TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Kamis, 17 Februari 2011

Perusahaan Sawit Banyak Hancurkan Jalan, Apakah Itu Jalan NAsional Maupun Jalan Kabupaten


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Keberadaan perusahaan kelapa sawit khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Sekadau kerab menimbulkan banyak masalah dalam lingkungan masyarakat, misalnya pembagian pola, masalah rekrut tenaga kerja, masalah pemutusan hubungan kerja, masalah luas atau batas lahan serta masalah kerusakan lingkungan.

Disatu sisi kehadiran perusahaan sawit juga memberikan dampak positif terutama terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Kehadiran perusahaan sawit juga disadar atau tidak membuka isolasi daerah pedalaman.

Tetapi yang ingin disoroti oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sekadau Herculanus T ialah kepedulian dan rasa tanggung jawab pihak perusahaan kepada masyarakat sebagai penguasa dan kepada pemerintah sebagai aparatur yang memberikan izin tersebut. “Jangan mentang-mentang sudah diberikan izin oleh kepala daerah dalam hal ini bupati, perusahaan mau seenaknya. Kepentingan masyarakat pun diabaikan,” tutur dia.

Menanggapi masalah tersebut, Herculanus dengan tegas mengatakan kepada sejumlah wartawan mobil angkutan tandan sawit yang membuat jalan rusak, pasalnya mobilitas angkutan sawit yang melintasi baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten bisa berlangsung selama 24 jam, dengan muatan yang tidak sedikit, yakni di atas 10 ton sampai 12 ton.

“Pemicu terbesar kerusakan jalan di daerah kita ini adalah akibat angkutan sawit selain itu mobil ekspedisi yang jumlahnya di atas rata-rata 10 ton. Keadaan itu tentu saja tidak seimbang dengan kekuatan jalan nasional atau pun kabupaten/kota.” Tuturnya.

Dia mencontohkan, seperti perusahaan sawit PT LG yang bekerja di wilayahnya daerah pemilihan tiga Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu. Menurut dia perusahaan sawit LG yang beroperasi di wilayah belitang sekarang terkesan cuci tangan. Pasalnya jalan SP 2 menuju pabrik KSP di Belitang yang sebelumnya bagus dan setiap dilewati PT LG, namun begitu jalan menuju pabrik itu rusak yang notabenenya rusak karena mereka sendiri, kini mereka berlaih melewati jalan yang bagus melewati ponton sungai ayak yang kondisi jalan bagus untuk dibawa ke Pahauman, Ngabang.

“Saya anggap perusahaan LG ini cuci tangan lepas dari tanggung jawab. Belum saatnya masayarakat marah. Perusahaan seperti menurut saya yang tidak bertanggung jawab. Saya yakin lama kelamaan jalan Kabupaten di Sei Ayak juga akan hancur oleh aktivitas angkutan sawit PT LG. untuk itu saya minta kepada pihak kecamatan di Belitang, supaya menegur perusahaan LG itu. Karena yang menderita nanti juga masyarakat. Perusahaan tidak mau tahu,” ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com