TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Jumat, 18 Februari 2011

Perayaan Imlek dan Cap Gome di Sekadau Bakal Meriah

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Ketua panitia imlek dan cap gome Kabupaten Sekadau Ali Rudianto alias Lieyau Cung (61) tahun mengatakan perayaan imlek dan cap gome di Kabupaten Sekadau tahun 2011 kali ini akan dirangkai dengan beragam kegiatan yang berkaitan dengan agama serta budaya yang merupakan tradisi leluhur nenek moyang zaman dulu.

Hal itu dikatakan Ali sapaan akrabnya, ketika di temui sejumlah wartawan di kediamannya di jalan Tamtama Sungai Ringin Selasa (1/2), kemarin. Dikatakan dia perayaan imlek dan cap gome tahun 2011 kali ini juga dipastikan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya lanjut Ali panitia sudah mempersiapkan naga sepanjang 98 meter yang nantinya akan berkeliling di tujuh kecamatan di kabupaten Sekadau. Selain mempersiapkan naga, panitia juga sudah mempersiapkan barongsai, tari-tarian dari berbagai etnis, seperti Dayak, Melayu dan Tionghoa pada acara cap gome yang akan dilaksanakan pada 16 Februari 2011 mendatang.

Dikatakan dia, sejumlah pejabat tinggi di Kabupaten Sekadau akan di libatkan pada acara cap gome tersebut, diantaranya Bupati dan Wakil Bupati Sekadau, muspida, muspika, tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Sekadau.

Kegiatan ini juga lanjut Ali merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun terutama pada perayaan hari raya imlek. Ketika disinggung soal anggaran yang diperlukan untuk perayaan cap gomeh, Ali mengatakan sedikitnya sekitar Rp 300-an juta bahkan bisa saja lebih. Biaya yang paling besar lanjut Ali yaitu untuk perakan naga yang diprediksi sekitar Rp 100 hingga Rp 200 juta.

Kegiatan cap gomeh yang merupakan puncak perayaan imlek lanjut Ali akan dipusatkan di lapanga E.J Lantu jalan Sanggau-Sekadau. “Pentas kegiatan akan kita buat di lapangan E,J Lantu,” paparnya. Bagaimana dengan acara malam tahun baru imlek, Ali mengatakan akan diisi oleh anak-anak muda yang dipusatkan di depan yayasan Bhakti Luhur.

Pantauan di lapangan, sejumlah rumah pendudukan warga tiong hoa sudah terlihat gantungan lampion berwarna merah, kemudian pohon imlek, juga sudah mulai berdiri tegakdi dalam rumah warga tiong hoa. Ada juga yang sudah mulai bersih rumah. Selain itu pernak pernik imlek juga sudah terlihat ramai di sejumlah toko di kota Sekadau. Baca Selengkapnya.....

Dewan Minta Perusahaan Sawit di Belitang Bertanggung Jawab Kerusakan jalan


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau daerah Pemilihan tiga yakni Belitang, Belitang Hilir dan Belitang Hulu, Yepray meminta perusahaan yang bekerja di wilayah tiga belitang supaya bertanggung jawab atas kerusakan jalan kabupaten di tiga daerah belitang tersebut.

Menurut Yepray perusahaan kelapa sawit sebagai penyebab utama rusaknya jalan kabupaten di wilayah belitang tersebut. Muatan sawit dengan tonase tinggi yakni di atas rata-rata 10 ton menyebabkan ambruknya jalan kabupaten di daerah belitang yang baru-baru ini di aspal oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau terutama yang terdapat di daerah Kecamatan Belitang menuju Sei Ayak.

Sementara kapasitas jalan kabupaten yang telah diaspal oleh pemkab sekadau itu, lanjut dia berkisar antara 6 sampai 7 ton. “Kita minta perusahaan yang bekerja di daerah belitang terutama PT. LG supaya bertanggung jawab atas kerusakan jalan kabupaten di daerah tiga belitang. Mobilitas angkutan kelapa sawit yang melebihi kapasitas itulah yang membuat jalan di Belitang sekarang ini cepat rusak,” paparnya.

Terlebih dengan cuaca penghujan seperti yang terjadi akhir-akhir ini, lanjut Yepray membuat jalan semakin hancur. Kubangan dan lumpur seakan tidak terlepas dari badan jalan kabupaten itu. Menurut dia, kubangan serta lumpur yang cukup dalam itu juga mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Menurut Yeprai jika jalan kabupaten di wilayah tiga belitang tersebut tidak segera diperbaiki oleh pihak perusahaan maka dipastikan ekonomi di wilayah tiga belitang itu akan lumpuh, karena sudah tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. “kendaraan roda dua saja sulit, apalagi kendaraan roda empat,” pungkasnya.

Peranan camat sebagai kepala wilayah setempat juga harus proaktif, terhadap kondisi jalan yang kian semakin parah. Sebelumnya anggota dewan asal dapil tiga juga, Herculanus juga mengatakan pihak perusahaan jangan cuci tangan. Pihak perusahaan harus bertanggung jawab. “Jangan hanya mau untung saja, tolong masyarakat juga diperhatikan,” ujarnya. Baca Selengkapnya.....

Kamis, 17 Februari 2011

Wabub Buka Turnamen Rawak Hulu Cup Tunjukan Permainan Yang Profesional, Untuk Jalin Kerja Sama


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Wakil Bupati Sekadau Rupinus, membuka secara resmi turnamen sepak bola rawak hulu cap yang akan digelar mulai dari bulan Januari hingga Maret 2011 mendatang dilapangan Gapura Rawak Rabu (26/1). Sedikitnya 102 tim yang akan berlaga pada ivent rawak hulu cap tersebut.

Kepala Desa rawak Hulu Muksin dalam sambutannya mengingatkan, kepada para tim yang mengikuti turnamen supaya menunjukan sportifitas yang tinggi, sehingga permainan terlihat enak dan nyaman ditonton.

Selain itu lanjut kades, untuk memcapai juara bukan harus menghalalkan segala cara, tunjukkan permainan yang indah, juara bukan sesuatu yang harus dicapai, tetapi lebih mengedepankan kulaitas permainan.

Sementara itu Wakil Bupati Sekadau Rupinus, dalam sambutanya mengatakan agar semua peserta baik itu peserta sepak bola, volley yang ikut berlaga dalam ivent tahunan ini dapat menunjukan permainan yang propesional, untuk mencapi kemajuan dan perkembangan persepakbolaan dan olahraga di Kabupaten Sekadau.

Terakhir dalam sambutannya wabub mengingatkan supaya peserta menjaga keamanan dan situasi komdusif yang sudah tercipta selama pelaksanaan pertandingan. “Jangan jadikan ajang ini sebagai arena pertandingan yang dapat menimbulkan permusuhan, jalain terus persahabatan, melalui olah raga,” pesan wabub kepada para pemain.

Usai memberikan sambutan wakil bupati Rupinus melakukan penendangan bola pertama tanda dimulainya turnamen rawak hulu cup 2011. Baca Selengkapnya.....

Wabup Rupinus Buka Pra Rat CU Keling Kumang, CU Bantu Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Wakil Bupati Sekadau Rupinus membuka secara resmi pra Rapat Tahunan Angoota (RAT) Keling Kumang (KK) yang dilaksanakan di Mega Tenda Paroki Rawak Kecamatan Sekadau Hulu Rabu (26/1), kemarin.

Tampak hadir dalam acara tersebut Camat Sekadau Hulu, anggota DPRD Sekadau, Ketua KPU Sekadau yang juga anggota CU KK, muspika Sekadau Hulu, para kepala desa dan seluruh anggota CU KK dari berbagai daerah yang tergabung dalam CU KK Cabang Sekadau Bersatu, seperti Rawak, Sekadau, Nanga Taman, dan Nanga Mahap. Hadir juga dari CU lian selain U KK seperti CU Semarong Jaya dan CU Manteare.

Wakil Bupati Sekadau Rupinus mengatakan pemerintah Kabupaten Sekadau mendukung koperasi di kabupaten Sekadau, salah satunya adalah CU KK. Dikatakan wabub Rupinus kehadiran CU di Kabupaten Sekadau membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Dikatakan dia, anggaran yang dimiliki oleh pemerintah sangat terbatas, sehingga upaya pemerintah untuk membangun masyarakat juga terbatas.

Dia juga mengingatkan kepada CU supaya menjaga kemanan, pasalnya selama ini ada banyak CU yang dibobol pencuri. Untuk itudia berharap supaya pengamanan CU diperketat dengan menyediakan tenaga security.Wabub juga dalam kesempatan tersebut meminta kepada masyarakat supaya tidak berperilaku konsumtif, karena perilaku konsumtif salah satu cara hidup yang mengarah pada pemborsan tanpa tujuan dan target yang jelas.

Sementara itu manajer CU KK Sekadau bersatu Valentinus dalam sambutannya mengatakan dari tahun ketahun CU KK mengalami perkembangan yang cukup sifnifikan baik asset yang dimiliki maupun anggota yang dimiliki. Hanya saja satu kelemahan yang dimiliki CU KK adalah persoalan kredit lalai.

Sementara itu menurut ketua panitia Aneng Natalis dalam sambutannya mengatakan hingga saat ini jumlah anggota CU KK mencapai 11. 157 orang dengan aset sebesar Rp 63.457. 284,700. Dijelaskan dia, tujuan dilaksanakannya pra rat CU KK ini ialah untuk mengevaluasi atau mengetahui aset dan perekmbangan CU KK selama tahun 2010 lalu. Baca Selengkapnya.....

Pertengahan Februari Dikpora Sekadau Gelar LPI


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sekadau dipastikan pertengahan bulan Februari 2011 mendatang akan menggelar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) dalam rangka merebut piala bergilir Bupati Sekadau Simon Petrus.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Sekadau melalui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Matius Jhon ketika ditemui di ruang kerjanya Selasa (25/1), kemarin. Dikatakan Jhon dalam ivent penting setingkat LPI tersebut pihaknya akan melibatkan sejumlah tim yang tergabung dalam pelajar mulai dari tingkat SMP dan SMA.
Dia menjelaskan, khusus untuk usia pelajar SMA yang bisa diikutsertakan oleh pihak sekolah maksimal 17 tahun, sementara untuk pelajar SMP usia yang diperbolehkan untuk mengikuti liga tersebut maksimal 15 tahun. “Ini merupakan kali pertama diadakannya liga pendidikan setelah tahun sebelumnya diadakan persiapan untuk kejuaraan antar pelajar ini.

Jon mengatakan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin pemerintah daerah melalui Dinas Dikpora untuk menjaring bibit muda berbakat dibidang olahraga sepakbola,” ungkapnya.

Menurut dia, tujuan event ini tidak lain tidak bukan adalah untuk menjaring bibit-bibit pemain muda yang berbakat. Selain itu lanjut Jhon tim atau peserta yang berhasil keluar sebagai juara pertama dalam liga itu nanti akan mewakili kabupaten Sekadau untuk berlaga di LPI tingkat provinsi yang rencananya akan digelar bulan maret 2011 mendatang.

Lebih jauh dikatakan dia, dampai saat ini jumlah peserta yang sudah mendaftar khsus untuk tingkat SMP sebanyak 13 sekolah dan tingkat SMA sebanyak 9 sekolah. Untuk pelajar tingkat SMP diantaranya SMPN 01 Sekadau Hilir, SMPN 01 Sekadau Hulu, SMPN 01 Nanga Mahap, SMPN 03 Nanga Taman,SMPN 01 Nanga Taman,SMPN 01 Belitang Hilir,SMP PGRI 02 Sekadau Hilir,SMPN 03 Sekadau Hilir,SMP Suparna, SMPN 06,SMPN 01 Belitang, dan SMP Santo Gabriel.

Sementara itu khsusu untuk tingkat SMA diantaranya SMAN 01 Sekadau,SMA Karya Sekadau,SMK Amaliyah,SMAN 01 Belitang,SMA PGRI 05, SMA 01 Sekadau Hulu, SMA 02 Sekadau Hilir,SMAN 01 Belitang Hilir dan SMAN 01 Nanga Taman. Terakhir dia menyebutkan batas waktu pendaftaran akan ditutup pada tanggal 31 januari Baca Selengkapnya.....

Perusahaan Sawit Banyak Hancurkan Jalan, Apakah Itu Jalan NAsional Maupun Jalan Kabupaten


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Keberadaan perusahaan kelapa sawit khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau kerab menimbulkan banyak masalah dalam lingkungan masyarakat, misalnya pembagian pola, masalah rekrut tenaga kerja, masalah pemutusan hubungan kerja, masalah luas atau batas lahan serta masalah kerusakan lingkungan.

Disatu sisi kehadiran perusahaan sawit juga memberikan dampak positif terutama terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Kehadiran perusahaan sawit juga disadar atau tidak membuka isolasi daerah pedalaman.

Tetapi yang ingin disoroti oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau Herculanus T ialah kepedulian dan rasa tanggung jawab pihak perusahaan kepada masyarakat sebagai penguasa dan kepada pemerintah sebagai aparatur yang memberikan izin tersebut. “Jangan mentang-mentang sudah diberikan izin oleh kepala daerah dalam hal ini bupati, perusahaan mau seenaknya. Kepentingan masyarakat pun diabaikan,” tutur dia.

Menanggapi masalah tersebut, Herculanus dengan tegas mengatakan kepada sejumlah wartawan mobil angkutan tandan sawit yang membuat jalan rusak, pasalnya mobilitas angkutan sawit yang melintasi baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten bisa berlangsung selama 24 jam, dengan muatan yang tidak sedikit, yakni di atas 10 ton sampai 12 ton.

“Pemicu terbesar kerusakan jalan di daerah kita ini adalah akibat angkutan sawit selain itu mobil ekspedisi yang jumlahnya di atas rata-rata 10 ton. Keadaan itu tentu saja tidak seimbang dengan kekuatan jalan nasional atau pun kabupaten/kota.” Tuturnya.

Dia mencontohkan, seperti perusahaan sawit PT LG yang bekerja di wilayahnya daerah pemilihan tiga Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu. Menurut dia perusahaan sawit LG yang beroperasi di wilayah belitang sekarang terkesan cuci tangan. Pasalnya jalan SP 2 menuju pabrik KSP di Belitang yang sebelumnya bagus dan setiap dilewati PT LG, namun begitu jalan menuju pabrik itu rusak yang notabenenya rusak karena mereka sendiri, kini mereka berlaih melewati jalan yang bagus melewati ponton sungai ayak yang kondisi jalan bagus untuk dibawa ke Pahauman, Ngabang.

“Saya anggap perusahaan LG ini cuci tangan lepas dari tanggung jawab. Belum saatnya masayarakat marah. Perusahaan seperti menurut saya yang tidak bertanggung jawab. Saya yakin lama kelamaan jalan Kabupaten di Sei Ayak juga akan hancur oleh aktivitas angkutan sawit PT LG. untuk itu saya minta kepada pihak kecamatan di Belitang, supaya menegur perusahaan LG itu. Karena yang menderita nanti juga masyarakat. Perusahaan tidak mau tahu,” ungkapnya. Baca Selengkapnya.....

Wabub Rupinus Tutup FBBLK III


Sekadau Hilir Keluar Sebagai Juara Umum
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pagelaran Festival Budaya Bumi Lawang Kuari (FBBLK) III tahun 2010 yang dimulai pada 19-22 Januari 2011 di Lapangan E.J lantu Sekadau secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sekadau Rupinus, pada Sabtu malam (22/1).

Meski cuaca di langit agak mendung dan sedikit gerimis, namun tidak menyurutkan antusias masyarakat Kabupaten Sekadau untuk menyaksikan malam penutupan FBBLK yang dirangkai dengan berbagai kegiatan dan pertunjukan dari kontingen di tujuh kecamatan serta sanggar yang ada di Kabupaten Sekadau.

Ribuan warga masyarakat yang merasa penasaran dengan kegiatan malam penutupan momen bersejarah ini tumpah ruah turun ke lapangan E.J Lantu mulai dari orang dewasa, rema dan anak-anak. Suasana dan nuansa kekeluargaan antar satu dengan yang lain selama kegiatan FBBLK tercipta. Pasalnya semua suku agama dan etnis yang ada di Kabupaten Sekadau ikut terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah tokoh penting di Kabupaten Sekadau juga tampak hadir dalam ivent dua tahunan tersebut. Diantaranya Wakil Ketua TP PKK kabupaten Sekadau, Wakil Ketua dan anggota DPRD Sekadau, Kepala Bank Kalbar Cabang Sekadau, Kadis Perhubungan, Telekomunikasi, Informatika Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sekadau, tokoh masyarakat, pemuka agama dan tokoh pemuda serta tamu undangan lainnya.

Penutupan pagelaran FBBLK III ditandai dengan pemukulan gong sebanyak empat oleh Wakil Bupati Rupinus. Dari hasil pengumuman yang disampaikan oleh panitia berkaitan dengan peraih medali emas terbanyak dari puluhan cabang yang diperlombakan, Sekadau Hilir berhasil keluar sebagai juara umum untuk yang ketiga kalinya dengan peroleh 15 medali emas.

Kabid Budaya dan Pariwisata Dinas Hubtelinfobudpar Kabupaten Sekadau Matias Juangi dalam sekapur sirihnya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh lapisan masyarat Sekadau dan para peserta kontingen dari tujuh kecamatan serta para sponsor yang telah ikut serta mensukseskan ivent dua tahunan ini.

“Dalam perlombaan ada yang menang dan ada yang kalah, untuk itu kita minta yang menang jangan tinggi hati dan yang kalah supaya legowo dan terus belajar,” pesan Matias.

Tak hanya itu pergelaran yang syarat dengan keberagama adat dan tradisi budaya daerah khas Sekadau ini juga dikatakan Matias sebagai ajang untuk mengali potensi-potensi keberagaman budaya Sekadau yang masih hidup. Untuk itu harus dijaga oleh masyarat di tujuh kecamatan.

Sementara itu Wakil Bupati Rupinus dalam sambutannya mengatakan serangkaian kegiatan yang di jalani selama FBBLK meruapkan komitmen bersama masyarat Kabupaten Sekadau terhadap nilai-nilai luhur seni budaya daerah yang masih hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

“Wajib kita lesatrikan, untuk itu bidang pariwisata saya minta mengemas dengan benar kegiatan serupa sebagai iven tetap dan yang sudah terselengara kita berikan apresiasi yang tinggi,”tutur Wabub.

Wabub juga mengingatkan kepada para peserta kontingen dari tujuh kecamata yang mengikuti iven ini agar tidak memandang ada hal-hal yang tidak objektif dalam penilaian panitia dan dewan juri.

“Yang kalah harus mengakui keungulan yang menang dan yang menang haru lebih meningkatkan prestasinya apa lagi kedepan ada iven-iven yang berhubungan dengan seni budaya di tingat proivinsi,”pesan Wabub.

Usai acara seremonial penutupan dan penyerahan piala pada para juara oleh panitia, penutupan juga di isi dengan penampilan-penampilan para sang juara, mulai dari tari-tarian, baik dayak maupun melayu, begana (nyanghat) dan lain sebagainya. Baca Selengkapnya.....

Pastor Sanding, CP Tutup Usia, Bupati Sekadau Simon Petrus Ikut Melayat Bersama Umat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Keluarga besar konggregasi pastor, frater, bruder dan suster pasionis di seluruh Indonesia kerkabung atas meninggalnya rekan dan saudaranya Pastor Sanding CP, pastor asal Kobang Jangkang Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Pastor Sanding tutup usia pada Sabtu 21 Januari 2011 sekitar pukul 12.15 siang di Rumah Sakit Antonius Pontianak. Bupati Sekadau Simon Petrus didampingi istri Ny. Scolastika ikut melayat bersama umat katolik melihat almarhun pastor yang dikenal baik, memasyarakat dan ramah ini. Ratusan umat katolik usai misa Minggu (22/1) kenarin berbondong-bondong mendatangi biara pasionis yang berlamat di jalan Rawak.

Almarhum Pastor Sanding lahir di Kobang, Jangkang 03 Juli 1969. Pastor Sanding merupakan anak kedua dari sebelas bersaudara. Dalam perjalanan biaranya Pada 22 Agustus 1994 almarhum mengikralkan profesi I di Batu Malang JAwa Timur.

Kemudian tahun 1998 almarhum, menyelesaikan S1 Filsafat Teologi di Widya Sasana Malang Jawa Timur. Pada tahun yang sama hingga 1999, almarhum praktek pastoral di paroki Menyambung Keuskupan Ketapang. 2001 menyelesaikan pendidikan S2 teologi di STFT Widya Sasana Malang Jawa Timur.

Tepat pada tanggal 8 Agustus 2002 almarhum ditahbiskan menjadi pastor oleh Mgr.Heronimus Bumbun, OM,Cap Uskup AgungPontianak. Selesai ditahbis pada tahun yang sama almarhum berkarya di Paroki Santo Heronimus Tanjung Hulu Pontianak.

Pada Januari 2003 – 2007 membantu di paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau sebagai Pembina asrama putra St. Dominikus Sapio. 2007 hingga pertengahan 2010 almarhum dipercaya sebagai superior Biara St. Paulus Salib Sekadau sekaligus rektor seminari menengah St. Gabriel.

Semasa hidupanya almarhum Pastor Sanding dikenal oleh umat katolik sebagai pastor yang ramah dan bermasyarakat. Almarhum juga pastor yang sangat pandai berkotbah dalam setiap misa di gereja. Selamat Jalan Pastor Sanding. Baca Selengkapnya.....

Muscab Partai P3 DPC SekadauSupardi Dipercayakan Kembali Pimpin PPP 5 Tahun Kedepan


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sekadau Minggu (23/1), kemarin menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2 yang dilaksanakan di rumah makan abadi jalan Sanggau-Sekadau.

Hadir langsung dalam Muscab partai berlambang kakbah itu diantaranya H.Usman Djafar politisi PPP yang juga anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat serta politisi PPP Retno Pramudya yang juga Anggoat DPRD Provinsi dapil Sanggau-Sekadau.

Hasil Muscab II DPC PPP yang diikuti Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tujuh kecamatan itu secara aklamasi memilih Supardi sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Sekadau periode 2011-2016. PPP lima tahun sebelumnya juga dipimpin Supardi dengan status sebagai Pelaksanaan Tugas (Plt).

Ketua panitia Muscab Supardi mengatakan Penyegaran pengurus dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP dalam menghadapi tantangan pemilu kedepan perlu dilakukan konsilidasi oleh pihaknya, dalam rangka memperkuat dan mempertahankan PPP sebagai salah satu partai besar hasil pemilu 2009 lalu.

”Keberhasilan Muscab tahun ini meruapakan hasil kerjasama dari berbagai kekuatan politik PPP mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten provinsi hingga tingkat pusat. “Tema Muscab kali ini adalah galang kebersamaan untuk mewujud PPP yang lebih maju pada pemilu 2014,” ujarnya.

Sementara itu H. Retno Pramudya dalam sambutaya megutaarakan harapanya dalam Muscab kali ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kekuatan baru dalam PPP di tahun-tahun mendatang.

“Penurunan hasil pemilu tahun 2009 merupakan bukti nyata bahwa keterlenaan kita dalam membaca setiap isu-isu yang berkembang dan berkaitan dengan keinginan masyarakat,” kata Retno.

Lebih jauh Retno menjelaskan sebagai partai politik yang bernapaskan islam, hendaknya setiap pengurus mendekatkan diri dengan masyarakat Islam melalui ormas-ormas islam. Pendekatan ini dikatakan Retno dengan maksud sebagai upaya penjaringan aspirasi serta penggalangan kebersamaan untuk maraup suara dalam pemilu kedepan.

Sebagai mesin partai di daerah, Retno berharap ketua terpilih hendaknya membuat program-program kerja yang menyentuh kepentingan masyarakat, dengan melakukan pendekatan terahadap ormas- ormas islam di sekadau.

“Saya tidak ingin begitu pemilu tinggal hitungan bulan baru melakukan pendekatan, ini bukan visi dan misi PPP, pendekatan terhadap masyarakat harus secara kontinyu di lakukan agar apa keinginan masayarakt dapat di wujudkan dalam program PPP,” pintaya.

Sementara itu H. Usman Djafar dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai masalah dalam PPP baik didaerah maupun pusat. Penurunan hasil pemilu tahun 2009 kata Usman merupakan hal yang biasa dalam kancah politik, akan tetapi penurunan juga harus dipetik hikmahnya, maka dari itu konsolidasi pengurrus dari DPP, DPC, sampai pada tingkat PAC dan desa sangat diharapkan.

”PPP adalah sebuah partai yang sarat dengan sari”at Islam maka dari itu pengurus-pengurus PPP sesuai tingkatan harus selalu membangun kordinasi dengan ormas islam, kordinasi tersebut merpakan bentuk penyerapan aspirasi yang berkembang,” kata Usman.

Jika dipetik dari sejarah lanjut Usman, PPP adalah hasil peleburan dari 4 partai Islam pada jaman orde baru, maka dari itu sangat penting jika PPP kembali merangkul umat Islam untuk kembali memilih PPP sebagai pilihan dalam pemilu kedepan. Baca Selengkapnya.....

Pentik dan Terimpak Budaya Leluhur Suku Dayak Mualang dan Kerabat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Festival Budaya Bumi Lawang Kuari -III yang di gelar 19-21 januari 2011 menampilkan beragam hasil seni kreatifitas ukiran, seperti kreatifitas pahatan, manic-manik maupun lukisan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sekadau.

Di stand kecamatan Belitang Hulu misalnya ditemukan pentik untuk sebutan dayak mualang, pahatan dari kayu Belian yang menyerupai manusia. Suku dayak kanayat menyebutnya pantak.

Pentik yangdipajang oleh di stand Belitang Hulu teridiri perempuan dan laki-laki. Keduanya diyakini sebagai suami istri. Pentik dianggap sebagai penjaga kehidupan masyarakat dari marabahaya. Pentik biasanya diletakkan di jalan masuk suatu perkampungan untuk menangkal segala macam marabahaya yang masuk ke perkampungan masyarakat.

Khusus untuk suku dayak kerabat, patung yang terbuat dari kayu belian tersebut disebut terimpak. Terimpak salah satu bentuk peninggalan sejarah yang sampai kini masih dijaga keberadaannya sejak sekadau menjadi kerajaan dan kini berubah menjadi kabupaten. Terimpak, merupakan kebudayaan sub suku Dayak Kerabat yang tinggal di tepian sungai kerabat Desa Tapang Perodah dan Nanga Pemubuh.

Menurut kata Daniel Anes, warga asal sub suku Kerabat saat ditemui di FBBLK III, mengatakan terimpak adalah alat yang melambangkan tahta temenggung adat dayak Kerabat. Selain itu, Terimpak juga melambangkan bahwa seseorang telah pernah menjadi Temenggung adat dayak Kerabat.

Dia menjelaskan, bentuknya yang bertingkat tujuh melambangkan kesempurnaan hidup manusia baru akan tercapai setelah menggapai langit ketujuh, yang menurut kepercayaan adalah Nirwana atau Surga. Terdapat hiasan berupa buah karet dan buah tengkawang melambangkan bahwa kedua jenis tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan lokal yang patut dijaga kelestariannya. Karet dan tengkawang merupakan sumber penghasilan masyarakat Dayak sejak jaman dahulu.

Di bagian puncak terimpak terdapat ukiran berupa burung Tingang. Burung Tingang merupakan burung langka yang saat ini sulit ditemukan keberadaannya. Burung Tingang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi nilainya. Oleh karena itu keberadaan burung Tingang harus dijaga, Baca Selengkapnya.....

Kamis, 03 Februari 2011

Wabub Rupinus Buka FBBLK Sekadau Ke-3 FBBLK Bentuk Nyata Komitmen Pemerintah Terhadap Aspek Budaya


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Suasana lapangan E.J Lantu yang beralamat di jalan Sanggau-Sekadau atau tepatnya di depan kantor Camat Sekadau Hilir berbeda dari hari-hari biasanya. Seperti yang terlihat pada Rabu (19/1) kemarin, ribuan manusia mulai dari masyaraka, tamu undangan serta sejumlah pejabat penting di lingkungan pemerintah Kabupaten Sekadau, tampak hadir memadati lapangan A.J Lantu Sekadau yang berdampingin dengan gedung SMPN 1 Sekadau Hilir. Pembukaan Festival Budaya Bumi Lawang Kuari (FBBLK) ke-III berlangsung cukup meriah.

Ribuan warga dari berbagai penjuru hadir memadati lapangan sepakbola E.J.Lantu untuk menyaksikan berbagai penampilan dan atraksi dari masing-masing kontingen dari tujuh kecamatan yang ada di kabupaten sekadau ini. Event yang digelar setiap dua tahun sekali ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 19 hingga 21 januari 2011.

Stand-stand dari 7 kecamatan masing-masing tampak dihias dengan corak yang menarik menggambarkan ciri khas daerahnya masing-masing. Demikian juga dengan beragam kendaraan hias yang dirangkai oleh tangan-tangan terampil berubah menjadi tontonan yang mengandung nilai seni yang sangat menarik.

Pembukaan FBBLK ini dibuka seacara resmi oleh wakil Bupati Sekadau Rupinus. Wakil bupati Sekadau Rupinus dalam sambutannya mengucapkan permohonan maaf bupati Sekadau yang tak dapat mengadiri pada pembukaan event budaya itu, karena ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan.

Rupinus meminta kepada para peserta agar selalu menanamkan semangat sportivitas dalam bersaing memperlihatkan penampilan terbaiknya dalam mengikuti setiap kegiatan yang telah dijadwalkan panitia. “Kita harus sportif dalam berkompetisi. Ikuti setiap susunan acara yang telah dijadwalkan panitia agar nanti hasilnya memuaskan,” kata Rupinus.

Kegiatan ini (FBBLK-red) kata Wabup merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam memperhatian aspek seni budaya. Tujuannya adalah untuk melestarikan kebudayaan dari daerah-daerah di Sekadau yang sudah hampir terlupakan. “Saya berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menumbuhkembangkan serta melestarikan seni dan budaya daerah,” paparnya.

Dikatakan orang nomor dua di Bumi Lawang Kuari ini kegiatan ini juga merupakan wadah yang tepat untuk menampilkan serta melestarikan seni budaya yang ada di Sekadau. “Kami melihat semua kegiatan dalam bentuk pameran, pagelaran, dan perlombaan semua sudah sarat dengan nilai seni. Manfaatkan momen ini dengan baik untuk menghidupkan kembali seni budaya kita yang sudah hampir redup,” pesan wabup.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan barat yang diwakili Kepala Bidang kebudayaan Simplisius dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti FBBLK ini sangat mendapat dukungan dari pemerintah provinsi kalbar karena dinilai mampu untuk mengembangkan potensi wisata, asalkan dikemas dengan baik dan menarik. Ia mengharapkan, kegiatan ini bukan hanya sekedar ceremonial saja. Namun dibalik itu kiranya dapat mempromosikan wisata daerah untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Sekadau.

“Kegiatan ini jangan hanya ceremonial saja. Tapi setiap bentuk kebudayaan yang ditampilkan agar mampu dikelola untuk menarik minat wisatawan,” katanya.

Ketua panitia pelaksana Matias Juangi dalam penyampaiannya mengatakan, kegiatan ini merupakan acara rutin 2 tahunan untuk memperlombakan kebudayaan dari masing-masing daerah. Dia menjelaskan tujuan dilaksanakan kegiatan ini yakni untuk meningkatkan peran kesenaian dan kebudayaan dalam rangka pembangunan kepariwisataan di kabupaten Sekadau, tujuan lain yang tak kalah pentingnya adalah untuk memperkayakan atraksi budaya daerah kabupaten sekadau dan melestarikan budaya daerah dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Dikatakan dia, sejumlah perlombaan digelar dalam FBBLK kali ini, diantaranya, pameran, pawai budaya, lomba lagu daerah, lomba makanan khas kabupaten sekadau, merias pengantin melayu, lomba tari daerah, lomba memperagakan busana pengantin dayak, lomba syair (melayu) pegelaran be engkana (Dayak), lomba pantun berbalas, menyumpit, menggambar atau melukis obyek wisata daerah sekadau dan cipta wadah minuman tradisional. Baca Selengkapnya.....

APBD Sekadau 2011 Rp 400,17 Miliar


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sekadau tahun 2011 secara resmi telah diketok langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sekada Aloysius melalui sidang paripurna penyampaian Pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2011.
Diketahui bahwa APBD Kabupaten Sekadau di tahun 2011 ini sebesar Rp 417.379.301.087.00 sedangkan. Dari jumlah tersebut, untuk pendapatan asli daerah sebesar Rp 19.326.641.000.000, dana perimbangan sebesar Rp 359.963.271.487.00, selebihnya adalah pendapatan lain-lain daerah yang sah sebear Rp 38.089.388.600.00.
Dari jumlah APBD yang tersedia tersebut, selanjutnya yang akan digunakan untuk Belanja daerah tercatat sebesar Rp 415.082.082.425.607.00, belanja tidak langsung Rp 186.624.117.014.00, belanja langsung Rp 228.458.308.588.00. dikethaui sisa setelah pembelanjaan daerah, langsung dan tidak lansgung yakni sebesar sebesar 2.296.875.480.00.
Hasil penyampaian akhir keenam fraksi di lembaga terhormat itu secara sepakat menyetuji RAPBD Sekadau tahun 2011, tetapkan menjadi APBD Sekadau 2011. Hadir langsung dalam moment bersejarah itu antara lain Bupati Sekadau Simon Petrus, Wakil Bbupati Rupinus, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Plt. Sekda Kabupaten Sekadau Yohanes Jhon dan Sekwan DPRD Sekadau.
Sidang berjalan lancar, namun satu hal yang sangat disayangkan oleh Ketua Fraksi Golkar Yuni Yudarno, sejumlah pimpinan SKPD dan unsure Muspida tidak hadir hadir dalam agenda penting ini. Sehingga tampak kursi undangan kosong melompong tanpa ada yang menempati.
“Ini bukan pertama kalinya saat paripurna hanya Eksekutif dengan legislatif atau kita –kita saja yang hadir disini, kemana para undangan dan instansi vertikal lainnya yang kita undang, mengapa mereka tidak mau hadir dan apa alasanya. Demikian juga dengan para Camat tak satupun yang hadir,”kata Yuni.
Menurut Yuni, kehadiran unsur Muspida serta instansi vertical lainnya dalam persidangan bukanlah hanya sekedar formalitas. Karena, pada momen-momen penting seperti penetapan perda APBD ini, anggarana tidak hanya diperuntukkan bagi dinas-dinas saja, tetapi juga dikucurkan untuk pihak-pihak yang berkepentingan.
Kekesalan lain juga disampaikan oleh Juru bicara fraksi bersatu, Aron, dia melihat ada salah satu kepala kantor di pemkab Sekadau yang tidak pernah hadir dalam rapat kerja bersama DPRD dalam pembahasan APBD 2011 ini. “Kita menyayangkan ada kepala kantor yang tidak pernah hadir rapat kerja bersama DPRD,” tegas Aron. Baca Selengkapnya.....

Ratusan Umat Hadiri Natal Oikumene Pemkab Sekadau


Bupati Bengkayang Juga Turut Hadir
Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Perayaan Natal oikumene atau Natal gabungan Pemerintah Kbaupaten Sekadau berlangsung meriah dengan dihadiri umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan dari berbagai penjuru kabupaten Sekadau. Ratusan umat tampak hukmat mengikuti setiap rangkaian kegiatan perayaan natal itu.

Hadir dalam perayaan natal tersebut Bupati beserta Wakil Bupati Sekadau, Ketua dan anggota DPRD, Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Plt. Sekretaris Daerah, dan segenap unsure SKPD serta Muspida dan artis ibukota Talitha Dodoot yang menyumbangkan beberapa tembang rohani andalannya semakin memeriahkan perayaan. Hadir juga dalam acara itu bupati Bengkayang Suryatman Gidot dan wakil bupati Bengkayang Agustinus Naon beserta jajarannya.

Bupati Sekadau Simon Petrus dalam sambutannya mengatakan, perayaan Natal oikumene ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan pemerintah kabupaten sekadau. Tujuannya tidak lain adalah untuk mempererat kesatuan dan persatuan terutama antar umat beragama.

“Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan pemerintah daerah bersama masyarakat. Tujuannya adalah agar kita sebagai umat yang beragama dapat terys mempererat tali persaudaraan antar agama. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus bias diadakan setiap tahunnya,” papar Bupati Simon. Tak lupa bupati turut mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru bagi umat Kristiani di seluruh kabupaten Sekadau.

Sementara itu Pastor Vinsensius,CP dari Jakarta dalam homilinya mengatakan, sesuai dengan tema Natal tahun 2010 “ Terang yang sesungguhnya telah datang ke dunia” Tuhan menginggatkan kita agar mampu untuk selalu berjalan dan mengikuti jalan yang telah ditunjukkan-Nya.

“ Seperti yang tertulis dalam Alkitab, seesungguhnnya manusia sedang berjalan dalam kegelapan. Namun akan datang terang yang akan menuntun mereka ke jalan yang dibenarkan Tuhan,” kata pastor Vinsen. Baca Selengkapnya.....

Pemprov Kalbar Kerjasama Dengan Pemkab Sekadau Perbaiki Jalan Nasional


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Berbagai keluhan yang selama ini terlontar dari berbagai pihak terkait dengan kerusakan jalan nasional khususnya di wilayah timur kalimantan barat yang dinilai sudah sangat parah, kini sudah ditangani sementara oleh pemerintah provinsi Kalimantan barat bekerja sama dengan pemerintah kabupaten sekadau.

Seperti yang terlihat sekarang, penambalan lobang jalan nasional yang selama ini dinilai cukup meroptkan para pengguna jalan, kini sudah mulai ditangani oleh pemerintah provinsi Kalbar bekerja sama dengan pemkab sekadau.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar melalui Kepala bidang Binamarga Putu Srinata ketika dikonfirmasi via telepon selular Sabtu (15/1), pekan lalu. Dikatakan dia, pemerintah provinsi Kalbar merasa berterima kasih dengan pemerintah kabupaten Sekadau yang dengan rela dan mau bekerjasama dengan pemprov kalbar dalam menangani jalan nasional yang kini kondisinya sudah sangat parah. “Kita menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemkab sekadau, karena sudah mau membantu kita dalam penanganan sementara jalan nasional ini,” ungkapnya.

Hal ini dilakukan oleh pemprov kalbar dan pemkab sekadau menurut dia yakni untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat. Karena keterbatasan anggaran dari pusat pula lah menurut dia yang membuat kondisi jalan nasional hancur. “Kita sudah berupaya, namun kita juga dibatasi oleh anggaran, apalagi ada banyak jalan nasional yang harus diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2011 ini merupakan tahun yang menggembirakan, karena ada banyak jalan yang ditangani oleh pemerintah, meskipun belum dil laksanakan sepenuhnya. Dia mengakui dana yang dikucurkan oleh pusat untuk penanganan jalan sangat terbatas, sehingga ada pun pemeliharaan yang dilakukan hanya bersifat rutinitas. Seperti yang dilakukan tahun 2011 ini, pemarintah pusat hanya bisa menggarkan 50 miliar untuk pelebaran ruas jalan nasional sanggau-Sekadau.

Dari data yang disampaikannya ruas jalan Tanjung-Sanggau pemeliharaan rutin untuk tahun 2011 sepanjang 35,81 km. Dari jumlah tersebut, yang baru bisa dikontrak sepanjang 2,45 km. Sementara khusus untuk ruas jalan Sanggau-Sekadau pemeliharaan rutin yang dilakukan tahun 2011 ini sepanjang 32,09 km. Dari jumlah tersebut kontrak yang dikerjakan sepanjang 10,00 km). “Data tersebut dari satuan kerja dan dituangkan kedalam dokumen anggaran kementerian keuangan berupa RKA-KL TA 2011. Pada akhirnya baru diterbitkan DIPA TA. 2011 skarang dalam proses lelang,” paparnya.

Dikatakan dia, jika tidak ada halangan yang berarti bulan Maret 2011 pemenang tender untuk pelebaran ruas jalan Sanggau-Sekadau dan Tanjung-Sanggau sudah bisa diumumkan. Dengan demikian sekitar bulan April-Mei pengerjaanya sudah bisa dilakukan. “Mungkin sekitar bulan maret pemenang tender sudah diumumkan, sekrang tendernya masih dalam proses,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Sekadau Simon Petrus ketika dikonfirmasi via SMS Minggu (16/1), kemarin mengatakan bahwa penanganan kerusakan jalan negara Sanggau-Sekadau pelaksanaanya dilakukan oleh pemprov kalbar bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sekadau, terutama dalam hal penyediaan alat berat milik Pemkab Sekadau.
Dikatakan orang nomor satu di bumi lawang kuari ini, kebijakan ini walaupun menyalahi ketentuan karena itu statusnya jalan negara tapi demi kepentingan masyarakat umum tetap bupati laksanakan. “Kita berharap pemerintah provinsi memperhatikan kerusakan dimaksud, mohon kepada para pengguna jalan untuk menyesuaikan kondisi jalan agar volume muatan dikurangi, untuk menjaga terjadi kecelakaan di jalan,” pesan bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau melalui Kepala Bidang Binamarga Ahmat Suryadi ketika dikonfirmasi via telepon Minggu (16/1), kemarin mengatakan penanganan sementara yang kini sedang dikerjakan rencanya mulai dari kota sekadau sampai ke batas antara Kabupaten Sekadau dengan Kabupaten Sanggau tepatnya di daerah Semuntai.

“Ini persetujuan antara abpn dengan pemerintah kabupaten sekadau, mudah-mudahan pengerjaanya bisa sampai di batas, tapi kalau kita melihat mereka bekerja sudah sangat serius. Pulihan truk yang membawa material sudah mulai beroperasi,” ungkapnya.

Sementara anngota DPRD Sekadau Paulus Subarno dalam pernyatannya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten sekadau yang sudah memperbaiki jalan nasional seperti sedang dikerjakan ini, hanya saja Subarno meminta supaya pihak kontraktor memperhatikan kualitas pekerjaan sehingga pekerjaan tambal yang dilaksanakan dapat bertahan lama. “”Kita minta supaya mengutamakan kualitas, meski baru berupa perbaiki tambal, tetapi kualitas tetap diperhatikan,” ungkapnya. Baca Selengkapnya.....

Pengusaha dan Masyarakat Harus Mampu Ukur Potensi Yang Ada


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus meminta kepada para pengusaha dan masyarakat Sekadau untuk mampu mengukur potensi yang ada di daerah ini, dengan demikian peluang usaha yang ada dapat di manfaaatkan se-efektip mungkin demi pertumbuhan perekonoian di masyarakat menuju Sekadau yang sejahtera mandiri dan demokratis.

Dikatakan orang nomor satu di bumi lawang kauri ini, peluang untuk berwira usaha di kabupaten Sekadau yang masih terhitung baru masih sangat besar, dalam mendorong kemajuan kabupaten yang bertajuk Bumi Lawang Kuari ini.

Untuk produksi pangan sendiri, ungkap Bupati Simon masih belum mampu dipenuhi, hingga sebagian kebutuhan pangan kebaupaten sekadau ini di support dari luar. Potensi seperti inilah yang diinginkan oleh bupati, untuk mengoptimalkannya bantuan permodalan dari pihak Perbankan.

Dengan adanya support dari pihak perbankan inilah nantinya para pelaku usaha akan memasuki celah peluang usaha yang masih terbuka serta pengembangannya untuk memajukan kabupaten baru ini,” ungkap Ketua DPC Demokrat Sekadau ini.


Dikatakannya kalau dunia usaha maju, perekonomian juga maju, otomatis tigkat ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Untuk itu perlu kerjasama yang baik dari pihak perbankan untuk mendorong mereka dalam berwira usaha dengan permodalan yang akan menjadi support dalam pengembagan usaha di bidang masing-masing. Baca Selengkapnya.....

STKIP Lepas 50 Mahasiswa Non Reguler Penjas-Kes di Sekadau

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pontianak Kamis (13/1) kemarin melepaskan sebanyak 50 mahasiswa non reguler prodi Penjaskes yang berasal dari kabupaten Sekadau untuk melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Pelepasan secara simbolis dilepas labgsung oleh ketua STKIP-PGRI Pontianak Prof Dr. Samion Ar.M.Pd.

Pelepasan ke 50 mahasiswa itu juga disaksikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Zulkipli dan Camat Sekadau Hilir Johni.

Kepala UP3M STKIP PGRI Pontianak dalam sambutanya memaparkan sedikitnya ada tiga kecamatan dari tujuh kecamatan yang menjadi tempat KKM asal Kabupaten Sekadau kali ini, diantaranya Sekadau Hilir, Sekadau Hulu dan Belitang Hilir.

Sementara itu ketua STKIP Samion dalam sambutannya mengatakan untuk kabupaten Sekadau ini adalah KKM yang pertama kali diadakan namun beberapa di Kabupaten atau kota lainya di Kalimantan Barat sudah dilakukan berulang kali, contohnya di Kabupaten Ketapang.

“Adanya program Non regular ini guna untuk mempercepat pemenuhan kuota tenaga guru di berbagai kabupaten, namun dalam pelaksanaanya kita tetap mengutamakan proses, tidak bim-salabim langsung dapat title dan KKM ini lah salah satu proses yang termasuk dalam mata kuliah,”papar Samion.

KKM dikatakan Mion sebagai bagian dari proses perjalanan sebuah study dan syarat mutlak untuk melewati jenjang-jenjang dalam mencapai gelar serjana penuh meski di kelas non regular.

Baru setelah melewatI KKM dan sebagainya, para mahasiswa dikatakan Mion memasuki babak akhir untuk membuat atau menulis Skipsi sebagai ujian terkahir sebelum menyandang gelar Serjana.

Bahkan untuk tahun 2011. Sambung Mion direncanakann pihaknya (STKIP) akan memadukan tahapan Penilaian Praktek Lapangan (PPL) dan KKM hingga cukup membantu para mahasiswa untuk melewati tahapan berikutnya.

“Kita akan coba pada bulan September atau Oktober mendatang dan penempatanya kita sesuaikan kampung masing-masing , tentunya juga kita harapka kerjasama pemerintah daerah,”ulas Mion.

Sementara itu Pemerintah Daerah yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidika Pemuda dan Olahraga H.Zulkifli As dalam sambutanya mengatakan KKM pada dasarnya merupakan sebuah bentuk sikap dasar pengabdian pada masyarakat .

Untuk itu Zul mengatakan dirinya mewakili kepala dinas mengahrapkan kepala-kepala dinas cabang kecamatan yang menjadi tujuan kota KKM memberikan bantuan dan support pada para mahasiswa peserta KKM. “kegiatan ini menjadi motifasi bagi sekolah-sekolah untuk mendorong dan kretif.” tuksnya. Baca Selengkapnya.....

Wabub Rupinus Natal Bersama Mahasiswa Sekadau di Malang


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Wakil Bupati Sekadau Rupinus 9 Januari 2011 lalu bersama rombongan yang terdiri dari, wakil bupati sekadau, kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga kabuapten sekadau, kabag kesejahteraan sosial dan staff bagian keuangan menghadiri undangan natal bersama Ikatan Mahasiswa-Mahasiswi Asal Kabupaten Sekadau di malang (Imkasma).
Perayaan natal bersama tersebut dilaksanakan di biara pasionis Bandulan Malang. Rombongan disambut secara adat dayak dengan pancung buluh muda. Misa natal dipimpin langsung oleh romo Abong, Pr yang merupakan romo asal Gonis Rabu Desa Gonis Tekam Kecamatan Sekadau Hilir.
Hal ini disampaikan langsung oleh wakil bupati sekadau Rupinus dalam pres rilisnya Kamis (13/1), kemarin. Dikatakan Pria kelahiran Pantok ini setelah misa dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan bersama.
Dikatakan Wabub, pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis dana pembinaan dari Pemda Kabupaten Sekadau untuk mahasisa-mahasiswi yang diwakili oleh ketua Imkasma Komdius. Ketua Imkasma juga pada kesempatan tersebut menyerahkan cindera mata kepada wakil bupati sekadau.
“Adapun tema natal yang mereka angkat dalam perayaan natal bersama itu adalah merajut tali kekeluargaan melalui natal 2010 dan sukacita menyongsong tahun baru 2011 bersama Imkasma,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan mantan Camat Nanga Mahap ini, mahasiswa-mahasiswi asal kabupaten Sekadau yang menimba ilmu pengetahuan di berbagai perguruan tinggi Malang berjumlah 63 orag.
“Mereka berasal dari 7 kecamatan yang ada di kabupaten sekadau, dari berbagai latar belakang, ada yang katolik, protestan dan islam. selain menghadiri undangan perayaan natal bersama, tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat secara dekat kondisi mahasiswa/i kita di sana. mereka adalah aset/generasi penerus kabupaten sekadau yang perlu mendapat perhatian dari kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, ketua Imkasma Komdius mengatakan bahwa imkasma didirikan pada Nopember 2010 dengan pembinanya adalah pastor Donatus Daud, Cp. Pada kesempatan itu juga Komdius mengucapkan terima kasih kepada pemda sekadau dalam hal ini kepada wakil bupati sekadau yang telah membantu dan berkenan hadir di acara natal bersama. “Ibarat anak kedatangan orang tua yang sudah lama berpisah, jadi kami sangat merindukan kehadiran orang tua kami seperti rombongan wakil bupati ini,” paparnya.
Pada kesempatan itu wakil bupati berpesan supaya adik-adik mahasiswa belajar dengan rajin. “Jangan kecewakan orang tua dan kalau libur pulang kampung bisa memberikan contoh yang baik kepada teman-teman dikampung,” pesan Wakil Bupati Rupinus. Baca Selengkapnya.....

Natal Uikumene Kabupaten Sekadau Digelar 17 Januari 2010


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Perayaan Natal Uikumene Kabupaten Sekadau berdasarkan hasil rapat pania yang dilaksanakan 14 Januari 2010 di ruang rapat kerja bupati Sekadau secara resmi akan dilaksanakan Senin 17 Januari 2010. Perayaan natal uikumene yang akan dihadiri sekitar 300-an umat katolik dan protestan serta tokoh masyarakat di Bumi Lawang Kuari dilaksanakan di Gereja Katolik Moneumental komplek perkantoran bupati Sekadau,km 9 jalan Sintang-Sekadau.

Perayaan natal uikumene yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Simon Petrus dan Wakil Bupati Rupinus serta sejumlah pejabat, muspida di lingkungan pemerintah kabupaten Sekadau.

Panitia perayaan natal uikumen ini juga akan menghadirkan artis ibu kota Jakarta, guna menyemarakan perayaan natal yang dilaksanakan untuk pertama kali ini. Hal ini dikatakan oleh coordinator Humas Publikasi, Dokumentasi dan Dekorasi Anwar, ditemui di ruang kerjanya Jumat (14/1), kemarin.

Dikatakan Anwar perayaan natal Uikumene ini nanti akan dibagi dalam dua sesi. Sesi yang pertama sebelum perayaan natal dimulai Bupati dan Wakil Bupati melakukan ramah tamah dengan sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Sekadau yang akan dilaksanakan di ruang pertemuan lantai II Kantor Bupati. Kegiatan ramah tamah ini akan dilaksanakan pukul 13.00 wib. Sementara untuk perayaan natal itusendiri akan dimulai pada pukul 15.00 wib.

Perayaan natal oikumene ini juga selain menghadiri artis ibu kota Jakarta juga akan mengahdirkan sejumlah koor baik katolik maupun protestan, selain itu perayaan natal ini juga akan dimeriahkan dengan sejumlah tarian adat dayak. “Sejumlah persiapan sudah kita lakukan, demi suksesnya kegiatan natal uikumene ini. Selaku ketua panita saya ingin mengajak kepada semua panitia untuk bekersama, saling berkoordinasi, guna suksesnya perayaan natal uikumene ini,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah seksi tampak sudah melaksanakan tugasnya masing-masing, seperti yang terlihat, seksi kebersihan, dekorasi, perlangkapan dan seksi lainnya sudah terlihat sibuk mempersiapkan temmpat kegiatan yang akan dipusatkan di gereja katolik monumental. Baca Selengkapnya.....

Bupati Salurkan Bantuan 30 Juta Untuk Penderita Lumpuh Layu dan Pasien gangguan Jiwa


Hermanus Hartono
Borneo tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus didampingi ketua TP PKK Kabupaten Sekadau Ny. Scolastika Simon Petrus, Camat Sekadau Hulu, Suhardi, perwakilan kepala dinas sosial tenaga kerja dan transmigrasi menyerahkan bantuan sejumlah Rp 30 juta untuk penderita lumpuh layu dan pasien gangguan jiwa yang berasal dari kecamatan Sekadau Hulu, Sekadau Hulir Nanga Mahap dan Nanga Taman. Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dilaksanakan di Desa Tinting Boyok Kecamatan Sekadau Hulu 12 januari 2010 lalu.

Hadir juga pada kesempatan tersebut wakil ketua TP PKK kabupaten Sekadau, Ny. Kristina Rupinus, istri ketua DPRD Sekadau, Sekretaris umum TP PKK Kabupaten Sekadau dan sejumlah pengurus PKK baik yang berasal dari kabupatenn maupun yang berasal dari desa tinting boyok.

Penderita lumpuh layu yang mendapat bantuan dari pemkab sekadau per Juli-Desember 2010 sebanyak 15 orang, sementara untuk pasien gangguan jiwa sebanyak 25 orang. Bantuan yang disalurkan tersebut dalam bentuk uang tunai.

Dari jumlah tersebut Khusus untuk penderita lumpuh layu, bantuan yang disalurkan sebesar Rp 15 juga, sedangkan bantuan yang disalurkan untuk pasien gangguan jiwa sebesar Rp 18 juta. Kepala Dinas sosial Tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Sekadau melalui Kepala Bidang Sosial Leonardus mengatakan khusus untuk penderita lumpuh layu yang berjumlah 15 orang tersebut berdasarkan diagnose dokter tidak bisa lagi disembuhkan, dan sudah digolongkan sebagai penderita permanen.

Sementara itu khusus untuk pasien gangguan jiwa yang berjumlah 25 orang itu rata-rata sudah pulih setelah dirawat oleh di rumah sakit jiwa bodok Singkawang beberapa bulan lalu. “Bantuan yang kita berikan kepada mereka itu selama enam bulan. Perbulannya mereka menerima Rp 200 ribu,” ujarnya.

Bupati Sekadau Simon Petrus dalam sambutannya pada kesempatan tersebut mengatakan pemerintah kabupaten Sekadau yang sekarang dipimpinnya memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat seperti mereka yang mengalami penderit lumpuh layu dan pasien gangguan jiwa.

Karena menurut orang nomor satu di bumi lawang kuari, pakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara seperti yang termuat dalam pasal 34 ayat UUD 1945. Kemiskinan merupakan masalah strategis yang dihadapi bangsa ini karena menyangkut nasib hidup rakyat dan perlu kebijakan konkret dalam penanganannya. “Dan ini yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Sekadau sejak memekarkan diri dari kabupaten Sanggau,” papar Bupati Simon Pertrus.

Dikatakan Bupati, bahwa pemerintah sangat gencar dan serius untuk melakukan pembangunan diberbagai bidang, demi kesejahteraaan masyarakat. Namun dalam pelaksanaanya, pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sifatnya bertahap sesuai dengan anggaran yang tersedia. Pemerintah juga lanjut Simon sangat serius terhadap masalah pendididikan. Karena dengan pendidikan dengan sendirinya dapat mengubah pola hidup masyarakat.

“Untuk itu dukungan dari semua pihak sangat diharapkan,” paparnya. Usau memberikan sambutan bupati meneyerahkan secara simbolis kepada pasien gangguia jiwa. Bantuan untuk penderita lumpuh layu diserahkan langsung di rumah bersama pihak keluarga. Baca Selengkapnya.....

Selasa, 01 Februari 2011

Kadis Perindagkop dan UKM Kalbar Tinjau Pasar Plamboyan Sekadau


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha kecil Menengah Provinsi Kalimantan Barat, Fran Suardi H bersama rombongan Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Sekadau melakukan penunjauan di pasar plamboyan yang dibangun dari anggaran viskal Kementerian Koperasi dan UKM Kamis (13/1), kemarin.
Dalam kunjunganya tersebut, Frans menerima masukan dan keluhan yang disampaikan langsung para pedagang. Rata-rata pedangang mengeluhkan atap pasar plamboyan mengalami kebocoran. Akibatnya jika hujan turun barang dagangannya menjadi basah kuyup.
Fran ketika diwawancari sejumlah wartawan mengatakan, kebocoran atap pasar palmboyan akan segera ditangani oleh dinas. “Kita harap bersabar, karena itu sebenarnya bukan bocor, talangnya kecil kepenuhan sehingga tidak menampung air hujan, melupas lalu menetes kebawah,” katanya.
Saat ditanya apakah ada pengembangan bangunan pasar untuk usaha mikro kedepan ia mengatakan semua itu tergantung kepala daerah, namun pengembangan bukan pada satu tempat saja tapi, harus menyebar di kota kecamatan lain.
Yang terpenting lanjut dia, untuk membangun sebuah pasar tradisional pemerintah daerah harus menyiapkan lahan. “Jika lahan sudah siap ajukan saja, kita akan teruskan ke pemerintah pusat, kemudian lahan harus yang disiapkan harus bersetipikat supaya tidak terjadi tumpang tinding,” Tutur prans.
Dia menambahkan di samping pasar trodiosonal, koperasi- koperasi akan diberi perhatian khusus misalnya ceredit union (CU red) walaupun sistimnya simpan pinjam namun CU adalah bankirnya pelaku usaha kecil menengah yang perlu dipacu kemjuannya. “Kalau perlu ajak CU- CU bekerjasama untuk memberi pinjaman lunak kepada UKM,karena yang memduduki pasar plamboyan sekadau rata- rata anggota CU, jadi tugas pemkab melalui instansi terkait monitor serta melakukan pembinaan saja agar para UKM dapat berkembang, dengan berkembangnya para UKM maka secara tidak langsung perekonomian akan tergerak secara menyeluruh di Sekadau ini,” jelas Prans.

Pran berpeeasn bagi CU – CU yang telah memiliki kantor cabang di luar kabupaten agar membuat badan hukum ke pemerintahan pronvinsi, tapi kalau belum membuka cabang di kabupaten lain cukup badan hukum di keluarkan Pemkab, hal ini untuk menjaga perbedaan kebijakan antar kepala daerah. Baca Selengkapnya.....

6 Fraksi Sampaikan Pemandangan Umum Untuk APBD 2011


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Enam fraksi DPRD Sekadau Senin (10/1) siang sekitar pukul 10.00 wib kemarin menyampaikan pemandangan umum terhadap nota pengantar Rancangan Anggaran pendapatan Belanjar Daerah (RAPBD) Kabupaten Sekadau 2011 yang rencanya akan diketok 18 Januari 2010 nanti.

Sidang paripurna yang berakhir pukul 12.00 wib dipimpinan wakil ketua DPRD Markus. Hadir dalam sidang paripurna itu antara lain, Plt. Sekda Sekadau Yohanes Jhpn, Ketua DPRD Sekadau Aloysius, Wakil Ketua DPRD Isnaini, para anggota DPRD dan para kepala dinas, kantor, badan di lingkungan pemerintah Kabupate Sekadau.

Keenam fraksi DPRD tersebut dalam sorotannya menyampaikan hal yang sama, yakni menginginkan pembangunan di Sekadau kedepan supaya lebih baik, berkualitas dan berpihak kepada masyarakat.

Seperti pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan dan pelayanan kesehatan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat kabupaten Sekadau. Keenam fraksi ini juga minta kepada pemerintah kabupaten sekadau supaya berhemat dalam menggunakan anggaran 2011, terutama untuk belanja pegawai, pengadaan ATK dan belanja makan minum.

Keenam fraksi juga minta supaya pemerintah kabupaten sekadau supaya memperhatikan guru-guru yang bandel karena sering tidak masuk mengajar. Keenam fraksi ini juga memberikan pujian kepada pemerintah kabupaten sekadau yang dengan bersusah payah menyusun APBD Kabupaten Sekadau 2011. Baca Selengkapnya.....

Dewan Kecewa Tamu Undangan Tak Hadiri Sidang Paripurna


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau Albertus Pinus mengaku kecewa karena tidak satu pun tamu undangan, yang terdiri dari muspida, tokoh masyarakat dan toko pemuda hadir dalam sidang paripurna pemandangan umum frkasi di gedung DPRD Sekadau Senin (10/1), kemarin.

“Keluarkan saja segala kursi dan meja undangan itu, percuma kita siapkan tamu tidak ada undangan yang hadir dalam sidang ini,” ujarnya.

Dikatakan Pinus nama panggilan akrabnya, jangan salahkan eksekutif dan legislatif jika ada kebijakan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan masyarakat. “Jangan salahkan kami, karena semua unsur masyarakat sudah kita undang,” ujarnya.

Pantauan di ruangan sidang DPRD Sekadau, memang benar tidak ada satu pun undangan yang hadir. Puluhan kursi yang disediakan sekretariat DPRD Sekadau terlihat kosong, begitu juga dengan meja dan kursi yang disiapkan untuk muspida, juga terlihat kosong.

Namun demikian, pelaksanaan sidang paripurna pemandangan umum fraksi yang dipimpin langsung oleh wakil ketua Markus. Sementara kursi yang disedikan untuk para SKPD terisi oleh masing-masing SKPD. Baca Selengkapnya.....

Sekolah Itu Penting, Untuk Merubah Diri


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

“Bersekolah itu sangat penting bagi setiap anak agar bisa lebih maju dalam berfikir dan bertindak menyikapi hidup dalam kehidupan yang semakin maju ini,” Maerselinus salah seorang pemuda di Kabupaten Sekadau, belum lama ini.

Dikatannya, pengalaman hidup merupakan guru yang sangat baik. Namun, pengalaman tidak cukup jika tidak dibarengi ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan, baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Sebab itu lanjut Markus penyelenggaraan pendidikan merupakan kata kunci untuk menuju keberhasilan dalam mengarungi kehidupan.

Dia mengatakan, pemerintah telah membeirkan kesempatan yang besar dan seluas-luasnay kepad amasyarakat untuk memperoleh pendidikan dengan akses mudah dan dekat, melalaui pembangunan fasilitas pendidikan di daerah-daerah pedalaman. “Jangan sampai anak-anak dan pemuda kita yang baru tamat SD hanya mentok di situ saja sekolahnya. Harus melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi ke jenjang SMP,” katanya.

“Pemerintah telah membangun sekolah-sekolah agar kita masyarakat lebih mudah dalam menyekolahkan anak-anak tidak lagi jauh seperti orang tua zaman dulu. Fasilitas seperti ini harsu kita manfaatkan untuk memajukan masyarakat kita,” katanya.
Selain itu, untuk program pendidikan dasar pemerintah juga menggratiskan biaya pendidikan untuk program pendidikan dasar SD-SMP. Baca Selengkapnya.....

Bagian Kebersihan Pindah Lagi Ke Dinas PU

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bagian seksi kebersihan yang sebelumnya bergabung dengan Kantor Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kabupaten Sekadau sekarang pindah lagi ke dinas pekerjaan umum dan pertambangan Kabupaten Sekadau.

Serah terima tanggung jawab kebersihan dari Kantor Lingkungan hidup ke dinas PU menurut Kepala Kantor Lingkungan Hidup Agustinus Agus dilakukan sejak 1 Januari 2010. Dikatakan Agus, berita acara serah terima tanggung jawab masalah kebersihan ditandatangani pada Kamis (7/1), disaksikan oleh Plt. Sekda Sekadau Yohanes Jhon.

Dijelaskan Agus, pemindahan bagian seksi kebersihan ke dinas PU berdasarkan peraturan Bupati Sekadau tahun 2011. “Saya lupa nomor berapa perbubnya, tetapi yang jelas sekarang dengan adanya perbub tersebut bagian seksi kebersihan sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab dinas PU, termasuk soal anggarannya,” ujarnya.

Dia mengakui beberapa hari terakhir ini, pihaknya juga masih membantu dinas PU menangani kebersihan di dalam kota Sekadau. “Kita paham mereka masih baru, untuk itu masih kita bantu mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Pertambangan Kabupaten Sekadau Suyitno ketika dikonfirmasi via telepon membenarkan bahwa bagian seksi kebersihan yang sbelumnya berganung dengan Kantor Lingkungan Hidup kini sudah disatukan kembali dengan dinas yang dipimpinnya. “Benar sekrang masalah kebersihan tanggung jawab dinas PU,” ungakapnya singkat. Baca Selengkapnya.....

Dewan Minta Pelebaran Jalan Sanggau-Sekadau Senilai 50 M Ditinjau Kembali


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Paulus Subarno minta kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Barat supaya meninaju kembali rencana pelebaran jalan nasional Sanggau-Sekadau senilai Rp 50 milyar yang menurutnya akan akan dikerjakan pada 2011.

Menurut Subarno nama panggilan akrabnya, sangat kurang cocok dan kurang bijak jika kondisi jalan nasional yang kian semakin hancur itu dilebarkan oleh pemerintah provinsi Kalbar. Hal tersebut menurut dia tidak member solusi terhadap penderitaan masyarakat. Menurut dia belum saatnya jalan itu dilbarkan, dengan kondisi jalan yang tidak memadai seperti sekarang ini. “Jika nanti jalan nasional ini sudah mulus semua, bolehlah dilbarkan., tapi untuk sekarang ini saya kira belum layak,” ujar Subarbo.

Dijelaskan Subarno langkah bijaksana yang harus diambil dan dilakukan pemprov kalbar dalam mengatasi kerusakan jalan nasional itu menurut Subarno bukan dengan cara pelebaran tetapi memperbaiki kondisi jalan yang kini semakin hancur.

Sebab dikatakan Subarno, jika pelabaran jalan yang dilakukan oleh Pemprov Kalbar secara otomatis masih panjang ruas jalan Sanggau-Sekadau sejauh kurang lebih 50 Km itu yang tidak bisa diperbaiki. Dengan demikian kerusakan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarat Kalbar di wilayah timur masih tetap saja tidak tertatasi.

“Sama juga tidak diperbaiki, kalau hanya pelabaran yang dilakukan. Kalau begini sama juga masyarakat tetap menderita, karena hanya sedikit saja yang akan dilbarkan. Sisanya masih tetap hancur lebur. Yang ingin kita harapkan adalah supaya jalan itu diperbaiki meski dengan cara tambal sulam. Yang terpenting pengerjaanya berbobot,” pinta subarno.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU dan Pertanbangan Kabupaten Sekadu mengatakan Ahmat Suryadi ketika dikonfirasi membenarkan bahwa pengerjaan ruas jalan Sanggau-Sekadau senilai Rp 50 miliar yang tidak lagi akan dikerjakan dalam bentuk pelebaran bukan perbaikan.

Ketika ditanya seberapa jauh ruas jalan yang akan dilbarkan dengan anggaran Rp 50 miliar itu, Ahmat mengatakan sekitar 10 sampai 12 km saja. Berdasarkan hasil rapatnya dengan dinas PU provinsi kalbar, pelebaran jalan akan dimulai dari batas Sanggau-Sekadau menuju kearah Sekadau. Sementara dari kota Sanggau menuju kebatas batas Sanggau-Sekadau sepertinya belum bisa diperbaiki. Tetapi lanjut Ahmat perbaikan ringan seperti dalam bentuk tambal sulam tetap saja dilakukan.

Sementara pelebaran jalan nantinya akan menuju kearah Kota Sekadau hanya bisa dilakukan kurang lebih sampai di Peniti atau ensali. “Hanya 12 Km saja jalan yang akan dilebarkan. Namun demikian kita saat ini juga sedang berupaya dengan Dinas PU Provinsi untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi kerusakan jalan yang kini semakin parah. Dan dalam waktu dekat ini juga akan tambal untuk titik-titik yang sangat parah,” ungkapnya. Baca Selengkapnya.....

Bak Penampungan Air Bersih Sirin Meragun Sekadau Rampung


Bak penampungan air bersih sirin meragun serta kantor pengawasan yang terletak di mungguk ransa jalan rawak-nanga mahap sudah rampung. Dengan demikian tidak lama lagi air bersih yang menjadi dambaan masyarakat kabupaten sekadau akan mengalir dengan segar. Kini pengerjaan pipanisasi juga sudah masuk wilayah kota sekadau. Foto hartono/Borneo tribune Baca Selengkapnya.....

Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan Harus Ditumbuhkan

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

“Kita harapkan warga kita mulai dari sekarang penuh kesadaran menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan,termasuk membuang sampah disungai,” pinta , Kepala Kantor Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kabupaten Sekadau Agus Tinus Agus.

Selain menjaga pemeliharaan dan perawatan juga yang tak kalah penting adalah supaya warga membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah. Selain itu Agus juga menyarankan setiap warga yang memiliki pekarangan sebaiknya menanam bunga dan pepohonan untuk memperindah dan meneduhkan suasana kota Sekadau menjadi semakin baik.

Demikian juga utuk para pelajar di sekolah-sekolah Agus sapaan agar tidak membuang sampah sisa jajanan di sembarang tempat, membakar sampah karena akan menimbulkan pencemaran udara. Menebas halaman serta lingkungan kawasan sekolah, serta warga juga diminta aktif mendukung dengan membersihkan parit, serta menata pasar agar tidak menimbulkan kesan kekumuhan.

“Kan ada bak sampah jadi sampahya di rumah dibuang di situ nanti ada petugas yang memungut dan dibawa ke tempat pembuangan akhir kita. Orang akan berkata aduh enaknya kota Sekadau, teduh, sejuk dan tidak bau, lingkungan akan sejuk apabila pohon hijauada disekitar kita dan tidak ada bau yang menusuk hidung,” paparnya.

Tak hanya itu penataan pasar Sekadau yang terkadang masih terlihat sembraut juga mendapat perhatian dari pihakya guna mendukung poin penilaian adipura. Karena menurutya jika pasar dan pertokoan tampak rapi maka akan menambah nilai tersendiri bagi Sekadau.

“Ini kota kita, milik kita bersama kebersihan adalah cirri khas kita dan meningkatnya derajat kesehatan maka tidak benar kata pepatah kebersihan sebagian dari iman,” ungkapnya. Baca Selengkapnya.....

Warga Trans SP 6 Terancam Tak Dapat Lahan Dari MJP


Warga transmigrasi asal Nusa Tengara Timur yang kini tinggal dan menetap di SP 6 Menterap Kecamatan Sekadau Hulu hingga kini belum mendapatkan lahan kebun plasma seluas 2 Ha dari PT. MJP.

Untuk diketahui program departemen transmigrasi untuk warga NTT ini direalisasikan pada jaman pemerintah orde baru yakni pada 1992.
Selama kurang lebih 19 warga menatikan lahan tersebut, tetapi sepertinya sia-sia. “Hampa sudah harapan kami,” tutur Matius Bandeng salah seorang warga Trans SP.VI ketika ditemui di halaman kantor DPDR baru-baru ini.

Menurut Matius sebagai warga DASAL (daearah Asal ) sama dengan warga setempat, karena program trnas dijamin oleh undang-undang, tetapi mengapa warga trnas diperlakukan seperti ini oleh perusahaan, tak ada kejelasan yang pasti kapan warga trans bisa memdapatkan lahan tersebut.

“Sebagai perusahaan yang menganut pola Pir- trans PT. MJP harus bertangung jawab, jangan lepas tangan, saat ini kami tak memiliki apa- apa untuk menghidupkan anak istri kami harus merantau dan bekerja apa saja di luar untuk memenuhi kebutuhan hidup, kebun sawit yang di nanti- nantikan tak kunjung diberikan, kami berharap DPRD sekadau mampu memberikan jawaban yang jelas serta menyelesaikan persoalan ini samapi tuntas,hingga harapan kami untuk mendapatkan kebun plasma terpenuhi,” harap Matius.

Menangapi masalah yang dihadapi warga SP.VI humas PT. MJP Tardini mengatakan bahwa, warga yang mendatangi DPRD kemarin tidak lagi terdaftar sebagai warga desa Nanga Menterap. Dan mereka itu sudah lama meningalkan lokasi teersebut. “Jadi kami tidak menemukan data mereka di desa,” ungkap Tardini.

Tardini menyebutkan 174 kepala keluarga dari desa Nanga menterap termasuk yang ke dewan kemarin, 51 kepala keluarga sudah kita kompensasi, sebesar Rp, 5 juta per kepala keluarga sedangkan sisanya termasuk warga kemarin memang belum, pasalnya tidak ada data warga tersebut di desa. “Kita masih mempertanya data 58 kepala keluarga ini. KTP mereka berasal dari desa mana,” kata Tardidni dengan nada bertanya.

Lebih jauh dikatakan Tardini, kompensasi yang berikan kepada warga dalam bentuk uang, dan itu kepada warga calon petani (CAPES, red) yang tercantum dalam surat keputusan bupati sanggau tahun 1994, kompensasi yang berikan itu sebagai penganti warga yang tidak dapat lahan plasma sebesar 2 Ha, sehingga yang sudah dibayar kompensasinya, haknya dinyatakan hilang sebagai capes di PT, MJP.

Saat di tanya apakah ada ijin terkait kompensasi SK bupati tersebut? Ia mengatakan itu aturan menejemen perusahaan, dan sudah dijalankan. Sementara ketika ingin dikonfirmasi pihak Dinas Sosanakertrans Kabupaten Sekadau, Kabid yang menangani masalah transmigrasi tidak ditempat, karena sedang mengikuti rapat dengan DPRD sehingga tidak dapat di temui. Baca Selengkapnya.....

Tamrin Tak Cukup Minta Maaf, Tapi Harus Dihukum Adat


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Tokoh adat dayak Kabupaten Sekadau Ignasius Dibas dengan tegas mengatakan, Prof. Tamrin tidak cukup meminta maaf kepada masyarakat Dayak atas pernyataanya yang tidak bijak sebagai seorang professor, tetapi dia juga harus dihukum adat seberat-beratnya.

Menurut dibas pernyataan tamrin, di sidang areil peterpan yang mengatakan orang dayak bersenggama tidak memiliki ikatakan pernikan sebuah pernyataan yang melecehkan dan menghina masyarakat dayak di seluruh Indonesia di mana pun berapa. “Seorang tamrin adalah profesor yang tidak bodoh, pernyataanya itu tidak mencerminkan sebagai seorang profesor. Dialah yang pantas disebut profesor bodoh.” Gerah Dibas.

Menurut Dibas, pernyataan Tamrin berdampak besar mengarah kepada konflik. Karena sudah menyebutkan salah satu suku sebagai bahan perbandingan kasus ariel. “Sidang yang digelar dijakarta itu tidak main-main, karena dilihat dan didengar oleh seluruh masyarakat Indonesia, lalu mengapa dia harus sebut nama Dayak sebagai bahan perbandingan dengan kasus ariel. Untuk itu saya berharap dia dihukum adat seberat-beratnya karena sudah melecehkan orang dayak. Bila perlu tangkap dia kemudian ikat dan tempeleng mukanya itu,” tegas Dibas seorang mantan anggota DPRD sanggau-Sekadau ini.

Dibas juga mengajak kepada masyarakat dayak supaya tidak tinggal diam terkait pernyataan Tamrin, dalam kasus ariel itu. “Tamrin harus kita hukum, tidak boleh biarkan orang seperti tamrin itu. Masyarakat dayak tidak seperti yang dia bayangkan,” ujarnya. Baca Selengkapnya.....

2010, Dinsosnakertrans Sekadau Tidak Ada Terima Laporan TKI


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Kepala Dinas Dinas Sosial Tenanga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) melalui Kepala Bidang tenanga Kerja Kabupaten Sekadau Eko Sulistiyo mengaku selama tahun 2010 tidak satupun laporan dari pihak agen pengiriman TKI yang masuk ke Dinsosnakertrans sebagai prosedural pengiriman tenaga kerja keluar negeri.

“Sepanjang tahun lalu tidak satu pun laporan dari para agen TKI mengenai adanya rekrutmen warga Kabupaten Sekadau yang menjadi TKI ke dinas Sosial. Karena tidak ada laporan kita kwatir jika ada warga kita yang nantinya dikatakan menjadi TKI Ilegal,” ungkapnya saat dikomfirmasi, Jumaat (7/1) kemarin.

Dicontohkan eko dimana pada tahun 2010 lalu terjadi satu kasus yang menimpa warga Kecamatan Nanga Mahap yang berangkat kemalaysia Karena dibawa keluarganya sendiri. Namun setelah bekerja dinegeri orang ketika mendapatkan kasus mau tidak mau, suka tidak suka harus ditangani Pemerintah mulai dari tingkat Daerah, Provinsi sampai pada kemetrian di pusat.

Beranjak dari hal seperti ini lah Eko mengahawatirkan jika kedepanya timbul permaslahan pada tenga kerja asal Sekadau yang bekerja di negri jiran dan Negara lainya tanpa melalui prosudural yang benar alias Ilegal akan menjadi momok dan tanda tanya berbagai pihak terhadap kinerja Dinsosnakertrans.

“Walau illegal sekalipun kalau sudah bermasalah kita juga yang turun tangan, tapi yang kita sayangkan sewaktu berangkatya tidak melaporkan sesuai dengan prosedur,” paparnya mewanti-wanti kemungkinan kedepanya.

Dikatakanya Eko, untuk mengatasi hal tersebut piahknya akan melakukan berbagai sosialisasi dan diklat di tiap-tiap daerah diwilayah Kabupaten Sekadau. “Berbagai pelatihan akan kita berikan untuk membekali para calon TKI jika bekerja keluar negri atau keterampilan untuk kepada pelaku usaha kecil menengah di daerah sendiri. Bahkan tahun 2011 akan dilakukan sebanyak empat paket kegiatan, dari dua paket yang pernah dilakukan tahun 2010,” tukasnya. Baca Selengkapnya.....

Mesin PLN di Sekadau Mulai Beroperasi, Kemungkinan Mati Lampu Sangat Kecil


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Pembangkit listrik tenaga diesel yang berada di Suak Payung senuruk Desa Sei Ringin Kecamatan Sekadau Hilir jalan Sekadau-Sanggau mulai Kamis (6/1) sekitar pukul 17.00 wib. Dengan mulai beroperasinya mesin diesel berkapasitas 450 mega watt tersebut, secara jelas dapat menjawab keluhan sekaligus kerinduan masyarakat Kabupaten Sekadau yang selama ini belum dapat menikmati listrik.

Pembangunan mesin diesel di Kabupaten Sekadau ini merupakan salah satu hasil kerja keras Pemerintah Kabupaten Sekadau dalam melakukan kerjasama dengan pihak PT.PLN, sehingga bisa berdiri megah pembangunan mesin diesel di Suak Payung Kecamatan Sekadau Hilir ini.

Kepala PLN Ranting Sekadau Suprabdi mengatakan dengan beridirinya mesin PLN tersebut, Masyarakat Sekadau kedepan tidak perlu lagi berkeluh kesah dengan pelayanan PLN yang selama ini belum mampu memberikan pelayanan maksimal kepada, sehingga tidak jarang aliran listrik yang sebelumnya masih menggunakan suplay dari Sanggau sering mengalami pemadaman.

Tetapi dengan adanya mesin baru tersebut, kemungkinan listrik padam lanjut Suprabdi sangat kecil dibandingkan pada saat menggunakan suplay dari PLN Kabupaten Sanggau. Dikatakan mesin yang kini beroperasi tersebut terdiri dari 8 unit.

Menurut dia, adapun wilayah yang disuplai dari mesin PLN Sekadau itu diantaranya mulai dari seberang jembatan semuntai menuju Sekadau hingga ke tanah putih perbatasan Sekadau dengan Kabupaten Sintang. “Termasuk wilayah kecamatan juga nanti akan mendapatkan suplay listrik dari mesin yang baru ini,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan mesin lama yang selama ini beroperasi di depan SMPN 1 Sekadau Hilir ? Suprabdi mengatakan akan dipindahkan ke Suak Payung tempat dimana mesin yang saat ini mulai beroperasi. “Kedepan kantor PLN itu akan kita besarkan untuk pelayanan administrasi,” ujarnya. Baca Selengkapnya.....

Ribuan Jemat Hadiri Natal Bersama Bamag


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Suka cita dan damai Natal kembali bergema. Seperti yang terlihat di terminal lawang kuari Sekadau Kamis malam (6/1 ), ribuan umat Kristen tampak memadati teriminal lawang kuari untuk mengikuti natal bersama yang diselenggarakan Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag).

Orang nomor satu di Bumi LAwang Kuari Bupati Simon Petrus serta sejumlah anggota DPRD pendeta dan tamu undangan dari Jakarta hadir langsung dalam kegiatan yang bertajuk kasih dan damai natal ini.

Kidung natal mengema dengan halus, yang dinyanyikan oleh paduan suara dari berbagai gereja yang tergabung dalam Bamag menambah suasana haru, walau cuaca sedikit hujan rintik-rintik.

Ketua Bamag Pdt, Hasan dalam sambutanya mengatakan, sesuai tema natal tahun 2010 Terang yang sesungguhnya telah datang kedalam dunia, hendaknya dijadikan momentum bagi perubahan sikap serta pendewasaan imam kepada Tuhan, karena Allah selalu mengasihi manusia serta mengingta manusia untuk tidak berbuat dosa.

“Jangan melupakan kasih kristus, kelembutan dan kasih sayang Kristus kepada kita tak akan berhenti, mengasihi manusia,” kata Hasan.

Dengan perayaan Natal lanjut Pendeta, bagi jemaat merupakan cermin unutk mengedalikan hawa napsu duniawi,karena selain merusak imam kepada juga merusak diri sendiri. “Melalui Natal kali ini, hendaknya menjadikan kita semua merenung bahwa semua kita adalah umat Tuhan yang saling mengasihi,dan meghormati,” pinta Hasan.

Sementara itu Bupati sekadau Simon Petrus dalam sambutan mengatakan, sebagai umat Tuhan siapapun dia semuanya sama dihadapan Tuhan. “Allah tak melihat derajat, tingkatan serta ras,yang dilihat Tuhan hanyalah amal serta perbuatan kita sehari- hari, sebagai umat kristen hendaknya kita dalam kehidupan sehari- hari jangan membedakan kepercayaan, karena walau bagaimanapun setiap manusia percaya kepada Tuhan “ hanya saja caranya berbeda” kata orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau ini berharap agar jemaat yang hadir disini hendaknya mengambil momen ini dengan hati yang selalu lemah lembut serta menerapkan ajaran Yesus dalam kehisupan sehari – hari. “Jangan lah angkuh, karena keangkuhan dapat merusak hubungan baik sesama, dukunglah program pemerintah sekadau yang telah dan yang sedang di lakukan kedepan” harap mantan camat Belitang Hulu ini. Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com