By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Pelatih tenis meja asal Jawa Barat bersertifikat nasional Noval Pesulima, tidak terlalu bermuluk terkait dengan target yang akan dicapai keempat atletnya di moment penting seperti PON Kaltim Juli mendatang.
“Bisa masuk delapan besar saja kita sudah termasuk lebih baik dan bisa bersyukur, pasalnya baru kali ini setelah 30-an tahun tenis meja di kalbar tidak mempunyai kesempatan untuk menjamur di gawai bergengsi setingkat nasional,” ujar Voval.
Untuk memanfaat waktu yang tersisa kurang lebih enam bulan, mereka gunakan untuk melakukan latihan lebih intensif melalui Pelatda PON yang di pusatkan di Asrama Haji Pontianak saat ini.
Keempat atlet yang diyakininya bisa tampil manis di PON mendatang adalah Luhir Eko, Hermadi, Irwansyah, dan Evan Adrian. “Kita berharap dengan adanya pembinaan melalui latihan keempat atlet ini bisa bermain lebih baik dengan harapan mampu menguasai tekhnik permainan lawan,” tandasnya.
Dasar keempat atlet tenis meja kalbar sehingga bisa lolos ke PON adalah atas kesuksesan meraih dua belas besar pada kejuaraan Pra-PON lalu, dengan demikian secara otomatis mereka dinyatakan lolos untuk maju ke PON.
Ia mengakui kenapa atlet di Kalbar kurang menonjol, karena kurang adanya pembinaan dan jam terbang atau latihan keluar serta masih minimnya fasilitas olahraga sebagai faktor penunjang bagi prestasi atlet di Kalbar.
Ia mencontohkan mengapa DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah memiliki segudang atlet berprestasi? Pembinaan di sana lebih baik, kemudian mereka juga memiliki cukup fasilitas, serta adanya kepedulian pemerintah terhadap olahraga itu sendiri.
Secara pribadi pelatih yang baru saja memperoleh penghargaan dari pengurus besar (PB) persatuan tenis meja seluruh Indonesia (PTMSI) mengakui dalam hal ini KONI Kalbar mulai menunjukkan peningkatannya bagi semua cabang olahraga hal ini terlihat rasa kepeduliannya pada pelaksanaan pelatda PON yang hingga kini masih dijalani oleh sejumlah atlet. “Dalam program kerjanya banyak kegiatan ataupun turnamen yang sudah dijadwalkan,” katanya lagi.31/1/2008
Postingan Populer
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si melakukan panen padi raya kelompok tani pangkin permai di desa mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis, 3...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Kalau anda melewati jalan raya Sanggau-Sekadau, tepatnya di pintu gerbang tapal batas antara k...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Rabu, 30 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar