TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Kasih Itu

Sabar, Murah Hati, Tidak Cemburu, Tidak Memegahkan Diri, Tidak Sombong, Tidak Melakukan Yang Tidak Sopan, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri, Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan, Menutupi Segala Sesuatu, Percaya Segala Sesuatu, Mengharapkan Segala Sesuatu, Sabar Menanggung Segala Sesuatu.

Kamis, 01 Mei 2008

Pengurus PTMSI Tetap Pada Komitmen




By. Hartono
Borneo Tribune, Pontianak

Di tengah sibuknya menjalani pelatda PON, Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengprov PTMSI) Kalbar dihadapkan dengan persoalan yang sedikit menyita perhatian para atlet untuk berkonsentrasi menuju ke PON Kaltim Juli mendatang.
Seperti yang diberitakan oleh Harian Borneo Tribune Senin (21/4), Pengurus PTMS telah melakukan pemberhentian terhadap Noval Pesulima pelatih tenis meja Kalbar. Pemberhentian tersebut secara resmi dilakukan tanggal 17 April 2008 dengan nomor surat 13/PTMSI Klabr/IV/2008.
Ketua Pengda PTMSI Kalbar Drs Firdaus Zar’in, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/4) kemarin, mengatakan keputusan pemberhentian terhadap saudara Noval bukan merupakan keputusan pribadinya selaku ketua, tetapi melalui keputusan pengurus. “Secara resmi melalui SK No. 13/PTMSI Klabr/IV/2008, saudara Noval kita berhentikan sebagai pelatih tenis meja, dan keputusan yang sudah dibuat tidak bisa dicabut kembali,” katanya.
Dikatakannya, dasar pemberhentian tersebut, pertama karena pelatih tidak tahu apa yang menjadi porsinya. Artinya bagaimana cara membina pemain yang baik, bukan malah memecat asisten pelatih, karena itu bukan merupakan kewenangan pelatih tetapi pengurus, kedua pelatih tidak bisa membina hubungan baik antara atlet maupun pengurus, dan yang lebih fatal atlet sudah mulai di kotak-katakan, salah satu contoh pengotakan itu adalah atlet (Hendmadin, red) tidur bersama pelatih, “Kan tidak baik jika itu yang dilakukan oleh pelatih,” katanya.
Apa yang pernah dikatakan Noval bahwa lolosnya tim tenis meja ke PON adalah berkat perjuangannya sendiri. Oleh Firdaus, bukan serta merta perjuangannya sebagai pelatih, tetapi atas kerja sama atlet, pengurus dan pelatih.
Persoalannya? kalau hubungan sudah tidak lagi harmonis lebih baik tidak mengikuti PON. dari pada terjadi tumpang tindih yang akhirnya tidak membuahkan prestasi. “Saya secara pribadi ingin ada hubungan yang harmonis antara pengurus, pelatih dan atlet sehingga tidak kacau,” katanya.
Atas pernyataan Hendmadi yang menyatakan tidak akan ikut jika pelatih tetap dipecat, mendapat respon dari Firdaus. Dengan tegas Firdaus mengatakan bahwa Hendmadin sudah diberikan deadline, untuk membuat surat pengunduran kepada Pengurus selambat-lambatnya tanggal 22 April, (kemarin, red). “Hari ini (kemarin, red) saya beri deadline kepada Hendmadin untuk membuat surat pengunduran, jika tidak kita ganti dengan Zulkarnaen,” tuturnya
Dia berharap kepada Satgas dan KONI bisa melihat persoalan ini secara lebih jeli terhadap pernyataan Noval bahwa selama kegiatan Pelatda PON, Pemprov tidak diperlukan, sekarang yang merekomendasi atlet itu siapa?
Berangkat dari kesalahan itu sehingga pengurus mengambil keputusan untuk memberhentikan Noval. Sebagai menggantinya, pengurus pengurus memilih Irawan Edi mantan Pemain nasional. “Kita Berharap kepada KONI mulai saat ini apapun yang menjadi keperluan yang berkaitan dengan latihan atlet, semuanya ditangani oleh pelatih yang baru, tetapi untuk keperluan Noval tidak lagi menjadi tanggung jawab Pengprov.

Tidak ada komentar:

Template by : Andreas aan kasiangan.blogspot.com