Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Kondisi memprihatinkan terjadi pada Veledrrome satu-satunya fasilitas yang dimilikin cabang olahraga balap sepeda. Kendati demikian fasilitas tersebut belum juga diresmikan. Velodrome balap sepeda yang telah menghabiskan dana sekitar milyaran rupiah itu, kondisinya sangat memprihatinkan, tidak hanya kerusakan kecil yang terlihat jelas, Velodrome megah itupun menjadi aksi pasangan muda-mudi yang lagi kasmaran untuk memadu kasih.
Saat dikonfirmasikan oleh sejumlah wartawan mengenai kondisi tersebut, Kepala Badan Pemuda dan Olahraga Pemberdayaan Perempuan (Bapora PP) Provinsi Kaimantan Barat, Dra.H. Utin Kusumawati, M.Si mengatakan, pihaknya sudah lama mengetahui dan telah melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan tempat yang seyogyanya dipergunakan untuk latihan atlit balap sepeda.
Salah satunya berkoordinasi dengan pihak KONI daerah Kalimantan Barat dengan menyediakan keamanan. Sementara mengenai kerusakan kecil yang terlihat di atas sirkuit velodrome, Utin mengaku, secara fisik dirinya kurang mengerti mengenai proses pembangunan itu. Namun dari pihak kontraktor bersangkutan masih ada kewajiban selama 6 bulan untuk pemiliharaan.
"Saya bukan orang teknik bagunan, tetapi dari segi bangunannya memang sudah lama dibangun dan baru selesai sekarang sehingga untuk memadukan bahan bangunan lama dengan pengerjaan berbahan baru cukup sulit untuk padunya, sehingga pihak yang mengerjakan velodrome tersebut memiliki tanggung jawab selama 6 bulan dalam hal pemeliharaan," ungkap Utin.
Ia menambahkan, meski belum diresmikan oleh Menpora sesuai yang direncanakan sebelumnya, tidak membuat pemanfaatan velodrome itu sia-sia.
"Setidaknya saat ini para atlit balap sepeda telah mempergunakannya sebagai tempat latihan setiap hari," tuturnya.
Ia berharap, velodrome yang dibangun dengan dana milyaran rupih ini akan mampu melahirkan atlit muda berbakat seperti pendahulunya yakni Kalimanto, Joni Van Ert dan Maruki Matsum.
Postingan Populer
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si melakukan panen padi raya kelompok tani pangkin permai di desa mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis, 3...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Kalau anda melewati jalan raya Sanggau-Sekadau, tepatnya di pintu gerbang tapal batas antara k...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Rabu, 18 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar