Olah : Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Seperti diketahui, salah seorang pembalap, Wendra yang turun di kelas bebek 110 cc 4 tak TU seeded (MP1) menjadi salah satu pembalap tercepat di ajang Bang Hersan Motorprix Championship 1-2008. Dalam ajang kebut tersebut ia berhasil meninggkalkan empat rekannya, hasil itu pula yang menghantarnya menjadi Juara pertama.
Semua penonton yang hadir pasti mengatakan bahwa ia salah satu peserta kebut yang paling hebat, setiap gerakan yang diperlihatkan hampir tidak meleset termasuk saat mendahului rekannya pada saat di tikungan tajam.
Wendra adalah salah satu atlet yang dipersiapkan untuk melangkah ke PON Kaltim Juli mendatang. Untuk persiapan mungkin ia lebih lama dari beberapa temannya. Tapi hal itu bukan menjadi sebuah jaminan untuk bisa menang.
Kemenangan yang berhasil dipetik Wendra tidak seperti membalik telapak tangan, ada banyak rintangan yang harus ia lewati, mulai dari keselamatan dirinya sampai pada masalah anggaran. sejauh mata memandang seolah-olah pembalap yang tampil hanya berbekal iseng, jawabannya tentu tidak.
Menurunya jika tidak ada sponsor yang mendanai dalam ajang itu, besar kemungkinan Wendra tidak bisa ikut. Persoalannya disebabkan oleh faktor dana.
“Untuk biaya service satu unit sepeda motor aja bisa capai Rp8 hingga 10 juta. Apa lagi kita service di Pulau Jawa, belum lagi transport dan lain sebagainya. Hitung-hitung kurang lebih Rp15 hingga 20 juta untuk setiap balapan. Ini hanya untuk satu jenis kelas motor bebek 110 cc 4 tak TU seeded (MP1) seperti yang saya gunakan ini. Untung saja dalam kejuaraan ini saya disponsori oleh Tim Rivaco Sintang,” akunya.
Ketika hadiahnya berupa uang tunai maka hasilnya akan dibagi dua dengan sponsor, jika berupa piala maka akan diserahkan dengan sponsor, terkecuali piagam atau tropy itu yang menjadi milik dirinya.
Bagi Wendra masalah itulah yang menjadi motovasi dirinya setiap mengikuti balapan, target menang itu sudah pasti. Usaha ini akan ia teruskan untuk tampil di PON Kaltim Juli mendatang.□
Postingan Populer
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si melakukan panen padi raya kelompok tani pangkin permai di desa mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis, 3...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Kalau anda melewati jalan raya Sanggau-Sekadau, tepatnya di pintu gerbang tapal batas antara k...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Jumat, 29 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar