Jalan yang menghubungkan antardua kecamatan, yakni Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap yang berada di wilayah utara Kabupaten Sekadau, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Dimana terdapat lubang sedalam dua meter serta tanah kuning yang terhampar di sejumlah kawasan di ruas jalan tersebut. Akibatnya, jika diguyur hujan jalan itu menjadi licin.
Terlebih sekitar 10 tahun terakhir, ruas jalan yang sejatinya menjadi tangung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar ini tak pernah mendapatkan perhatian.
“Belum lagi truk-truk pengangkut buah sawit dari PT. Sumatra Makmur Lestari (SML) dan Arpena Sepakat (APS), mereka juga tidak mau bertanggung jawab sedikitpun untuk mengurangi kerusakan. Padahal truk-truk perusahaan itu rutin melewati jalan tersebut. Kalau truk-truk sembako paling-paling semingu sekali,” keluh Tinus salah seorang warga Nanga Taman, Kamis (17/3).
Tinus membeberkan, kerusakan jalan tersebut semakin menambah derita warga setempat. Akibatnya harga sembako naik dan BBM langka. Sejauh ini kondisi jalan yang sebenarnya sudah tidak layak dilintasi itu terus dipergunakan oleh sejumlah truk dan mobil box untuk mengangkut kebutuhan warga di dua kecamatan tersebut.
Menurutnya, di tengah jalan hanya terlihat tanah kuning akibat lumpur yang dibawa ban-ban truk dan mobil lainnya. Jika musim hujan kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut karena kondisi jalan licin. Terlebih terdapat sejumlah lubang sedalam dua meter yang berada di tengah jalan. Akibatnya truk-truk pengangkut sembako harus menyiapkan kayu sebagai persiapan jika sewaktu-sewaktu amblas. Namun jika sedang sial, tidak menutup kemungkinan truk-truk harus bermalam di ruas jalan itu sambil menunggu rekannya lewat, lalu ditarik keluar lubang.
Menurut dia, seharusnya perusahaan ikut serta menanggulangi kerusakan jalan tersebut. “Karena mereka memiliki alat berat sendiri, paling tidak mengurangi lubang-lubang yang terlalu dalam. Itu juga tangung jawab perusahaan terhadap kesulitan warga di wilayah kerjanya. Tapi perusahaan yang beroperasi di wilayah kami masih berpangku tangan saja terhadap kerusakan jalan tersebut,” keluh Tinus lagi.
Dirinya berharap agar DPRD Kabupaten Sekadau bisa menyuarakan kepentingan masyarakat setempat. Sehingga melahirkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera memperbaiki kondisi ruas jalan tersebut.
“Walaupun sebenarnya jalan itu tangung jawab Pemerintah Provinsi, tapi setidaknya investor dapat membantu meringankan beban pemerintah dalam hal ini,” imbuhnya.
Postingan Populer
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si mengingatkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, supay...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat yang dimulai dari tangal 24 hingga 31 Juli 2010 lalu di Ko...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Kamis, 17 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar