Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau
Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pontianak Kamis (13/1) kemarin melepaskan sebanyak 50 mahasiswa non reguler prodi Penjaskes yang berasal dari kabupaten Sekadau untuk melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Pelepasan secara simbolis dilepas labgsung oleh ketua STKIP-PGRI Pontianak Prof Dr. Samion Ar.M.Pd.
Pelepasan ke 50 mahasiswa itu juga disaksikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sekadau, Zulkipli dan Camat Sekadau Hilir Johni.
Kepala UP3M STKIP PGRI Pontianak dalam sambutanya memaparkan sedikitnya ada tiga kecamatan dari tujuh kecamatan yang menjadi tempat KKM asal Kabupaten Sekadau kali ini, diantaranya Sekadau Hilir, Sekadau Hulu dan Belitang Hilir.
Sementara itu ketua STKIP Samion dalam sambutannya mengatakan untuk kabupaten Sekadau ini adalah KKM yang pertama kali diadakan namun beberapa di Kabupaten atau kota lainya di Kalimantan Barat sudah dilakukan berulang kali, contohnya di Kabupaten Ketapang.
“Adanya program Non regular ini guna untuk mempercepat pemenuhan kuota tenaga guru di berbagai kabupaten, namun dalam pelaksanaanya kita tetap mengutamakan proses, tidak bim-salabim langsung dapat title dan KKM ini lah salah satu proses yang termasuk dalam mata kuliah,”papar Samion.
KKM dikatakan Mion sebagai bagian dari proses perjalanan sebuah study dan syarat mutlak untuk melewati jenjang-jenjang dalam mencapai gelar serjana penuh meski di kelas non regular.
Baru setelah melewatI KKM dan sebagainya, para mahasiswa dikatakan Mion memasuki babak akhir untuk membuat atau menulis Skipsi sebagai ujian terkahir sebelum menyandang gelar Serjana.
Bahkan untuk tahun 2011. Sambung Mion direncanakann pihaknya (STKIP) akan memadukan tahapan Penilaian Praktek Lapangan (PPL) dan KKM hingga cukup membantu para mahasiswa untuk melewati tahapan berikutnya.
“Kita akan coba pada bulan September atau Oktober mendatang dan penempatanya kita sesuaikan kampung masing-masing , tentunya juga kita harapka kerjasama pemerintah daerah,”ulas Mion.
Sementara itu Pemerintah Daerah yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidika Pemuda dan Olahraga H.Zulkifli As dalam sambutanya mengatakan KKM pada dasarnya merupakan sebuah bentuk sikap dasar pengabdian pada masyarakat .
Untuk itu Zul mengatakan dirinya mewakili kepala dinas mengahrapkan kepala-kepala dinas cabang kecamatan yang menjadi tujuan kota KKM memberikan bantuan dan support pada para mahasiswa peserta KKM. “kegiatan ini menjadi motifasi bagi sekolah-sekolah untuk mendorong dan kretif.” tuksnya.
Postingan Populer
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si melakukan panen padi raya kelompok tani pangkin permai di desa mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis, 3...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Kalau anda melewati jalan raya Sanggau-Sekadau, tepatnya di pintu gerbang tapal batas antara k...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Kamis, 03 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar