By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Suhada, salah satu atlet bridge yang dipercayakan untuk membawa nama baik Kalbar di ajang bergengsi setingkat PON Kaltim 6-17 Juli mendatang mengatakan akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Kalbar.
“Secara pribadi saya tetap berusaha melakukan latihan-latihan yang biasa saya lakukan di kampus teknik dan warnet. Di warnet kita melakukan online guna mencari sparing di luar negeri,” katanya.
Ia menyebutkan sebelum berlaga di PON perlu melakukan uji coba, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil TC Pelatda yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan ini.
Disebutkannya pelaksanaan try in bakal dilaksanakan pada Kapuas Raya Cup yakni pada bulan April, sedangkan untuk try out jika tidak berhalangan akan dilakukan di Banten. Alasan mengapa dilakukan di Banten karena di sana banyak atlet yang mempunyai potensi, selain itu mereka juga sering mengikuti kejuaraan baik yang berifat nasional maupun internasional.
Terkait dengan persoalan target Suhada mengatakan sudah siap untuk merebut di pasangan. “Karena bridge adalah olahraga yang berpartner maka saya dengan partner saya sudah siap untuk merebut medali di pasangan,” katanya.
Nada rendahnya, ia menyebutkan secara tim tidak mengecilkan target akan tetapi tetap berusaha untuk mengejar target. “Tanpa target itu sendiri kita tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Menurut mahasiswa Teknik Ektensi ini, keikutsertaanya di PON baru merupakan yang pertama kali setelah berhasil raih peringkat tiga di ajang Pra PON tahun lalu. “Pra PON lalu kita dapat peringkat tiga di pool b, karena kita dibagi dua pool yaitu A dan B,” paparnya.
Selain prestasi di Pra PON ia juga pernah raih prestasi emas saat eksibisi berpasangan dengan Damanik dengan dr. Handoyo, selain itu Kejurnas tingkat mahasiswa berupa medali perak pada tahun 1999. “Itupun sudah lama sekali tapi karena peluang buat kita untuk tampil di nasional juga tidak ada baru kali ini, karena peluang yang seperti ini ya kita maksimalkan untuk tampil di kancah nasional, terus terang saja selama ini kita berkompetisi terus di dalam,” katanya.
Menurutnya selama melakukan latihan tidak mengalami kendala yang berarti. “Saat ini untuk bridge sendiri tidak ada kendala, karena dipusatkan di kampus Teknik jadi kita bisa bersosialisasi sama anak-anak Teknik, dengan melakukan sparing sekaligus persiapan bagi mereka untuk mengahadapi Kejurnas. Jadi sama-sama selain kita latihan kita juga bisa membina mereka,” katanya lagi.
Postingan Populer
-
Potret Kampung Elok Sempitak Desa Tebuah Elok Kecamatan Subah Kabupaten Sambas. Kampung Elok Sempitak adalah salah satu dusun yg terda...
-
By. Hartono Setelah 32 Tahun Menanti IMB keluar, akhirnya kesabaran dan doa umat Katolik Paroki keluarga Kudus Kota Baru terjawab. Mereka ke...
-
Hartono Borneo Tribune, Pontianak Sebelum melanjutkan pertandingan di putaran kedua lanjutan Divisi I Liga Indonesia (Ligina), Persipon Pont...
-
Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si melakukan panen padi raya kelompok tani pangkin permai di desa mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis, 3...
-
Hermanus Hartono Borneo Tribune, Sekadau Kalau anda melewati jalan raya Sanggau-Sekadau, tepatnya di pintu gerbang tapal batas antara k...
Kota Penelusuran
Media Kalbar
Kopi Tono Sekadau
Maria Christine Fransiska
Kasih Itu
Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.
Kamis, 27 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kopi Tono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar