Oleh : Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Sebanyak tiga orang wasit pengurus daerah (Pengda) PSSI Kalbar hari ini bakal terbang ke Kalsel guna mengikuti kursus Pengawas Pertandingan (PP) tingkat Pengda se-Kalimantan yang dilaksanakan di Banjarmasin, dari tanggal 25 Februari hingga 2 Maret 2008.
“Kursus ini digelar untuk memberikan pembekalan bagi para calon pengawas sepak bola Kalbar yang saat ini dinilai masih minim. Nantinya diharapkan muncul pengawas pertandingan yang berkualitas baik,” ungkap ketua komisi wasit Pengda PSSI Kalbar, Melki Hatumessen, saat ditemui di sekretariat PSSI Kalbar, kemarin.
Lanjut Melki adapun ketiga wasit yang ikut dalam kursus tersebut yakni terdiri dari Drs. Cyprianus. S Djudah, Mulyadi dan Syaiful. ”Sesuai dengan undangan Pengda PSSI Kalsel mengenai kursus pengawas pertandingan, besok (red hari ini) keiga wasit itu dipastikan berangkat menuju Banjarmasin guna mengikuti kursus tersebut,” paparnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan peserta yang bakal ikut ambil bagian dalam kursus tersebut terdiri dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Seterusnya Ia menambahkan tes administrasi yang mesti dijalani oleh peserta kursus adalah tes kesehatan, tes peraturan umum pertandingan, tes peraturan khusus pertandingan dan wawancara mengenai motivasi menjadi PP.
Sementara menurut Cyprianus, salah seorang peserta kursus tersebut mengatakan, kursus tingkat daerah ini cukup membantu dan membuka wawasan sebagai calon pengawas petandingan.
"Ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengembangkan diri menjadi pengawas pertandingan. Meski ini masih tingkat daerah, namun hal ini cukup membuka wawasan bagi kami," papar Cyprianus didampingi Mulyadi dan Syaiful.
Cyprianus yang juga mantan pemain Persipon ini menambahkan, dirinya banyak menemui hal yang menarik dalam ilmu wasit. "Sebagai mantan pemain sepak bola, saya cukup banyak mendapat pelajaran berarti dalam kursus ini nantinya. Dan ternyata pekerjaan seorang wasit tidak begitu mudah tapi asyik," katanya lagi.
Postingan Populer
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si melakukan panen padi raya kelompok tani pangkin permai di desa mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis, 3...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Kalau anda melewati jalan raya Sanggau-Sekadau, tepatnya di pintu gerbang tapal batas antara k...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Jumat, 29 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar