TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Selasa, 06 Mei 2008

Uti Undur Diri, Firdaus Tak Masalah


Hartono
Borneo Tribune, Pontianak
Masalah yang terjadi di internal Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja (PTMSI) Kalbar tak habis-habisnya. Gonjang ganjing itu tentunya menyita perhatian beberapa pengurus dan atlet PTMSI Kalbar. Kali ini datang dari Ketua bidang Komisi Organisasi PTMSI Kalbar, Uti Alamalum Imam

Saat ditemui, secara tegas Uti mengatakan, dirinya bersama Ema siap mengundurkan diri dari kepengurusan PTMSI, jika Henmadi tetap dipecat oleh ketua PTMSI Kalbar. Alasannya, Henmadi atlet yang sudah meraih segudang prestasi. Mulai dari juara 1 Porprop 2005, Popwil wilayah dua, juara Popda, bahkan saat Pra PON Ahmadin memperoleh peringkat ke tiga se-Kalbar.

Seperti diberitakan sebuah media massa sebelumnya, Henmadi diganti karena tidak disiplin dalam latihan. Kemudian diganti Zulkarnaen, atlet kawakan, menurut Uti, merupakan alasan yang tidak mendasar dan realistis.

Atas keputusan tersebut, simpatik dan mantan hingga pengurus Pengcab PTMSI yang ada di kabupaten maupun kota merasa keceawa. “Henmadi bukan tidak latihan, tetapi Satgas PON yang mengintruksikan supaya latihannya dikonsentrasikan di Singkawang dengan alasan, gedung latihan di Singkawang standar dan representatif,” kata Uti.

Ia sebagai komisi organisasi tidak mengerti ada tendensi politik apa yang terjadi dalam tubuh internal Pengprov PTMSI Kalbar, sehingga secara dramatis mengganti Henmadi secara kilat. Apa kans dan substansi mendasar bagi pengurus PTMSI Kalbar.

Ia menjelaskan, PON adalah wilayah kerja Satgas, bukan pengurus PTMSI. Buktinya Pengprov PTMSI pernah mengusulkan lima nama atlet. Namun yang disetujui hanya empat atlet. Keempat atlet tersebut Henmadi dari Singkawang. Evan Adrian, Kota Pontianak. Irwansyah, Kabupaten Pontianak. Luhur Eko, Kabupaten Ketapang.

Keempat nama ini sudah masuk ke Satgas PON, KONI, bahkan PB PTMSI Pusat. Mengapa Henmadi harus diganti tanpa alasan yang mendasar. Bukan sekedar komisi organisasi yang kecewa, tapi komisi eksternal, seperti Ema asal Singkawang dan beberapa atlet kabupaten pun kecewa, atas pernyataan ketua umum PTMSI Kalbar.

Untuk itu, Uti Alamul Imam mohon maaf kepada Pengcab kota dan kabupaten yang telah mempercayai untuk menjadi pengurus PTMSI Kalbar 2006-2010, mengundurkan diri dengan alasan kecewa terhadap keputusan ketua PTMSI yang tidak mendasar.

Sementara itu, Firdaus Zar’in ketua PTMSI Kalbar, saat dikonfirmasi mengatakan, merasa bersyukur dan senang atas pernyataan Uti Alamul Iman yang disampaikannya melalaui pres release terkait dengan pengunduran dirinya sebagai pengurus PTMSI Kalbar periode 2006-2010.

“Saya tidak merasa sedih, malah merasa bersyukur kalau yang bersangkutan itu mundur, karena selama ini sikap yang bersangkutan sebagai pengurus justru tidak mencerminkan ingin menyatukan pengurus atlet maupun pelatih,” ujar Firdaus.

Menurut Firdaus, kesalahan lain Uti pernah memalsukan data yang berkaitan dengan masalah data seleksi Pra PON. “Karena yang seharusnya ke senior, tapi yang bersangkutan masuk ke junior,” katanya.

Terkaitan dengan pengunduran diri Uti dengan alasan bahwa Henmadi tidak diakomodir oleh pengurus PTMSI, menurut anggota DPRD ini, salah besar. Karena hingga diberi batas akhir Satgas PON dan KONI, saat penyerahan terakhir formulir yang masuk masih memakai nama Henmadi.

“Kita hubungi, bahkan kita pernah melibatkan Pak Anthoni Suwardi, Ketua Pengcab PTMSI Kota Singkawang, tapi tidak ada respon dari Henmadi,” kata Firdaus.

Jadi tidak benar kalau ia tidak mengakomodir Henmadi, karena batas akhir formulir masuk masih memakai namanya, harus masuk 26 April. Tidak ada pilihan lain, selain memasukkan Zulkarnaen sebagai pengganti Henmadi, kata anggota DPRD Kota Pontianak ini.

Atas pengunduran diri yang diajukan oleh Uti, mendapat respon baik dari Firdaus. Dengan tegas dia mengatakan, merasa bersyukur. Tapi sayangnya pernyataan tersebut tidak ditujukan langsung kepada Pengprov PTMSI. “Seharusnya pengunduran tersebut ditujukan langsung kepada pengurus Pengprov PTMSI Kalbar,” katanya.

Ia berencana dalam waktu dekat ini, bakal memutuskan di dalam rapat. Kemudian akan dilakukan pergantian antar waktu kepengurusan yang keluar maupun yang tidak aktif.

Tidak ada komentar:

Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com