TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Kamis, 18 Juni 2009

Bupati Beri Reword Kepada Peserta PGD DAD Sekadau

Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus memberi reword (penghargaan) kepada para peserta yang berhasil menoreh prestasi pada Pekan Gawai Dayak Provinsi Kalimantan Barat XXV yang dilaksanakan 20 hingga 24 Mei 2009 bulan lalu.

Kendati usianya masih muda, Kabupaten Sekadau melalui Dewan Adat Dayak (Kabupaten Sekadau berhasil menjadi yang terbaik pada pelaksanaan PGD provinsi tersebut. Tak disangka dan tak diduga, Kabupaten Sekadau dalam event budaya tersebut bisa keluar sebagai juara umum dari 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Kabupaten Sekadau dalam event terbesar bagi suku dayak ini, berhasil memboyong sembilan piala dari sembilan kategori yang mereka kuasai. Kesembilan kategori yang berhasil dikuasasi antara lain, penampilan tari kreasi dayak terbaik, penata musik terbaik, dua kategori ini masing-masing berhasil keluar sebagai juara 1, lomba memahat dan memasak, berhasil keluar sebagai juara 2. Anyam manik-manik, numbuk padi, sumpit beregu putri, penampilan stand terbaik dan display budaya, kontestan DAD Sekadau yang dikoordinir oleh Sekberkesda juga berhasil menduduki posisi juara ke-3.

Acara yang dianggap cukup menggembirakan ini, dilaksanakan langsung di ruang rapat bupati lantai I Kamis (4/5), kemarin. Ruang rapat full Ac ketika itu berbeda dengan hari-hari biasanya. Kata demi kata semua mereka ungkapkan dalam pertemuan tersebut. Henri Lisar Ketua DAD Sekadau merasa bahagia dengan perhatian yang telah pemerintah Kabupaten Sekadau berikan kepada lembaga dayak ini. Usai mengucapkan kalimat itu, Henri pun seraya mengajak para peserta untuk memberikan uplus.

Ucapan Ribuan terima kasih peserta kepada Pemkab sekadau terus mengalir dari bibir mungil para peserta yang hadir. Yuspinus Swisto, koordinator Sekberkesda, juga merasa hal yang sama dengan ketua DAD, Henri Lisar.

Sebagai orang muda yang diberi kepercayaan untuk meminpin bidang seni dan kreasi ini, Awis akan berupaya sekuat tenaga untuk mengmbangkan seluruh potensi kesenian yang ada di Sekadau. ”Pemerintah dalam hal ini Bupati Sekadau, telah memberikan perhatian yang begitu besar untuk pemeliharaan dan pengembangan seni dan budaya di Sekadau, mari kita berikan tepuk tangan atas pengharaan yang bupati berikan kepada kita,” ucap Awis yang diikuti dengan tepuk tangan para juara.

Yuspia Basilia, ketua kontingen yang juga ketua sanggar Adau Benaung, merasa bahagia dengan penghargaaan yang bupati berikan. Hanya dengan modal nekat yang didasati dengan niat yang tinggi, kontestan Sekadau bisa keluar sebagai juara umum. ”Ini suatu prestasi yang sangat menggembirakan, dan terus kita kembangkan” ucap Yuspia yang juga kepala kantor kearsipan dan perpustakaan Kabupaten Sekadau.

”Prestasi yang telah mereka ukir, patut kita berikan pengharagaan, sehingga mereka lebih termotivasi dan giat dalam melaksanakan latihan,” papar Simon, disambut dengan tepuk tangan oleh para sang juara dan pengurus DAD.

Dalam menapak cita-cita atau ingin menjadi yang terbaik, bupati Simon berharap tidak puas sampai disitu. ”Segala sesuatu yang dikerjakan dengan hati nurani dan niat yang tulus pasti akan menghasilkan hasil yang baik,” kata orang nomor satu di bumi lawang kuari ini.

Segala prestasi yang telah berhasil diukir tersebut, bupati minta agar ditekuni dengan baik. Dan yang lebih penting lagi datang dari kemauan diri sendiri. ”Kalian telah berjuang demi nama baik daerah, khususnya Kabupaten Sekadau. dan saya berharap tidak hanya tampil di gawai dayak saja, tetapi di event yang lebih besar lagi,” pinta bupati.

Bupati juga meminta kepada pengurus adat dan sanggar, agar membina salah satu bidang yang bisa dijadikan andalan atau menjadi ikon daerah. ”Kita tidak akan mampu menguasasi semua bidang, konsentrasi saja pada salah satu bidang. Dan itu saya yakin pasti berhasil,” terang Simon.

Terakhir bupati menyarankan, agar dalam membuat atau menyusun program, dahului apa saja yang terpenting, lalu kemudian buat anggaran. ”Sepanjang ini demi kepentingan daerah, akan kita realisasikan, dan ini tidak hanya untuk gawai dayak saja, juga dengan budaya suku lain yang ada di bumi lawang kuari. Asalkan tujuan dan kontribusinya jelas untuk daerah,” ungkap ketua Partai Demokrat ini.

Tidak ada komentar:

Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com