir sedangkan untuk juara tiga yaitu Desa Seberang Kapuas Kecamatan Sekadau Hilir.
Dilanjutkan Losianus, desa yang memperoleh juara harapan satu yaitu Desa Setuntung Keccamatan Belitang, Desa Cenayan Kecamatan Nanga Mahap memperoleh juara harapan dua, untuk juara harapan tiga diperoleh Desa Kumpang Ilong Kecamatan Belitang Hulu sementara untuk juara harapan empat yaitu Desa Sungai Sambang Kecamatan Sekadau Hulu.
Dilanjutakan Losianus, desa yang memperoleh juara diberikan hadiah atau uang pembinaan. Untuk juara satu Rp. 5 juta, juara dua Rp. 3,5 juta, juara tiga Rp. 2,5 juta. Sementara untuk juara harapan satu sebesar Rp. 2 juta, juara harapan dua Rp. 1,5 juta, juara harapan tiga Rp. 1 juta dan untuk juara harapan empat sebesar Rp. 1 juta.
Dia mengintatkan bagi desa yang terpilih sebagai juara dapat mempersiapkan secara matang untuk mengikuti lomba desa tingkat provinsi yang akan dilaksanakan juni 2011.
Dikatakan Plt. Kaban Kesbang dan Pemdes ini, adapun persiapan yang harus dilakukan oleh desa yang memperoleh juara yaitu data kependudukan, data pendidikan, data kesehatan masyarakat, data ekonomi masyarakat, kondisi keamanan dan ketertiban, tingkat partisipasi masyarakat, pemberdayaan kesehatan keluarga dan lembaga swadaya masyarakat.
“Lomba desa tingkat kabupaten sekadau ini mengacu pada peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2007 tentang penyelenggaraan perlombaan desa dan kelurahan,” jelas mantan mantan kabid dikdas Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Sekadau ini.
Wakil bupati Sekadau Rupinus mengatakan untuk menilai keberhasilan pembangunan desa perlu dilakukan perlombaan desa secara terarah, terkoordinasi terpadu dan berkelanjutan. Selain itu lanjut orang nomor dua di Bumi Lawang Kuari ini, lomba desa yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan keberhasilan pembangunan desa untuk memperkuat kelembagaan, peningkatan motivasi dan swadaya gotong royongmasyarakat desa.
Lebih jauh dikatakan mantan Camat Nanga Mahap ini, bagi desa-desa yang berhasil menjadi juara tentu saja dapat memotivasi supaya lebih baik. “Jangan hanya berbenah pada waktu mau lomba saja, tapi hasil yang sudah dicapai supaya ditingkatkan lagi. Jangan hanya puas dengan hasil yang diperoleh,” pesan wabub yang dikenal ramah oleh masyarakat ini.
Baca Selengkapnya.....

Senin, 18 April 2011

SK CPNS Sekadau Formasi 2010 Diserahkan 26 April 2011

Pembekalan dan Penyerahan SK CPNS Kabupaten Sekadau Formasi Tahun Anggaran 2010, Akan Dilaksanakan Pada Tanggal 26 April 2011, Pukul 09.00 di Ruang Serba Guna Kantor Bupati Sekadau. Berpakaian Bebas Rapi Tidak Diperkenankan Menggunakan Kaos Oblong. Baca Selengkapnya.....

Senin, 21 Maret 2011

Sekda Sekadau Definitif Akan Dilantik Besok

Bagus Kosminto
Borneo Tribune, Seakdau
Setelah lama dinanti masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sekadau dikabarkan akan dilantik pada Selasa (22/3) pagi, oleh Gubernur Kalbar, Cornelis. Kabar itu dihembuskan Kepala Humas dan Protokoler Kabupaten Sekadau, Anwar, Minggu (20/3).“Rencananya kalau tidak ada halagan, Pak Sekda akan dilantik Pak Gubernur hari selasa. Tapi orangnya masih rahasia,” terang Anwar.

Sejauh ini Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sekadau dipercayakan kepada Yohanes Jhon. Sementara itu, terdapat 3 calon Sekda Kabupaten Sekadau, yakni Muhammad Isa, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon, Plt Sekda Kabupaten Sekadau dan Adrianto, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sekadau.

Ketiga calon Sekda ini telah diajukan Pemerintah Kabupaten Sekadau ke Pemerintah Provinsi Kalbar. Proses selanjutnya dilakukan seleksi kembali oleh tim Baperjakat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Jakarta.
Baca Selengkapnya.....

Bupati dan Wakil Bupati Sekadau Imlek ke Wabub Kalbar


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus dan wakil bupati Sekadau Rupinus serta Plt. Sekda Kabupaten Sekadau Yohanes Jhon, Jumat (4/2), pekan lalu, menyempatkan diri untuk menghadiri acara open house imlek Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya di Pontianak. Bupati dan wakil bupati serta Plt. Sekda Sekadau pada kesempatan tersebut didampingi istrinya masing-masing. Bupati juga pada kesempatan yang baik tersebut didampingi para Kepala Dinas, Badan Kantor, Kepala Bagian, Kepala Bidang dan Camat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau.

Seperti yang disebutkan Kasubag Humas Pemkab Sekadau Anwar, Rombongan Bupati yang ikut dalam kunjungan silahturahmi di rumah dinas Wagub Kalbar itu diperkirakan berjumlah 30 orang bahkan. Rombongan bupati menurut Anwar disambut oleh Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya dan istri di ruang tamu utama

Seketika suasana keakraban pun tercipta. Bupati Simon dan Wagub Kalbar saling bersalaman seraya mengucapkan selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek 2562 kepada Wagub. Demikian juga dengan wakil bupati Rupinus, Plt Sekda para kepala dinas kantor dan badan serta camat di lingkungan pemerintah kabupaten Sekadau.
Baca Selengkapnya.....

Dewan Minta Perusahaan Sawit di Belitang Bertanggung Jawab Kerusakan jalan


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau daerah Pemilihan tiga yakni Belitang, Belitang Hilir dan Belitang Hulu, Yepray meminta perusahaan yang bekerja di wilayah tiga belitang supaya bertanggung jawab atas kerusakan jalan kabupaten di tiga daerah belitang tersebut. Menurut Yepray perusahaan kelapa sawit sebagai penyebab utama rusaknya jalan kabupaten di wilayah belitang tersebut. Muatan sawit dengan tonase tinggi yakni di atas rata-rata 10 ton menyebabkan ambruknya jalan kabupaten di daerah belitang yang baru-baru ini di aspal oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau terutama yang terdapat di daerah Kecamatan Belitang menuju Sei Ayak.

Sementara kapasitas jalan kabupaten yang telah diaspal oleh pemkab sekadau itu, lanjut dia berkisar antara 6 sampai 7 ton. “Kita minta perusahaan yang bekerja di daerah belitang terutama PT. LG supaya bertanggung jawab atas kerusakan jalan kabupaten di daerah tiga belitang. Mobilitas angkutan kelapa sawit yang melebihi kapasitas itulah yang membuat jalan di Belitang sekarang ini cepat rusak,” paparnya.

Terlebih dengan cuaca penghujan seperti yang terjadi akhir-akhir ini, lanjut Yepray membuat jalan semakin hancur. Kubangan dan lumpur seakan tidak terlepas dari badan jalan kabupaten itu. Menurut dia, kubangan serta lumpur yang cukup dalam itu juga mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Menurut Yeprai jika jalan kabupaten di wilayah tiga belitang tersebut tidak segera diperbaiki oleh pihak perusahaan maka dipastikan ekonomi di wilayah tiga belitang itu akan lumpuh, karena sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. “kendaraan roda dua saja sulit, apalagi kendaraan roda empat,” pungkasnya.

Peranan camat sebagai kepala wilayah setempat juga harus proaktif, terhadap kondisi jalan yang kian semakin parah. Sebelumnya anggota dewan asal dapil tiga juga, Herculanus juga mengatakan pihak perusahaan jangan cuci tangan. Pihak perusahaan harus bertanggung jawab. “Jangan hanya mau untung saja, tolong masyarakat juga diperhatikan,” ujarnya.
Baca Selengkapnya.....

Makna Hut Pemprov Kalbar Ke – 54 Sudah Bisa Menunjukan Capaian Pembangunan Kepada Masyarakat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Menyikapi makna peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat Ke - 54 tahun 2011 yang baru saja berlangsung sepekan yang lalu, Bupati Sekadau Simon Petrus mengatakan dari pendekatan kesejahteraan, paling tidak pemda harus sudah bisa menunjukan kepada masyarakat capaian pembangunan daerah yang sudah tidak tergantungan lagi kepada pemerintah pusat seperti pelayanan PDAM, produktifitas beras, daging serta kebutuhan ikan dan sayur mayor. Kecuali masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan infra struktur seperti jalan/jembatan, penerangan (listrik, red) disebutkan masih bergantung kepada pemerintah pusat sementara isolasi daerah di kalimantan barat termasuk daerah perbatasan baru dilaksanakan secara bertahap seperti pembangunan jalan trans kalimantan dan pembangunan jalan pada jalur perbatasan Malaysia.

Lebih jauh dikatakan Bupati Simon kehadiran pihak ketiga yang telah menanamkan investasinya dibidang perkebunan sawit dirasakan sudah membantu membuka isolasi kecamatan, desa dan dusun dengan pembangunan jalan yang mencapai ribuan kilo meter.

Menurut orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini, kini waktunya bagi kalimantan barat mengevaluasi regulasi tentang perbatasan, pembangunan industri hilir cpo, pemb transportasi kereta api sebagai alternatip transportasi roda empat, program pengerokan sungai kapuas sebagai sarana angkutan alam bagi masyarakat di lima kabupaten secara khusus yang berada di wilayah timur kalimantan barat.
Baca Selengkapnya.....

Alasan Pindah PNS Harus Tepat dan Sesuai Aturan

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Kepala Kantor Kepegawaian Daerah (KKD) Kabupaten Sekadau Agustinus mengatakan alasan pindah tempat Pegawai Negri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah kabupaten Sekadau baik itu antar kecamatan maupun antar kabupaten harus memiliki alasan yang tepat dan masuk “Perpindahan PNS harus memilki alasan yang tepat, karena manyangkut daerah yang ditinggalkannya, maka dari itu perlu alasan yang tepat,” Kata Drs Agutinus ketika ditemui diruang kerjanya Jumat (28/1), keamrin.

Dijelaskan dia, perpindahan PNS dari Kabupaten Sekadau, tetap mengacu pada peraturan kepegawaian. Karena menurut dia permohonan pindah seorang PNS antar kabupaten dalam peraturan kepegawaian sudah mengabdi meinimal salama 10 tahun, sedangkan untuk kecamatan dalam satu kabupaten minimal pengabdiannya 5 tahun.

“Ada hal-hal tertentu dan secara khusus jika tenaga pegawai tersebut memang dibutuhkan bisa saja dalam 1 tahun udah bisa pindah,” ujarnya. Lebih jauh dikatakan Agus persoalan perpindahan PNS ini cukup dilematis. Karena jika permintaan pindah yang bersangkutan tidak di penuhi, dampaknya terhadap kinerja. Misalnya jarang masuk kerja,” ungkapnya.

Ketika ditanya alasan apa yang mendasari PNS ini suka minta pindah, Agus menyebutkan sebagian besar mengajukan pindah dengan alasan mengikuti suami atau istri, orang tua sakit, kondisi badan tidak enak dan lingkungan tidak sesuai. “Alasan ini yang paling banyak,” uingkapnya.

Sementara itu anggota DPR Kabupaten Sekadau Albertus Pinus dengan tegas mengatakan tidak ada alasan bagi PNS yang belum memenuhi sayarat mengajukan pindah. Profesi sebagai PNS harus ditekuni oleh PNS, karena pada saat melamar PNS sudah membuat pernyataan siap ditempatkan di mana saja dan siap melaksanakan tugas.

“Jadi tidak ada alasan karena jauh dengan suami, jauh dengan istri. Itu resiko. Kalau tahu jauh dengan suami atau istri mengapa dulu daftar PNS di Sekadau. Jangan pula daftar PNS di Sekadau mau nipnya saja,” tegas Pinus.
Baca Selengkapnya.....

Perusahaan Sawit Banyak Hancurkan jalan Nasional dan Kabupaten


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Keberadaan perusahaan kelapa sawit khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau kerab menimbulkan banyak masalah dalam lingkungan masyarakat, misalnya pembagian pola, masalah rekrut tenaga kerja, masalah pemutusan hubungan kerja, masalah luas atau batas lahan serta masalah kerusakan lingkungan. Disatu sisi kehadiran perusahaan sawit juga memberikan dampak positif terutama terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Kehadiran perusahaan sawit juga disadar atau tidak membuka isolasi daerah pedalaman.

Tetapi yang ingin disoroti oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau Herculanus T ialah kepedulian dan rasa tanggung jawab pihak perusahaan kepada masyarakat sebagai penguasa dan kepada pemerintah sebagai aparatur yang memberikan izin tersebut. “Jangan mentang-mentang sudah diberikan izin oleh kepala daerah dalam hal ini bupati, perusahaan mau seenaknya. Kepentingan masyarakat pun diabaikan,” tutur dia.

Menanggapi masalah tersebut, Herculanus dengan tegas mengatakan kepada sejumlah wartawan mobil angkutan tandan sawit yang membuat jalan rusak, pasalnya mobilitas angkutan sawit yang melintasi baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten bisa berlangsung selama 24 jam, dengan muatan yang tidak sedikit, yakni di atas 10 ton sampai 12 ton.

“Pemicu terbesar kerusakan jalan di daerah kita ini adalah akibat angkutan sawit selain itu mobil ekspedisi yang jumlahnya di atas rata-rata 10 ton. Keadaan itu tentu saja tidak seimbang dengan kekuatan jalan nasional atau pun kabupaten/kota.” Tuturnya.

Dia mencontohkan, seperti perusahaan sawit PT LG yang bekerja di wilayahnya daerah pemilihan tiga Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu. Menurut dia perusahaan sawit LG yang beroperasi di wilayah belitang sekarang terkesan cuci tangan. Pasalnya jalan SP 2 menuju pabrik KSP di Belitang yang sebelumnya bagus dan setiap dilewati PT LG, namun begitu jalan menuju pabrik itu rusak yang notabenenya rusak karena mereka sendiri, kini mereka berlaih melewati jalan yang bagus melewati ponton sungai ayak yang kondisi jalan bagus untuk dibawa ke Pahauman, Ngabang.

“Saya anggap perusahaan LG ini cuci tangan lepas dari tanggung jawab. Belum saatnya masayarakat marah. Perusahaan seperti menurut saya yang tidak bertanggung jawab. Saya yakin lama kelamaan jalan Kabupaten di Sei Ayak juga akan hancur oleh aktivitas angkutan sawit PT LG. untuk itu saya minta kepada pihak kecamatan di Belitang, supaya menegur perusahaan LG itu. Karena yang menderita nanti juga masyarakat. Perusahaan tidak mau tahu,” ungkapnya.
Baca Selengkapnya.....

Kerusakan Jalan Nasional Sanggau-Sekadau Makin Parah


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kerusakan ruas jalan nsional Sanggau-Sekadau beberapa bulan terakhir ini semakin parah. Hal tersebut diperparah lagi dengan curah hujan yang cukup tinggi beberapa bulan ini. Sebelumnya jalan tersebut memang pernah ditambal sulam oleh pemerintah Provinsi Kalbar, tetapi dalam waktu yang sangat singkat jalan kebanggan masyarakat Kalbar itu kembali rusak, setrusnya penanganan sementara pun nyaris tidak ada. Dengan kata lain kembali merana. Kerusakan ruas jalan Sanggau-Sekadau yang terjadi selama ini tentu saja membuat banyak orang jengkel, gerah, sakit hati, ketika melewati badan jalan yang nyaris tidak ada aspal karena habis terbenam oleh roda kendaraan roda empat yang melebihi kapisitas. Untuk diketahui jarak tempuh perjalanan dari Sanggau-Sekadau sekitar 44 km. Hanya sedikit saja badan jalan yang terlihat mulus berlapiskan aspal. Sebagian besar berbentuk kubangan dan hamparan lumpur.

“Dulu waktu jalan agak bagus, paling 45 menit jarak tempuh kita ke Sanggau, tapi sekarang, 45 me3nit baru sampai di Semuntai, itupun menggunakan motor, kalau menggunakan kendaraan roda empat sekitar dua jam dari Sanggau-Sekadau. Sungguh menyakitkan,” ujar Beni salah seorang warga Sekadau, kemarin.

Hal senada juga diungkapkan Vernando, salah seorang pemilik mobil asal Sekadau, dia juga mengatakan sangat sedih melihat kondisi jalan Sanggau-Sekadau yang semakin memprihatinkan. Menurut dia berpendapat penanganan pemerintah terhadap jalan di wilayah timur dinilai sangat lamban. Pasalnya Jika penanganan dilakukan dengan cepat menurut dia kerusakan tidak terjadi begitu parah seperti yang terlihat sekarang.

Dia mengaku prihatin, dengan kondisi jalan Sanggau-Sekadau yang tak kunjung mulus seperti jalan di wilayah pulau jawa. “Melewati jalan Sanggau-Sekadau membutuhkan perjuangan keras, semua dipertaruhkan,” ujarnya.

Gubernur Kalbar Cornelis ketika memberikan sambutan pada acara man of the year Borneo Tribune beberapa waktu lalu mengatakan ruas jalan Sanggau-Sekadau tahun 2011 ini akan dilakukan perbaikan peningkatan dengan anggaran sebesar Rp 50 milyar.

Sementara itu menurut anggota DPRD Kabupaten Sekadau Paulus Subarno, meskipun jalan tersebut sudah dianggarkan, sebaiknya dilakukan penanganan sementara, pasalnya kerusakan jalan yang terjadi sekrang inia mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Kita minta sebelum jalan itu dilakukan tender, sebaiknya ditangani sementara dulu. Hal ini untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan, selain itu untuk mempermudah akses jalan, karena jalan tersebut satu-satunya urat nadi masyarakat Kalbar di wilayah timur ini,” ujarnya.Pantauan dilapangan, beberapa buah mobil truk ekpedisi nampak amblas, kondisi ini tentu saja membuat jalan menjadi macet.
Baca Selengkapnya.....

Sabtu, 19 Maret 2011

Nilai UN Siswa Bisa Dibantu Dengan Nilai US dan Nilai Raport


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

“Angka kelulusan kita tahun-tahun sebelumya sudah bagus dan untuk tahun ini kita juga mengaharapkan antara jumlah kelulusan dan mutu dapat berimbang guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sekadau ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Sekadau Djemain Burhan saat ditemui di Kantor Bupati Sekadau belum lama ini.
Djemain menjelaskan prose penilaian kelayakan angka kelulusan pada UN tahun ini untuk setiap mata pelajaran harus mencapai nilai 5.50 dari keseluruhan mata pelajaran yang diujiankan. Menurut Djemain nilai UN untuk tahun ini juga dipermudah dengan bantuan nilai dari Ujian Sekolah yang di ambil dari nilai rapor siswa sebesar 60% dan nilai UN sebesar 40 % yang keduanya di tambahkan untuk mendapat nilai rata-rata.Dikatakannya UN yang direncanakan berlangsung pada 18 April mendatang agak mudah dari tahun sebelumnya karena siswa-siwi dibantu dengan nilai Sekolah dan Ujian Sekolah yang digabungkan dengan nilai UN. “Untuk itu saya berharap siswa-siswi serius dalam mengikuti ujian sekolah dan nilai semester,” ungkapnya.

“Walau dipermudah tapi saya pesankan agar pihak sekolah tetap memacu diri di masing-masing sekolah untuk meningkatkan mutu dari lulusan sekolahnya masing-masing apa lagi mata pelajaran di UN juga masuk di Ujian Sekolah. Untuk SMS ada tiga semester sedangkan untuk SMP ada lima semester nilai rapor yang menjadi penunjang nilai UN,” ungkapnya.

Untuk paket soal yang menurut aturan untuk satu mata pelaajaran akan mendapakan lima macam paket soal dalam satu ruangan saat pelaksanaan ujian dikatakan Djemain pada dasarya tidak mempengaruhi apa-pun. Kaerena, dikatakanya dalam ujian walaupun soal keseluruhan peserta sama tetap tidak diperbolehkan untuk menyontek pekerjaan siwa lainya.

Keberhasilan siswa murid lanjut Djemain tidak terlepas dari peran serta orang tua, guru dan lingkungan. Untuk itu semua elemen masyarakat harus bersatu padu mendukung siswa-siswi yang akan menghadapi UN nanti. “Peran orang tua juga sangat vital dalam melakukan pengawasan anak-anak. Demikian juga guru dan lingkungan,” pesan Djemain.
Baca Selengkapnya.....

Jumat, 18 Maret 2011

27 Maret 2011 Paroki Santo Petrus Rasul Km 9 Diresmikan


Hartono/Humas Panitia
Borneo Tribune, Sekadau

Paroki Santo Petrus Rasul Gereja Katolik Monumental yang beralamat di jalan Sintang Km 9 komplek perkantoran Bupati Sekadau jika tidak halangan yang berarti akan diresmikan pada 27 Maret 2011 pekan depan oleh Uskup Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP. Paroki Santo Petrus Rasul ini merupakan pemekaran dari paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau. Pastor Bartolomeus Tolo, Pr adalah pastor yang diberikan kepercayaan oleh uskup Sanggau untuk menjabat sebagai kepala paroki Santo Petrus Rasul ini, dan dibantu oleh Pastor Maik, Pr.

Pastor Bartolomeus pada rapat panitia belum lama ini mengatakan sebanyak enam desa di wilayah kecamatan Sekadau Hilir yang nantinya akan menjadi daerah paroki Santo Petrus Rasul yang merupakan pemekaran dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau ini. Keenam desa itu antara lain, Desa Gonis Tekam, Desa Tapang Semada, Desa Nanga Pemubuh, Desa Engkersik, Desa Setawar dan Desa Tapang Semadak.

”Keenam desa yang ada itu, adalah wilayah paroki Santo Petrus Rasul, yang pusat gerejanya di komplek perkantoran bupati Sekadau,” ungkap Pastor Barto.

Untuk diketahui peresmian gereja katolik monumental Santo Petrus Rasul Pemkab Sekadau ini dilakukan 29 September 2009. Peresmian gereja monumental nan megah ini dihadiri langsung oleh Dubes Vatikan Untuk Indonesia Leopoldo Girelli Apostolik Muncio dan wakil duta besar Italia untuk Indonesia, Luigi, Bupati dan Wakil Bupati Sekadau.

Sebelumnya Bupati Sekadau Simon Petrus mengatakan, terbangunnya tiga tempat ibadah monumental ini seperti Gereja Katolik, Kristen dan Masjid di komplek kantor Bupati merupakan kepedulian pemerintah Kabupaten Sekadau dibidang keagamaan. Dengan terbangunnya tiga monumental ini, diharapkan terjalinnya kerukunan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Sekadau.
Baca Selengkapnya.....

Kamis, 17 Maret 2011

Pemekaran Tayan Disetujui


TAYAN—Rencana pembentukan Kabupaten Tayan yang meliputi wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Meliau, Balai, Tayan Hulu dan Toba kini maju selangkah. Pemkab Sanggau bersama DPRD, telah menerbitkan Surat Keputusan.SK Bupat Sanggau dimaksud, Senin (14/3) lalu diserahkan Wakil Bubati Sanggau Paoulus Hadi. Sedangkan dari DPRD diserahkan Wakil Ketua DPRD Sanggau Salipus Sali sebuah rapat akbar di lapangan sepakbola Desa Pedalaman Tayan yang dihadiri ribuan warga Tayan dan utusan dari lima Kecamatan cikal bakal Kabupaten Tayan.

Suasana penyerahan berlangsung meriah dan warga tampak antusias karena memang sudah lama mananti komitmen dari Pemkab Sanggau atas keinginan masyarakat di lima Kecamatan eks-Kewedanaan Tayan itu.Hadir pula sejumlah tokoh, agama, pemuka masyarakat, tokoh adat, anggota DPRD perangkat desa, aparat kecamatan di lima kecamatan dan tokoh-tokoh pendiri dan deklarator.”Ini adalah perjuangan panjang kita bersama, setidaknya bagi panitia yang sudah terbentuk selama tiga tahun ini merupakan hasil positif yang kita nanti-nantikan,” kata Ketua Umum Panitia Pemekaran Kabupaten Tayan Losianus yang disambul yel-yel masyarakat yang memenuhi lapangan sepakbola.

Losianus pada kesempatan itu juga menyampaikan terikakasih kepada Pemkab Sanggau dan DPRD yang dinilainya telah menangkap aspirasi masyarakat lima Kecamatan untuk menjadi Kabupaten.”Apalagi berdasarkan kajian akademis wilayah yang nanti sebagai Kabupaten Tayan ini memenuhi syarat dan layak sebagai daerah otonom,” kata Losianus pula.Pada kesempatan itu Wabub Paolus Hadi juga bergarap agar panitia proaktif menindaklanjuti SK Bupati dan DPRD Sanggau ini ke jenjang selanjutnya, sehingga apa yang diinginkan dan telah diputuskan dapat segera terwujud.

Harapan serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sanggau Salipus Sali yang mengharapkan agar panitia dan masyarakat serius dan menjalin kekompakan dan membuat penjadwalan sehingga pemekeran dapat segera terwujud.Menanggapi hal itu, Losianus menyatakan bahwa kepanitiaan yang dipimpinnya akan segera menindaklanjuti seperti menemui Gubernur Kalbar, DPRD Kalbar dan ke pemerintah pusat. ”Untuk provinsi sudah beberapa kali kita lakukan pendekatan, baik pemprov maupun DPRD. Dan dengan SK ini maka perjuangan akan kita teruskan dan semakin kita intensifkan,” ujar Losianus pula. Selain itu, katanya panitia juga akan melakukan pendekatan ke pusat, seperti ke Depdagri, DPR-RI, DPD RI dan Bappenas. (yus)
Baca Selengkapnya.....

Dapat Paket Mencurigakan? Laporkan Segera


JAKARTA- Menyusul maraknya pengiriman paket bom buku, masyarakat diminta agar berperan aktif membantu polisi. Bila masyarakat mendapatkan paket mencurigakan, maka laporkan segera hal tersebut.

"Laporkan segera jika mendapat paket/barang yang mencurigakan, kepolisian akan berupaya mengecek barang tersebut dengan mendatangkan tim Gegana Brimob," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar, di Jakarta, Jumat (18/3/2011).

Selain itu Boy mengatakan, untuk mengantisipasi ancaman teror melalui bentuk paket bom, Polri juga mohon keikutsertaan masyarakat untuk mendeteksi para pelakunya.

"Tingkatkan kepekaan masyarakat untuk melihat dan menginfokan orang-orang yang dicurigai di sekitar kita, laporkan kepada RT, RW , aparat kelurahan, desa atau Babinkamtibmas yang ada di masing-masing wilayah," kata Boy.

Paket bom mulai marak pascameledaknya bom buku di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa 15 Maret 2011. Di hari yang sama bom buku juga dikirimkan ke kantor BNN dan juga kediaman Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosoemarno.
(ugo)
Baca Selengkapnya.....

Lubang Jalan Sedalam Dua Meter

Jalan yang menghubungkan antardua kecamatan, yakni Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap yang berada di wilayah utara Kabupaten Sekadau, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Dimana terdapat lubang sedalam dua meter serta tanah kuning yang terhampar di sejumlah kawasan di ruas jalan tersebut. Akibatnya, jika diguyur hujan jalan itu menjadi licin.

Terlebih sekitar 10 tahun terakhir, ruas jalan yang sejatinya menjadi tangung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar ini tak pernah mendapatkan perhatian.

“Belum lagi truk-truk pengangkut buah sawit dari PT. Sumatra Makmur Lestari (SML) dan Arpena Sepakat (APS), mereka juga tidak mau bertanggung jawab sedikitpun untuk mengurangi kerusakan. Padahal truk-truk perusahaan itu rutin melewati jalan tersebut. Kalau truk-truk sembako paling-paling semingu sekali,” keluh Tinus salah seorang warga Nanga Taman, Kamis (17/3).

Tinus membeberkan, kerusakan jalan tersebut semakin menambah derita warga setempat. Akibatnya harga sembako naik dan BBM langka. Sejauh ini kondisi jalan yang sebenarnya sudah tidak layak dilintasi itu terus dipergunakan oleh sejumlah truk dan mobil box untuk mengangkut kebutuhan warga di dua kecamatan tersebut.

Menurutnya, di tengah jalan hanya terlihat tanah kuning akibat lumpur yang dibawa ban-ban truk dan mobil lainnya. Jika musim hujan kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut karena kondisi jalan licin. Terlebih terdapat sejumlah lubang sedalam dua meter yang berada di tengah jalan. Akibatnya truk-truk pengangkut sembako harus menyiapkan kayu sebagai persiapan jika sewaktu-sewaktu amblas. Namun jika sedang sial, tidak menutup kemungkinan truk-truk harus bermalam di ruas jalan itu sambil menunggu rekannya lewat, lalu ditarik keluar lubang.

Menurut dia, seharusnya perusahaan ikut serta menanggulangi kerusakan jalan tersebut. “Karena mereka memiliki alat berat sendiri, paling tidak mengurangi lubang-lubang yang terlalu dalam. Itu juga tangung jawab perusahaan terhadap kesulitan warga di wilayah kerjanya. Tapi perusahaan yang beroperasi di wilayah kami masih berpangku tangan saja terhadap kerusakan jalan tersebut,” keluh Tinus lagi.

Dirinya berharap agar DPRD Kabupaten Sekadau bisa menyuarakan kepentingan masyarakat setempat. Sehingga melahirkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera memperbaiki kondisi ruas jalan tersebut.

“Walaupun sebenarnya jalan itu tangung jawab Pemerintah Provinsi, tapi setidaknya investor dapat membantu meringankan beban pemerintah dalam hal ini,” imbuhnya.
Baca Selengkapnya.....

Realisasi ADD Tak Boleh Menyimpang

Bupati Sekadau, Simon Petrus, mengharapkan para kepala desa agar taat dan patuh terhadap aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD). ”Penyaluran ADD di tiap-tiap desa supaya tidak terjadi penyimpangan,” tegas Bupati Simon Petrus.

Bupati menilai selama ini program pembangunan di desa kurang berjalan maksimal, karena belum memiliki perencanaan yang matang. Menurutnya, karena para kepala desa tidak berani mengambil resiko. Artinya para kepala desa terlalu banyak menuruti kemauan masyarakat secara adil dan merata.

“Kepala desa terlalu banyak menuruti kemauan masyarakat, tanpa mengikuti perencanaan. Dan itu pula yang membuat program pembangunan desa kurang berjalan secara optimal,” kata Simon Petrus ketika memberi arahan kepada para kepala desa di Aula Kantor Bupati Sekadau, Rabu (16/3).
Baca Selengkapnya.....

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencairkan dana sebesar 2,4 miliar


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencairkan dana sebesar 2,4 miliar untuk pembangunan fisik puskesdes di Kabupaten Sekadadau. Selain dana untuk pembangunan poskesdes, kemenkes juga mencairkan dana sebesar 1,6 untuk obat-abatan yang akan disediakan di masing-masing puskesmas di Kabupaten Sekadau.


Hal ini disampaikan oleh sekretaris komisi C DPRd Sekadau Albertus Pinus kepada sejumlah wartawan menanggapi hasil koordinasi komisi C DPRd Sekadau dengan kemenkes baru-baru ini di Jakarta. Dikatakan Pinus nama sapaan akrabnya, bantuan itu diberikan mengingat angka kematian ibu dan anak masih dinilai tinggi. Untuk itu lanjut dia harus ada upaya untuk menanggulanginya yakni dengan pembangunan di tiap-tiap desa yang ada di Kabupaten Sekadau secara bertahap dan berkelanjutan.

“Ini lah hasil koordinasi kami beberapa waktu lalu dengan kemenkes yang membuat kami tidak masuk kantor, dan salah satu hasilnya rencana bantuan di bidang kesehatan ini untuk kebupaten kita,”tutur Sekretaris Pinus pada sejumlah wartwaan Senin (1/2) kemarin diruang kerjanya.


Pemerintah pusat dikatakan pinus bermaksud agar dengan adanya bantuan dana pada daerah-daerah melalui SKPD yang berkompeten dimaksud untuk memerangi persentase angka kematian ibu saat melakuka persalinan serta memberi jaminan kesehatan bagi ibu dan janin saat proses kehamilan yakni melalui obat yang betul dan teratur cara penggunaanya.

“Angka kematian ibu dan anak untuk skala nasional masih cukup tinggi, jadi pemerintah ingin ibu dan janin saat persalinan dapat diselamakan,”tukasnya.

Melalui dana bantuan ini juga diharapka Pinus tenaga medis khususnya Bidan Desa dapat bekerja secara efektip dalam memberikan pelayanan menjalankan fungsinya ditempat tugas masing-masing.
Baca Selengkapnya.....

Perayaan malam tahun baru imlek 2562 di Kabupaten Sekadau


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Perayaan malam tahun baru imlek 2562 di Kabupaten Sekadau Rabu malam (2/2) berlangsung meriah. Ter lebih dengan dukungan cuaca yang cukup baik sehingga semakin menambah semarak perayaan malam imlek yang dupusatkan di yayasan bhakti luhur jalan irian menuju terminal dan pasar sekadau.


Ratusan ledakan kembang api yang beterbangan tinggi di atas udara seakan tidak luput dari pandangan dan pendengaran warga sekitar. Warga lain yang merasa penasaran tumpah ruah turun ke jalan irian tempat di mana kembang api di ledakan. Sejenak Jalan irian pada malam itu juga ditutup oleh pihak polres Sekadau dan dialihakan melewati jalan terminal.

Selain menyaksikan kembang api, warga juga menyerbu keunikan angpau raksasa yang berdiri tegak di depan yayasan bhakti luhur. Angpau raksasa yang dibuat oleh warga tiong hoa Sekadau ini sendiri memiliki ukuran panjang sekitar 5,68 meter dengan lebar sekitar 3,18 meter. Angpau raksasa ini terlihat megah dan menarik, terlebih sisi kiri kanan dikelilingi dengan lampu hias yang didominasi dengan warna merah dan gantungan lampion.

Satu persatu warga Sekadau dari berbagai etnis datang ke lokasi yayasan bhakti luhur guna melihat keunikan dan keindahan angpau raksasa itu. Cukup banyak warga yang mengabadikan diri di depan angpau raksasa itu. Selain menyaksikan kembang api dan angpau raksasa, warga juga dipuaskan dengan hiburan rakyat. Puluhan personil polres Sekadau dikerahkan untuk mengamankan jalannya perayaan malam tahun baru imlek dimaksud.

Tepat pada hari raya imlek Kamis (3/2), sejumlah warga tionghoa terlihat berbondong-bondong datang ke vihara yang juga terletak di yayasan bhakti luhur untuk melaksanakan ritual sembahyang atau berdoa. Mereka berdoa untuk memohon berkat dan kemakmuran dalam hidup.

Vihara itu juga terlihat indah dengan beragam hiasan dan pernak pernik imlek. Suasana kota Sekadau pada hari yang sama juga terlihat ramai dengan hadirnya barongsai yang berkeliling dari rumah kerumah warga tionghoa.
Baca Selengkapnya.....

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus didampingi Plt. Sekda Yohanes Jhon ditengah kesibukannya berkesempatan menyerahkan bantuan kepada sejumlah kelompok petani dan nelayan di enam kecamatan dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau pada Rabu (2/2) lalu di aula lantai dua kantor bupati Sekadau.



Hadir juga dalam acara Itu, kabag ekon, kepala kantor penyuluhan dan ketahanan pangan, para camat dan sejumlah kepala dinas di lingkungan pemerintah kabupaten Sekadau. sejumlah kelompok tani dan tenaga penyuluhan juga ikut hadir dalam acara tersebut.

Dari data yang diperoleh, disebutkan khusus untuk kecamatan sekadau hilir ada tiga kelompok tani yang menerima bantuan tersebut, diantaranya kelompok tani mandiri desa tapang semadak, mungguk bersama desa mungguk, dan agro tani sejahtera desa desa peniti. Kemudian untuk kecamatan Sekadau Hulu, yakni kelompok tani usaha bersama desa rawak hulu, karya boyok desa tingting boyok dan menterab desa mondi.

Kecamatan nanga taman, yakni kelompok tani sabar guna desa nanga engkulun, mulai harapan baru desa nanga engkulun dan kelompk tani tunas harapan desa rirang jati. Kecamatan nanga mahap, yakni kelompo tani makmur desa Nanga Mahap dan kelompk tani tapang jolang desa nanga mahap. Kecamatan Belitang yakni kelompok tani pangau jaya desa padak, banteng rades SP IV setunutng dan kelompk tani mau bersama SP IV Setuntung. Sedangkan untuk kecamatan Belitan Hulu, yakni kelompok tani mandiri desa Sebetung. Selain menyerahkan bantuan kepada kelompok tani, bupati Sekaduu juga menyerahakan biaya transportasi peserta pemeran pemuda tani I Pontianak tahun 2010 lalu.

Bupati Sekadau Simon Petrus dalam arahannya kepada para kelompok tani dan tenanga penyuluh megatakan keberhasilan petani tentu tidak terlepas dari peran serta pemerintah melalui tenaga penyuluhan yang ada. Untuk itu bupati Simon meminta supaya tenaga penyuluh di kabupaten sekadau betul-betul melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. “Berikan ilmu pengetahuan yang saudara miliki kepada para petani tentang cara bertani yang baik,” pinta Bupati Simon.

Menurut bupati Simon sampai sekarang belum menemukan konsep tentang koordinasi kantor penyukuhan dengan kecamatan. Hal itu pula yang mempengaruhi kinerja dan keberhasilan tenaga penyuluh dalam membina dan membimbing para petani. Bahkan ada juga tenanga penyuluh yang hobi malas. Menurut Bupati masyarakat lebih mudah mengenal danramil yang jumlahnya relating sedikit ketimbang mengenal tenaga penyuluh yang jumlahnya mencapai ratusan orang ini. “Apa yang kita kerjakan ini, yakni untuk kepentingan masyarakat,” ungkap bupati.
Baca Selengkapnya.....

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kepala bagian perekonomian dan Investasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sekadau Sandae menilai perusahaan yang bekerja di wilayah kabupaten Sekadau banyak yang bandel alias. Dengan kata lain menurut Sandae sampai saat ini belum ada perusahaan yang melaporkan kegiatan investasi. Selain itu, pihak perusahaan juga belum melaksanakan kewajibannya seperti Corporate Social Responsibility (CSR) sebagaimana yang diminta oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau.


Dikatakan Sandae ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi pihak perusahaan terhadap masyarakat sekitar, seperti yang termuat dalam CSR tersebut, diantaranya pengadaan fasilitas umum, perhatian terhadap jalan desa, sekolah, serta sarana olah raga, tempat ibadah apakah itu gereja maupun masjid serta pembangunan pelayanan kesehatan.

Lanjut Sandae, semua laporan yang disampaikan oleh pihak perusahaan tentang hal-hal yang baik. Sayangnya laporan yang disampaikan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. “Sudah beberapa kali pemerintah daerah menyurati perusahaan perkebunan yang beroprasi diwilayah kabupaten sekadau, namun tidak mereka indahkan,” ungkapnya.

Di tahun 2010 saja sambung Sandae Pemkab Sekadau sudah dua kali menyurati perusahaan yakni pada 1 Maret 2010 dan 26 Juli 2010. Sangat disayangkan sikap perusahaan yang demikian, padahal surat yang kitasamapikan itu di tanda tangani oleh Bupati Sekadau, tetapu tidak ada tanggapan sedikit pun dari semua perusahaan tersebut.

Mengapa laporan itu dinilai sangat penting? Sandae mengatakan pemerintah ingin tahu sampai sejauh mana perkembangan investasi serta pelaksanaan terhadap sejumlah kewajiban oleh pihak perusahaan, terutama kewajiban mengenai pelaksanaan CRS dan pemenuhan kententuan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal ). Padahal menurut Sandae masuknya perusahaan harus memberikan kontribusi yang jelas terhadap daerah dan masyarakat sekitar.
Baca Selengkapnya.....

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus minta kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau supaya bekerja serius untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Sekadau, bukan sebaliknya pekerjaan yang dilakukan itu hanya berorientasi dengan anggaran.


“Saya berharap kepada para SKPD, supaya betul-betul melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Jangan bekerja hanya berorientasi kepada APBD atau anggaran. Kita bekerja ini untuk kepentungan masyarakat,” ungkap Bupati Simon. Hal itu disampaikan bupati Simon Petrus ketika menyerahkan sejumlah bantuan kepada kelompk tani dan nelayan di aula kantor bupati belum lama ini.

Bupati Sekadau Simon Petrus dalam arahannya itu juga menyinggung soal kinerja tenaga penyuluh yang berada di bawah asuhan kepala kantor penyuluhan dan ketahanan pangan Kabupaten Sekadau. Dikatakan orang nomor satu di bumi lawang kuari ini keberhasilan petani tentu tidak terlepas dari peran serta pemerintah melalui tenaga penyuluhan yang ada.

Untuk itu bupati Simon meminta supaya tenaga penyuluh di kabupaten sekadau betul-betul melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. “Berikan ilmu pengetahuan yang saudara miliki kepada para petani tentang cara bertani yang baik,” pinta Bupati Simon.

Menurut bupati Simon sampai sekarang belum ditemukan konsep yang baik mengenai koordinasi antara kantor penyukuhan dengan pihak kecamatan. Hal itu pula yang mempengaruhi kinerja dan keberhasilan tenaga penyuluh dalam membina dan membimbing para petani.

Bahkan ada juga tenanga penyuluh yang hobi malas. Menurut Bupati masyarakat lebih mudah mengenal danramil yang jumlahnya relating sedikit ketimbang mengenal tenaga penyuluh yang jumlahnya mencapai ratusan orang ini. “Apa yang kita kerjakan ini, yakni untuk kepentingan masyarakat,” ungkap bupati.

Seperti yang dikatakan Camat Belitang Hilir, AM, Saleh, memang betul, bahwa selama ini pihaknya belum pernah menerima laporan tentang tentang tugas dan tanggung jawab penyuluh di lapangan yang diberikan oleh pihak kantor penyuluhan kepada pihak kecamatan. “Kita juga tidak tahu sejauh mana hasil yang mereka capai, karena laporannya tidak ada pada kita,” paparnya.
Baca Selengkapnya.....

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Aloysius mengatakan, sosialisasi penggunaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang kini sedang disalurkan di kabupaten Sekadau pengganti minyak tanah harus disosialisasikan sampai ketingkat bawah, mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga ke dusun-dusun. Menurut Aloysius sosialisasi penggunaan penggunaan elpiji ini dinilai sangat penting terutama bagi ibu rumah tangga yang bersentuhan langsung dengan urusan masak-memasak.

Dikatakan Aloysius sosialisasi penggunaan lpg ini juga harus tepat sasaran dengan kata lain pihak pertamima mau tidak mau suka tidak suka memberikan pemahaman langsung kepada ibu tumah tangga tentang cara penggunaan tabung gas eliji mengingat selama ini tabung gas elpiji yang disalurkan oleh pihak pertamina saling menimbulkan masalah yakni meledaknya tabung tabung gas yang akhirnya menelan korban.

Menurut dia, sosiaalisasi yang disapiakn pihak pertamina beberapa waktu kurang tepat sasaran, apalagi yang diundang pada saat itu pihak pemerintah, para kepala desa dan sebagian pengurus organisasi wanita. Agek menilai jika hal itu yang dilakukan oleh pihak pertamina, hanya memenuhi criteria dan ketentuan tapi tidak memberikan manfaat yang besar kepada ibu rumah tangga.

“ Selama ini santer diberitakan di media massa terjadi ledakan tabung gas 3 kilogram di berbagai daerah. Akibatnya pun sangat fatal. Hal itulah yang membuat masyarakat menjadi takut mempergunakan tabung gas yang diberikan. Cara yang paling tepat untuk menghilangkan perpsepsi yang salah itu adalah dengan sosialisasi langsung kepada ibu-ibu rumah tangga selaku pengguna langsung,” kata Aloy saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya belum lama ini.

Saat ini penyaluran tabung beserta kompor gas sudah sampai ke daerah-daerah dan sudah diterima langsung oleh masyarakat. Hasil pantauan di lapangan mayoritas dari iibu rumah tangga penerima tabung gas hanya menyimpan gas yang mereka terima di dapur. Gas tersebut tidak dipergunakan sebagaimana mestinya karena alasan resiko ledakan.

“Saya rasa pihak pertamina perlu melakukan sosialisasi sampai tingkat paling bawah agar program pemerintah pusat ini benar-benar bermanfaat dalam arti dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sosialisasi sampai tingkat paling bawah adalah solusi yang paling tepat untuk menghilangkan kekhawatiran yang berlebihan terhadap bahaya elpiji 3 kilogram,” pungkasnya.

Baca Selengkapnya.....

Jumat, 18 Februari 2011

Perayaan Imlek dan Cap Gome di Sekadau Bakal Meriah

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Ketua panitia imlek dan cap gome Kabupaten Sekadau Ali Rudianto alias Lieyau Cung (61) tahun mengatakan perayaan imlek dan cap gome di Kabupaten Sekadau tahun 2011 kali ini akan dirangkai dengan beragam kegiatan yang berkaitan dengan agama serta budaya yang merupakan tradisi leluhur nenek moyang zaman dulu.

Hal itu dikatakan Ali sapaan akrabnya, ketika di temui sejumlah wartawan di kediamannya di jalan Tamtama Sungai Ringin Selasa (1/2), kemarin. Dikatakan dia perayaan imlek dan cap gome tahun 2011 kali ini juga dipastikan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya lanjut Ali panitia sudah mempersiapkan naga sepanjang 98 meter yang nantinya akan berkeliling di tujuh kecamatan di kabupaten Sekadau. Selain mempersiapkan naga, panitia juga sudah mempersiapkan barongsai, tari-tarian dari berbagai etnis, seperti Dayak, Melayu dan Tionghoa pada acara cap gome yang akan dilaksanakan pada 16 Februari 2011 mendatang.

Dikatakan dia, sejumlah pejabat tinggi di Kabupaten Sekadau akan di libatkan pada acara cap gome tersebut, diantaranya Bupati dan Wakil Bupati Sekadau, muspida, muspika, tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Sekadau.

Kegiatan ini juga lanjut Ali merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun terutama pada perayaan hari raya imlek. Ketika disinggung soal anggaran yang diperlukan untuk perayaan cap gomeh, Ali mengatakan sedikitnya sekitar Rp 300-an juta bahkan bisa saja lebih. Biaya yang paling besar lanjut Ali yaitu untuk perakan naga yang diprediksi sekitar Rp 100 hingga Rp 200 juta.

Kegiatan cap gomeh yang merupakan puncak perayaan imlek lanjut Ali akan dipusatkan di lapanga E.J Lantu jalan Sanggau-Sekadau. “Pentas kegiatan akan kita buat di lapangan E,J Lantu,” paparnya. Bagaimana dengan acara malam tahun baru imlek, Ali mengatakan akan diisi oleh anak-anak muda yang dipusatkan di depan yayasan Bhakti Luhur.

Pantauan di lapangan, sejumlah rumah pendudukan warga tiong hoa sudah terlihat gantungan lampion berwarna merah, kemudian pohon imlek, juga sudah mulai berdiri tegakdi dalam rumah warga tiong hoa. Ada juga yang sudah mulai bersih rumah. Selain itu pernak pernik imlek juga sudah terlihat ramai di sejumlah toko di kota Sekadau. Baca Selengkapnya.....

Dewan Minta Perusahaan Sawit di Belitang Bertanggung Jawab Kerusakan jalan


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau daerah Pemilihan tiga yakni Belitang, Belitang Hilir dan Belitang Hulu, Yepray meminta perusahaan yang bekerja di wilayah tiga belitang supaya bertanggung jawab atas kerusakan jalan kabupaten di tiga daerah belitang tersebut.

Menurut Yepray perusahaan kelapa sawit sebagai penyebab utama rusaknya jalan kabupaten di wilayah belitang tersebut. Muatan sawit dengan tonase tinggi yakni di atas rata-rata 10 ton menyebabkan ambruknya jalan kabupaten di daerah belitang yang baru-baru ini di aspal oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau terutama yang terdapat di daerah Kecamatan Belitang menuju Sei Ayak.

Sementara kapasitas jalan kabupaten yang telah diaspal oleh pemkab sekadau itu, lanjut dia berkisar antara 6 sampai 7 ton. “Kita minta perusahaan yang bekerja di daerah belitang terutama PT. LG supaya bertanggung jawab atas kerusakan jalan kabupaten di daerah tiga belitang. Mobilitas angkutan kelapa sawit yang melebihi kapasitas itulah yang membuat jalan di Belitang sekarang ini cepat rusak,” paparnya.

Terlebih dengan cuaca penghujan seperti yang terjadi akhir-akhir ini, lanjut Yepray membuat jalan semakin hancur. Kubangan dan lumpur seakan tidak terlepas dari badan jalan kabupaten itu. Menurut dia, kubangan serta lumpur yang cukup dalam itu juga mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Menurut Yeprai jika jalan kabupaten di wilayah tiga belitang tersebut tidak segera diperbaiki oleh pihak perusahaan maka dipastikan ekonomi di wilayah tiga belitang itu akan lumpuh, karena sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. “kendaraan roda dua saja sulit, apalagi kendaraan roda empat,” pungkasnya.

Peranan camat sebagai kepala wilayah setempat juga harus proaktif, terhadap kondisi jalan yang kian semakin parah. Sebelumnya anggota dewan asal dapil tiga juga, Herculanus juga mengatakan pihak perusahaan jangan cuci tangan. Pihak perusahaan harus bertanggung jawab. “Jangan hanya mau untung saja, tolong masyarakat juga diperhatikan,” ujarnya. Baca Selengkapnya.....

Kamis, 17 Februari 2011

Wabub Buka Turnamen Rawak Hulu Cup Tunjukan Permainan Yang Profesional, Untuk Jalin Kerja Sama


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Wakil Bupati Sekadau Rupinus, membuka secara resmi turnamen sepak bola rawak hulu cap yang akan digelar mulai dari bulan Januari hingga Maret 2011 mendatang dilapangan Gapura Rawak Rabu (26/1). Sedikitnya 102 tim yang akan berlaga pada ivent rawak hulu cap tersebut.

Kepala Desa rawak Hulu Muksin dalam sambutannya mengingatkan, kepada para tim yang mengikuti turnamen supaya menunjukan sportifitas yang tinggi, sehingga permainan terlihat enak dan nyaman ditonton.

Selain itu lanjut kades, untuk memcapai juara bukan harus menghalalkan segala cara, tunjukkan permainan yang indah, juara bukan sesuatu yang harus dicapai, tetapi lebih mengedepankan kulaitas permainan.

Sementara itu Wakil Bupati Sekadau Rupinus, dalam sambutanya mengatakan agar semua peserta baik itu peserta sepak bola, volley yang ikut berlaga dalam ivent tahunan ini dapat menunjukan permainan yang propesional, untuk mencapi kemajuan dan perkembangan persepakbolaan dan olahraga di Kabupaten Sekadau.

Terakhir dalam sambutannya wabub mengingatkan supaya peserta menjaga keamanan dan situasi komdusif yang sudah tercipta selama pelaksanaan pertandingan. “Jangan jadikan ajang ini sebagai arena pertandingan yang dapat menimbulkan permusuhan, jalain terus persahabatan, melalui olah raga,” pesan wabub kepada para pemain.

Usai memberikan sambutan wakil bupati Rupinus melakukan penendangan bola pertama tanda dimulainya turnamen rawak hulu cup 2011. Baca Selengkapnya.....

Wabup Rupinus Buka Pra Rat CU Keling Kumang, CU Bantu Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Wakil Bupati Sekadau Rupinus membuka secara resmi pra Rapat Tahunan Angoota (RAT) Keling Kumang (KK) yang dilaksanakan di Mega Tenda Paroki Rawak Kecamatan Sekadau Hulu Rabu (26/1), kemarin.

Tampak hadir dalam acara tersebut Camat Sekadau Hulu, anggota DPRD Sekadau, Ketua KPU Sekadau yang juga anggota CU KK, muspika Sekadau Hulu, para kepala desa dan seluruh anggota CU KK dari berbagai daerah yang tergabung dalam CU KK Cabang Sekadau Bersatu, seperti Rawak, Sekadau, Nanga Taman, dan Nanga Mahap. Hadir juga dari CU lian selain U KK seperti CU Semarong Jaya dan CU Manteare.

Wakil Bupati Sekadau Rupinus mengatakan pemerintah Kabupaten Sekadau mendukung koperasi di kabupaten Sekadau, salah satunya adalah CU KK. Dikatakan wabub Rupinus kehadiran CU di Kabupaten Sekadau membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Dikatakan dia, anggaran yang dimiliki oleh pemerintah sangat terbatas, sehingga upaya pemerintah untuk membangun masyarakat juga terbatas.

Dia juga mengingatkan kepada CU supaya menjaga kemanan, pasalnya selama ini ada banyak CU yang dibobol pencuri. Untuk itudia berharap supaya pengamanan CU diperketat dengan menyediakan tenaga security.Wabub juga dalam kesempatan tersebut meminta kepada masyarakat supaya tidak berperilaku konsumtif, karena perilaku konsumtif salah satu cara hidup yang mengarah pada pemborsan tanpa tujuan dan target yang jelas.

Sementara itu manajer CU KK Sekadau bersatu Valentinus dalam sambutannya mengatakan dari tahun ketahun CU KK mengalami perkembangan yang cukup sifnifikan baik asset yang dimiliki maupun anggota yang dimiliki. Hanya saja satu kelemahan yang dimiliki CU KK adalah persoalan kredit lalai.

Sementara itu menurut ketua panitia Aneng Natalis dalam sambutannya mengatakan hingga saat ini jumlah anggota CU KK mencapai 11. 157 orang dengan aset sebesar Rp 63.457. 284,700. Dijelaskan dia, tujuan dilaksanakannya pra rat CU KK ini ialah untuk mengevaluasi atau mengetahui aset dan perekmbangan CU KK selama tahun 2010 lalu. Baca Selengkapnya.....

Pertengahan Februari Dikpora Sekadau Gelar LPI


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sekadau dipastikan pertengahan bulan Februari 2011 mendatang akan menggelar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) dalam rangka merebut piala bergilir Bupati Sekadau Simon Petrus.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sekadau melalui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Matius Jhon ketika ditemui di ruang kerjanya Selasa (25/1), kemarin. Dikatakan Jhon dalam ivent penting setingkat LPI tersebut pihaknya akan melibatkan sejumlah tim yang tergabung dalam pelajar mulai dari tingkat SMP dan SMA.
Dia menjelaskan, khusus untuk usia pelajar SMA yang bisa diikutsertakan oleh pihak sekolah maksimal 17 tahun, sementara untuk pelajar SMP usia yang diperbolehkan untuk mengikuti liga tersebut maksimal 15 tahun. “Ini merupakan kali pertama diadakannya liga pendidikan setelah tahun sebelumnya diadakan persiapan untuk kejuaraan antar pelajar ini.

Jon mengatakan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin pemerintah daerah melalui Dinas Dikpora untuk menjaring bibit muda berbakat dibidang olahraga sepakbola,” ungkapnya.

Menurut dia, tujuan event ini tidak lain tidak bukan adalah untuk menjaring bibit-bibit pemain muda yang berbakat. Selain itu lanjut Jhon tim atau peserta yang berhasil keluar sebagai juara pertama dalam liga itu nanti akan mewakili kabupaten Sekadau untuk berlaga di LPI tingkat provinsi yang rencananya akan digelar bulan maret 2011 mendatang.

Lebih jauh dikatakan dia, dampai saat ini jumlah peserta yang sudah mendaftar khsus untuk tingkat SMP sebanyak 13 sekolah dan tingkat SMA sebanyak 9 sekolah. Untuk pelajar tingkat SMP diantaranya SMPN 01 Sekadau Hilir, SMPN 01 Sekadau Hulu, SMPN 01 Nanga Mahap, SMPN 03 Nanga Taman,SMPN 01 Nanga Taman,SMPN 01 Belitang Hilir,SMP PGRI 02 Sekadau Hilir,SMPN 03 Sekadau Hilir,SMP Suparna, SMPN 06,SMPN 01 Belitang, dan SMP Santo Gabriel.

Sementara itu khsusu untuk tingkat SMA diantaranya SMAN 01 Sekadau,SMA Karya Sekadau,SMK Amaliyah,SMAN 01 Belitang,SMA PGRI 05, SMA 01 Sekadau Hulu, SMA 02 Sekadau Hilir,SMAN 01 Belitang Hilir dan SMAN 01 Nanga Taman. Terakhir dia menyebutkan batas waktu pendaftaran akan ditutup pada tanggal 31 januari Baca Selengkapnya.....

Perusahaan Sawit Banyak Hancurkan Jalan, Apakah Itu Jalan NAsional Maupun Jalan Kabupaten


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Keberadaan perusahaan kelapa sawit khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau kerab menimbulkan banyak masalah dalam lingkungan masyarakat, misalnya pembagian pola, masalah rekrut tenaga kerja, masalah pemutusan hubungan kerja, masalah luas atau batas lahan serta masalah kerusakan lingkungan.

Disatu sisi kehadiran perusahaan sawit juga memberikan dampak positif terutama terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Kehadiran perusahaan sawit juga disadar atau tidak membuka isolasi daerah pedalaman.

Tetapi yang ingin disoroti oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau Herculanus T ialah kepedulian dan rasa tanggung jawab pihak perusahaan kepada masyarakat sebagai penguasa dan kepada pemerintah sebagai aparatur yang memberikan izin tersebut. “Jangan mentang-mentang sudah diberikan izin oleh kepala daerah dalam hal ini bupati, perusahaan mau seenaknya. Kepentingan masyarakat pun diabaikan,” tutur dia.

Menanggapi masalah tersebut, Herculanus dengan tegas mengatakan kepada sejumlah wartawan mobil angkutan tandan sawit yang membuat jalan rusak, pasalnya mobilitas angkutan sawit yang melintasi baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten bisa berlangsung selama 24 jam, dengan muatan yang tidak sedikit, yakni di atas 10 ton sampai 12 ton.

“Pemicu terbesar kerusakan jalan di daerah kita ini adalah akibat angkutan sawit selain itu mobil ekspedisi yang jumlahnya di atas rata-rata 10 ton. Keadaan itu tentu saja tidak seimbang dengan kekuatan jalan nasional atau pun kabupaten/kota.” Tuturnya.

Dia mencontohkan, seperti perusahaan sawit PT LG yang bekerja di wilayahnya daerah pemilihan tiga Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu. Menurut dia perusahaan sawit LG yang beroperasi di wilayah belitang sekarang terkesan cuci tangan. Pasalnya jalan SP 2 menuju pabrik KSP di Belitang yang sebelumnya bagus dan setiap dilewati PT LG, namun begitu jalan menuju pabrik itu rusak yang notabenenya rusak karena mereka sendiri, kini mereka berlaih melewati jalan yang bagus melewati ponton sungai ayak yang kondisi jalan bagus untuk dibawa ke Pahauman, Ngabang.

“Saya anggap perusahaan LG ini cuci tangan lepas dari tanggung jawab. Belum saatnya masayarakat marah. Perusahaan seperti menurut saya yang tidak bertanggung jawab. Saya yakin lama kelamaan jalan Kabupaten di Sei Ayak juga akan hancur oleh aktivitas angkutan sawit PT LG. untuk itu saya minta kepada pihak kecamatan di Belitang, supaya menegur perusahaan LG itu. Karena yang menderita nanti juga masyarakat. Perusahaan tidak mau tahu,” ungkapnya. Baca Selengkapnya.....

Wabub Rupinus Tutup FBBLK III


Sekadau Hilir Keluar Sebagai Juara Umum
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pagelaran Festival Budaya Bumi Lawang Kuari (FBBLK) III tahun 2010 yang dimulai pada 19-22 Januari 2011 di Lapangan E.J lantu Sekadau secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sekadau Rupinus, pada Sabtu malam (22/1).

Meski cuaca di langit agak mendung dan sedikit gerimis, namun tidak menyurutkan antusias masyarakat Kabupaten Sekadau untuk menyaksikan malam penutupan FBBLK yang dirangkai dengan berbagai kegiatan dan pertunjukan dari kontingen di tujuh kecamatan serta sanggar yang ada di Kabupaten Sekadau.

Ribuan warga masyarakat yang merasa penasaran dengan kegiatan malam penutupan momen bersejarah ini tumpah ruah turun ke lapangan E.J Lantu mulai dari orang dewasa, rema dan anak-anak. Suasana dan nuansa kekeluargaan antar satu dengan yang lain selama kegiatan FBBLK tercipta. Pasalnya semua suku agama dan etnis yang ada di Kabupaten Sekadau ikut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah tokoh penting di Kabupaten Sekadau juga tampak hadir dalam ivent dua tahunan tersebut. Diantaranya Wakil Ketua TP PKK kabupaten Sekadau, Wakil Ketua dan anggota DPRD Sekadau, Kepala Bank Kalbar Cabang Sekadau, Kadis Perhubungan, Telekomunikasi, Informatika Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sekadau, tokoh masyarakat, pemuka agama dan tokoh pemuda serta tamu undangan lainnya.

Penutupan pagelaran FBBLK III ditandai dengan pemukulan gong sebanyak empat oleh Wakil Bupati Rupinus. Dari hasil pengumuman yang disampaikan oleh panitia berkaitan dengan peraih medali emas terbanyak dari puluhan cabang yang diperlombakan, Sekadau Hilir berhasil keluar sebagai juara umum untuk yang ketiga kalinya dengan peroleh 15 medali emas.

Kabid Budaya dan Pariwisata Dinas Hubtelinfobudpar Kabupaten Sekadau Matias Juangi dalam sekapur sirihnya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh lapisan masyarat Sekadau dan para peserta kontingen dari tujuh kecamatan serta para sponsor yang telah ikut serta mensukseskan ivent dua tahunan ini.

“Dalam perlombaan ada yang menang dan ada yang kalah, untuk itu kita minta yang menang jangan tinggi hati dan yang kalah supaya legowo dan terus belajar,” pesan Matias.

Tak hanya itu pergelaran yang syarat dengan keberagama adat dan tradisi budaya daerah khas Sekadau ini juga dikatakan Matias sebagai ajang untuk mengali potensi-potensi keberagaman budaya Sekadau yang masih hidup. Untuk itu harus dijaga oleh masyarat di tujuh kecamatan.

Sementara itu Wakil Bupati Rupinus dalam sambutannya mengatakan serangkaian kegiatan yang di jalani selama FBBLK meruapkan komitmen bersama masyarat Kabupaten Sekadau terhadap nilai-nilai luhur seni budaya daerah yang masih hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Wajib kita lesatrikan, untuk itu bidang pariwisata saya minta mengemas dengan benar kegiatan serupa sebagai iven tetap dan yang sudah terselengara kita berikan apresiasi yang tinggi,”tutur Wabub.

Wabub juga mengingatkan kepada para peserta kontingen dari tujuh kecamata yang mengikuti iven ini agar tidak memandang ada hal-hal yang tidak objektif dalam penilaian panitia dan dewan juri.

“Yang kalah harus mengakui keungulan yang menang dan yang menang haru lebih meningkatkan prestasinya apa lagi kedepan ada iven-iven yang berhubungan dengan seni budaya di tingat proivinsi,”pesan Wabub.

Usai acara seremonial penutupan dan penyerahan piala pada para juara oleh panitia, penutupan juga di isi dengan penampilan-penampilan para sang juara, mulai dari tari-tarian, baik dayak maupun melayu, begana (nyanghat) dan lain sebagainya. Baca Selengkapnya.....

Pastor Sanding, CP Tutup Usia, Bupati Sekadau Simon Petrus Ikut Melayat Bersama Umat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Keluarga besar konggregasi pastor, frater, bruder dan suster pasionis di seluruh Indonesia kerkabung atas meninggalnya rekan dan saudaranya Pastor Sanding CP, pastor asal Kobang Jangkang Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Pastor Sanding tutup usia pada Sabtu 21 Januari 2011 sekitar pukul 12.15 siang di Rumah Sakit Antonius Pontianak. Bupati Sekadau Simon Petrus didampingi istri Ny. Scolastika ikut melayat bersama umat katolik melihat almarhun pastor yang dikenal baik, memasyarakat dan ramah ini. Ratusan umat katolik usai misa Minggu (22/1) kenarin berbondong-bondong mendatangi biara pasionis yang berlamat di jalan Rawak.

Almarhum Pastor Sanding lahir di Kobang, Jangkang 03 Juli 1969. Pastor Sanding merupakan anak kedua dari sebelas bersaudara. Dalam perjalanan biaranya Pada 22 Agustus 1994 almarhum mengikralkan profesi I di Batu Malang JAwa Timur.

Kemudian tahun 1998 almarhum, menyelesaikan S1 Filsafat Teologi di Widya Sasana Malang Jawa Timur. Pada tahun yang sama hingga 1999, almarhum praktek pastoral di paroki Menyambung Keuskupan Ketapang. 2001 menyelesaikan pendidikan S2 teologi di STFT Widya Sasana Malang Jawa Timur.

Tepat pada tanggal 8 Agustus 2002 almarhum ditahbiskan menjadi pastor oleh Mgr.Heronimus Bumbun, OM,Cap Uskup AgungPontianak. Selesai ditahbis pada tahun yang sama almarhum berkarya di Paroki Santo Heronimus Tanjung Hulu Pontianak.

Pada Januari 2003 – 2007 membantu di paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau sebagai Pembina asrama putra St. Dominikus Sapio. 2007 hingga pertengahan 2010 almarhum dipercaya sebagai superior Biara St. Paulus Salib Sekadau sekaligus rektor seminari menengah St. Gabriel.

Semasa hidupanya almarhum Pastor Sanding dikenal oleh umat katolik sebagai pastor yang ramah dan bermasyarakat. Almarhum juga pastor yang sangat pandai berkotbah dalam setiap misa di gereja. Selamat Jalan Pastor Sanding. Baca Selengkapnya.....

Muscab Partai P3 DPC SekadauSupardi Dipercayakan Kembali Pimpin PPP 5 Tahun Kedepan


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sekadau Minggu (23/1), kemarin menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2 yang dilaksanakan di rumah makan abadi jalan Sanggau-Sekadau.

Hadir langsung dalam Muscab partai berlambang kakbah itu diantaranya H.Usman Djafar politisi PPP yang juga anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat serta politisi PPP Retno Pramudya yang juga Anggoat DPRD Provinsi dapil Sanggau-Sekadau.

Hasil Muscab II DPC PPP yang diikuti Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tujuh kecamatan itu secara aklamasi memilih Supardi sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Sekadau periode 2011-2016. PPP lima tahun sebelumnya juga dipimpin Supardi dengan status sebagai Pelaksanaan Tugas (Plt).

Ketua panitia Muscab Supardi mengatakan Penyegaran pengurus dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP dalam menghadapi tantangan pemilu kedepan perlu dilakukan konsilidasi oleh pihaknya, dalam rangka memperkuat dan mempertahankan PPP sebagai salah satu partai besar hasil pemilu 2009 lalu.

”Keberhasilan Muscab tahun ini meruapakan hasil kerjasama dari berbagai kekuatan politik PPP mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten provinsi hingga tingkat pusat. “Tema Muscab kali ini adalah galang kebersamaan untuk mewujud PPP yang lebih maju pada pemilu 2014,” ujarnya.

Sementara itu H. Retno Pramudya dalam sambutaya megutaarakan harapanya dalam Muscab kali ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kekuatan baru dalam PPP di tahun-tahun mendatang.

“Penurunan hasil pemilu tahun 2009 merupakan bukti nyata bahwa keterlenaan kita dalam membaca setiap isu-isu yang berkembang dan berkaitan dengan keinginan masyarakat,” kata Retno.

Lebih jauh Retno menjelaskan sebagai partai politik yang bernapaskan islam, hendaknya setiap pengurus mendekatkan diri dengan masyarakat Islam melalui ormas-ormas islam. Pendekatan ini dikatakan Retno dengan maksud sebagai upaya penjaringan aspirasi serta penggalangan kebersamaan untuk maraup suara dalam pemilu kedepan.

Sebagai mesin partai di daerah, Retno berharap ketua terpilih hendaknya membuat program-program kerja yang menyentuh kepentingan masyarakat, dengan melakukan pendekatan terahadap ormas- ormas islam di sekadau.

“Saya tidak ingin begitu pemilu tinggal hitungan bulan baru melakukan pendekatan, ini bukan visi dan misi PPP, pendekatan terhadap masyarakat harus secara kontinyu di lakukan agar apa keinginan masayarakt dapat di wujudkan dalam program PPP,” pintaya.

Sementara itu H. Usman Djafar dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai masalah dalam PPP baik didaerah maupun pusat. Penurunan hasil pemilu tahun 2009 kata Usman merupakan hal yang biasa dalam kancah politik, akan tetapi penurunan juga harus dipetik hikmahnya, maka dari itu konsolidasi pengurrus dari DPP, DPC, sampai pada tingkat PAC dan desa sangat diharapkan.

”PPP adalah sebuah partai yang sarat dengan sari”at Islam maka dari itu pengurus-pengurus PPP sesuai tingkatan harus selalu membangun kordinasi dengan ormas islam, kordinasi tersebut merpakan bentuk penyerapan aspirasi yang berkembang,” kata Usman.

Jika dipetik dari sejarah lanjut Usman, PPP adalah hasil peleburan dari 4 partai Islam pada jaman orde baru, maka dari itu sangat penting jika PPP kembali merangkul umat Islam untuk kembali memilih PPP sebagai pilihan dalam pemilu kedepan. Baca Selengkapnya.....

Pentik dan Terimpak Budaya Leluhur Suku Dayak Mualang dan Kerabat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Festival Budaya Bumi Lawang Kuari -III yang di gelar 19-21 januari 2011 menampilkan beragam hasil seni kreatifitas ukiran, seperti kreatifitas pahatan, manic-manik maupun lukisan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau.

Di stand kecamatan Belitang Hulu misalnya ditemukan pentik untuk sebutan dayak mualang, pahatan dari kayu Belian yang menyerupai manusia. Suku dayak kanayat menyebutnya pantak.

Pentik yangdipajang oleh di stand Belitang Hulu teridiri perempuan dan laki-laki. Keduanya diyakini sebagai suami istri. Pentik dianggap sebagai penjaga kehidupan masyarakat dari marabahaya. Pentik biasanya diletakkan di jalan masuk suatu perkampungan untuk menangkal segala macam marabahaya yang masuk ke perkampungan masyarakat.

Khusus untuk suku dayak kerabat, patung yang terbuat dari kayu belian tersebut disebut terimpak. Terimpak salah satu bentuk peninggalan sejarah yang sampai kini masih dijaga keberadaannya sejak sekadau menjadi kerajaan dan kini berubah menjadi kabupaten. Terimpak, merupakan kebudayaan sub suku Dayak Kerabat yang tinggal di tepian sungai kerabat Desa Tapang Perodah dan Nanga Pemubuh.

Menurut kata Daniel Anes, warga asal sub suku Kerabat saat ditemui di FBBLK III, mengatakan terimpak adalah alat yang melambangkan tahta temenggung adat dayak Kerabat. Selain itu, Terimpak juga melambangkan bahwa seseorang telah pernah menjadi Temenggung adat dayak Kerabat.

Dia menjelaskan, bentuknya yang bertingkat tujuh melambangkan kesempurnaan hidup manusia baru akan tercapai setelah menggapai langit ketujuh, yang menurut kepercayaan adalah Nirwana atau Surga. Terdapat hiasan berupa buah karet dan buah tengkawang melambangkan bahwa kedua jenis tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan lokal yang patut dijaga kelestariannya. Karet dan tengkawang merupakan sumber penghasilan masyarakat Dayak sejak jaman dahulu.

Di bagian puncak terimpak terdapat ukiran berupa burung Tingang. Burung Tingang merupakan burung langka yang saat ini sulit ditemukan keberadaannya. Burung Tingang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi nilainya. Oleh karena itu keberadaan burung Tingang harus dijaga, Baca Selengkapnya.....

Kamis, 03 Februari 2011

Wabub Rupinus Buka FBBLK Sekadau Ke-3 FBBLK Bentuk Nyata Komitmen Pemerintah Terhadap Aspek Budaya


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Suasana lapangan E.J Lantu yang beralamat di jalan Sanggau-Sekadau atau tepatnya di depan kantor Camat Sekadau Hilir berbeda dari hari-hari biasanya. Seperti yang terlihat pada Rabu (19/1) kemarin, ribuan manusia mulai dari masyaraka, tamu undangan serta sejumlah pejabat penting di lingkungan pemerintah Kabupaten Sekadau, tampak hadir memadati lapangan A.J Lantu Sekadau yang berdampingin dengan gedung SMPN 1 Sekadau Hilir. Pembukaan Festival Budaya Bumi Lawang Kuari (FBBLK) ke-III berlangsung cukup meriah.

Ribuan warga dari berbagai penjuru hadir memadati lapangan sepakbola E.J.Lantu untuk menyaksikan berbagai penampilan dan atraksi dari masing-masing kontingen dari tujuh kecamatan yang ada di kabupaten sekadau ini. Event yang digelar setiap dua tahun sekali ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 19 hingga 21 januari 2011.

Stand-stand dari 7 kecamatan masing-masing tampak dihias dengan corak yang menarik menggambarkan ciri khas daerahnya masing-masing. Demikian juga dengan beragam kendaraan hias yang dirangkai oleh tangan-tangan terampil berubah menjadi tontonan yang mengandung nilai seni yang sangat menarik.

Pembukaan FBBLK ini dibuka seacara resmi oleh wakil Bupati Sekadau Rupinus. Wakil bupati Sekadau Rupinus dalam sambutannya mengucapkan permohonan maaf bupati Sekadau yang tak dapat mengadiri pada pembukaan event budaya itu, karena ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan.

Rupinus meminta kepada para peserta agar selalu menanamkan semangat sportivitas dalam bersaing memperlihatkan penampilan terbaiknya dalam mengikuti setiap kegiatan yang telah dijadwalkan panitia. “Kita harus sportif dalam berkompetisi. Ikuti setiap susunan acara yang telah dijadwalkan panitia agar nanti hasilnya memuaskan,” kata Rupinus.

Kegiatan ini (FBBLK-red) kata Wabup merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam memperhatian aspek seni budaya. Tujuannya adalah untuk melestarikan kebudayaan dari daerah-daerah di Sekadau yang sudah hampir terlupakan. “Saya berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menumbuhkembangkan serta melestarikan seni dan budaya daerah,” paparnya.

Dikatakan orang nomor dua di Bumi Lawang Kuari ini kegiatan ini juga merupakan wadah yang tepat untuk menampilkan serta melestarikan seni budaya yang ada di Sekadau. “Kami melihat semua kegiatan dalam bentuk pameran, pagelaran, dan perlombaan semua sudah sarat dengan nilai seni. Manfaatkan momen ini dengan baik untuk menghidupkan kembali seni budaya kita yang sudah hampir redup,” pesan wabup.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan barat yang diwakili Kepala Bidang kebudayaan Simplisius dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti FBBLK ini sangat mendapat dukungan dari pemerintah provinsi kalbar karena dinilai mampu untuk mengembangkan potensi wisata, asalkan dikemas dengan baik dan menarik. Ia mengharapkan, kegiatan ini bukan hanya sekedar ceremonial saja. Namun dibalik itu kiranya dapat mempromosikan wisata daerah untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Sekadau.

“Kegiatan ini jangan hanya ceremonial saja. Tapi setiap bentuk kebudayaan yang ditampilkan agar mampu dikelola untuk menarik minat wisatawan,” katanya.

Ketua panitia pelaksana Matias Juangi dalam penyampaiannya mengatakan, kegiatan ini merupakan acara rutin 2 tahunan untuk memperlombakan kebudayaan dari masing-masing daerah. Dia menjelaskan tujuan dilaksanakan kegiatan ini yakni untuk meningkatkan peran kesenaian dan kebudayaan dalam rangka pembangunan kepariwisataan di kabupaten Sekadau, tujuan lain yang tak kalah pentingnya adalah untuk memperkayakan atraksi budaya daerah kabupaten sekadau dan melestarikan budaya daerah dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Dikatakan dia, sejumlah perlombaan digelar dalam FBBLK kali ini, diantaranya, pameran, pawai budaya, lomba lagu daerah, lomba makanan khas kabupaten sekadau, merias pengantin melayu, lomba tari daerah, lomba memperagakan busana pengantin dayak, lomba syair (melayu) pegelaran be engkana (Dayak), lomba pantun berbalas, menyumpit, menggambar atau melukis obyek wisata daerah sekadau dan cipta wadah minuman tradisional. Baca Selengkapnya.....

APBD Sekadau 2011 Rp 400,17 Miliar


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sekadau tahun 2011 secara resmi telah diketok langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sekada Aloysius melalui sidang paripurna penyampaian Pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2011.
Diketahui bahwa APBD Kabupaten Sekadau di tahun 2011 ini sebesar Rp 417.379.301.087.00 sedangkan. Dari jumlah tersebut, untuk pendapatan asli daerah sebesar Rp 19.326.641.000.000, dana perimbangan sebesar Rp 359.963.271.487.00, selebihnya adalah pendapatan lain-lain daerah yang sah sebear Rp 38.089.388.600.00.
Dari jumlah APBD yang tersedia tersebut, selanjutnya yang akan digunakan untuk Belanja daerah tercatat sebesar Rp 415.082.082.425.607.00, belanja tidak langsung Rp 186.624.117.014.00, belanja langsung Rp 228.458.308.588.00. dikethaui sisa setelah pembelanjaan daerah, langsung dan tidak lansgung yakni sebesar sebesar 2.296.875.480.00.
Hasil penyampaian akhir keenam fraksi di lembaga terhormat itu secara sepakat menyetuji RAPBD Sekadau tahun 2011, tetapkan menjadi APBD Sekadau 2011. Hadir langsung dalam moment bersejarah itu antara lain Bupati Sekadau Simon Petrus, Wakil Bbupati Rupinus, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Plt. Sekda Kabupaten Sekadau Yohanes Jhon dan Sekwan DPRD Sekadau.
Sidang berjalan lancar, namun satu hal yang sangat disayangkan oleh Ketua Fraksi Golkar Yuni Yudarno, sejumlah pimpinan SKPD dan unsure Muspida tidak hadir hadir dalam agenda penting ini. Sehingga tampak kursi undangan kosong melompong tanpa ada yang menempati.
“Ini bukan pertama kalinya saat paripurna hanya Eksekutif dengan legislatif atau kita –kita saja yang hadir disini, kemana para undangan dan instansi vertikal lainnya yang kita undang, mengapa mereka tidak mau hadir dan apa alasanya. Demikian juga dengan para Camat tak satupun yang hadir,”kata Yuni.
Menurut Yuni, kehadiran unsur Muspida serta instansi vertical lainnya dalam persidangan bukanlah hanya sekedar formalitas. Karena, pada momen-momen penting seperti penetapan perda APBD ini, anggarana tidak hanya diperuntukkan bagi dinas-dinas saja, tetapi juga dikucurkan untuk pihak-pihak yang berkepentingan.
Kekesalan lain juga disampaikan oleh Juru bicara fraksi bersatu, Aron, dia melihat ada salah satu kepala kantor di pemkab Sekadau yang tidak pernah hadir dalam rapat kerja bersama DPRD dalam pembahasan APBD 2011 ini. “Kita menyayangkan ada kepala kantor yang tidak pernah hadir rapat kerja bersama DPRD,” tegas Aron. Baca Selengkapnya.....

Ratusan Umat Hadiri Natal Oikumene Pemkab Sekadau


Bupati Bengkayang Juga Turut Hadir
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Perayaan Natal oikumene atau Natal gabungan Pemerintah Kbaupaten Sekadau berlangsung meriah dengan dihadiri umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan dari berbagai penjuru kabupaten Sekadau. Ratusan umat tampak hukmat mengikuti setiap rangkaian kegiatan perayaan natal itu.

Hadir dalam perayaan natal tersebut Bupati beserta Wakil Bupati Sekadau, Ketua dan anggota DPRD, Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Plt. Sekretaris Daerah, dan segenap unsure SKPD serta Muspida dan artis ibukota Talitha Dodoot yang menyumbangkan beberapa tembang rohani andalannya semakin memeriahkan perayaan. Hadir juga dalam acara itu bupati Bengkayang Suryatman Gidot dan wakil bupati Bengkayang Agustinus Naon beserta jajarannya.

Bupati Sekadau Simon Petrus dalam sambutannya mengatakan, perayaan Natal oikumene ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan pemerintah kabupaten sekadau. Tujuannya tidak lain adalah untuk mempererat kesatuan dan persatuan terutama antar umat beragama.

“Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan pemerintah daerah bersama masyarakat. Tujuannya adalah agar kita sebagai umat yang beragama dapat terys mempererat tali persaudaraan antar agama. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus bias diadakan setiap tahunnya,” papar Bupati Simon. Tak lupa bupati turut mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru bagi umat Kristiani di seluruh kabupaten Sekadau.

Sementara itu Pastor Vinsensius,CP dari Jakarta dalam homilinya mengatakan, sesuai dengan tema Natal tahun 2010 “ Terang yang sesungguhnya telah datang ke dunia” Tuhan menginggatkan kita agar mampu untuk selalu berjalan dan mengikuti jalan yang telah ditunjukkan-Nya.

“ Seperti yang tertulis dalam Alkitab, seesungguhnnya manusia sedang berjalan dalam kegelapan. Namun akan datang terang yang akan menuntun mereka ke jalan yang dibenarkan Tuhan,” kata pastor Vinsen. Baca Selengkapnya.....

Pemprov Kalbar Kerjasama Dengan Pemkab Sekadau Perbaiki Jalan Nasional


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Berbagai keluhan yang selama ini terlontar dari berbagai pihak terkait dengan kerusakan jalan nasional khususnya di wilayah timur kalimantan barat yang dinilai sudah sangat parah, kini sudah ditangani sementara oleh pemerintah provinsi Kalimantan barat bekerja sama dengan pemerintah kabupaten sekadau.

Seperti yang terlihat sekarang, penambalan lobang jalan nasional yang selama ini dinilai cukup meroptkan para pengguna jalan, kini sudah mulai ditangani oleh pemerintah provinsi Kalbar bekerja sama dengan pemkab sekadau.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar melalui Kepala bidang Binamarga Putu Srinata ketika dikonfirmasi via telepon selular Sabtu (15/1), pekan lalu. Dikatakan dia, pemerintah provinsi Kalbar merasa berterima kasih dengan pemerintah kabupaten Sekadau yang dengan rela dan mau bekerjasama dengan pemprov kalbar dalam menangani jalan nasional yang kini kondisinya sudah sangat parah. “Kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemkab sekadau, karena sudah mau membantu kita dalam penanganan sementara jalan nasional ini,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan oleh pemprov kalbar dan pemkab sekadau menurut dia yakni untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat. Karena keterbatasan anggaran dari pusat pula lah menurut dia yang membuat kondisi jalan nasional hancur. “Kita sudah berupaya, namun kita juga dibatasi oleh anggaran, apalagi ada banyak jalan nasional yang harus diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2011 ini merupakan tahun yang menggembirakan, karena ada banyak jalan yang ditangani oleh pemerintah, meskipun belum dil laksanakan sepenuhnya. Dia mengakui dana yang dikucurkan oleh pusat untuk penanganan jalan sangat terbatas, sehingga ada pun pemeliharaan yang dilakukan hanya bersifat rutinitas. Seperti yang dilakukan tahun 2011 ini, pemarintah pusat hanya bisa menggarkan 50 miliar untuk pelebaran ruas jalan nasional sanggau-Sekadau.

Dari data yang disampaikannya ruas jalan Tanjung-Sanggau pemeliharaan rutin untuk tahun 2011 sepanjang 35,81 km. Dari jumlah tersebut, yang baru bisa dikontrak sepanjang 2,45 km. Sementara khusus untuk ruas jalan Sanggau-Sekadau pemeliharaan rutin yang dilakukan tahun 2011 ini sepanjang 32,09 km. Dari jumlah tersebut kontrak yang dikerjakan sepanjang 10,00 km). “Data tersebut dari satuan kerja dan dituangkan kedalam dokumen anggaran kementerian keuangan berupa RKA-KL TA 2011. Pada akhirnya baru diterbitkan DIPA TA. 2011 skarang dalam proses lelang,” paparnya.

Dikatakan dia, jika tidak ada halangan yang berarti bulan Maret 2011 pemenang tender untuk pelebaran ruas jalan Sanggau-Sekadau dan Tanjung-Sanggau sudah bisa diumumkan. Dengan demikian sekitar bulan April-Mei pengerjaanya sudah bisa dilakukan. “Mungkin sekitar bulan maret pemenang tender sudah diumumkan, sekrang tendernya masih dalam proses,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sekadau Simon Petrus ketika dikonfirmasi via SMS Minggu (16/1), kemarin mengatakan bahwa penanganan kerusakan jalan negara Sanggau-Sekadau pelaksanaanya dilakukan oleh pemprov kalbar bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sekadau, terutama dalam hal penyediaan alat berat milik Pemkab Sekadau.
Dikatakan orang nomor satu di bumi lawang kuari ini, kebijakan ini walaupun menyalahi ketentuan karena itu statusnya jalan negara tapi demi kepentingan masyarakat umum tetap bupati laksanakan. “Kita berharap pemerintah provinsi memperhatikan kerusakan dimaksud, mohon kepada para pengguna jalan untuk menyesuaikan kondisi jalan agar volume muatan dikurangi, untuk menjaga terjadi kecelakaan di jalan,” pesan bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau melalui Kepala Bidang Binamarga Ahmat Suryadi ketika dikonfirmasi via telepon Minggu (16/1), kemarin mengatakan penanganan sementara yang kini sedang dikerjakan rencanya mulai dari kota sekadau sampai ke batas antara Kabupaten Sekadau dengan Kabupaten Sanggau tepatnya di daerah Semuntai.

“Ini persetujuan antara abpn dengan pemerintah kabupaten sekadau, mudah-mudahan pengerjaanya bisa sampai di batas, tapi kalau kita melihat mereka bekerja sudah sangat serius. Pulihan truk yang membawa material sudah mulai beroperasi,” ungkapnya.

Sementara anngota DPRD Sekadau Paulus Subarno dalam pernyatannya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten sekadau yang sudah memperbaiki jalan nasional seperti sedang dikerjakan ini, hanya saja Subarno meminta supaya pihak kontraktor memperhatikan kualitas pekerjaan sehingga pekerjaan tambal yang dilaksanakan dapat bertahan lama. “”Kita minta supaya mengutamakan kualitas, meski baru berupa perbaiki tambal, tetapi kualitas tetap diperhatikan,” ungkapnya. Baca Selengkapnya.....

Pengusaha dan Masyarakat Harus Mampu Ukur Potensi Yang Ada


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus meminta kepada para pengusaha dan masyarakat Sekadau untuk mampu mengukur potensi yang ada di daerah ini, dengan demikian peluang usaha yang ada dapat di manfaaatkan se-efektip mungkin demi pertumbuhan perekonoian di masyarakat menuju Sekadau yang sejahtera mandiri dan demokratis.

Dikatakan orang nomor satu di bumi lawang kauri ini, peluang untuk berwira usaha di kabupaten Sekadau yang masih terhitung baru masih sangat besar, dalam mendorong kemajuan kabupaten yang bertajuk Bumi Lawang Kuari ini.

Untuk produksi pangan sendiri, ungkap Bupati Simon masih belum mampu dipenuhi, hingga sebagian kebutuhan pangan kebaupaten sekadau ini di support dari luar. Potensi seperti inilah yang diinginkan oleh bupati, untuk mengoptimalkannya bantuan permodalan dari pihak Perbankan.

Dengan adanya support dari pihak perbankan inilah nantinya para pelaku usaha akan memasuki celah peluang usaha yang masih terbuka serta pengembangannya untuk memajukan kabupaten baru ini,” ungkap Ketua DPC Demokrat Sekadau ini.


Dikatakannya kalau dunia usaha maju, perekonomian juga maju, otomatis tigkat ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Untuk itu perlu kerjasama yang baik dari pihak perbankan untuk mendorong mereka dalam berwira usaha dengan permodalan yang akan menjadi support dalam pengembagan usaha di bidang masing-masing. Baca Selengkapnya.....

STKIP Lepas 50 Mahasiswa Non Reguler Penjas-Kes di Sekadau

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pontianak Kamis (13/1) kemarin melepaskan sebanyak 50 mahasiswa non reguler prodi Penjaskes yang berasal dari kabupaten Sekadau untuk melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Pelepasan secara simbolis dilepas labgsung oleh ketua STKIP-PGRI Pontianak Prof Dr. Samion Ar.M.Pd.

Pelepasan ke 50 mahasiswa itu juga disaksikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Zulkipli dan Camat Sekadau Hilir Johni.

Kepala UP3M STKIP PGRI Pontianak dalam sambutanya memaparkan sedikitnya ada tiga kecamatan dari tujuh kecamatan yang menjadi tempat KKM asal Kabupaten Sekadau kali ini, diantaranya Sekadau Hilir, Sekadau Hulu dan Belitang Hilir.

Sementara itu ketua STKIP Samion dalam sambutannya mengatakan untuk kabupaten Sekadau ini adalah KKM yang pertama kali diadakan namun beberapa di Kabupaten atau kota lainya di Kalimantan Barat sudah dilakukan berulang kali, contohnya di Kabupaten Ketapang.

“Adanya program Non regular ini guna untuk mempercepat pemenuhan kuota tenaga guru di berbagai kabupaten, namun dalam pelaksanaanya kita tetap mengutamakan proses, tidak bim-salabim langsung dapat title dan KKM ini lah salah satu proses yang termasuk dalam mata kuliah,”papar Samion.

KKM dikatakan Mion sebagai bagian dari proses perjalanan sebuah study dan syarat mutlak untuk melewati jenjang-jenjang dalam mencapai gelar serjana penuh meski di kelas non regular.

Baru setelah melewatI KKM dan sebagainya, para mahasiswa dikatakan Mion memasuki babak akhir untuk membuat atau menulis Skipsi sebagai ujian terkahir sebelum menyandang gelar Serjana.

Bahkan untuk tahun 2011. Sambung Mion direncanakann pihaknya (STKIP) akan memadukan tahapan Penilaian Praktek Lapangan (PPL) dan KKM hingga cukup membantu para mahasiswa untuk melewati tahapan berikutnya.

“Kita akan coba pada bulan September atau Oktober mendatang dan penempatanya kita sesuaikan kampung masing-masing , tentunya juga kita harapka kerjasama pemerintah daerah,”ulas Mion.

Sementara itu Pemerintah Daerah yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidika Pemuda dan Olahraga H.Zulkifli As dalam sambutanya mengatakan KKM pada dasarnya merupakan sebuah bentuk sikap dasar pengabdian pada masyarakat .

Untuk itu Zul mengatakan dirinya mewakili kepala dinas mengahrapkan kepala-kepala dinas cabang kecamatan yang menjadi tujuan kota KKM memberikan bantuan dan support pada para mahasiswa peserta KKM. “kegiatan ini menjadi motifasi bagi sekolah-sekolah untuk mendorong dan kretif.” tuksnya. Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com