By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Kalau dalam adigum latin kita mengenal " men sana incorpore sano " yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Istilah lain dalam bahasa Arab “fi jismu as salim 'aqlu as salim", di dalam badan yang sehat akan ada akal sehat pula. Kalimat ini sudah demikian populer bagi masyarakat terutama mereka bergelut pada bidang olahraga.
Ini secara jelas mau menggambarkan kepada kita ternyata tidak hanya tubuh yang sehat tetapi jiwa juga mesti sehat. Hal ini dapat terwujud apabila dibarengi dengan kata empat sehat lima sempurna.
Setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia pasti membutuhkan energi. Energi diperoleh melalui vitamin. Jika energinya kurang baik maka akan berdampak kepada kualitas atau kuantitas terhadap aktivitas yang dilakukan.
Hal ini yang dinginkan Indra salah satu atlet atletik terbaik Kalbar khususnya Indonesia umumnya yang sempat meraih medali perunggu di Asean Games Nakon Ratchasima Thailand 2007 lalu ketika ditemui di Asrma Haji Pontianak tempat mondok sejumlah atlet menjalani Pelatda menuju persiapan PON Kaltim Juli mendatang.
Menurut Indra, setelah dua minggu Pelatda PON dilaksanakan, pihak KONI belum menunjukkan perhatian serius terhadap kebutuhan vitamin atlet padahal ini salah satu faktor penting sebagai penunjang atlet dalam melakukan latihan.
“Saya pikir ini hal penting untuk disikapi dengan serius, jika tidak? besar kemungkinan akan berdampak terhadap aktivitas atlet, disatu sisi atlet dituntut supaya bisa memperoleh target, dengan demikian bagaimana bisa berprestasi jika kebutuhan atlet tidak diakomodir dengan baik,“ kata Indra.
Diakuinya, anggaran yang sudah ditentukan KONI sekitar Rp100.000 tidak sesuai dengan harga vitamin yang sifatnya standar, “sebab kalau yang standar bukan Rp100.000-an harganya, tetapi bisa capai Rp500.000-an,“ jelasnya.
Dalam situasi seperti ini, kita tentunya berharap kepada KONI untuk memberiikan solusi terbaik dalam setiap keluhan yang disampaikan oleh sejumlah atlet dalam rangka mengangkat citra dan nama baik olahraga Kalbar seperti provinsi lain di Indonesia.□ 5/2/2008
Postingan Populer
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si mengingatkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau, supay...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat yang dimulai dari tangal 24 hingga 31 Juli 2010 lalu di Ko...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Kamis, 07 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar