Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Tampilkan postingan dengan label n. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label n. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2008

Perpani Kalbar Siap Tampil di PON

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Pelatih Perstuan Panah Indonesia (Perpani) Kalbar, Sayugo mengaku hingga kini persiapan yang dilakukan oleh anak asuhnya untuk berlaga di PON VXII, Kaltim Juli mendatang sudah mencapai 90 persen. Hal ini ditambah dengan hasil try out yang dilakukannya di Jawa Tengah baru-baru ini.
Demikian dikatajan Yugo saat ditemui disela memberikan latihan kepada anak asuhnya di lapangan Panahan lingkungan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Jumat (6/6), kemarin.
Dikatakannya, persiapan yang dilakukan menjelang 30 hari bertolak ke Tenggarong Kaltim akan memperbaiki kelemahan yang terasa masih kurang saat try out.
“Sekarang saya perbaiki kelemahan yang dilakukan saat try out itu, nomor-nomor mana yang mesti diperbaiki untuk bisa melampai untuk medali emas, namun nomor-nomor yang jauh tidak menjadi perioritas saya,” ujarnya.
Yugo sendiri merasa senang dan terbantu karena dalam waktu yang bersamaan selain try out anak asuhnya bisa mengikuti invitasi panahan yang diselenggrakan oleh Jawa Tengah. Peserta yang ikut dalam kejuaraan tersebut lanjut Yugo terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung Jambi, Jogja, dan Kalbar. “Walau persiapan sudah memasuki 90 persen, secara prinsip kita sudah siap tempur,” katanya lagi.
Melihat hasil tersebut lanjut Yugo menambahkan bahwa lawan yang akan berlaga di PON Kaltim Juli mendatang cukup berat dan mempunyai pengalaman tanding, separti Jawa Barat Lampung, dan Jawa Tengah,” Itu tempat-tempat medali saat Pra PON tahun lalu,” aku Yugo.
“Hasil yang kita peroleh setelah try out Alhadulilah dari putri Dwi Rini Pengestu tidak menjadi masalah, hasilnya bisa menyabet perak, yang turun di kelas perak, untuk Masadi sendiri saat itu tidak bisa capai medali karena alat yang digunakan, begitu mau dipakai baru saja datang, jadi perlu penyesuaian terlebih dahulu, namun demikian dia sudah masuk pada rangking empat dari sekian banyak peserta yang hadir,” papar Yugo yang merasa senang dengan hasil anaj asuhnya.
Terkait dengan target Yugo optimis anah asuhnya dapat meperoleh medali. “Saya berharap mereka bisa boyong medali, kalau Allah memberi mukzijat bagi anak-anak, saya akan sikat habis, karena semua pelatih tentu punya harapan yang sama yakni mereka harus berhasil, asal tidak terjadi factor non teknis di lapangan,” tegas Yugo. Baca Selengkapnya.....

Kamis, 27 Maret 2008

Jangan Dengki Ketika Persipon Butuh Pemain Luar

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Jangan didengkikan kalau untuk memperkuat Persipon kita masih memerlukan pemain-pemain dari daerah luar Kalbar, ini dalam rangka untuk menjaga prestasi Persipon jangan sampai terdegragasi ke-devisi dua, karena untuk mencapai ke-divisi satu perlu kerja keras beberapa tahun.

Demikian diungkapkan oleh ketua Pengurus Cabang Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Pengcab) Kota Potianak beberapa usai pembukaan kejuaraan Bang Bong 2008 di padang ball kebon sayo (PSP) Pontianak.

“Maka kita berharap kalau sudah di divsisi satu ada divisi utama dan ada super liga, dengan harapan begitu kita masih punya jalan yang cukup jauh, untuk capai tujuan tersebut maka diperlukan kerja keras, baik oleh pengurus maupun club, jangan ribut dulu, jangan kalut dulu, benahi club dari bawah,” ujarnya

Orang nomor satu di bumi Lancanng Kuning ini berharap agar setiap club yang masuk sebagai anggota Pengcab PSSI Kota Pontianak dapat membenahi masing-masing club dari bawah, benahi para pemain dan benahi pengurus, “Dengan begitu kita akan meningkat secara baik dan terstruktur,” katanya lagi Baca Selengkapnya.....

Rabu, 26 Maret 2008

Kubu Raya Siap Ikuti Kejuaraan U-15

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Pengurus Cabang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Pengcab PSSI) Kabupaten Kubu Raya mengaku siap untuk ikut ambil bagian dalam kejuaraan usia 15 yang bakal dilaksanakan di kabupaten Landak pada tanggal 9 Maret ini.
Hal ini diungkapkan oleh ketua harian Pengcab PSSI Kubu Raya ketika menyaksikan latihan tim sepak bola PON di lapangan SSA Pontianak Rabu (5/3) kemarin.
Menurutnya pembinaan yang dilakukan oleh anak didiknya sebelum beranjak ke Landak pada 9 Maret mendatang dengan cara manage atau mengkoordinir dengan lakukan latihan secara intensif “Kita akan membuat program latihan secara teratur dan rutin,” ungkapnya. Ia menambahkan pembinaan baru dilakukan tiga minggu, ini disebabkan ivent yang agak mendadak sementara tim baru terbentuk bulan Februari.
disebutkannya jika prestasi lebih baik, tidak cukup bila anak didiknya hanya main dikandang sendiri oleh karena itu mereka perlu ikut dalam kompetisi seperti yang berlangsung di Landak mendatang, “Kita berharap mereka merasa terangsang untuk bersaing dengan tim-tim elit lainnya dalam saat kejuaraan itu,” tandasnya
Persoalan target Heri tak bermuluk-muluk mengingat posisi timnya yang baru terbentuk. oleh karenanya pada kejuaraan tersebut mereka tak beranai memasang target, namun demikian tetap mengupayakan anak didiknya bisa bermain bagus, “walaupun persiapan singkat kita yakin anak-anak bisa mengimbangi lawan,” paparnya yakin
Yang jelas, berusaha untuk yang terbaik dan bisa mengimbangi tim-tim tangguh lainnya, “akan lebih baik jika bisa menembus hingga ke semifinal, mungkin kalau bisa nembus ke semifinal lebih bagus lagi, Cuma kita lebih menjunjung sportivitas, yang terpenting kita upayakan untuk bermain bagus,” ujarnya lagi
Kejuaraan ini akan kita fokuskan pada usia dini, ia berharap jenjang anak didiknya bisa naik, dan menjadi tim yang gesit. Baca Selengkapnya.....

Rabu, 12 Maret 2008

Cino Latihan Bersama Atlet PON

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Kemarin sore, di sasana Pertina, Daud “Cino” Jordan petinju kebangaan Kalbar bersama pelatih Damianus Yordan yang juga sebagai abang kandungnya, melakukan latihan bersama dengan Agus Firmansyah atlet PON yang didampingi oleh pelatihnya Kosmas Radias dan disaksikan oleh Plt. Pertina Tugimin.
Setibanya di Pontianak setelah dari Ketapang, Daud bersama abang kandungnya langsung melakukan latihan bersama dengan atlet PON. Suasana latihan itu memberikan makna yang berarti, di mana masing-masing mereka saling menunjukkan hubungan yang sangat akrab. Ternyata kehadiran Daud memberikan nilai plus bagi Agus persiapan untuk melangkah ke PON dan STE. Kedua insan petinju ini masing-masing dipersiapkan untuk mengharumkan nama Kalbar.
Dikatakan Damianus, latihan ini untuk menambah volume bagi Cino pemegang sabuk juara kelas bulu 57 kg versi WBO Aspac Yuuth, sebelum berduel dengan Jul Fidar petinju asal Ampibi Surabaya tanggal 3 Maret mendatang.
Damianus menyebutkan peringkat Daud bisa menanjak posisi delapan jika pertarungan tersebut berhasil di petik. Terkait dengan persiapan yang dilakukan Daud untuk menghadapi Jul Fidar Maret mendatang Damianus mengungkapkan sudah maksimal, hanya ada beberapa persiapan yang perlu Daud lakukan misalnya menjaga kondisi fisik, dan menjaga kesehatan
Menurutnya langkah tersebut diambil agar Daud dapat mengasah kemampuan tinjunya sebelum menghadapi juara dunia Chris Jhon. Kapan realisasinya secara pribadi Damianus belum bisa memastikan.
Masih menurutnya jika dalam pertarungan tersebut Daud mampu melumpuhkan Fidel yang jauh lebih tinggi kelasnya dari Daud, maka pihaknya mengembalikan kepada masyarakat, apakah Daud sudah pantas diketemukan dengan Chris Jhon atau tidak.
Seperti yang pernah disebutkan menghadapi Fidel mendatang, petinju asal Ketapang ini akan naik dua kelas menjadi kelas ringan junior 58,9 kg, pasalnya Daud kesulitan mendapat lawan di kelas bulu. “Jadi untuk tarung kali ini kita naik kelas, tetapi kalau untuk menantang juara dunia seperti Chris Jhon akan kembali ke kelas bulu lagi,” papar Damianus.

Ia mengaku Fidel adalah mantan sparing Chris Jhon yang kekuatan serta pengalamannya tidak diragukan lagi, “Sehingga dalam hal ini kita dapat mengukur sejauhmana kemampuan Daud dalam persiapannya menghadapi petinju juara dunia,” tuturnya.
Sementara itu, Daud terus mempersiapkan dirinya. ”Persiapan harus dilakukan seoptimal mungkin, pasalnya Chris John seperti yang diakuinya adalah petinju terbaik di kelas juara dunia,” katanya.
Damianus bersama adik kandungnya Sabtu ini akan beranjak ke Jakarta untuk melakukan timbang badan, karena hari senin sudah bertanding.
Hal yang tak pernah dilupakan Damianus ketika mengakhiri pembicaraanya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kalbar, agar pertarungan Daud berikutnya berjalan dengan baik dan sukses. Baca Selengkapnya.....

Senin, 18 Februari 2008

Siap Tempur Rebut Prestasi di PON

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

PESTA Pekan Olahraga Nasional (PON), sudah di ambang pintu. Menghadapi event yang dijadwalkan berlangsung tanggal 6-17 Juli 2008 di Kaltim, Roni salah satu atlet binaan prestasi olahraga cacat (BPOC) dari cabang olahraga renang menyatakan siap tempur rebut prestasi di PON.
“Apa pun resikonya seacara pribadi dalam event tersebut saya nyatakan siap tempur untuk meraih target dan mengukir prestasi itu,” ujarnya.
Dalam event tersebut, selain mengikutki renang ia juga akan mengikuti tolak perunggu. Untuk renang ia akan bermain di tiga gaya yakni, gaya punggung, gaya dada dan gaya bebas. Sedangkan untuk tolak perunggu ia akan bermain di kelas 7,5 kg dengan jarak jauh 7 meter.
Ditanya mengenai langkah yang telah dan akan dilakukan, untuk mencapai target tadi, Roni, menyebutkan jauh sebelumnya telah persiapkan dengan melakukan latihan rutin. Karena ada dua jenis pertandingan yang akan dia ikuti di PON mendatang, dalam latihannya selama pelatda ini terbagi menjadi dua, diantaranya latihan renang ia lakoni Senin dan Rabu, sedangkan untuk latihan tolak perunggu Kamis dan Jumat.
Target 100 juta seperti yang tertera di spanduk dimana tempat para atlet makan yang terpasang di asrama haji Pontianak, tampak memberikan motivasi tinggi bagi Roni untuk berjuang keras, pasalnya selain mendapatkan target, secara tidak langusng dapat mengangkat identitas pribadinya terlebih bisa mengangkat nama baik daerah Kalbar.
Mengenai perhatian lain, KONI maupun Pemprov kepada atlet Roni menyatakan, hal itu sudah dilakukan dengan baik meskipun masih masih ada yang kurang.
“Saya mohon doa dukungan masyarakat Kalbar di PON Kaltim Juli mendatang, bisa menunjukkan prestasi terbaik, sehingga nama Kalbar akan lebih harum di mata daerah-daerah lainnya,” tutur Roni ramah. Baca Selengkapnya.....

Sudiyat: Pengunduran PON Mengacu Pada Keputusan Pusat

Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Wacana pengunduran pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII yang dijadwalkan pada 6-17 Juli 2008, akhir-akhir ini cukup memprihatinkan sejumlah kalangan mulai dari pengurus KONI, hingga para atlet.
Dalam mengantisipasi terkait dengan adanya wacana pengunduran tersebut, Komite Olahraga Nasional (KONI) Kalbar tetap mengacu pada Surat Keputusan (SK) Pengurus Besar (PB) KONI pusat No. 10 tahun 2008 tanggal tanggal 10 Januari 2008, tentang perubahan pokok-pokok penyelengaaan PON Kaltim, dimana PON dilaksanakan pada tanggal 6-17 Juli 2008.
”Sebelum pengunduran PON diputuskan oleh PB KONI pusat, saya selaku Kepala Bidang Monitoring Pelatda menyatakan pelaksanaan PON tetap mengacu pada keputusan pusat, selain itu pula sampai hari ini keputusan tersebut belum ada pemberitahuan yang sifatnya resmi, kendati demikian pelaksanaan pemusatan latihan (Pelatda) tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” tegas, H. Sudiyat S.K, SH ketika ditemui di sekretariat KONI, Senin (18/2) kemarin.
Ia menambahkan jika pelaksanaan PON terealisasi, maka akan berdampak terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), selain itu juga semangat atlet akan menjadi kendor, hal ini jelas akan berpengaruh pada prestasi atlit, ditambah lagi waktu pengunduran tersebut bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa.
Dikatakannya, wacana pengunduran PON sudah dibicarakan dalam rapat koordinasi dan konsolidasi antara Menpora, Mendagri, Komisi X DPR RI, KONI pusat dan PB PON yang dilakukan di Jakarta pada 11 Januari lalu. Dari hasil rapat tersebut panitia menyatakan belum bisa menyiapkan tempat pertandingan, ditambah lagi pada pertengahan tahun ini di Kaltim akan digelar pesta demokrasi yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Selanjutnya Sudiyat mengungkapkan di PON XVII mendatang akan memperebutkan 749 medali emas, 749 perak dan 954 perunggu. “Untuk perunggu memang lebih banyak karena beberapa cabang olahraga, untuk juara ketiga ada juara bersama,” jelasnya.
Terkajit dengan Target, Sudiyat berharap Kalbar bisa masuk dalam peringkat 15 nasional dari 33 provinsi yang ambil bagian.□ Baca Selengkapnya.....

Kamis, 07 Februari 2008

Hari ini, Pengcab PSSI KKR Ditetapkan

By. Krisantus
Borneo Tribune, Pontianak

Hari ini (6/2) keanggotaan pengurus daerah persatuan sepak bola Indonesia (Pengda PSSI) Kalbar bertambah dengan bergabungnya Kabupaten Kubu Raya (KKR) sebagai Pengurus Cabang (Pengcab).
“Pengda PSSI Kalbar menyambut baik dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh KKR untuk membentuk Pengurus Cabang (Pengcab),” kata Ketua Harian Pengda PSSI Kalbar, John RB Pangkey di sekretariat PSSI, Selasa (5/1).
Penetapan keanggotaan KKR akan dilaksanakan setelah melakukan rapat di Gedung milik PT. Alas Kusuma, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.
Rapat tersebut akan dihadiri oleh pejabat Bupati KKR, Drs. Kamaruzzaman, MM dan pengurus Pengda PSSI Kalbar.
Ditetapkannya pembentukkan Pengcab PSSI KKR merupakan hasil rapat yang dilakukan oleh Pengda PSSI serta adanya rekomendasi dari pejabat bupati.
Lebih lanjut John mengatakan, sebagai kabupaten yang baru terbentuk antusias yang ditunjukkan KKR merupakan bentuk kepedulian dalam mengembangkan potensi olahraga, terutama sepak bola.
Dengan usia yang masih muda, John mengharapkan agar KKR mampu mengembangkan dan melahirkan bibit-bibit pemain bola yang handal, tidak kalah dengan pengcab-pengcab lain.
Dilain pihak, John sangat menyayangkan kepedulian kabupaten yang diberikan oleh Kabupaten Kayong Utara (KKU) dalam mengembangkan sepak bola.
Menurutnya, hal itu terlihat dari respon yang diberikan oleh KKU dengan tidak hadir dalam penyelenggaraan rapat kerja daerah (Rakerda) PSSI Kalbar belum lama ini.
Dengan ditetapkannya Pengcab PSSI KKR, maka untuk sementara kabupaten di Kalbar yang belum memiliki Pengcab adalah Kabupaten Kayong Utara.□ 6/2/2008 Baca Selengkapnya.....

Rabu, 30 Januari 2008

Atlet Pobu Cidera

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Usaha yang kerap kali dilakukan oleh setiap orang untuk mewujudkan cita-cita dan harapan tidak selamanya berjalan mulus. Demikian halnya dengan Randi, atlet karate POBU Kota Pontianak.
Harapan dan cita-cita Randi untuk mencapai kemenangan akhirnya pupus. Randi harus terbaring di rumah sakit umum dr Soedarso Pontianak guna menjalani perawatan intensif dari dokter setelah mengalami cidera di bagian rahang dan dibelakang kepala.
Peristiwa ini terjadi ketika Randi mengikuti kejuaraan karate POBU open turnamen 2008 se-Kalimantan Barat yang berlangsung di Auditorium Untan, Minggu (27/1) kemarin
Randi yang merupakan cikal bakal POBU untan akhirnya gagal setelah dirinya kalah ketika berhadapan dengan Musi yang juga merupakan personil POBU.
Serangan demi serangan yang disuguhkan oleh kedua insan tersebut mengundang perhatian penonton. Randi menderita sakit di sekitar rahang dan kepala bagian belakang. karena kuatnya pukulan itu menyebabkan Randi muntah dan tidak terbangun.
Menurut ketua panitia Arry Sumarial, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15:30 Wib saat mereka baku hantam memperebutkan juara ketiga. “Setelah kena pukulan dari Musi ia langsung tumbang dan muntah, seketika itu juga ia dilarikan kerumah sakit,” kata Arry.
Sesuai dengan perjanjian awal, jika ada atlet yang sakit akibat bertanding itu menjadi bagain tangung jawab dari masing-masing kontingen, sementara masalah transportasi untuk menuju kerumah sakit menjadi tanggung jawab panitia,” katanya.
Ia mengatakan kejadian ini membuat Musi lolos untuk meraih juara tiga, sementara Randi harus menderita dan terbaring di rumah sakit.28/1/2008 Baca Selengkapnya.....

* Musprov III Taekwondo Indinesia (TI) Kalbar

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Upaya Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalbar untuk menyelenggarakan Musyawarah Provinsi III di Kantor Kimpraswil Kalbar kemarin (26/1) akhir berjalan sesuai dengan rencana.
Musprov yang berlangsung selama satu hari ini secara resmi dibuka oleh ketua bidang binaan prestasi Koni Kalbar Erwin Anuar, B.Sc yang juga merupakan ketua harian Penprov TI Kalbar
Dikatakan ketua Panitia Johny Korah yang didampingi sekretarisnya Rusli penyelenggaran musyawarah provinsi (musprov) sebagai wadah untuk melaksanakan pembahasan kinerja yang sudah dilaksanakan, dan akan dikerjakan oleh pengprov TI Kalbar. Dilain pihak musprov ini juga akan menentukan kebijakan-kebijakan yang menjadi peningkatan prestasi taekwondo di Kalbar dan untuk mengevaluasi kepengurusan lama sekaligus menentukan tim formatur guna mempersiapkan pemilihan ketua umum Pengprov TI kalbar periode 2008-2013
Unsur yang hadir dalam musprov ini menurutnya terdiri dari 12 pengcab kabupaten/kota yang ada di wilayah Kalbar, pengurus pengrov, pelatih, dan sejumlah atlet.
Dari hasil rekomendasi Musprov III TI Kalbar berhasil memilih lima orang tim formatur yakni sabeum Ambrosius Ambo Mangan sebagai ketua unsur pengprov, sabeum Rusli unsur pengprov, sabeum Suharto unsur pengkab Bengkayang, sabeum Sudi pengkab Landak, dan sabeum Ade pengkab kab. Pontianak sebagai anggota.
Dikatakan Ambo tim formatur akan bekerja untuk memilih pengurus provinsi Taekwondo kalbar periode 2008-2013 paling cepat lima belas hari, dan paling lambat satu bulan dari sejak ditetapkan dirinya sebagai ketua tim formatur.
Hasil Musprov pengprov Kalbar 2008-2013 mengharapkan supaya lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas, lebih dari itu mampu melakukan pembinaan terhadap atlet taekwondo Kalbar komprehensif.
Hasil selanjutnya pengprov kalbar dapat menginfentarisir seluruh pemegang sabuk hitam dan bisa diklasifikasikan dari tahun terbitnya berdasarkan sertifikat (Senioritas).
Selain itu Pengprov bekerjasama dengan Pemkab, Pemkot musprov megimbau kepada semua pemegang sabuk hitam untuk menyampaikan kepada pengprov Kalbar supaya sertifikat dan kukkiwon/nasional yang dimilikinya selama ini bisa di foto copy.
Pengprov kalbar program kerja yang sudah dibuat agar dilaksanakan sesuai dengan kalender ivent baik untuk kejuaraan daerah maupun pelajar secara rutin dan tidak hanya dipusatkan dim kota pontianak tepai bisa dilakukan di Pemkab-pemkab yang ada di kalbar sebagai tuan rumah
Dalam hal penentuan kriteria atlet mereka meminta pengprov Kalbar yang berhak ikut seleksi daerah untuk tim Pra-PON harus jelas, dan transparan, bisa merencanakan dan mengadakan ujian kenaikan tingkat yang terjadwal, serta UKT bisa dilaksanakan dua atau tiga kali dalam setahun.
Terakhir mereka juga berharap kepada pengprov kalbar untuk mensosialisasikan penyeragaman teknik-teknik taekwondo terbaru dan competition ruleWTF terbaru bekerja sama PBTI pengurus besar taekwondo Indonesia dan korps wasit nasional taekwondo kalbar serta dapat mengirimkan CD/DVD, buku teknik taekwondo baik teknik kyorugi (fight) maupun pomse kesetiap pengkab atau Pemkot, terakhir pengurus taekwondo kalbar periode 2008-2013 dapat merencanakan dan mengadakan musyawarah pemegang DAN sabuk hitam taekwondo secara rutin dan terjadwal sekaligus mengadakan latihan gabungan seluruh pemegang sabuk DAN sabuk HITAM.27/1/2008 Baca Selengkapnya.....

*Fina Kejuaraan Silat Remaja Bang Hersan Cup

By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Tekad tujuh perguruan silat di Kota Potianak untuk meraih mas dalam kejuaraan silat pelajar yang bertajuk Bang Hersan Cup akhirnya tercapai. Capaian manis itu masing-masing mereka tunjukkan melalui final yang dihelat di GOR Pangsuma Pontianak, Jumat (25/1) kemarin.
Pertandingan kemarin tidak seperti hari biasanya, hal ini selain karena Final, mungkin juga karena disebabkan oleh cuaca yang tidak begitu panas. Jika dua hari lalu sporternya terlihat sepi, berbeda dengan kemain. Seruan dan teriakan dari masing-masing sporter terasa menggema digenderang telinga.
Begitu juga dengan pesilatnya, teriakan dan sorakan seakan-akan menjadi obat perangsang untuk bermain hebat. Bagaimana dengan tim juri, wasit, serta panitia? Mereka berusaha memberikan pelayanan yang terbaik demi suksesnya kegiatan final tersebut.
Berkat kerja sama yang baik, hasilnya juga akan lebih baik. seperti yang terlihat melalui hasil final kemarin. Ada yang menang dan ada yang kalah. Yang menang tak perlu harus bertepuk dada, dan yang kalah mesti berlapang dada.
Hasil final menunjukkan Perguruan Silat Kijang Berantai berhasil meraih tiga emas, satu perak dan dua perunggu yang yang terdiri dari satu putri di kelas B Syarifah Indah, dan dua putra di kelas yang berbeda Gustiansyah dikelas B sedangkan Septian di kelas H, peraih perak Ayu Lestari kelas C putri, Oktaviani kelas D putri dan Wahyu A kelas F putra hanya bisa peroleh perunggu.
Tak kalah sainngya Pesilat Perguruan Selendang Saleh ternyata berhasil menyamakan prestasi manis dengan Kiber yakni tiga emas dua perak dan tiga perunggu diantaranya peraih mas Mayana kelas A putri, M. Zainudin kelas D putra, dan Noviana kleas D putri, peraih perak Usman kelas A putra, dan Guido Famula kelas E putra, peraih perunggu M. Karim Ismail kelas B putra, Vini Rahayu kelas C putri, dan Desi Maryanti kelas kelas E putri.
Hal serupa juga dialami oleh peilat perguruan Putra Setia, ia sukses menyamakan prestasi gemilangnya dengan kedua perguruan di atas, yakni tiga mas, dua perak dan dua perunggu, diantaranya Siti Aisyah kelas C putri, Triretnwati, dan Hardi. W. kelas G putra, peraih perak Kresensia kelas A putri, dan Desi kleas F putri, peraih perunggu Dedi. S kelas E putra, dan Vitri Novi. A kelas D putri.
Perguruan Kancil Utara cukup puas meskipun hanya dua mas dan tiga perak, sebagai peraih mas Juliansyah kelas E putra, dan Dina Pungki kelas f putri, sedangkan peraih peraknya adalah Beli kelas B putra, dan Tiara kelas D putri.
Dipihak lain Perguruan Silat BTP juga beroleh dua mas satu perak. Peraih mas Bayu Satria kelas F putra, dan Agus kelas L putra, peraih perak Novi Eko kelas g putra.
Perguruan silat Nurulsalam hanya bisa gapai satu mas yang diperoleh Adit kelas C putra, pergutuan silat Kunfui Sahita, mereka berhasil menyabet satu mas atas nama Angga Lesmana kelas A putra.
Peraih perak lainnya dipersembahkan Esi Noviandini kelas B purei perguruan (Buana), Bayi Saputra kelas C putra dan Heri S. kelas D putra (Wekasan), Abdurahman kelas f putra (PSHT), Muklis B kleas H putra (P. Asad) dan Faturoly kelas L putra (bulan Sabit)
Sedangkan untuk peraih perunggu Adikara kleas A putra ( Kancil Yeratai) Ismail kelas B putra dan DS. Lestari kelas B putri (PSHT), Hendri kelas C putra (Tapak Suci), m Rifqi kelas C putra (Dam-Dam Kesuma), Maulani kelas D putra (Rajawali Putih) Eko Purnomo kelas D putra (PSHT), Endi Julianto kelas E putra (Al. Alamin), Anis. Y. kelas E (Rajawali Putih), Seto Wibowo kelas G putra (Wekasan) Sy. Sarbini kelas G (Rajawali Putih), Heksa P kelas H (Bunga Yeratai Putih), Veremias. E kelas h putra (PSHT) dan M. Rofiq kelas L putra (Dam-dam Kesuma)
Kejuaraan ditutup oleh Ketua Umum IPSI Kota Pontianak, Drs. Hersan Asli Rosa didampingi oleh pengurus lainnya. 26/1/2008 Baca Selengkapnya.....
Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com